
Sudah 2 tahun sejak mereka kini berpisah, kini waktu telah datang untuk mempertemukan mereka kembali.
itulah yang dirasakan oleh Akiko setelah dia kembali dari latihannya tersebut.
"Sudah lama aku merindukan tempat ini." Kata Akiko yang setelah menutup pintu dimana dia berlatih.
"Bagaimana dengan keadaan mereka semua, ya?." Gumam Akiko sambil membayangkan bagaimana sekarang keadaan teman-temannya.
"Mungkin sebaiknya aku menaruh kembali barang-barang ke Asrama." Ujar Akiko mulai memasuki area asrama putri.
Disana dia melihat berbagai pemandangan asrama yang sedikit asing untuknya. Bahkan ketika dia berjalan dilorong asrama, murid-murid yang mungkin dulunya adalah junior, kini berkeliaran di asrama. Dia terus berjalan hingga dia sampai di depan kamar asramanya sendiri. Dia kemudian membuka pintu asramanya.
"Tempat ini tidak berubah dari waktu terakhir aku meninggalkannya." Ujarnya sambil memandangi kamarnya dulu. ia masih terpaku dengan kamarnya hingga ia melihat koper dan barang-barang milik Hanada maupun Zakuro yang diletakkan di atas kasur mereka masing-masing.
"Jangan-Jangan...."
Setelah Akiko meletakkan barang-barangnya di tempat tidur, ia segera menutup pintu dan berlari menuju Kelas Margery.
"Semuanya!." Panggil Akiko yang membuat Semua menoleh kearahnya.
"Selamat datang." Ujar Seluruh Kelas Margery.
...****************...
"Aku tidak menyangka setelah dua tahun kita berpisah, akhirnya kita kembali bertemu lagi." Kata Zakuro senang karena semua temannya berkumpul. ya walaupun hanya satu orang saja yang belum berkumpul.
"Aku juga. Ini benar-benar reuni yang mengharukan." Kata Hanada ikut bahagia.
"Ne, ne. Ayo kita cerita pengalaman kita saat berlatih?." Usul Ichika yang penasaran bagaimana latihan teman-temennya.
"Ide bagus. Dimulai dari kau sendiri, Ichika?." Tantang Kenichi pada Ichika
"Eh. Kenapa aku?." Ichika bertanya sambil berusaha menghindar.
"Kau yang usul. berarti kau punya cerita yang ingin dibagi." Ujar Akiko yang membalikkan ucapan Ichika.
"hmp. Baiklah. Ketika aku ada disana, aku berusaha memahami tingkah laku hewan. Dan satu tahun yang selanjutnya, Aku mulai menerapkan kemampuan hewan yang aku pelajari." Jelas Ichika terpaksa.
"Itu sangat bagus." Balas Igarashi.
"Bagaimana denganmu Zakuro?." Tanya Sakuraba penasaran.
"Hanya memahami tentang buah-buahan." Jawab Zakuro singkat. ia kemudian mengeluarkan oleh-oleh yang ia bawa saat latihan.
"Oh iya, ini ada oleh-oleh." Tawar Zakuro pada teman-temannya.
"Apa ini aman?." Tanya Danny tidak yakin.
"Tenang saja, aku ambilkan dari pohonnya langsung. Dan aku tidak berniat mengerjai kalian dengan ini." Balas Zakuro berusaha meyakinkan teman-temannya.
Akiko yang tidak peduli mengambil oleh-oleh Zakuro kemudian memakannya. "Ini Enak. Terima kasih, Zakuro." Puji Akiko
"Sama-sama." Balas Zakuro bahagia. Akhirnya mereka mencoba memakan oleh-oleh yang dibawah oleh Zakuro.
Sementara itu, Arashi memergoki Danny yang sedang senyam-senyum sendiri.
"Danny?." Panggil Arashi terheran-heran. Sementara yang dipanggil hanya menoleh tanpa menjawab.
"Kenapa?. apa ada yang menarik?." Tanya Arashi bingung
"Saat ini, kita sudah cukup kuat. Kita bisa dipastikan akan membuat kelas lain melihat kalau kita adalah kelas terbaik." Jawab Danny kegirangan mengetahui bahwa dia jauh lebih kuat dari anak-anak kelas lain.
"Memang benar." Balas Annie
__ADS_1
"Dan setelah ini, si pirang bodoh itu akan melihat bahwa sekarang aku telah jauh menandingi bahkan jauh lebih kuat dari dirinya. HAHAHAHA." Lanjut Danny dengan nada yang sangat tinggi.
"Mulai lagi." Kata Noel bosan
"Mungkin kau benar. Mungkin kau salah." Balas Kenji yang tidak membenarkan maupun menolak perkataan Danny.
