Dreamy Magical

Dreamy Magical
Margery Class vs Tasan


__ADS_3

Sasuke atau yang sekarang disebut sebagai Tasan kini melihat kearah Azuna, Igarashi, dan Hino dengan tatapan remeh.


"Beritahu Ibu untuk lakukan Evakuasi level 5." Perintah Igarashi pada salah seorang perawat untuk memberi tahu ibunya bahwa keadaan dalam bahaya.


"MISS AZUNA!!."


Azuna menoleh kebelakang dan melihat bahwa seluruh kelas Margery datang menuju kearah mereka.


"Miss Azuna ada apa ini?." Tanya Akiko sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


Azuna tidak menjawab. Tetapi, Dia mengarahkan pandangannya kearah Tasan dan Leah.


Akiko yang mengikuti arah pandangan Azuna terkejut melihat sesosok berambut hitam. Walaupun dengan penampilan yang berbeda 180°, Ia tahu kalau lelaki yang berambut hitam adalah Sasuke.


"Sasuke." Panggil Akiko kepada Tasan. Tasan melihat kearah Akiko kemudian menyeringai sadis.


"Sasuke?." Tasan sedikit bingung siapa yang dimaksud oleh wanita. Tetapi detik selanjutnya, ia mulai paham siapa yang dimaksud oleh Akiko.


"Ah. maksudmu pemilik raga ini, ya?." Ujar Tasan sambil mengangkat tangannya. menunjukkan bahwa Ia tahu siapa yang Akiko maksud.


"Tapi sayang sekali. Aku bukanlah Sasuke. Aku adalah Tasan." Lanjut Tasan memberi tahu bahwa dirinya bukan Sasuke tetapi Tasan.


"Tasan?." Kata Igarashi memastikan.


"Apa kau tidak pernah memberi tahu mereka, Leah." Kata Tasan menanyakan apakah Leah tidak memberi tahu mereka yang sebenarnya.


"Mereka sangat kerasa kepala, Prince." Jawab Leah yang masih melingkarkan lengannya di lengan Tasan.


"Kalau kau bukan Sasuke-San, Apa yang kau lakukan padanya." Tanya Hamura berusaha untuk mencari jawaban atas kebingungannya.


"Entahlah. mungkin sudah aku buang jauh-jauh dari sini." Jawab Tasan ala kadarnya.


"Kau." Zakuro yang merasa emosi dengan ucapan Tasan barusan, Berusaha untuk menghajar Tasan Saat itu juga. Tetapi Dia berhasil dicegah oleh Sakuraba.


"Zakuro tenangkan dirimu." Cegah Sakuraba sambil menenangkan Zakuro.


Akiko berusaha untuk menahan amarahnya, kini ia bertanya apa tujuan Tasan mengambil ahli tubuh Sasuke.


"Tasan. Apa rencanamu sebenarnya?." Tanya Akiko berusaha untuk tenang.


"Kau benar-benar cukup berani juga bertanya seperti itu padaku." Balas Tasan merasa tertantang akan ucapan Akiko.


"Cepat jawab saja." Kata Akiko memaksa agar Tasan mau berbicara.


"Simpel. hanya membalaskan dendam ayahku yang telah mati ditangan ratu dari Kerajaan Angel. Menghancurkan hingga tanpa sisa peninggalan berharga milik Queen Fina." Ujar Tasan membeberkan tujuannya.


"Queen Fina?." Azuna sepertinya mengetahui nama itu.


"Tapi sudahlah. Kalian tidak tahu apa-apa. Jadi Matilah kalian semua."


"Semuanya bersiap untuk menyerang." Azuna memberi aba-aba pada semua Anggota Kelas Margery untuk bersiap menghadapi Tasan.


****************


Pertarungan antara Tasan melawan Kelas Margery tidak bisa dihindari. Namun, dengan kekuatannya, Tasan berhasil mengungguli mereka semua meskipun secara jumlah, Tasan kalah.


"Kalian hanyalah kumpulan bocah-bocah tengik. Kemampuan kalian tidak sebanding denganku." Ucap Tasan sombong.


"Masih terlalu cepat 1000 tahun untuk bisa mengalahkanku." Ejek Tasan pada Sahabat dari vesselnya ini.


