Dreamy Magical

Dreamy Magical
The Witch


__ADS_3

Siapa kau sebenarnya?." Tanya Akiko pada wanita misterius tersebut.


"Maaf aku lupa memperkenalkan diriku." Sang Wanita tersebut kemudian berjalan dari pintu menuju kedekat singgasana yang diduduki shawn


"Namaku adalah Sylvia." Kata Sylvia memperkenalkan dirinya.


"Sylvia?." Beo Akiko.


"Aku adalah seorang penyihir pengelana. Dulu aku merupakan penyihir dari Kerajaan Angel. Tetapi, karena Aku ingin melihat dunia luar, Aku akhirnya pergi berkelana kemanapun aku pergi. Hingga Akhirnya aku kembali." Kata Sylvia melanjutkan perkenalannya yang terpotong.


"Sepertinya kau tahu banyak mengenai Diabolos dan Tasan." Kata Igarashi penuh Selidik.


"memang begitulah." Balas Sylvia tidak menampik bahwa dia memang mengetahui banyak tentang Tasan dan bawahannya.


"Bisakah kau memberi tahu tentang mereka?." Ujar Sakuraba memohon.


Melihat keteguhan dihati para anggota Kelas Margery, Slyvia akhirnya mengabulkan keinginan mereka. "Baiklah. Akan Aku jelaskan melalui bola kristal ini."


...****************...


"Apa ini?." Tanya Zakuro saat melihat perubahan yang ada disekitar mereka.


"Lihatlah yang ada di bawah kalian." Tunjuk Slyvia membuat semua orang menoleh ke bawah.


"itu..."


Tepat Di bawah mereka adalah sebuah Kota mengerikan dimana tidak ada seseorangpun ingin tinggal disana


"Benar. Itu adalah Kota Lucius. Ibukota Kerajaan Deimos." Kata Sylvia memperkenalkan Kerajaan Deimos serta Ibukota mereka, Lucius.


"Mereka mengerikan." Ucap Mamoru saat melihat kekejaman penduduk Kota Deimos yang sangat tidak manusiawi.


"Mereka terlahir sebagai ras pertarung. Mereka rela mengorbankan apapun demi kekuatan." Kata Sylvia menjelaskan betapa mengerikannya Penduduk Kota Deimos


"Selain itu." Sylvia kini menunjuk Ketujuh orang berbaju gelap.


"Siapa itu?." Tanya Akiko yang penasaran pada Ketujuh orang berbaju gelap tersebut.


"Mereka adalah The Ravens." Jawab Sylvia singkat


"The Ravens?." Kata Akiko merasa tertantang untuk bertarung melawan mereka.


"Tujuh jenderal Kerajaan Deimos. Mereka adalah bekerja langsung dibawah Perintah Tasan. Mereka adalah Theodore, Rudolph, Aria, Vera, Elliot, Nancy, dan Stuart." Kata Sylvia menjelaskan siapa The Ravens pada semua orang.


"Dari Nama Kelompok mereka, mereka seperti sebuah akronim saja." Disaat seperti, Danny malah membuat joke untuk mencairkan suasana.


"The Ravens, ya?. Seberapa kuat mereka ini?." Tanya Akiko yang tidak mengalihkan pandangannya dari Ketujuh orang yang disebut sebagai The Ravens tersebut.

__ADS_1


"Mereka sangat kuat. Kemampuan mereka bisa dibilang 100 kali lebih mengerikan dibandingkan kalian saat ini." Jawab Sylvia sedikit merendahkan kemampuan Akiko dan yang lainnya. Ia kemudian mulai memperkenalkan pada Kelas Margery siapa The Ravens satu persatu.


"Kalian lihat itu, Dia adalah Vera. Dia merupakan Witch dari Gerbang Timur. Dia memiliki kekuatan Api hitam yang sangat kuat." Ujar Sylvia memperkenalkan Vera, Gadis berambut merah panjang dengan mata merah.


