
Azuna merasa gagal pada dirinya sendiri. Ia tidak bisa menyelamatkan muridnya. Dan kini muridnya yang satunya tidak sadarkan diri akibat serangan muridnya yang lain.
"Kenapa semua menjadi seperti ini?." Kata Azuna merasa dirinya tak berdaya atas apa yang terjadi pada kedua muridnya ini.
"Miss Azuna." Panggil Sakuraba yang berjalan kearahnya.
"Bagaimana keadaanmu?." Tanya Azuna memastikan keadaan Sakuraba.
"Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan keadaanmu sendiri?." Sakuraba memberi tahukan keadaannya pada gurunya tersebut. Lalu balik bertanya pada Azuna mengenai keadaannya.
"Sedikit sakit akibat serangan petir tadi." Sungguh Azuna tidak dapat membohongi muridnya ini kalau dia merasa sakit yang cukup kuat saat dia melindungi Akiko dari petir Hitam Sasuke atau mungkin bisa dia sebut Tasan.
"Apakah ini yang disebut dengan kekalahan?." Tanya Sakuraba mengenai kondisi mereka saat ini. Mereka kehilangan teman mereka, Salah satu dari teman mereka juga sampai saat ini masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Entahlah." Azuna tidak bisa berkata apa-apa. Dia merasa bahwa hari ini dunia telah membuktikan bahwa dia belum siap untuk menjadi seorang guru.
"Miss Azuna." Panggil Sakuraba membuat Azuna menoleh ke arahnya.
"Aku sedikit penasaran. Apakah topengmu memang tidak bisa dilepas?." Sakuraba mulai sedikit penasaran dengan topeng Azuna ini. debgan serangan kuat yang dilancarkan oleh Tasan tadi, Seharusnya topeng tersebut hancur. Tetapi entah kenapa topeng yang dikenakan Azuna tidak hancur sama sekali. Malah hanya retak sedikit.
"Sayangnya, iya." Meskipun tidak menyukainya, Azuna mengakui bahwa topeng ini tidak bisa ia lepas. bahkan saat dia tertidurpun, topeng ini masih terpakai olehnya.
"Aku berusah untuk melepasnya. Tetapi hasilnya nol." Lanjut Azuna sambil memegang topengya tersebut.
"Aku melihat semakin lama topeng itu menunjukkan retakan walaupun itu sekecil kerikil." Kata Sakuraba yang melihat bahwa topeng Azuna yang dulu terlihat bagus, kini terdapat beberapa retakan.
Sakuraba berpikir sejenak. Setiap kali Azuna bertarung, topeng tersebut tidak pernah hancur bahkan goresanpun akan hilang dengan sekejap. Namun akhir-akhir ini dia melihat topeng Azuna yang tergores ataupun retak. padahal akhir-akhir ini, Azuna tidak pernah terlibat dalam pertarungan. Apakah penyebab retakan tersebut bukan serangan?. Lalu apa itu?.
"Tapi tetap saja tidak bisa kebuka." Keluh Azuna. Yang lelah dengan topengnya ini.
Mereka berdua kembali terdiam. Tidak ada kata-kata terucap hingga Azuna berusaha untuk mencairkan Suasana.
"Sakuraba." Panggil Azuna memecah keheningan. Sakuraba yang merasa dipanggil tetap berdiam diri tanpa ada niat membalas panggilan gurunya.
"Bagaimana keadaan yang lain?." Tanya Azuna mengalihkan pembicaraan. Jujur ia tidak mau berpikir soal topeng bodohnya ini. Karena sekarang yang menurutnya yang lebih penting adalah anak-anak dari Kelas Margery.
"Akiko masih tidak sadarkan diri. Lalu Igarashi serta Arashi mendapatkan penanganan khusus karena mereka mendapatkan luka yang paling berat. Untuk yang lainnya, mereka hanya mengalami cedera ringan." Jawab Sakuraba memberi tahu gurunya tentang kondisi teman-temannya saat ini.
"Bagaimana dengan Si Bodoh itu?." Tanya Azuna lagi.
"Maksud anda, Hino-San?." Pertanyaan Sakuraba kemudian dijawab dengan anggukan oleh Azuna.
"Dia terluka parah. Tapi saat ini dia pergi ke tempat lain." Jawab Sakuraba mengingat bagaimana Hino langsung saja pergi setelah lukanya diobati.
"Tempat lain?." Azuna berpikir mau kemana Hino Disaat-saat seperti ini?.
__ADS_1
"Entahlah. Tapi saat aku melihatnya dia terlihat seperti orang yang frustasi."
Azuna mencerna apa yang diucapkan oleh Sakuraba barusan. Merasa frustasi?. Jika ini berhubungan dengan Sasuke maka tempat itu adalah...
Azuna segera beranjak dari tempat dia duduk dan segera pergi menuju ke tempat yang dituju oleh Hino.
"Miss Azuna anda mau kemana?." Tanya Sakuraba yang berusaha mengikuti Azuna.
"Aku mau mencari si bodoh itu." Jawab Azuna sambil terus berlari ke suatu tempat.
...****************...
Pemakaman Kota Rella memang sangat sunyi, tetapi hal tersebut tidak pernah membuat Hino merasa takut.
