
Kelompok Gamma Perempuan.
"Aku akan. merindukan tempat ini." Ujar Eve sambil memandangi kamar asramanya.
"Begitu juga dengan aku." Kata Mimori membenarkan ucapan Eve.
"Kita harus bertahan dalam segala tantangan yang diberikan oleh kita saat berlatih." Kata Kurohana yang tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan.
"Kau benar Kurohana." Balas Mimori sambil membawa memegang kopernya.
"Dan Mimori." Panggil Kurohana pada Mimori
"Iya." Jawab Mimori singkat.
"Jangan sampai kau tersesat, ya." Kata Kurohana sedikit bercanda.
"Aku paham. jadi jangan sok menasehati aku." Balas Mimori yang kesal karena buta arahnya malah di jadikan gurauan.
"HAHAHAHA." Kurohana serta Eve kini tertawa terbahak-bahak dengan balasan Mimori tadi.
...****************...
Kelompok Gamma Lelaki
"Bagaimana sudah siap?." Tanya Mamoru pada Kedua rekannya ini.
"iya" Jawab Arashi dan Noel bersamaan.
"Kita pastikan tidak ada yang ketinggalan, ya." Kata Noel sedikit mengingatkan
"Aku mengerti." Ujar Mamoru memeriksa barang bawaannya.
Ketika mereka akan keluar, Arashi melihat kamar asramanya yang akan ia tinggalkan ini
"Arashi?." Tanya Mamoru yang hanya dibalas dengan tatapan bertanya milik Arashi.
"Ada apa sesuatu yang menganggumu?." Tanya Noel pada Arashi.
"Tidak ada." Balas Arashi singkat. Akhirnya mereka semua melangkahkan kaki mereka keluar dari kamar mereka.
...****************...
Kelompok Beta perempuan.
"Punyaku sudah siap." Ujar Annie pada kedua temannya
"Punyaku juga." Balas Ichika senang. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah Hamura. "Bagaimana denganmu HamuHamu?." Lanjut Ichika bertanya pada Hamura.
"HamuHamu?." Panggil Ichika merasa tidak mendapatkan jawaban.
"Eh. Aku minta maaf." Balas Hamura setelah merasa dia dipanggil
"Bagaimana?." Tanya Annie pada Hamura.
"Iya sudah siap." Ujar Hamura sambil membawa ranselnya.
"Kalau begitu ayo kita segera berkumpul dengan yang lain." Seru Ichika pada kedua Rekannya.
...****************...
Kelompok Beta laki-laki
"Baiklah. Jangan Ada yang sampai ketinggalan." Kata Kenichi menginginkan Kenji dan Danny.
"Kami mengerti." Balas Kenji dan Danny bersamaan.
Ketika mereka baru saja keluar pintu, Kenichi dan Kenji mendapati Danny yang sedari tadi murung. "Kenapa, Danny?." Tanya Kenji
"Hanya merasa kesepian saja." Jawab Danny yang merasa bahwa dia kehilangan seseorang.
"Kalau kita bisa berhasil membawa dia kembali, kau bisa dengan leluasa bertengkar dengannya lagi." Canda Kenichi sedikit sarkas.
"HEI." Teriak Danny yang merasa Tersinggung dengan ucapan Kenichi.
__ADS_1
"ahahahahaha." Tawa Kenjipun keluar akibat Candaan Kenichi dan balasan dari Danny tadi.
...****************...
Kelompok Alpha laki-laki.
"Baiklah ayo pergi, Sakuraba." Ajak Igarashi yang telah membawa tasnya.
Merasa tidak ada jawaban, Igarashi kemudian menoleh dan melihat Sakuraba yang memandangi tempat tidur milik Sasuke.
"Sakuraba?." Panggil Igarashi berusaha untuk mendapatkan atensi Sakuraba.
"Entah kenapa, saat memandang ketempat tidur itu, Aku jadi merasa rindu padanya?." Ujar Sakuraba dengan nada sendu.
Igarashi meskipun sedih, ia berusaha untuk tersenyum sambil menepuk Kepala Sakuraba.
"Semua orang juga merasakan hal yang sama." Ujar Igarashi membuat Sakuraba menoleh kearahnya.
"Igarashi?."
"Tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Kita masih belum bisa menyelamatkan Sasuke karena Kekuatan Tasan yang benar-benar merepotkan." Igarashi tahu bahwa mereka tidak akan bisa mengalahkan Tasan dengan kemampuan mereka saat ini.
