Dreamy Magical

Dreamy Magical
Noel Hidden power


__ADS_3

"rasakan ini. Rehcah al eréissuop" Ujar Noel berusaha untuk menyerang Delry dengan serangan tebasan debunya. Namun Delry berhasil menghindari serangan Noel dengan mudah.


"jangan sok kuat kau." Balas Delry mengeluarkan Serangan andalannya.


"terima ini.diorf cialgla." Serangan Tersebut berhasil membuat Noel Terhempas jauh.


"Uwaaahh." Seru Noel yang Terhempas dan terjatuh menghantam jalan bersalju dibawahnya.


Delry kemudian membuat dinding pembatas dimana Noel tidak akan bisa menjatuhkan dirinya.


"kau pikir dengan kemampuanmu seperti itu, kau bisa mengalahkanku?. apakah kau tahu kalau aku adalah orang kepercayaan Tasan Prince. aku tidak akan membiarkan martabatku jatuh oleh dirimu." Ujar Delry Merendahkan kemampuan Noel yang dia anggap payah.


"menyerahlah. kau bukanlah tandinganku." Lanjutnya masih merendahkan kemampuan bertarung Noel.


Noel yang tidak peduli segera bangkit kembali dan hal ini membuat Delry geram melihatnya.


"Kau benar-benar keras kepala rupanya. jika itu yang mau, maka aku dengan senang hati akan menghabisi dirimu." Tantang Delry kemudian bersiap untuk menyerang Noel sampai Noel terjatuh.


"RASAKAN INI." Delry sekali lagi mengeluarkan uef revih'd untuk menjatuhkan Noel hingga tidak bisa bangkit lagi. Emosinya yang meluap membuat uef revih'd miliknya Semakin kuat dari sebelumnya.


"AAAAAAAAAAAAKKKKKKKKH." Rintih Noel yang tidak tahan dengan Api musim dingin milik Delry yang terlalu kuat baginya. Membuat Noel yang tadi bangkit kini kembali terjatuh.


"Akhirnya kau bisa diam juga." Ujar Delry merasa senang bahwa Noel akhirnya bisa diam untuk sementara.


Ia kemudian meninggalkan Noel terbaring lemah sendirian.


...****************...


'apakah aku begitu lemah?. Apakah kehadiranku memang pantas untuk berada di Kelas Margery?' Batin Noel merasa tidak berguna.


'Maafkan aku, Miss Kanade, Maafkan aku teman-teman, maafkan a.......


'Kau tidak boleh pesimis akan kemampuanmu, Noel.' Ujar seseorang yang tiba-tiba terlintas di kepala Noel. mematahkan rasa pesimisnya.


"Tuan Delon?." Batin Noel mengingat mentor pribadinya.


...****************...


Flashback


"Aku lelah." Ujar Noel berbaring kelelahan di padang rumput yang hijau.


"Mana semangatmu, Noel. bukankah kau ingin melindungi orang yang kau sayangi." Ujar Delon sedikit memprovokasi Noel agar kembali bersemangat.

__ADS_1


"Tetapi teknik ini sangat susah. Bahkan meskipun sudah dipusatkan ke satu titik tetapi tetap saja menyebar tanpa sadar." Keluh Noel merasa bahwa teknik yang ia pelajari ini cukup sulit dan melelahkan.


Delon hanya tersenyum kemudian memukul kepala Noel dengan ringan. berusaha agar Noel tidak kehilangan semangatnya.


"Kau harus memaksimalkan antara holy energy yang kau punya dengan waktu yang kau miliki untuk menahan debu tersebut." Ujar Delon memberi saran pada Noel cara untuk menguasai teknik tersebut.


"itu adalah kunci dari teknik tersebut." Lanjut Delon sambil tersenyum.


'Memaksimalkan antara holy energy yang kau punya dengan waktu yang kau miliki untuk menahan debu, ya?.' Batin Noel sambil memahami penjelasan yang diberikan oleh pelatih pribadinya.


"baik aku sudah paham." Ujar Noel sambil beranjak dari tempatnya berbaring tadi. Hal tersebut membuat Delon tersenyum mendengar Ucapan Noel.


"bagus. Dan ingatlah satu hal, Noel." Ucap Delon sebelum Noel kembali berlatih. membuat Noel melihat kembali kearahnya.


"jangan pernah pesimis pada dirimu sendiri." Ujar Delon memberi semangat.


"Baik." Balas Noel dengan senang. Kemudian ia segera melanjutkan latihannya.


setelah Berhari-hari berusaha mengikuti instruksi yang diberikan oleh Delon, Noel pada Akhirnya bisa menciptakan serangan yang cukup kuat.