Dengan tangan dan kepala yang diperban, dia terus berjalan ke makam seseorang yang sangat ia dan adiknya sayangi.
Setelah sampai pada makam itu, Hino segera meletakkan bunga yang ia beli sebelum pergi kemari.
"Maaf aku datang terlambat." Ucapnya dengan nada tercekat.
"Ibu." Lanjut Hino yang berusaha menahan airmatanya agar tidak jatuh.
"Ibu. Aku minta maaf aku baru bisa menjengukmu sekarang." Kata Hino meminta maaf pada Ibunya.
"Ada berbagai banyak hal yang aku selesaikan." Kata Hino memberi dia alasan mengapa dia tidak bisa datang tepat waktu.
"Ibu tahu, ketika aku pulang selain Ibu, aku juga merindukan adikku." Ujar Hino mengingat saat dia melihat senyum yang terpampang diwajah adiknya itu.
"Dia tumbuh menjadi seorang lelaki yang baik. Tapi sayang, dihari pertama aku menemuinya aku malah berbuat jahat padanya." Ingatan Hino kini kembali pada saat dia mengerjai adiknya dalam satu hari penuh. membuat dia merasa bersalah pada adiknya dihadapan teman-teman Sasuke.
"Aku merasa seperti kakak yang buruk." Kini ia mengingat saat dia tidak memperdulikan adiknya dan malah berbincang pada bibinya.
"Kalau saja aku bisa memutar waktu kembali, Aku ingin bisa mengubah semua yang telah rusak." Hino tak mampu lagi menahan air matanya untuk keluar dari kedua matanya. Dia ingin sekali bisa membahagiakan adiknya tetapi karena sifat isengnya dia malah membuat adiknya terluka.
Merasa diawasi, Hino menyeka air matanya dan meminta mereka untuk keluar.
"Keluarlah." Pinta Hino agar kedua orang yang mengawasi dia keluar.
Dari balik pohon, muncullah Azuna dan Sakuraba yang sedari tadi mengawasi dirinya.
"Ternyata memang benar kau disini." Kata Azuna melihat sekeliling.
"Memangnya kenapa?." Tanya Hino pada Azuna.
"Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu dan Sasuke?." Tanya Azuna pada Hino.
__ADS_1
"Apa urusanmu?." Tanya Hino merasa Azuna ikut campur.
"Dia muridku. jangan lupa itu." Jawab Azuna mengingatkan Hino kalau Sasuke adalah muridnya.
Merasa suasana disekitar cukup dingin, Sakuraba memberi saran agar mereka pergi ke tempat lain.
"Miss Azuna. Hino-San." Panggil Sakuraba membuat keduanya menoleh.
"Bagaimana kalau kita berbicara di tempat yang lain?." Saran Sakuraba membuat mereka berdua berpikir.
"A-Aku merasa tidak sopan kita berbicara seenaknya disini apalagi ini adalah makam Ibu Sasuke dan Hino-San." Lanjut Sakuraba memberikan alasannya.
"Baiklah. Ayo kita pergi ke suatu tempat dimana ada orang lain yang juga ingin aku tanyai." Usul Azuna tidak bisa dibantah.
Mengetahui tempat yang dimaksud oleh Azuna, Hino pun mengangguk setuju.
Sementara Sakuraba, dia berharap Mentornya ini tidak berbuat hal-hal yang nekat.
...****************...
"Selamat sore semuanya." Ujar Apple sambil mempersilahkan tamunya untuk masuk.
"Apple-san." Panggil Azuna membuat Apple menoleh kearahnya.
"Ada yang bisa aku bantu, Miss Azuna." Tanya Apple dengan nada ramah pada Mentor putrinya ini.
"Ini mengenai Sasuke."
Mendengar nama anak itu, senyum Apple kini menghilang dari wajahnya.
"Apakah ada sesuatu yang dilakukan oleh anak itu?." Jujur saja, Apple tidak begitu menyukai Sasuke dan ketika orang membicarakan tentang dia, dia tidak pernah senang dan bersikap masa bodoh terhadap anak itu.
Azuna kembali terdiam. Ia tidak menyangka bahwa Ibu Zakuro ini sebegitu bencinya pada keponakannya sendiri.
"Kenapa anda begitu peduli padanya?." Apple tidak habis pikir. Kenapa Azuna mau repot-repot peduli dengan anak yang tidak jelas seperti Sasuke?.
"Dia adalah murid saya. Dan sudah menjadi tanggung jawab saya untuk mengetahui masalahnya." Jawab Azuna dengan tegas.
Dia bertekad untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang terjadi diantara Apple dan Sasuke yang membuat Zakuro tidak mau menganggap Sasuke adalah sepupunya.
"Tolong ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi antara Sasuke dan Kalian semua." Walaupun Azuna tahu bahwa yang menyebabkan Sasuke dikendalikan adalah Corbeau dan anak buahnya, Tapi Azuna merasa bahwa pemicunya berasal dari sini.
Apple tidak punya pilihan lain selain memberi tahu kebenaran pada orang-orang ini. Bahwa Sasuke bukanlah keponakannya.
Bukan adik dari Hino
__ADS_1
Bukan putra dari kakaknya, Hinagiku.
"Baiklah. Akan aku ceritakan pada kalian semua kebenaran mengenai anak itu."