Dreamy Magical

Dreamy Magical
lighteguj


__ADS_3

"eiulp sedïorétsa'd."


"ehcèlf ed leg."


"ehcuom-epartta tnaég"


Baik Hanada dan Igarashi kini tengah menggunakan kemampuan mereka untuk bisa menyerang Black Wings. Tetapi tidak mereka duga Serangan asteroid tidak dapat dikalahkan dengan semudah itu.


"euqsetnagig edïorétsa." Dengan serangan asteroid tersebut, Ia berhasil menjatuhkan Igarashi dan Hanada.


"arkahc ud uef." Kini Nina menggunakan cakram apinya untuk menyerang Black wings. Tetapi hal itu juga berhasil ditahan dan dibalikkan kearah Nina.


"Seperti inikah kemampuan kalian?." Tanya Black Wings sedikit menghina Igarashi, Hanada, dan Nina.


"Kalian sungguh lemah." Ujar Black wings kembali menyerang Igarashi, Hanada, dam Nina hingga mereka terpental jauh.


Azuna yang melihat kesempatan untuk menyerang, dia mengajak Akiko bekerja sama untuk mengalahkan Black wings.


"Akiko ayo gabungkan sihir kita." Ujar Azuna meminta Akiko untuk bekerja sama dengannya.


"Baik."


"al erèimul repparf/rerrab." Serang Azuna dan Akiko secara bersamaan. Namun lagi-lagi Black wings mampu memblok serangan gabungan tersebut.


"Dasar lemah."


"eiulp ed setiroétém."


"AAAAAAAAAKKKKKKKHHHHHHHH."


Serangan tersebut mampu membuat Akiko serta Azuna terhempas sangat jauh.


"Benar-benar payah." Ujar Black Wings menghina Azuna dan yang lainnya. Ia kemudian melihat kearah Panti Asuhan yang sekarang tidak lagi terlindungi.


"Sekarang waktunya penghancuran." Ujarnya kemudian maju kearah Panti Asuhan.


Namun, Dia kemudian berhenti dan menengok kebelakang melihat kearah Akiko dan Igarashi yang mulai bangkit.


"Aaahah." Ucap Igarashi sedikit kesulitan mengambil nafas.


"Tidak akan kubiarkan." Ujar Akiko yang bersiap-siap dengan mace miliknya.


"Akiko."


"Igarashi."


Black wings yang marah karena Akiko dan Igarashi yang tidak tumbang, menyerang mereka sekali lagi agar mereka terjatuh.


"Dasar Hama."


Beruntung, Baik Akiko serta Igarashi berhasil menahan serangan Black wings meskipun mereka sedikit kelelahan.


"Aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan Panti Asuhan ini." Kata Igarashi menahan Serangan tersebut dengan Esnya.


"Kami tidak akan membiarkan kau mendekati tempat ini lebih jauh lagi." Sambung Akiko sambil menahan serangan Black wings dengan macenya yang dibalut dengan sihir cahayanya.


"Kurang ajar." Black Wings yang mulai emosi mulai menambahkan Dark energy dalam sihirnya sehingga membuat Akiko dan Igarashi terjatuh.


"Akiko(-Chan)"


"Igarashi(-kun)" Teriak Hanada, Azuna, dan Nina bersamaan ketika mereka melihat Akiko dan Igarashi terkapar akibat serangan Black wings.

__ADS_1


"Orang-orang seperti kalian benar-benar bodoh."


Ucap Black Wings kembali mengejek Akiko dan Igarashi.


"Kami bukanlah orang yang lemah. eiulp ed selatép ed sesor." Balas Hanada yang menyerang Black wings dengan hujan Mawar miliknya. Tetapi Black wings mampu menghindarinya dengan begitu mudah.


"Serangan yang lemah seperti ini tidak mempan melawanku." Balas Black Wings membuat Hanada, Azuna, dan Nina ikut terjatuh.


Ia terdiam sebentar. Sebelum ia menuju kearah Panti. Lagi-lagi dia harus berhenti karena melihat Akiko yang tidak pernah menyerah untuk bangkit.


"Hoooh. Rupanya ada yang berusaha untuk bangkit." Kata Black Wings memuji Akiko.


"Tetapi apakah kau yakin kau bisa bertahan melawanku." Tanya Black wings sedikit merendahkan Akiko.


"Pecundang." Gumam Black wings menghina Akiko.


"Kata-Katamu tidak mempan bagiku." Ujar Akiko yang mulai bangkit dari serangan Black wings.


"Akiko." Ucap Azuna melihat muridnya yang tidak mau menyerah meskipun berkali-kali terjatuh.


"Kau benar-benar wanita yang cukup menarik. Tidak aku sangka kau sebegitu keras kepalanya ingin menjatuhkan diriku." Puji Black wings dengan semangat Akiko yang tidak mau menyerah.


"Kalau tidak begitu, kau akan terus berusaha untuk menghancurkan Panti Asuhan ini." Balas Akiko yang tidak ingin Panti Asuhan ini hancur.


"Kenapa kau begitu peduli pada tempat ini?." Tanya Black wings penasaran.


"oh. Aku tahu. Mungkin karena kau juga senasib dengan Sasuke." Tebak Black wings sambil sedikit mengorek masa lalu Akiko.


"Apa maksudmu itu?." Tanya Akiko tidak paham mengapa Black wings tiba-tiba mengganti topik pembicaraan menjadi seperti ini.


"Apa kau lupa?. Kau terlahir sebatang kara. Ditemukan di tepi sungai kemudian dirawat di Panti Asuhan khusus putri." Jelas Black Wings sepertinya tahu sesuatu tentang masa lalu Akiko.


