Dreamy Magical

Dreamy Magical
Nightmare that haunts Sasuke


__ADS_3

Sesuai perintah dari Azuna, Kini Sasuke diminta agar tetap beristirahat di kamarnya.


"Apa tidak apa-apa kalau kau kami tinggal sendiri?." Tanya Sakuraba memastikan bahwa Sasuke tidak merasa kesepian.


"Aku tidak apa-apa." Balas Sasuke dengan tersenyum berusaha agar Kedua temannya tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.


"Kau yakin?." Tanya Igarashi memastikan. Yang hanya dibalas dengan anggukan dari Sasuke.


"Tok-tok." Suara ketukan pintu mengalihkan atensi mereka bertiga.


"Masuk." Jawab Igarashi mengizinkan seseorang itu masuk.


Ternyata dia adalah Hino


"Aku dengar dari Azuna kalau kau tidak enak badan." Kata Hino sambil membawa buah-buahan. Ia kemudian segera meletakkan buah-buahan tersebut di meja di dekat tempat tidur Sasuke.


"Begitulah." Balas Sasuke ala kadarnya.


Melihat kedekatan antara Sasuke dan Hino, Igarashi semakin yakin bahwa penyebab utama memang bukan karena Hino atau Apple. Tetapi orang-orang berambut hitam yang menyerang mereka waktu itu.


"Sasuke. Sementara kami pergi, Hino-San yang akan merawatmu." Kata Sakuraba memberi tahu Sasuke.


"Dan setelah latihannya selesai, kami akan segera pulang." Sambung Igarashi.


"Terima kasih. Semoga latihan kalian. sukses." Sasuke hanya bisa memberikan semangat kepada kedua sahabatnya.


"Hino-San. Kami titip Sasuke padamu." Pamit Sakuraba sambil membuka pintu kamar asrama mereka.


"Tolong jaga dia baik-baik." Lanjut Igarashi agar Hino benar-benar menjaga Sasuke tanpa ada niat untuk memperburuk suasana hatinya.


"Aku mengerti." Kata Hino kemudian menutup pintu tersebut.


...****************...


Setelah lama berada di sana, Hino mulai melakukan tugasnya sebagai seorang kakak seperti memasakkan sup, membuatkan Teh Chamomile, dan mengupaskan buah kiwi yang menjadi kesukaan Sasuke saat kecil.


Sasuke sendiri merasa senang bisa bermanja-manja pada Kakaknya yang sudah meninggalkannya sejak dia berumur lima tahun. Rasanya seperti mimpi.


"Bagaimana keadaanmu sekarang?." Tanya Hino sambil meletakkan piring kotor ke wastafel.


"Buah yang tadi kumakan benar-benar enak." Jujur Buah kiwi yang dibawakan oleh Hino benar-benar membuat moodnya naik.


"Terima kasih sudah mau menjagaku." Lanjut Sasuke mengutarakan rasa terima kasihnya pada Hino.


Hino hanya tersenyum mendengar ucapan Sasuke. "Syukurlah kalau keadanmu sudah agak baikan." Ucapnya seraya membelai rambut Sasuke. Entah kenapa pada saat ia melihat Sasuke untuk pertama kali setelah sekian lama berpisah ia baru menyadari bahwa rambut Sasuke berubah drastis dalam waktu empat hari. Dari yang awalnya pendek layaknya rambut laki-laki kebanyakan hingga panjang sepinggang. bahkan rambutnya kini terdiri dari dua warna, pirang dan hitam.


'Apakah ini karena stressnya?.' Batinnya berpikir


"Aku sedikit bersalah atas kejadian waktu itu." Kata Hino menyesal atas perbuatannya saat itu. Bukan tentang Ia yang menjahili Sasuke, melainkan saat dimana ia sibuk berbincang dengan Apple ketimbang mengajak Sasuke berbincang bersama-sama.


"Tolong jangan ungkit-ungkit hal itu lagi." Kata Sasuke seolah-olah ia tidak mau mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Apple.


"Maaf." Kata Hino kembali meminta maaf.


Setelah lama berdiam diri, kini Hino mencoba mencairkan suasana sekaligus mengganti topik pembicaraan mereka.


"Sasuke." Panggil Hino masih mengelus rambut Sasuke.


"Ada apa?." Tanya Sasuke menoleh kearah kakaknya.


"Apa kau masih ingat wajah ibu?." Tanya Hino dengan nada lembut.


"Tentu saja. aku kan anaknya." Balas Sasuke agak sedikit kesal karena Hino menganggap Sasuke lupa pada ibu mereka.


"Benar juga, ya." Hino membenarkan jawaban Sasuke bahwa Ia juga anak 'Ibu' mereka.


