Dreamy Magical

Dreamy Magical
eve true power.


__ADS_3

Setelah berkali-kali Eve menyerang Majesty, Majesty kini menyerang dengan meteor kegelapan miliknya. membuat Eve terjatuh.


"jadi inikah kemampuanmu itu? cukup memalukan." Hina Majesty.


Tetapi, Eve tidak peduli akan hinaan Majesty. Ia berusaha untuk bangkit kembali.


"aku tidak akan kalah." Balas Eve tidak menyerah. dia kembali berusaha untuk bangkit dari serangan Majesty.


"dasar keras kepala. edrombal ed edíortseA." Serangan Asteroid bayangan milik Majesty lagi-lagi membuat Eve terkapar tidak berdaya.


"Aaaaaaakkkhh." Eve kembali terjatuh akibat serangan Majesty.


"menyerahlah. kau tidak akan bisa mengalahkan aku." Tawar Majesty yang merendahkan Eve.


Lagi-lagi, Eve tidak mengherankan Majesty dan berusaha keras untuk kembali bangkit.


"selama aku masih memiliki nafas, aku tidak akan menyerah. Aku akan kembali karena aku harus bertemu dengan teman-temanku." Ujar Eve berusaha untuk bangkit kembali.


"kalau begitu, aku akan menghabisi dirimu." Ujar Majesty merasa tertantang akibat sikap Eve yang tidak mau menyerah.


"Kau pikir kau bisa mengalahkanku dengan serangan seperti itu." Ejek Majesty menghina kemampuan Eve.


"Aku tidak akan kalah." Ucap Eve yang Lagi-lagi berusaha untuk bangkit kembali.


"Dasar payah." Ujar Majesty sudah lelah dengan sikap Eve.


Ia kemudian menyerang Eve dengan Asteroid bayangan miliknya.


"Aaaaaaakkkhh."


"Kau tahu, kau tidak akan bisa mengalahkan diriku. Meskipun kau bisa, kau tidak akan keluar dari sini." Kata Majesty berusaha untuk melemahkan semangat Eve.


"Aku tidak peduli. Aku yakin bahwa aku bisa mengalahkan dirimu."Balas Eve masih tidak mau menyerah.


"Kau terlalu keras kepala." Kata Majesty sambil berusaha untuk menjatuhkan Eve.


...****************...


Flashback.


"Eve. Kemarilah." Panggil Arisa, mentor pribadi Eve meminta Eve untuk mendekat.


"Ada apa, Nona Arisa?." Tanya Eve sambil mendekati Arisa


"Kemampuanmu dalam menggunakan Sihir bayangan cukup kuat. Tetapi aku sedikit khawatir karena jarak sihir bayanganmu hanya 50 meter dan 100 meter dengan whip milikmu." Jelas Arisa yang menganalisa batas serangan bayangan milik Eve.


"Apakah ada cara untuk memperbesar jarak seranganku?." Tanya Eve pada Arisa mengenai kemungkinan bahwa batas jarak sihirnya bisa ditingkatkan lagi.


"Kalau sihirmu dilakukan di dalam ruangan, atau keadaan malam, mungkin akan bertambah." Saran Arisa berusaha untuk meyakinkan Eve untuk berusaha.


...****************...

__ADS_1


setelah beberapa hari Eve berlatih sendiri, terdapat sedikit peningkatan akan kemampuan Eve.


"Bagaimana?." Tanya Arisa apakah Eve mampu meningkatkan batasannya setelah ia mengizinkan Eve untuk berlatih sendiri.


"Dari jarak yang aku hitung hanya bertambah sekitar 20 meter." Jawab Eve yang sepertinya belum puas meskipun terdapat sedikit perkembangan. Ia kini melihat Arisa dan mulai bertanya apakah dia bisa lebih dari ini.


"Apa aku bisa memperbesar lebih dari ini?." Tanya Eve berharap agar kemampuannya bisa meningkatkan lebih jauh dari ini.


"Kalau kau percaya pada dirimu sendiri, aku yakin kau pasti bisa." Hibur Arisa agar Eve berusaha lebih baik.