End Flashback.


...****************...


"Masih belum mau mati rupanya." Ucap Delry yang tidak percaya bahwa Api musim dingin miliknya ini masih belum bisa untuk menjatuhkan Noel.


"Aku tidak akan menyerah." Ujar Noel yang meskipun kelelahan, tetapi ia tidak ingin dikalahkan oleh serangan Delry dengan begitu mudahnya.


Hal ini membuat emosi Delry memuncak. Ia tidak sudi menerima kenyataan bahwa ada yang masih bisa bangkit setelah menerima uef revih'd miliknya.


"Kurang ajar kau." Geram Delry tidak terima. Ia harus menghabisi Noel secepatnya karena harga dirinya sebagai pasukan Kerajaan Deimos dipertaruhkan.


"Terima ini. Uef revih'd." Seru Delry kembali menyerang Noel dengan uef revih'd miliknya.


"UWAAAAAAAAAAAAHHHHHHH" Meskipun Terhempas. Noel berhasil mendarat dengan sempurna merasa sudah mampu mempertahankan keseimbangannya saat menerima serangan Delry.


"Kenapa?. kenapa kau tidak mau diam hah?." Ujar Delry tidak terima Bahwa Noel bersikeras untuk tidak menyerah.


"sudah kubilang. itu karena aku harus keluar dari tempat ini dan kembali pada teman-temanku." Balas Noel dengan penuh keteguhan didalam hatinya.



Tanpa Noel Sadari, Sebuah Batu permata berwarna Putih Salju berada di atasnya akibat Holy Energy Noel yang meningkat begitu pesatnya.

__ADS_1


"prism stone?. bagaimana mungkin?." Ujar Delry tidak percaya bahwa Noel bisa membangkitkan kekuatan tersembunyi Prism stone.


Tidak memperdulikan apa yang diucapkan oleh Delry, Noel Memaksimalkan antara holy energy yang ia punya dengan waktu yang ia miliki untuk menahan debu miliknya untuk tetap stabil.


"Rasakan ini. erèissuop ed Cor." Ujar Noel mengeluarkan serangan debu berbentuk burung Roc yang siap untuk menyerang Delry.


Serangan itu belum mendekati Delry tetapi, Barrier transparant yang Diciptakan oleh Delry berhasil dirusak. membuat Delry panik.


"Kurang ajar kau Aku tidak akan kalah oleh dirimu." Ujar Delry tidak sudi dikalahkan oleh Noel. Ia kemudian mengeluarkan serangan uef revih'd miliknya untuk menahan serangan Noel. Tetapi sayang semua usaha Delry sia-sia.


"AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH." Seru Noel berusaha memperkuat serangan miliknya.


"Tidak mungkin. Aku tidak mungkin kalah oleh bocah ini." Geram Delry tidak percaya sekaligus tidak terima bahwa ia dikalahkan oleh Noel.


"Aaaaaaaaaaaakkkkkkkkh." Teriak Delry yang Terluka akibat serangan Noel yang terlalu sulit untuk ia tahan. Membuatnya terpental jauh hingga menabrak pohon besar.


"Maafkan Aku, Prince." Gumam Delry lemah. ia melihat bayangan Tasan menaruh harapan padanya sebelum ia terjatuh dan menutup matanya.


Sementara itu, Noel kembali terjatuh akibat kelelahan. "Syukurlah. Aku berhasil." Ujar Noel Lelah tetapi dia senang karena bisa mengalahkan Delry.


Tidak lama kemudian, Delry melihat sebuah batu permata berwarna putih salju muncul dihadapannya.


"apa ini?." Tanya Noel pada penasaran.


Noel yang penasaran, menyentuh batu tersebut. dan seketika, sebuah cahaya yang terang sekali menyelimuti dirinya.


"silau." Ucap Noel menutup matanya yang silau.


...****************...


merasa bahwa cahaya yang ia rasakan sudah mulai memudar, ia mencoba membuka matanya.


"Eh?. ini kan....." Ucap Noel melihat pemandangan yang tak asing baginya.


"Noel." Panggil Semua orang yang bahagia bahwa Noel telah kembali.


Semua." Balas Noel Bahagia bahwa Ia kembali ke tempat seharusnya dia berada.


"Syukurlah. Terima kasih tuhan. kau akhirnya telah kembali." Ujar salah seorang rekan Noel yang bahagia akan kembalinya Noel.


"Aku pulang." Ujar Noel sambil tersenyum Bahagia.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2