Danny yang merasa tidak senang kini menatap kearah Kenji "Kenapa?." Tanyanya sedikit kesal
"Selama Tasan belum menemukan tubuhnya, dia akan memerperkuat tubuh Sasuke agar bisa bertahan." Jawab Igarashi memberi alasan dari perkataan Danny.
"Yang dikatakan oleh Igarashi- san benar." Kata Kanade tiba-tiba membuat semua orang tersentak.
"Miss Kanade." Panggil semua Anggota Kelas Margery. Semuanya lalu segera duduk ke bangku mereka masing-masing.
"Lama tidak bertemu dengan kalian Semua." Salam Kanade menyambut seluruh muridnya. Bisa dia lihat banyak sekali perubahan fisik terjadi pada muridnya. Terutama Mamoru yang kini berambut panjang.
"Selama sisa kalian di middle, kalian akan tak akan menerima pembelajaran." Umum Kanade tiba-tiba membuat semua orang terkejut.
"Memangnya kenapa, Miss?." Tanya Eve yang berpikir kalau ini hanya lelucon.
"King Regent telah meminta kami agar setelah kalian kembali, Kalian akan fokus dalam Diabolos dan yang lainnya." Jelas Kanade yang mengatakan bahwa ini Perintah dari Shawn.
"Miss Kanade." Panggil Kenichi membuat Kanade menoleh kearahnya
"Ada apa, Kenichi-san?." Balas Kanade menjawab panggilan Kenichi.
"Apakah ini baik-baik saja?. Maksudku, jika kita terlalu diistimewakan seperti ini bukannya ini membuat anak-anak dari Kelas lain cemburu?." Tanya Kenichi pada Kanade. Hal ini membuat semua terdiam. Kalau boleh menjawab, sebenarnya mereka sudah terlalu banyak mendapatkan keistimewaan yang tidak pernah di berikan oleh kelas lain. Kenichi hanya berpikir jika begini terus, semua akan merasa cemburu para mereka semua.
"Aku rasa kita tidak ada pilihan lain selain menerima bahwa kita sekumpulan anak-anak spesial. Kita telah meminta agar Miss Azuna bisa tetap bekerja. Kita juga bertarung melawan Murid-murid Edelweiss Sanctuary Academy. Tidak hanya itu, Akibat ditimbulkan oleh Tasan, kita sampai harus rela pergi belajar diluar sekolah demi menolong teman." Kata Akiko menjawab pertanyaan dari Kenichi.
Semua anak terdiam tidak membalas ucapan Akiko. Melihat tersebut, Kanade berinisiatif untuk membuat semua muridnya dapat menikmati masa sekolah mereka.
"Kalau kalian merasa berat akan hal itu, Aku akan memberikan satu buah permintaan." Kata Kanade memberikan usul.
"Eh." Semua anggota Kelas bingung atas maksud dari Kanade.
Mengetahui bahwa mereka akan bisa belajar normal kembali jika mereka membawa Sasuke pulang, Kelas Margery menyetujui usulan dari Kanade tersebut.
"Baik." Balas Seluruh Siswa Kelas Margery kompak.
...****************...
Disuatu tempat, Sasuke yang tangannya masih dalam keadaan terborgol hanya bisa membayangkan suasana kelas yang sudah lama ia tinggalkan.
" Aku sungguh merindukan suasana kelas." Ujar Sasuke merindukan berbagai kenangan di Kelas.
Ia rindu Beradu pendapat dengan Akiko. Dia rindu mengomentari kebodohan Danny. Ia rindu menggoda Hanada sampai wajahnya merah. Dia rindu Dimanjakan Igarashi. Dia rindu berbuat usil dengan Zakuro dan Sakuraba.
"Kira-kira, apa yang dilakukan oleh mereka sekarang, ya?." Tanya Sasuke penasaran entah pada siapa.
"Rupanya kau masih berpikiran tentang hal seperti itu." Ujar Tasan yang tiba-tiba datang menemui Sasuke. Sasuke sendiri tidak begitu terkejut Karena tidak ada orang selain Tasan yang datang kemari.
"Tasan." Panggil Sasuke malas.
"Tidak lama lagi, orang-orang bodoh tersebut akan segera menyerang kemari." Ujar Tasan memberi tahu informasi pada Sasuke.
"Itu bagus." Meskipun senang, Sasuke berusaha untuk tetap cuek agar Tasan merasa bosan dan meninggalkan dia sendiri.
"Tetapi sayang, Aku telah menemukan lokasi dimana tubuh Ayahku disembunyikan. Begitu juga dengan tubuh asliku." Lanjut Tasan membuat Sasuke membelalakkan matanya dan menoleh kearah Tasan.
"Bagaimana kau bisa tahu hal seperti itu?." Tanya Sasuke penasaran. Ia heran bagaimana bisa hal seperti ini terjadi. Apakah Tasan mengirimkan penyusup untuk masuk ke Kerajaan Angel?.
"Kakek dari pihak ibu kandungmu yang memberi tahukan padaku." Ujar Tasan menjawab kebingungan Sasuke.
