Dreamy Magical

Dreamy Magical
Conversation with Farran.


__ADS_3

"Apa?. Ke Kota Vesper?." Tanya Seseorang setelah ia sampai di ruang kerja sang king regent.


"Iya aku memintamu untuk menyusul mereka kesana!." Jawab Shawn memohon.


"Kenapa?." Tanya wanita tersebut lagi.


"Aku mendapat firasat buruk bahwa Tasan berusaha melakukan sesuatu pada mereka." Balas Shawn merasa cemas akan keadaan yang mungkin akan menimpa Akiko dan yang lainnya.


"Itu hanya firasat anda saja." Ujar wanita tersebut berusaha menenangkan King Regentnya ini.


"Aku tahu. Tetapi aku hanya mencemaskan mereka semua. Bawalah Nina dan Teman-temannya pergi untuk membantumu." Perintah Shawn tanpa bisa diganggu gugat.


"Baiklah. Aku akan segera kesana." Ujar Sang Wanita kemudian meninggalkan ruangan kerja Shawn.


"Aku mohon bantuanmu...."


"....Azuna."


Mohon Shawn pada wanita yang merupakan Azuna tersebut.


...****************...


"Jadi inikah Kota Vesper?." Ucap Sakuraba Sambil melihat-lihat Keadaan Kota tersebut.


"Kota ini terlihat sangat mengerikan." Ucap Zakuro yang merasa tidak suka akan lingkungan tersebut. Dalam hatinya, Ia bersyukur bahwa sepupunya itu tidak pernah tinggal disini.


"Ada apa Hanada?." Tanya Igarashi pada Hanada bersembunyi di belakangnya.


"Entah kenapa aku merasa ada Dark energy yang terus-terusan mengawasi kita." Jawab Hanada yang merasa ada yang mengawasi gerak-gerik mereka.


"Benarkah?. Dimana?." Tanya Hikawa yang penasaran dengan penjelasan Hanada.


"Arah Jam tujuh. Disebelah sana." Tunjuk Hanada pada arah yang dimaksud.


Hikawa yang melihat kearah yang ditunjukkan oleh Hanada kemudian memaksa orang-orang yang mengawasi mereka untuk keluar. "Keluarlah." Perintahnya pada sang penguntit.


Tak lama kemudian, orang-orang yang dimaksud keluar dengan membawa berbagai senjata seperti pedang, Revolver, serta panah yang sepertinya akan digunakan untuk menghabisi nyawa mereka.


"Siapa kalian?." Tanya pemimpin Pasukan Kota Vesper.


"Kami adalah utusan King Regent." Jawab Akiko to the point.


"Kami ingin anda membawa kami pada Walikota Vesper, Farran." Lanjut Sakuraba agar orang-orang itu mau membawa mereka pada Farran.

__ADS_1


"Apakah mau kalian menemui Tuan Farran?. Apa kalian berusaha untuk menyerang kami?." Tanya pemimpin itu sekali lagi.


"Terserah dengan semua yang kalian pikirkan. Tetapi kami hanya ingin bertemu Farran. Karena ada yang ingin kami bicarakan padanya." Kata Igarashi sudah lelah berdebat dengan orang itu. Ingin rasanya dia menghajar orang itu sampai mati dengan panah-panah miliknya.


"Igarashi-kun..." Kata Hanada yang berusaha untuk menenangkan Igarashi.


"Baiklah Kami turuti perintahmu." Setelah berdiam cukup lama, Akhirnya pimpinan pasukan Kota Vesper mulai mengizinkan Kelompok Alpha dan Hikawa untuk menemui Farran.


...****************...


"Selamat datang, Kepala Pasukan Kerajaan Angel, Hiyama Hikawa-san." Kata Farran memberi salam pada Hikawa yang masuk kedalam ruang singgasananya.


"Dan aku ucapkan selamat datang juga bagi kalian, Para penyihir muda Kerajaan Angel." Lanjutnya saat ia melihat Kelompok Alpha yang masuk mengikuti Hikawa.