"Jangan seenaknya berbicara!." Ujar Akiko yang tidak suka dengan semua penjelasan Black wings.


"Atau kau memang tidak mengingat apapun."


Ujar Black wings berusaha menerka-nerka masa lalu Akiko.


'Apa maksud dari orang ini sebenarnya?.' Batin Akiko tidak memahami apa alasan Black wings tiba-tiba berkata seperti itu.


"Karena itu, sebagai sesama anak yang terlantar maka...."


"Akh."


Sebelum berhasil menyelesaikan Ucapannya, Akiko berhasil menyerang Black wings tepat di bahu kirinya.


"Aku tidak begitu memahami apa yang kau bicarakan." Kata Akiko masih memegang Mace yang ia gunakan untuk memukul bola cahaya kearah Black wings.


"Tetapi, Sebaiknya kau jaga ucapanmu karena jika memang apa yang kau katakan padaku adalah sebuah kebenaran, maka aku tidak akan memaafkan dirimu." Lanjutnya Kini melihat kearah Black wings.


...****************...


Flashback


Sudah Dua bulan semenjak Akiko berada di tempat ini untuk berlatih, Selama itu pula, dia selalu berlatih dengan keras dibawah bimbingan mentor pribadinya yang bernama Luminous.


"Ada satu kemampuan dalam dirimu yang sebenarnya cukup kuat jika kau mau mengasahnya." Ujar Luminous pada Akiko


"Apa itu?." Tanya Akiko yang bersemangat.


"Kau bisa menciptakan sebuah Pusaran cahaya yang cukup kuat sehingga membuat lawanmu didalamnya." Jawab Luminous menjelaskan satu cara bagi Akiko untuk menyerang.

__ADS_1


"Bagaimana caranya?." Tanya Akiko sedikit tidak sabar. Luminous tersenyum sebelum dia memberitahu Akiko penjelasannya lebih lanjut.


"Caranya adalah....."


End Flashback.


...****************...


"Pusatkan semua Holy Energy di tanah." Kata Akiko tiba-tiba sambil menyentuh tanah membuat semua orang kaget dan menoleh kearahnya.


"Kemudian fokuskan semua Energy tepat di satu titik." Lanjutnya sambil berkonsentrasi.


"Apa yang kau lakukan?." Tanya Black wings melihat Akiko berbicara sendirian.


"Aku akan membuatmu menyesal dengan semua hinaanmu." Balas Akiko masih fokus pada apa yang dia lakukan.


'Ketemu.' Batin Akiko setelah dia menemukan titik untuk menyerang Black wings.


"LIGHTEGUJ."


"AAAAAAAAAKKKKKKKHHHHHHHH." Sebuah Pusaran cahaya muncul secara tiba-tiba dari bawah Black wings. cahaya tersebut semakin membesar dan menyerang Black wings secara fisik.


"Berani-beraninya, kau." Ujar Black wings geram.


"Kau benar. Ketika seseorang memiliki nasib yang sama, maka mereka semua akan saling memahami. Maka dari itu, Jangan pernah berkata penderitaan seseorang itu seolah-olah hal yang gampang untuk disepelekan." Balas Akiko memasang senyum kemenangan diwajahnya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan Menyentuh diriku." Teriak Black Wings tidak sudi dikalahkan oleh Akiko.


"Dan aku tak akan membiarkan kau menyentuh tempat ini." Balas Akiko menggunakan seluruh kekuatannya hingga titik maksimal. Membuat dirinya mengalami perubahan wujud sama seperti saat dua tahun yang lalu saat dia bertarung dengan Tasan.


"Akiko." Teriak Azuna, Nina, Igarashi dan Hanada saat mereka melihat Akiko berubah. mulai dari rambut yang berwarna putih hingga sayap muncul dari belakang punggungnya.


"Kau!." Black Wings tersebut tersentak saat dia melihat Akiko yang telah berubah 100% dari yang ia lihat sebelumnya.


"Aku ingat. Kau adalah wanita itu." Ucap Black Wings mengingat seseorang yang dulu selalu menjadi pujaan hati princenya.


"Wanita yang telah membuat Tasan Prince menderita." Sambungnya mengingat bahwa Wanita yang ada di depannya ini adalah sumber masalah.


Black wings kemudian menyerang Akiko dengan menggunakan pedang yang siap ia hunuskan ke dada Akiko.


"Mati kau gadis sialan."


"Craasss."


Sebelum berhasil melukai Akiko, Tasan tiba-tiba datang dan mengakhiri nyawa anak buahnya sendiri.


"Kau tidak boleh menyentuhnya seujung jaripun." Ujar Tasan tidak merasa kasihan telah membunuh Black wings tersebut.


"P-prince." Ujar Black wings kemudian mati akibat hukuman dari Tasan.


"Sangat disayangkan bahwa ia sudah melakukan pengkhianatan dengan mencoba Membunuhmu." Kata Tasan menyayangkan perbuatan Black wingsnya.


"Padahal Aku hanya meminta dia untuk menghancurkan Panti Asuhan saja." Lanjutnya dengan nada kecewa.


Ia kemudian menggunakan levitation ball untuk mengangkat jasad Bawahannya tersebut. Lalu menghadap kearah Akiko.


"Aku akan selalu menunggu, Rella." Ucap Tasan menatap sendu Akiko.


"Aku akan menunggu dirimu diperang kali ini." Ulangnya masih menatap Akiko. Tetapi perlahan-lahan tubuhnya mulai memudar.


"Sampai jumpa Di Medan perang, Rella." Ujar Tasan yang membawa tubuh Black wings tersebut kemudian menghilang.

__ADS_1


TBC


__ADS_2