"Karena itulah, jika dengan berlatih bisa menolong Sasuke, maka ayo kita lakukan." Ajak Igarashi meyakini bahwa ini adalah satu-satunya jalan untuk menolong teman mereka.
"Kau benar." Balas Sakuraba membenarkan ucapan Igarashi.
...****************...
Kelompok Alpha perempuan.
"Akiko-Chan." Panggil Hanada membuat Akiko menoleh kearahnya.
"Ada apa?." Tanya Akiko merasa dipanggil.
"Sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu?." Tanya Zakuro melihat raut wajah Akiko yang sedang memikirkan sesuatu.
"Saat itu, aku dengan jelas melihat ketakutan di wajah bocah aneh itu." Kata Akiko mengingat bagaimana raut wajah Sasuke yang berubah saat melihat sosok hitam dibelakangnya.
"Mungkin hanya Tasan?." Ujar Zakuro berusaha menenangkan Akiko.
'Aku harap dengan ini, Aku bisa mencegah Tasan untuk tidak membangkitkan orang itu.' Mohon Akiko dalam hati.
...****************...
"Tok-tok."
Suara ketukan pintu tersebut membuat Shawn menghentikan aktivitasnya sejenak demi mengizinkan mereka masuk.
"Masuklah." Ujar Shawn memberi izin.
Dari pintu tersebut, Muncullah Hikawa, Kepala Pasukan Kerajaan Angel dan juga Ayah Igarashi. Haruhi Voclanologist Kerajaan Angel serta Mika, Kepala keamanan Kerajaan Angel yang juga merupakan orang tua Sakuraba. Bara, Divisi pertahanan Kota Rella dan juga Ayah Hanada. Pomme, Kepala Divisi persenjataan sekaligus Ayah Zakuro. Kagebana Field expert, yang juga ibu Kurohana. dan Frizt, Ahli strategi yang juga merupakan Ayah Kenichi.
"Kau memanggil kami, Shawn?." Tanya Hikawa.
"Maaf merepotkan kalian." Ujar Shawn memohon maaf mengganggu semua orang yang telah dipanggilnya.
"Tidak masalah." Ujar Hikawa tenang.
"Ceritakanlah." Kata Haruhi pada Shawn.
"Dalam kurun dua tahun mendatang, Diabolos kemungkinan akan dibangkitkan oleh Tasan." Ujar Shawn menjelaskan apa yang mungkin terjadi pada Kerajaan Angel.
Hikawa dan yang lainnya kaget mengetahui hal ini. Tetapi, mereka tidak menampik bahwa hal seperti ini pasti akan terjadi. Sudah lama sejak Diabolos maupun Tasan menyerang Kerajaan mereka ini.
"Dengan diambilnya tubuh Sasuke yang merupakan Vessel dari Tasan, Maka kemungkinan besar perang juga akan segera muncul." Lanjut Shawn setelah kemarin ia mendengar penjelasan dari Mizumi.
"Mereka masih belum mengetahui letak tubuh asli Diabolos dan Tasan, bukan." Ujar Mika berusaha menenangkan suasana.
"Mereka tidak, tapi kita tahu." Kata Kagebana membalas ucapan Mika. Dia mengetahui letak tubuh Tasan maupun Diabolos karena dia dan Shawn diberi tahu oleh Ratu mereka sebelumnya.
"Selain itu, Aku memohon pada kalian untuk mempersiapkan segala macam kebutuhan untuk dua tahun yang akan datang." Perintah Shawn pada Hikawa dan yang lainnya.
"Hikawa, Mika, Bara, Frizt. Minta anak buah kalian untuk melakukan persiapan dini dalam menghadapi kemungkinan perang.
__ADS_1
"Kami mengerti." Jawab Hikawa, Mika, Bara, dan Frizt serempak.
"Pomme, Segera data persenjataan yang layak pakai. Apabila ada kerusakan, segera minta bagian reparasi untuk memperbaiki. Apabila kurang, segera tambah beberapa."
"Aku paham."
"Haruhi semenjak Kematian Asahina, diplomat belum pernah terisi. Aku minta kau pergi ke beberapa Kerajaan demi memperingatkan akan kebangkitan Diabolos maupun Tasan. Kagebana temani Haruhi sambil memperkirakan Medan perang yang mungkin saja mereka gunakan."
"Baik." Balas Haruhi dan Kagebana bersamaan.
"Kalian bisa melaksanakannya sekarang." Kata Shawn memberi izin pada semuanya.