"*Hah* *hah* *hah*"


Dari belakang Tasan, Akiko sedang mengatur nafasnya Akiko serangannya pada Tasan tadi yang cukup menguras tenaganya.


"Kau cukup kuat untuk bisa bertahan dari seranganku tadi." Ujar Tasan memuji Akiko yang nekat untuk berdiri setelah mendapatkan serangan dari Tasan.

__ADS_1


"Aku *hah* tidak *hah* akan *hah* Menyerah." Ucap Akiko terengah-engah.


"Keras kepala." Balas Tasan mengeluarkan petir hitam miliknya


"Dengan serangan ini, aku akan membungkam mulutmu itu." Setelah itu, Tasan kemudian melepaskan petir hitamnya kearah Akiko


"Errennot rion."


"AKIKO."


Azuna tanpa berpikir panjang, menjadikan dirinya tameng bagi Akiko


"AAAAKKKHHHHH." Teriak Azuna setelah ia menerima petir hitam dari Tasan.


"Miss Azuna." Seru Akiko berusaha untuk menghentikan luka pendarahan Azuna.


Sementara itu, Tasan yang melihat keduanya mulai merasa bosan. Ia kemudian kembali mengeluarkan errennot rion untuk menyerang Azuna dan Akiko bersamaan.


"Satu dua hama bukan sebuah masalah bagiku."


Setelah ia menyesuaikan besaran petir hitamnya, Ia kemudian mengarahkan petir hitam kearah Azuna dan Akiko.


"Matilah kalian berdua."


Sebelum dia melepaskan petir hitamnya, Teriakan Akiko berhasil membuat Tasan terdiam.


"Sudah cukup." Bentak Akiko dengan nada yang lebih berat dari biasanya


"Tidakkah sudah cukup kau menyakiti mereka." Sambung Akiko. Kini mata hijaunya berubah warna menjadi warna abu-abu.


Sontak hal ini membuat Tasan kaget. Mata tersebut mengingatkan dia pada seseorang yang merupakan cinta pertamanya.


"Jangan-Jangan kau..." Ya Tasan bisa merasakan kalau gadis itu memang jelmaan dari....


"Rella?."



****************


Tasan kini mendekati Akiko kemudian memegang dagunya. Melihat wajah cantik yang telah lama ia rindukan.


"Tak kusangka ini kau ada disini." Kata Tasan yang sepertinya menyesalkan Akiko yang tidak mau ikut dengannya.


"Setelah apa yang diperbuat oleh ibumu, Aku masih belum bisa memaafkannya." Lanjut Tasan yang masih menyimpan dendam atas apa yang diperbuat oleh wanita yang ia yakini adalah ibu dari wanita bernama Rella tersebut.


"Apa yang kau bicarakan?." Tanya Akiko yang tidak paham kemana arah pembicaraan mereka ini.


"Kalau saja, Ibumu mau bekerja sama, kita tidak akan pernah terpisah, Rella." Kata Tasan yang masih menganggap Akiko adalah Rella.


"Rella?. Apa yang kau maksud sebenarnya?." Akiko semakin kesal karena satupun dari pertanyaannya tidak terjawab oleh Tasan.


"Mungkin kau sudah melupakan semuanya. Tapi tidak masalah bagiku karena aku akan...."


"plak."


Emosi Akiko memuncak hingga ia menampar Pipi Tasan.


"Berhentilah bermain-main denganku." Kata Akiko yang sudah kesal dengan Tasan.


"Kurang ajar." Leah berusaha untuk memberikan Akiko pelajaran ketika dia menampar Tasan. Tetapi Tasan mampu menghentikan Leah sebelum dia bertindak lebih jauh.


"Hentikan, Leah." Lerai Tasan agar Leah tidak menyentuh Akiko.


"Tapi, wanita itu." Kata Leah yang tidak senang bahwa Akiko menampar Tasan.

__ADS_1


"Kau boleh menghabisi nyawa semua orang yang ada disini." Tawar Tasan pada Leah


"Tetapi dia, adalah milikku." Ujar Tasan saat melihat Akiko. Mengisyaratkan bahwa orang yang boleh melawan Akiko hanyalah Tasan seorang


Leah yang tidak bisa berbuat banyak hanya bisa mengikuti keinginan Sang pangeran. Meskipun dilanda perasaan cemburu karena mungkin saja Tasan akan melihat Rella yang ada di dalam diri Akiko.