"Lalu, ada Rudolph. Witch Gerbang Utara. merupakan Witch Es kegelapan." Tunjuk Slyvia pada pria berkulit gelap dengan rambut putih dan mata merah.


"Kemudian, Aria. Witch Gerbang barat. Witch perubahan wujud." Kata Syla memperkenalkan wanita berambut pirang pendek dengan mata merah


"Elliot, Witch petir hitam. Witch Gerbang Selatan." Sylvia memperkenalkan pria berambut hitam panjang dengan mata hitam.


"Theodore Witch bayangan. Witch Gerbang Tenggara." Kata Sylvia memperkenalkan pria berambut hitam pendek dengan mata hitam


"Stuart, Witch mimpi buruk. Witch Barat daya." Ujar Sylvia memperkenalkan pria berambut merah dengan mata kuning.


"Dan Nancy, Dia adalah yang paling misterius diantara mereka. Dia adalah Witch Timur laut." Ujar Sylvia sambil menunjuk wanita bertopeng misterius. Sylvia memandangi Akiko yang sepertinya sangat tertarik untuk bertarung dengan Nancy.


Bagaimana dengan Barat laut?." Tanya Igarashi penasaran.


"Barat Laut dijaga oleh Corbeau juga dikenal sebagai witch Barat laut. Meskipun dia bukan termasuk The Ravens, Dia sangat kuat." Jawab Sylvia memberi tahu pada Igarashi siapa penjaga Gerbang Barat Laut.


"Mereka sungguh merepotkan untuk dihadapi." Ujar Kurohana mengetahui lawan mereka bukanlah orang sembarangan.


"Benar, ditambah lagi, mereka masing-masing memiliki wakil serta anak buah yang sangat patut diperhitungkan." Setelah mengatakan hal tersebut, Sylvia kini mengembalikan suasana ruang kerja Shawn.


...****************...


"Belum lagi Gadis bernama Leah dan anak muda berambut Putih tersebut bukanlah orang sembarangan." Imbuh Sylvia sambil memandang kearah Kelompok Alpha.


"Aku akui kalian disebut sebagai Rookie generations dari St. Emillion Magic Academy. Tetapi, dihadapan mereka kalian masihlah anak kemarin sore." Meskipun terdengar sedikit mengejek, tetapi Sylvia tidak ingin kalau anak-anak ini mati sia-sia ditangan Salah satu dari The Ravens, atau bahkan Tasan sendiri.


"Jika kau memang tahu sesuatu, cepat Beritahu kami cara agar kami bisa menyelamatkan teman kami?." Mohon Hamura pada Sylvia.


"Teman?." Sylvia tidak menyangka hanya karena teman, mereka sampai senekat ini.


"Anak yang saat ini menjadi vessel Tasan. Teman kami yang saat ini sedang membutuhkan bantuan." Kata Arashi memberi tahu Sylvia.


"Aku mohon, Nona Sylvia. Kalau anda mengetahui cara agar kami bisa mengalahkan mereka, Tolong katakan." Hanada kini ikut memohon pada Sylvia agar mau membantu mereka semua.


"Aku pikir itu percuma saja." Tolak Sylvia halus.


"Eh?."


"Apa maksudmu?." Tanya Annie tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Sylvia.


"Ketika Tasan telah memilih seseorang sebagai vesselnya, dia tidak akan melepaskan anak itu."


"Apalagi, Anak itu sengaja dikorbankan oleh Kakek dan neneknya sendiri demi kepentingan mereka sendiri." Sylvia pernah mendengar bahwa Putri Walikota Kota Vesper meninggal akibat melahirkan seorang anak dari hubungan terlarang dari salah satu ksatria terbaik Kerajaan Angel.

__ADS_1


Dia tidak menyangka anak itu diberikan kepada sang Ayah dengan dalih tanggung jawab serta pembersihan Nama baik sang Walikota yang tercoreng.