"Sepertinya karena kau terlalu lama pergi, kau sampai lupa kalau aku juga anak ibu." Balas Sasuke ketus. moodnya yang tadi sangat baik kini berubah kembali buruk karena ucapan Hino barusan.


"Hahahaha." Hino tertawa garing akan ucapan Sasuke barusan.


Mereka kemudian berdiam sebentar.


"Onii-Chan." Panggil Sasuke memecah keheningan.


"Ada apa?." Tanya Hino masih sibuk mengelus rambut adiknya.

__ADS_1


"Aku ngantuk." Ujar Sasuke yang sepertinya mengantuk karena elusan Hino di kepalanya.


Hino tersenyum kemudian mengizinkan Sasuke untuk tidur.


"Tidurlah." Perintah Hino pada adiknya.


Tidak butuh waktu yang lama. Kini Sasuke mulai perlahan mengantuk dan tertidur.


...****************...


Didalam mimpinya, Sasuke melihat seorang wanita berambut pirang pendek bermata biru


"Ibu." Panggil Sasuke pada wanita tersebut. Tetapi wanita tersebut justru malah memandang Sasuke dengan tatapan benci.


"Siapa kau yang seenaknya memanggilku ibu?." Tanya wanita tersebut yang merasa jijik dipanggil ibu oleh Sasuke.


"Tapi kau kan ibuku." Ujar Sasuke yang merasa diabaikan oleh wanita tersebut.


"Ada ada saja." Wanita tersebut kemudian meninggalkan Sasuke sendirian.


"Ibu tunggu." Panggil Sasuke pada sang ibu. Tetapi apa daya, punggung Wanita tersebut semakin menjauh dan tak dapat diraih lagi


...****************...


"Ibu."


Sasuke terbangun dari tidurnya dan menemukan bahwa Sang Kakak telah pergi. Dan kini ia hanya ditemani oleh Igarashi dan Sakuraba.


"Ada apa Sasuke?." Tanya Igarashi yang menghentikan aktivitasnya.


"Dimana Kakakku?." Tanya Sasuke balik pada Igarashi.


""Setelah kami datang, dia pamit pulang. Katanya masih ada urusan yang ingin dia selesaikan." Jawab Igarashi kemudian ia melanjutkan aktivitasnya kembali.


"Begitu rupanya?." Sasuke beranjak dari tempat tidurnya kemudian melangkah menuju jendela asrama. Rupanya hari sudah sore.


Igarashi yang sedari tadi memasak di dapur kini mulai bertanya apakah Sasuke lapar atau tidak.


"Kau mau makan apa Sasuke." Tanyanya sambil mencari bahan makanan di kulkas.


"Kalau begitu, tunggulah di meja makan." Kata Sakuraba menyarankan agar Sasuke menunggu di meja makan.


Sasuke kemudian mengangguk dan mulai beranjak dari tempat tersebut.


Tetapi, tanpa ia duga sesosok tangan entah darimana menarik tangannya hingga membuat dia hampir saja terjatuh "UWAAHHH."


"SASUKE." beruntunglah teriakan tadi mampu di dengar oleh Igarashi dan Sakuraba. mereka dengan sigap memegangi Sasuke agar tidak terjatuh dari jendela kamar.


Mereka kemudian menarik kembali Sasuke hingga ia bisa berada di dalam ruangan.


"Ada apa." Tanya Sakuraba yang masih kaget dengan apa yang terjadi pada Sahabatnya ini.


"Seperti ada yang menarikku." Jawab Sasuke jujur.


"Tapi tidak ada apa-apa disini!." Kontras dengan apa yang dikatakan oleh Sasuke, Sakuraba tidak melihat siapa-siapa disana.


Sementara itu, Igarashi berpikir memang ada yang menarik Sasuke. Tetapi karena ketahuan, ia kemudian menghilang.


"Sebaiknya menjauhlah dari jendela." Saran Igarashi pada Sasuke yang masih shock atas apa yang terjadi pada dirinya.


"Baik." Jawab Sasuke singkat. dengan bantuan Sakuraba, kini ia dipapah ke meja makan.


Dan Igarashi langsung menutup jendela kamar mereka.


...****************...


"Igarashi." Panggil Sasuke lemah. Ia benar-benar tidak bisa tidur lantaran kejadian sore tadi masih menghantuinya.


"Kenapa?." Tanya Igarashi yang akan segera berbaring ke tempat tidurnya.


"Bolehkah aku tidur denganmu?." Pinta Sasuke pada sahabat kecilnya ini.


Igarashi yang mendengar hal tersebut berbalik kearah Sasuke dengan alisnya yang saling bertautan.


"Mungkin kau akan bilang padaku kenapa aku kembali bersikap manja. Tapi sungguh aku benar-benar takut dengan apa yang telah terjadi sore ini." Jelas Sasuke menjelaskan maksudnya sehingga Igarashi tidak salah paham.