Setelah mereka semua pergi, Nina segera mendekati ayahnya dan bertanya. "Ayah. Apakah ini terlalu cepat?." Tanya Nina yang menurutnya bahwa keputusan ayahnya terlalu terburu-buru.
" Tidak. Kita tidak punya banyak waktu, Nina." Ujar Shawn serius.
"Kita harus bergerak cepat atau mereka akan menghancurkan kita semua." Lanjutnya membuat Nina merenungkan ucapan Ayahnya.
...****************...
"Baiklah apa semua ada disini?." Tanya Sylvia mengabsen
"Iya." Ujar seluruh Kelas Margery bersamaan.
"Bagus. liatrop eértne'd ed eitsor." Kini Melalui bola sihirnya, Sylvia telah memanggil tujuh belas pintu yang membawa orang kedunia lain dimana seluruh Anggota Kelas Margery akan memulai latihan mereka.
"Ketujuh belas pintu ini, akan membawa kalian ketempat kalian akan berlatih. Disana, sahabat-sahabatku telah menanti kedatangan kalian." Kata Sylvia memberi kegunaan dari pintu tersebut.
"Berdirilah sesuai dengan pintu yang berwarna sama dengan pita kalian." Perintah Sylvia dengan lantang. Tidak lama kemudian, Para Anggota Kelas Margery segera bersiap di depan pintu yang sewarna dengan pita mereka.
"Setelah kalian memasuki dunia dari pintu tersebut, maka pintu akan tertutup hingga kalian menyelesaikan latihan kalian." Jelas Sylvia pada semuanya.
"Apa kalian paham?." Tanya Sylvia memastikan semua memahami perkataannya
"Paham!." Jawab Anggota Kelas Margery.
"Baik. sekarang silahkan memasuki dunia dimana kalian akan berlatih." Ujar Sylvia memberi izin Siswa-siswi Kelas Margery untuk membuka pintu dan memasuki dunia tersebut.
...****************...
Setelah urusannya dengan Kelas Margery selesai, Sylvia segera menemui Azuna untuk membawa Azuna bersama dirinya. "Apakah kau sudah siap." Tanya Sylvia pada Azuna.
"Aku harap ini bukanlah bualan." Ujar Azuna sedikit bercanda.
"Tenang saja." Kata Sylvia agar Azuna mau percaya padanya.
"Ayo kita pergi." Ajak Sylvia sambil membuka pintu.
"Ya."Balas Azuna berusaha untuk percaya. Tak lama kemudian, Mereka kini memasuki dunia tersebut dan pintu tersebut menghilang setelah Azuna dan Sylvia sudah di dunia yang lain.
...****************...
Sasuke kini hanya terduduk lemas setelah Tasan menghajar dia habis-habisan. Berawal dari penolakan Sasuke untuk membantu Tasan, berakhir dengan dirinya yang menjadi samsak tinju bagi pria yang telah mengambil paksa raganya itu.
"Aku harap kalian semua baik-baik saja." Gumam Sasuke mencemaskan Akiko serta teman-temannya yang lain.
"Apa kamu Sasuke?." Tanya seorang wanita berpakaian serba putih.
"Siapa kau?." Ujar Sasuke balik bertanya.
"Namaku Theressa. Aku adalah white witch." Kata Wanita tersebut memperkenalkan dirinya.
"Aku tidak bisa membantumu untuk keluar tetapi....."
Sasuke kaget saat Theressa menyatukan kedua dahi mereka dan entah mengapa, Tubuh Sasuke merasa mendapat kekuatan baru padahal saat ini, dia sedang diborgol dan tak bisa berbuat apapun.
"Saat ini, semua sahabat-sahabatmu berusaha untuk menyelamatkan dirimu. Tetapi demi melakukan itu, Mereka berusaha melatih diri mereka agar lebih kuat." Kata-Kata Theressa tadi membuat Sasuke Tercengang. Ia tak menyangka bahwa semua temannya rela melakukan hal tersebut demi dirinya seorang
"Karena itu, aku akan menyalurkan kekuatan ini padamu agar kau bisa membuat dirimu sebanding dengan mereka." Kata Theressa masih berkonsentrasi.
Tak ingin bahwa perjuangan teman-temannya sia-sia. Serta tak ingin terus bergantung pada mereka semua, Sasuke mau menerima Kekuatan yang diberikan oleh Theressa
"Terima kasih." Kata Sasuke berterimakasih kepada Theressa.
__ADS_1
TBC