
Kelompok Alpha dengan Hover car mereka sedang dalam perjalanan menuju kota Vesper. Tetapi di perjalanan, Igarashi merasakan bahwa ada seseorang yang terus mengikuti mereka semua. Holy Energy tersebut sangat familiar bagi Igarashi. Ia kemudian mendaratkan hover car miliknya dan turun. Akiko dan lainnya keheranan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Igarashi.
"Igarashi ada apa?." Tanya Akiko penasaran. Tetapi Igarashi tidak menjawab pertanyaan Akiko.
"Igarashi kita tidak punya banyak waktu." Ujar Sakuraba yang merasa bahwa Igarashi sedang bermain-main.
Tanpa memperdulikan perkataan dari teman-temannya, Igarashi justru memanggil orang yang sedari tadi mengikuti mereka. "Ayah. Keluarlah." Panggil Igarashi yang merasa bahwa si penguntit adalah Ayahnya.
"Ah. ketahuan rupanya." Ucap Hikawa kemudian berjalan mendekati mereka.
"Apa yang ingin ayah lakukan disini?." Tanya Igarashi yang merasa tindakan ayahnya ini membuat dia merasa malu.
"Ada satu perintah Shawn dimana aku harus memastikan kalian tidak berbuat onar saat menjalankan misi ini." Jawab Hikawa menjelaskan alasannya mengikuti putranya ini.
"Kami tahu itu." Balas Igarashi ketus.
"Dan satu hal lagi." Lanjut Hikawa membuat semua Anggota Kelompok Alpha menoleh kearahnya.
"Ada sebuah pengecualian dimana jika kalian adalah korban dari kekerasan yang mereka lakukan, aku akan mengizinkan kalian untuk mengangkat senjata." Sambung Hikawa memberikan mereka semua lampu hijau untuk bertindak apabila mereka yang diserang terlebih dahulu.
"Selain itu...." Merasa ada orang lain selain mereka Hikawa kemudian menajamkan instingnya untuk merasakan siapa yang mengawasi mereka.
Dan tak lama kemudian hal yang dikhawatirkan oleh Shawn terjadi. Sebuah bola-bola meteor berusaha untuk menyerang mereka semua.
"reilcoub de Cegla." Ujar Hikawa tiba-tiba membuat semua orang terkejut. Beruntunglah Perisai es milik Hikawa berhasil menahan serangan bola-bola meteor tersebut.
"Semua baik-baik saja?." Tanya Hikawa memastikan bahwa Igarashi dan yang lainnya baik-baik saja.
"Kami baik-baik saja." Jawab Hanada masih shock.
'Sial. baru setengah perjalanan mereka sudah menyerang.' Batin Hikawa tidak menyangka bahwa anak buah dari Tasan berusaha untuk melenyapkan Kelompok Alpha disaat mereka semua sedang bergegas menuju Kota Vesper.
"Ada apa, Paman Hikawa?." Tanya Zakuro penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Bisakah kau jelaskan pada kami Apa yang terjadi?." Tanya Akiko merasa diabaikan oleh Hikawa.
"Hanada, Igarashi. Periksa arah jam 10 sekarang." Perintah Hikawa pada Hanada dan Igarashi tanpa memperdulikan tatapan bingung mereka.
"Baik." Balas Hanada dan Igarashi yang segera memeriksa arah yang diminta oleh Hikawa.
"Siapa dia?." Tanya Igarashi penasaran.
"Apakah mereka orang yang dikirim oleh Kota Vesper?." Sambung Hanada ikut menimpali.
"Bukan." Balas Hikawa tenang.
"Itu adalah Black wings." Lanjutnya mengkorfirmasi.
"Black wings?." Tanya Hanada memastikan.
"Aku pernah mendengar rumor tentang mereka." Balas Akiko yang mengetahui tentang Black wings.
"Mereka merupakan orang-orang yang bergerak dibawa perintah The Ravens." Kata Hikawa menjelaskan.
"Mereka berusaha untuk mencegah kita menemui Farran." Sambungnya.
"Apakah Farran meminta bantuan mereka?." Tanya Zakuro pada Hikawa.