__ADS_1
"Apa maksudmu?." Tanya Sasuke kebingungan.
"Kau ingin tahu dimana?." Kata Tasan memancing Sasuke untuk tertarik dalam pembicaraan.
"Tempat itu ada di perbatasan Kota Rella dan Kota Vesper." Tanpa menunggu Sasuke menjawab, Tasan kemudian menjelaskan dimana letak tubuh asli dirinya dam diabolos.
"sangat dekat dengan tempat Rella dan Ratu sebelumnya dikuburkan." Sambungnya membuat Sasuke semakin geram.
Sasuke kini berusaha berdiri untuk mendekati Tasan dan menyerangnya.
"Tidak akan kubiarkan kau melukai mereka." Ujar Sasuke berusaha memberontak.
"Dasar payah." Hina Tasan sambil menyerang Sasuke dengan Petir hitamnya.
"AAAAKKKHHHHH." Sasuke merasa kesakitan akibat mendapat serangan petir hitam dari Tasan. Iapun terkapar kembali.
"Setelah tubuhku bangkit, akan kukembalikan tubuh manusia tidak bergunamu ini." Kata Tasan berusaha menahan emosinya.
"Tapi, Karena kau terus-terusan membangkang, maka akan kubuat tubuhmu menjadi boneka setelah tubuhku kembali." Ancam Tasan yang bertolak belakang dengan ucapannya barusan. Ia kemudian meninggalkan Sasuke uang kesakitan sendirian.
"Sial." Desis Sasuke masih kesakitan.
"Akiko. Aku harap kalian segera bertindak." Mohon Sasuke agar Akiko dan lainnya segera mencegah hal buruk terjadi.
...****************...
"Apa katamu?." Ujar Shawn yang tidak menyangka bahwa Kota Vesper telah berkhianat dengan membocorkan tempat dimana Tasan dan Diabolos disegel.
"itu informasi yang aku terima dari Bara." Balas Hikawa mengkorfirmasi berita dari Bara.
"Aku tidak menyangka mereka bisa berkhianat pada kita Semua." Kata Shawn meskipun dia tahu bahwa cepat atau lambat, Hal ini pasti akan terjadi.
"Bagaimana langkah kita selanjutnya, Shawn?." Tanya Hikawa berusaha untuk mendapatkan solusi.
"Aku rasa kita harus membuat mereka mau bekerja sama dengan kita." Jawab Shawn berusaha untuk mencari cara agar semua bisa diselesaikan dengan damai. Meskipun dia tidak senang, Kota Vesper merupakan tempat kelahiran Asahina. Dan demi Asahina yang berusaha untuk mengembalikan Kota Vesper kepada Kerajaan Angel, Shawn tidak boleh bertindak gegabah.
"Bagaimana caranya?." Tanya Hikawa penasaran.
"Tok-tok." Suara ketukan pintu membuat Hikawa dan Shawn menoleh kearah pintu.
"Masuk." Ucap Shawn mengizinkan masuk.
"King Regent, Tuan Hikawa. Kelas Margery telah berkumpul semua." Kata Staff Kerajaan bernama Sapphire pada Shawn dan Hikawa.
"Itu dia." Seru Shawn tiba-tiba membuat Hikawa serta Sapphire kaget
"Eh." Ujar Hikawa dan Sapphire keheranan.
"Sapphire. Panggil Kocho Akiko, Hiyama Igarashi, Harusaki Sakuraba, Sono Hanada, dan Kajitsumi Zakuro kemari." Perintah Shawn tiba-tiba.
"Baik." Jawab Sapphire dengan hormat
"Memangnya ada apa?." Tanya Hikawa penasaran.
"Kau tahu siapa Walikota Vesper, bukan?." Tanya Shawn berusaha mengingatkan Hikawa apa hubungan Kelompok Alpha dengan Sang Wali kota.
"Nishino Farran. Memangnya kenapa.... Jangan-jangan..." Setelah mengingat kembali siapa sang Walikota Kota Vesper, Hikawa kini melebarkan matanya seolah-olah ia tahu apa rencana Shawn.
"Kita lihat apakah dia menyesal atau tidak?." Kata Shawn bertaruh apa yang terjadi nantinya.
"Aku harap idemu ini bisa diandalkan." Ujar Hikawa sedikit meledek.
"Sebagai gantinya, Bawa Otori Hamura, Momoe Ichika, Iwata Kenichi, Tetsuo Kenji, Sunagoe Annie, Sunagoe Danny, Kurosawa Kurohana, Hayasaka Arashi, Ozora Mamoru, Ozora Mimori, Shiroyuki Noel, Serta Yorukage Eve untuk mendiskusikan strategi yang telah dirumuskan." Perintah Shawn pada Hikawa.
__ADS_1
"Aku Mengerti." Jawab Hikawa singkat.
TBC