"Hentikan basa-basimu, Farran." Ucap Akiko yang sudah lelah dengan ujaran manis milik Farran.


"Berani-beraninya kau berbicara seperti itu pada Tuan kami." Ujar Salah seorang pasukan Kota Vesper yang mengacungkan senjatanya pada Akiko. Namun, Ia segera ditahan oleh Farran yang sepertinya tidak mempermasalahkan perkataan Akiko barusan.


"Apa yang membuatmu berbicara seperti itu, Nona muda?." Tanya Farran berpura-pura tidak tahu apa yang dimaksud oleh Akiko.


"Jangan berpura-pura tidak tahu, Farran. Tindakanmu memberitahu letak dari Tubuh dari Tasan dan Diabolos adalah sebuah pengkhianatan pada Kerajaan. Apakah kau sadar akan konsekuensinya?." Jawab Akiko mulai sedikit emosi. Ia tahu kalau Farran berpura-pura tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Akiko dan seluruh Anggota Kelompok Alpha.


"Oh. Jadi kalian sudah tahu?." Balas Farran dengan sangat tenang dan terkesan masa bodoh.


"Memang benar aku yang melakukannya." Aku Farran dengan singkat memotong deduksi Sakuraba.


"Untuk apa kau melakukan semua ini?." Tanya Hanada yang tidak percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh Farran.


"Sejak dahulu kala, Kami memang tidak pernah sejalan dengan kalian. Kerajaan Angel selalu berkata bahwa dunia yang baik terlahir karena kasih sayang. Tidak hanya itu, Dunia penuh kegelapan harus dihilangkan." Kata Farran menjelaskan alasannya.


"Tetapi, kami tidak percaya akan hal tersebut. dunia yang baik terlahir karena kerasnya cobaan hidup. Semakin sulit cobaan maka dunia akan terasa lebih baik." Sambungnya mengakhiri ucapannya tersebut.


"Kau tahu. kalau kami tidak menyukai tindakanmu yang berusaha untuk menjadikan kekerasan adalah jalan satu-satunya untuk menjadikan dunia lebih baik. Kau menginginkan semua diakhiri dengan perang dan kekacauan. Menjadikan Kerajaan Angel sebagai Kerajaan yang bengis bukanlah apa yang diharapkan oleh Queen Fina." Ujar Hikawa yang merasa bahwa keinginan Farran sudah sangat sesat.


"Lalu apa yang terjadi sekarang?. Kerajaan Deimos masih ada dan berusaha untuk membalas dendam." Ucap Farran membalas perkataan Hikawa.


"Kalau kau dan mulut besarmu mau mengikuti keinginan Queen Fina. maka semua tidak akan pernah terjadi." Kata Akiko yang merasa bahwa jika Farran tidak pernah berbuat hal konyol, maka Semua tidak akan terjadi.


"Apakah dengan mengikuti keinginan Tasan, kau bisa merasa aman?. Apakah kau yakin kalau Tasan benar-benar mengabulkan permintaanmu?." Sambung Igarashi sambil menantang Farran apakah keinginannya akan dipenuhi oleh Tasan.


"Kau mengorbankan putrimu, Kau mengorbankan cucumu. Hanya demi menuruti keinginan Tasan. Menuruti keinginan yang mungkin hanya akan merugikan kalian Semua." Lanjut Igarashi yang merasa bahwa Farran dan Kota Vesper hanya akan menjadi sebuah alat yang akan dibuang oleh Tasan setelah mereka tidak lagi berguna.


"Diam Kau anak muda." bentak Farran tidak terima dengan Ujaran Igarashi tersebut.

__ADS_1


"Kami sejak dahulu bukanlah bagian dari Kerajaan Angel. Kami hanyalah bagian dari Kerajaan Deimos yang dibuang akibat pengkhianatan satu orang." Lanjut Farran yang merasa tidak senang karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Leluhur mereka dulu menyebabkan mereka terjebak dalam situasi yang sulit.


"Kami dengan sengaja melakukan semua ini agar kami bisa kembali pada takdir kami sebenarnya." Farran tidak peduli dengan semua ini.