__ADS_1
"Mungkin iya. mungkin tidak." Jawab Hikawa tidak begitu yakin. Mungkin Farran meminta Tasan untuk melindungi mereka. Mungkin Tasan yang merasa kasihan pada Farran memberikan bantuan pada mereka.
"Apa yang ayah ingin lakukan?." Tanya Igarashi
"Ayo kita beri salam si pengganggu ini." Balas Hikawa bersiap-siap dengan sihirnya.
"elissim ed cegla." dengan kemampuannya, Igarashi berhasil mendaratkan rudal esnya kearah yang dituju. merasa sang 'tamu' tidak mau keluar, Hikawa kini memaksa agar sang 'tamu' dengan memanggilnya langsung.
"Ayo keluar. Tidak perlu malu-malu dengan kami." Panggil Hikawa merasa diabaikan oleh sang tamu. Tak lama kemudian, Muncullah sosok berbaju hitam datang dari arah pepohonan.
"Aku benar-benar tidak menyangka bisa ketahuan oleh orang sepertimu." Ujar sosok itu takjub dengan kemampuan indra keenam Hikawa.
Mengetahui bahwa orang ini bukan orang sembarangan, Hikawa meminta Kelompok Alpha untuk pergi.
"Igarashi, Hanada, Akiko, Sakuraba, Zakuro." Panggil Hikawa
"Ada apa?." Tanya Igarashi mewakili teman-temannya.
"Serahkan orang ini padaku. Kalian segera pergi menuju Vesper." Perintah Hikawa
"Kami bukanlah anak kecil, lagi." Tolak Igarashi tidak senang bahwa ayahnya menganggap mereka seperti anak kecil
"Aku tahu akan hal itu. Tetapi..." Balas Hikawa kemudian terdiam sebentar. Ia berusaha untuk mencari kata-kata yang tidak menyakiti hati putranya ini.
"Aku tidak ingin kalian membuang-buang waktu kalian dengan melawan orang ini." Lanjut Hikawa tidak ingin anaknya serta semua Anggota Kelompok Alpha terhambat dengan hal kecil seperti ini.
"Ayahmu benar, Igarashi." Balas Sakuraba berusaha untuk meminta Igarashi untuk menyerahkan semua pada Hikawa.
"Sakuraba." Balas Igarashi menatap Sakuraba sendu.
"Kami percayakan pada anda, Hikawa-san." Kata Hanada mewakili semua sahabatnya.
"Kalian duluan." Perintah Igarashi dengan nada tegas dan tidak ingin diganggu.
"Igarashi." Panggil Hanada yang tetap dihiraukan oleh Igarashi.
"Aku tidak mau bersembunyi dibelakang reputasi ayahku." Ujar Igarashi tegas dan lantang. membuat semua orang pasrah akan keputusan Igarashi.
"Baiklah. Kami serahkan semuanya pada kalian berdua." Kata Akiko kemudian meninggalkan Igarashi dan Ayahnya berdua menghadapi Black wings
...****************...
"Kau yakin dengan keputusanmu?." Tanya Hikawa memastikan bahwa Igarashi benar-benar serius akan ucapannya.
"Aku telah membulatkan tekadku. dan aku tidak mau mundur." Jawab Igarashi dengan yakin. Igarashi hanya tersenyum lalu melihat kearah sosok baju hitam tersebut.
"Siapa kau sebenarnya?." Tanya Hikawa berbasa-basi.
"Maaf aku lupa memperkenalkan diri." Balas sosok itu sambil menyeringai.
"Namaku adalah éclater. Black wings milik Nona Aria." Kata éclater memperkenalkan diri.
"Satu atau dua orang Overhyme tidak akan membuatku mudah dikalahkan oleh kalian." Sambung éclater takjub bahwa dia akan segera menghadapi dua orang Overhyme.
'Bagaimana dia bisa tahu kalau kita adalah Overhyme?.' Tanya Igarashi pada ayahnya dengan menggunakan mind link.
'Mereka adalah Black wings. Tidak mengherankan jika mereka tahu akan hal itu.' Jawab Hikawa tidak heran.