"Baiklah." Jawabnya pasrah kemudian meninggalkan Akiko dan Tasan sendiri.


"Jadi Rella. Apa kau mau ikut denganku?." Ajak Tasan sekali lagi. Namun hasilnya tetap sama, Akiko menolaknya.


"Aku tidak akan ikut denganmu meskipun kau memaksaku." Tolak Akiko yang muak dengan semua ucapan Tasan


"Kau benar-benar tidak berubah. Kau masih sangat keras kepala." Kata Tasan sambil mengingat masa lalunya dengan Rella.


Kini diatasnya muncul wyvern hitam yang siap untuk menghancurkan mereka semua.


"Apa yang kau lakukan?." Tanya Akiko yang merasakan firasat buruk akan segera terjadi


"Mungkin jika aku menghabisi mereka semua, aku bisa memilikimu sekali lagi."


Tasan yang lelah akan penolakan Akiko kini memerintahkan Wyvern miliknya miliknya untuk menghancurkan semuanya dengan Nafas api hitamnya.


"Jangan harap kau bisa melakukannya." Akiko kini menggunakan dinding pelindung cahaya untuk melindungi semua dari serangan Tasan.


Lama-kelamaan, Kelas Margery dan Azuna melihat perubahan wujud Akiko dari yang semula berambut orange dan berpakaian casual, kini ia berambut putih dengan baju dress serba putih. Tak hanya itu saja, sosok naga putih tiba-tiba saja muncul untuk mengcounter serangan wyvern tersebut.


****************


Setelah adu serangan tersebut, Akiko kini kembali ke wujud semula dan pingsan. Beruntung Azuna berhasil menangkapnya sebelum dia menyentuh tanah.


"Kau memang kuat, Rella. Tapi kau terlalu ceroboh untuk mengalahkanku sendirian." Kata Tasan merutuki kebodohan Rella.


"Prince. Bagaimana kalau kita mundur dulu?. Dengan kebangkitanmu masih belum begitu sempurna." Ajak Leah menyarankan agar mereka mundur.


"Kau benar, Leah. Baru saja diriku ini bangkit. Tetapi tak kusangka kalau Rella juga ikut bertindak." Kata Tasan masih memandangi wajah Akiko yang tertidur.


"Untuk kali ini saja, kami akan biarkan kalian selamat. Tetapi ketika kita bertemu, lagi aku akan membunuh kalian semua." Kata Tasan sebelum ia dan Leah pergi.


****************


"Selamat datang kembali, Tasan Prince." Ucap Corbeau memberi salam kepada Tuannya tersebut.


"Iya. terima kasih." Kata Tasan sambil menuju kearah singgasananya.


"Corbeau." Panggil Tasan ketika dia sudah menempati singgasananya.


"Ya yang mulia." Balas Corbeau dengan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.


"Panggil Ketujuh orang itu untuk menghadap padaku sekarang!." Perintah Tasan dengan tegas.


"Baik."


Tak lama kemudian tujuh orang yang diminta Tasan untuk menghadap padanya telah muncul.


"Selamat datang, Prince." Kata perempuan berambut merah dengan mata hitam.


"Kami sudah lama menanti anda, Prince." Ujar Pria berambut hitam panjang dan bermata hitam.


"Kami menunggu saatnya bagi kita semua untuk menghancurkan mereka." Sambung Wanita berambut pirang dengan mata merah.


"Kami Sudah tidak sabar. Menunggu perintah anda selanjutnya." Kata pria berkulit gelap dengan rambut putih dan mata merah.


Sementara itu, tiga sosok lainnya masih terdiam dan tidak berbicara sepatah katapun.


Tasan yang awalnya terdiam kini menampakkan senyum jahatnya.

__ADS_1


****************


Di sebuah tempat antah berantah, Sesosok anak remaja berambut pirang pendek , terbaring dengan kedua lengan yang terikat oleh borgol dibalik jeruji. Tak lama kemudian, ia membuka mata dan menampilkan mata birunya.


__ADS_2