"Jika memang mati memang pilihan terakhir, maka aku dengan senang hati menerimanya." Akiko tiba-tiba berucap demikian membuat semua orang kaget dan menoleh kearahnya.


"Akiko."


"Anak itu sudah menderita sejak kecil. Sudah saatnya dia merasakan kebahagiaan yang ia impikan sejak kecil." Ucap Akiko sudah tidak peduli dengan penolakan Sylvia. Ia bertekad akan menyelamatkan Sasuke meskipun nyawanya adalah taruhan.


"Kau benar. Sudah saatnya kita sebagai teman memberi dia tempat untuk pulang dan berbagi." Ujar Igarashi menyetujui ucapan Akiko. Igarashi tidak peduli apabila Sylvia tidak mau menolong mereka. Dia yang sejak kecil berteman dengan Sasuke, tidak mau Sasuke terus menerus merasa bersalah akan sesuatu yang bahkan bukan menjadi kesalahannya. Dia ingin membawa sahabat kecilnya pulang dan memberi dia tempat untuk bisa disebut sebagai rumah.


"Baiklah kalau itu mau kalian." Sylvia hanya bisa menyerah pada keadaan. Sepertinya Mereka benar-benar sangat peduli terhadap anak yang dikorbankan oleh kakek dan neneknya.


Hal ini tentu membuat semua orang senang atas jawaban Sylvia.


"Sebenarnya yang harus kalian lakukan adalah melatih diri kalian." Kata Sylvia akhirnya memberi tahu salah satu cara untuk menyelamatkan sahabat mereka.


"Melatih diri kami?." Noel tidak percaya, selain mau membantu mereka, Sylvia juga mau memberi mereka pelatihan agar bisa melawan Orang-orang dari Kota Deimos.


"Kalau kalian mau, Aku akan memberitahukan pada mereka untuk melatih kalian semua dalam waktu yang ditentukan. Bagaimana?." Kata Sylvia memberikan tawaran.


"Kami bersedia." Jawab Kelas Margery bersamaan.


"Baiklah sebelum itu, Aku ingin kalian semua meminta izin pada Mentor, wali kelas, dan orang tua kalian terlebih dahulu.


"Baik." Jawab semua Anggota Kelas Margery.


Tak lama kemudian, semua anggota Kelas Margery meninggalkan ruangan untuk meminta izin pada Orang-orang yang mereka kasihi.


...****************...


"Shawn." Panggil Sylvia setelah Anggota Kelas Margery beserta Nina meninggalkan tempat.


"Ada apa?." Jawab Shawn merasa dirinya dipanggil oleh kawan lamanya ini.


"Kalau kau mengizinkan, bolehkah aku melatih anak itu?." Mohon Sylvia tiba-tiba membuat Shawn bingung. Awalnya, Shawn tidak memahami siapa yang dimaksud oleh Sylvia. Tetapi entah kenapa sebuah nama terlintas di kepalanya pada saat itu juga.


"Dia?. Maksudmu Azuna." Tebak Sylvia yang dijawab oleh anggukan dari Sylvia.


"Salah satu anggota The Ravens adalah dalang dibalik hilangnya ingatan Azuna" Ujar Sylvia memberi tahu informasi yang dia dapat. Hal ini sontak membuat Shawn membelalakkan matanya karena terkejut.


"Apa kau serius?." Tanya Shawn memastikan kalau ini bukanlah kebohongan. Tetapi Sylvia lagi-lagi memberikan anggukan sebagai jawaban.


"Aku mohon, Shawn. Izinkan aku melatih anak itu." Sylvia sekali lagi memohon pada Shawn agar mengizinkan dia melatih Azuna.


"Jika ini demi Azuna, akan aku izinkan." Ya. Jika memang dengan mempercayakan Azuna pada Sylvia bisa membuat Azuna lebih kuat, maka Shawn tidak punya pilihan lain selain mengizinkan Sylvia.


"Terima kasih." Ujar Sylvia mengutarakan rasa terima kasihnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2