__ADS_1
"Aku tidak ada waktu lagi untuk bermain-main dengan kalian." Kata éclater mengeluarkan sihir api miliknya.
"ellab elanrefni" Seru éclater menyerang ayah dan anak bersamaan.
"reilcoub de Cegla." Igarashi dan Hikawa kini berusaha untuk mencegah serangan milik éclater melukai mereka. Tetapi sayang, Bola-bola tersebut melelahkan perisai es mereka.
"Aku tidak menyangka dia bisa merobohkan pertahanan reilcoub de Cegla." Kata Igarashi tidak percaya.
"Bagaimana?. Hellfire ini sangat kuat sekali, bukan?." Kata éclater menyombongkan diri.
"Ini masih belum seberapa!. Sengiv ed Cegla." Igarashi kini menyerang balik dengan Tanaman es miliknya agar éclater terjerat.
"Berhasil." Kata Igarashi senang.
"Belum." Balas Hikawa mengetahui bahwa serangan Igarashi tidaklah mempan.
Benar saja, Serangan Igarashi tidaklah mempan. Éclater mampu terbebas dari tanaman tersebut dan tersenyum mengejek kearah Igarashi.
"Sebenarnya siapa orang ini?." Ucap Igarashi yang takjub akan kemampuan musuhnya ini.
"Awalnya aku berpikir dengan melawanmu, maka waktuku tidak akan terbuang percuma. Tetapi justru yang kau lakukan adalah membuatku bosan dengan pertunjukan bodohmu itu." Ujar éclater masih merendahkan Igarashi.
"Aaaaaaakkkhh."
"Igarashi." Hikawa berusaha mendekati Igarashi. Tetapi, Dia hanya berteriak tanpa melangkahkan kakinya, mengetahui bahwa anaknya tidak akan mau menerima uluran tangannya.
"Kau ayah dari anak itu bukan, ajarilah dia untuk menghargai waktu seseorang." Kata éclater berusaha untuk memancing amarah Hikawa. Tetapi, Hikawa seperti tidak begitu peduli akan semua ocehan éclater.
"Benarkah itu?." Tanya Hikawa berpura-pura peduli dengan kata-kata éclater.
"Apa maksudmu?." Balas éclater merasa keheranan dengan sifat Hikawa yang acuh tak acuh.
"Melawan anak seperti itu, membuang-buang waktu?. Dia baru saja mulai." Kata Hikawa membela Igarashi.
"Kau terlalu cepat menilai seseorang." Sambung Hikawa kini merendahkan éclater.
"Kalau begitu kenapa kau tidak maju melawanku?." Tantang éclater pada Hikawa.
"Asalnya aku ingin. Tetapi, Aku percaya pada putraku kalau dia bisa mengalahkan dirimu." Tolak Hikawa halus.
Tak lama kemudian, Igarashi mulai bangkit dan memandang éclater dengan penuh kebencian.
"Aku baru saja mulai." Kata Igarashi berusaha untuk bangkit.
Hikawa yang melihat tekad Igarashi kemudian tersenyum dan membiarkan Igarashi melakukan apa yang dia mau.
"Igarashi. Aku akan bersandar di pohon itu sambil memberitahu apa yang terjadi pada Shawn." Ujar Hikawa sambil berjalan kearah pohon dan bersandar disana.
"Dan Tunjukkan hasil latihanmu itu, padaku." Kata Hikawa percaya pada kemampuan Igarashi.
"Aku tahu itu." Balas Igarashi dengan dada yang menghangat akibat ucapan Ayahnya.
"Jangan Sombong kau bocah." Teriak éclater merendahkan Igarashi.
Igarashi yang tidak peduli akan hinaan yang diberikan oleh éclater tetap menyerang dengan kemampuannya sendiri. " uaesio ed cegla." Burung Es milik Igarashi berhasil membuat éclater terjatuh.
"Pertarungan kita baru dimulai. Jadi bersiaplah untuk kalah." Ucap Igarashi menantang éclater balik.
__ADS_1
TBC