__ADS_1


"Tidurlah." Ujar Igarashi tiba-tiba.


"Eh." Serasa seperti mimpi, Sasuke tidak percaya bahwa Igarashi mengizinkan ia untuk tidur bersamanya.


"Aku tahu kau ketakutan. Dan kata-katamu memang menunjukkan bahwa kejadian tadi sore masih menghantuimu." Kata Igarashi memberi alasan kenapa dia mengizinkan Sasuke.


"Jadi...."


"Hn." Deheman dari Igarashi cukup memberi bukti bahwa Igarashi mengizinkan Sasuke untuk tidur bersamanya.


"Terima kasih Igarashi." Ucap Sasuke bahagia.


Ia kini segera membaringkan tubuhnya di salah satu sisi tempat tidur Igarashi dan memberi tempat Igarashi untuk tidur


"Selamat tidur." Kata Sasuke sebelum menutup matanya


"Selamat tidur." Balas Igarashi yang menyusul Sasuke ke alam mimpi.


...****************...


Sasuke saat ini sedang menikmati sarapan yang dibuat oleh Igarashi. Dengan sangat lahap ia memakan makanannya. Moodnya begitu bagus hingga suara yang tak ia duga terdengar olehnya


"Lama tidak bertemu prince." Sapa Wanita yang ia ketahui bernama Leah.


"Kau lagi." Desis Sasuke melihat sesosok yang sangat ingin ia hindari.


"Aku begitu bahagia bisa melihatmu kembali." Ucap Leah begitu senang melihat Sasuke.


"Pergi dari sini. PERGI!!!." Usir Sasuke membuat Igarashi dan Sakuraba kaget dan melihat apa yang terjadi pada teman mereka ini.


"Sasuke." Panggilan Igarashi membuat Sasuke menoleh kearah Igarashi.


"Igarashi." Balas Sasuke yang masih menunjukkan rasa cemasnya.


"Ada apa?." Tanya Igarashi kini mendekati Sasuke


"Wanita itu. Wanita aneh itu kemari." Tunjuk Sasuke kearah pintu yang ada di belakang Sakuraba. Tetapi tidak ada siapapun disana selain Sakuraba sendiri.


"Tapi tidak ada siapa-siapa." Kata Sakuraba yang menoleh kearah belakang dan tidak menemukan siapapun yang dimaksud oleh Sasuke.


"Dia kemari." Kata Sasuke masih bersikukuh mengatakan bahwa wanita tersebut ada di tengah-tengah mereka.


"Disini hanya ada Kita bertiga, Sasuke." Ujar Igarashi membenarkan perkataan Sakuraba.


"Dia ada dibelakangmu, Sakuraba." Kata Sasuke menunjuk seorang yang ada di pintu di belakang Sakuraba. Tetapi entah kenapa sosok itu hanya bisa dilihat oleh Sasuke seorang.


"Tidak ada." Kata Sakuraba yang memberi tahu bahwa hanya dia seorang yang berdiri disini.


"Akan kubuat kau hanya melihat diriku seorang." Kata Leah dengan senyuman mengerikannya tersebut.


Sasuke yang tidak tahan kemudian mengeluarkan Darts dan jarum miliknya untuk menyerang wanita tersebut.


"Pergi. PERGI DARI SINI." Serang Sasuke membuat Sakuraba segera menghindar.


Disaat yang sama, Akiko membuka pintu dan langsung dikejutkan oleh darts lemparan Sasuke.


...****************...


"Kai Syndrome?." Ucap Sakuraba memastikan.


"Kau tahu?. Karakter bernama Kai dalam cerita Snow Queen yang hanya bisa melihat Sang ratu salju seorang. Dan sifatnya berubah setelah ia diserang oleh serpihan kaca iblis." Jelas Akiko yang merasa bahwa kondisi Sasuke tidak jauh berbeda dari karakter dongeng tersebut


"Itu konyol." Balas Igarashi yang tidak percaya akan kata-kata Akiko dan menganggap itu hanya lelucon


"Terserah kau mau percaya atau tidak, Igarashi. Tapi keadaan Sasuke tidak jauh berbeda dengan anak itu." Akiko pasrah bahwa Igarashi tidak menganggap serius ucapannya.


...****************...


Sementara itu, Sasuke yang tidak diajak bicara oleh ketiga temannya hanya bisa berdiam diri dan memandangi mereka.


Dan tanpa mereka sadari, pandangan Sasuke tiba-tiba berubah menjadi kosong. tangannya seolah-olah ditarik dan diajak ke suatu tempat dimana ketiga Sahabatnya itu tidak menyadari bahwa Sasuke...


....pergi tanpa mereka semua sadari


TBC

__ADS_1


__ADS_2