Dia tidak peduli akan keinginan mendiang putrinya yang ingin Kota Vesper hidup aman berdampingan dengan kota-kota lain di Kerajaan Angel. Dia tidak peduli akan nasib cucunya yang dimanfaatkan oleh Tasan. Dia hanya ingin Kerajaan Deimos menerima kembali Kota Vesper sebagai bagian dari mereka.


Dan Jika dengan ini Tasan mau menerima mereka, Maka Ia akan dengan senang hati melakukannya.


"Kau iblis." Ucap Akiko yang Kesal dengan keegoisan Farran yang mengorbankan Asahina dan Sasuke demi bisa diterima oleh Tasan.


"Terserah tapi apa yang terjadi biarlah terjadi." Ucap Farran tidak memperdulikan Hinaan yang dilontarkan oleh Akiko. Ia kini memerintahkan seluruh Anak buahnya untuk bersiap menghadapi Akiko, Hikawa dan anggota Kelompok Alpha.


" Karena peperangan akan segera dimulai." Sambungnya sambil memberikan aba-aba untuk menyerang.


...****************...


Saat ini, Azuna beserta Nina dan kawan-kawannya sedang dalam perjalanan menuju ke Kota Vesper. Pada Awalnya, Azuna kurang begitu yakin dengan apa yang yang dikatakan oleh Shawn. Tetapi setelah melihat apa yang akan terjadi melalui bola sihir milik Celine yang merupakan teman Nina, Azuna kini mulai bergegas untuk pergi menjemput Akiko dan yang lainnya.


"Bagaimana situasinya sekarang, Nina-Chan?." Tanya Azuna menanyakan situasi mengenai keadaan Kota Vesper pada Nina.


Merasa diminta oleh Azuna, Nina segera mengeluarkan kaca peramal untuk mengecek kondisi terkini Kota Vesper. "Sejauh ini masih aman." Jawab Nina sedikit memberi kelegaan pada Azuna.


"Kita harus segera membawa lari mereka dari sana." Ucap Celine yang fokus memantau percakapan Farran dan Kelompok Alpha serta Hikawa dari bola sihirnya.


"Bagaimana dengan penduduk Kota Vesper?." Tanya pria berambut hijau bernama Mark yang mencemaskan penduduk Kota Vesper yang mungkin tidak mengerti apa-apa.


"Mereka telah melakukan kejahatan." Balas Clark yang sedang fokus menyetir Hover carnya.


"Tapi mereka tidak tahu kalau Mereka telah dibodohi." Ucap Rowan pria berkacamata dengan rambut silver yang tidak setuju dengan pendapat Clark.


"Prioritas utama kita adalah Kelompok Alpha dan Hikawa-san. Untuk Penduduk Kota Vesper, Kita biarkan mereka memilih. Apakah mereka ingin tinggal di Kota Vesper atau tinggal di Kota lain." Kata Clark berusaha agar mereka memfokuskan diri untuk menolong Akiko dan yang lainnya ketimbang Kota yang telah mengkhianati Kerajaan mereka.


"Clark apa kau yakin dengan Hal ini?." Tanya Gadis berambut pirang bernama Orihime.


"Aku sangat yakin, Orihime." Jawab Clark serius.


"Tasan tidak memperdulikan apakah Kota Vesper berjasa bagi mereka atau tidak. Vesper sudah tidak dibutuhkan oleh Kerajaan Deimos. Dan semua tergantung pada mereka semua. Apakah mereka mau ikut kita atau berdiam diri." Kata Nina membuat satu buah resolusi.


"Jika mereka mengikuti kita, mereka akan selamat meskipun mendapatkan hukuman sebagai pengkhianat." Lanjut Nina memberikan pilihan pertama apabila penduduk Kota Vesper mau untuk pergi.


"Tetapi jika mereka berdiam diri, maka mereka akan dihabisi oleh Tasan." Sambung Nina mengatakan pilihan kedua apabila penduduk Kota Vesper tidak mau mengindahkan peringatan mereka.


TBC

__ADS_1


__ADS_2