"Tapi jangan memaksakan dirimu kalau kau itu membahayakan dirimu." Lanjut Arisa sambil memberi saran.


"Baik." Balas Eve kembali melanjutkan latihannya.


...****************...


"Ayo Eve." Seru Arisa menyemagati Eve yang berusaha untuk menyerangnya.


"AAAAAAAAAHH." Seru Eve berusaha untuk menyerang Arisa.


Tanpa Eve sadari, Bayangan mampu bergerak melewati batas serangan yang ada sementara ini belum malam.


'Ini......' Batin Arisa melihat bahwa Bayangan Eve mampu melalui batasannya.


Satu buah serangan milik Eve berhasil membuat Arisa terjatuh. Tetapi, Arisa tersenyum karena Eve sudah melewati batasannya.


Arisa kini bangkit dan memberitahu Eve hasil penilaiannya


"kau sudah telah melampaui batasanmu." Ujar Arisa senang dengan perkembangan Eve.


Terima Kasih." Ujar Eve Bahagia sambil menundukkan kepalanya.


End Flashback.


...****************...


"Sudah menyerah?." Tanya Majesty yang sudah bosan melihat tekad Eve.


"Aku sudah bilang padamu. Aku tidak akan menyerah." Ujar Eve sedikit Berteriak. Ia kemudian meninggalkan holy energynya hingga titik tertinggi.


"Cahaya apa ini?" Tanya Majesty yang kaget melihat holy energy milik Eve yang mampu menyala dengan terang.


Tanpa Eve sadari, Sebuah batu berwarna peach muncul diatasnya.



"Prism Stone?. Bagaimana bisa?." Kata Majesty tidak percaya bahwa Eve bisa mengaktifkan Prism stone disaat ia meningkatkan holy energynya.


"Erbmoc etavarc." Sebuah bayangan muncul dan mengikat Majesti dari belakang.


"Kau pikir kau bisa mengalahkanku?. Akan aku kembalikan semua ucapanmu itu." Kata Eve membalikkan ucapan.

__ADS_1


"Kurang ajar." Sebelum Majesty berhasil menyerang Eve, Klon bayangan muncul


"erbmoc ed nolc" Seru Eve sambil mengeluarkan klon bayangan miliknya.


"Apa ini." Ujar Majesty tidak percaya bahwa salah satu klon bayangan milik Eve mampu menyerangnya dari belakang.


"Bayangannya. Bagaimana bisa?." Majesty yang memprediksi jarak serangan Eve yang hanya sekitar 50 - 100 bisa sampai 300 meter.


Sayang sekali. Dengan keadaan seperti ini, kau sebenarnya telah membantuku tanpa sadar.


"Apa katamu?." Ujar Majesty tidak terima.


"ini night universe, bukan?. Apa Kau tahu, kalau bayanganku sangat kuat saat malam." Jelas Eve mengejek Majesty karena membawanya ketempat dimana bayangan miliknya bisa menjadi sangat kuat.


"Kurang ajar." Ujar Majesty tidak terima. ia kemudian berusaha untuk menyerang Eve dengan meteor kegelapan miliknya.


"erotém ed l'ombre." Majesty mengeluarkan sihirnya untuk mengalahkan Eve


"sekarang Rasakan seranganku ini." Eve yang tidak mau kalah, kini menyerang Majesti dengan serangannya.


"erbmoc srehcelf ellim" seribu anak panah bayangan berhasil diluncurkan dan mampu menghancurkan meteor bayangan milik Eve.


"tidak mungkin bagaimana mungkin aku bisa dikalahkan oleh Anak ingusan seperti dia." Majesty mulai kesalahan karena Eve kemampuan Eve yang tiba-tiba meningkatkan drastis.


"Ini masih belum seberapa, Erbmoc puol" tidak habis disitu saja, Eve kini mengeluarkan sihirnya untuk membuat bayangan berbentuk serigala yang siap mencabik-cabik tubuh Majesty.


"Aaaaaaaaaaaakkkkkkkkh." Teriak Majesy kesakitan akan tusukan pedang yang menatap tepat di dada kirinya.


"erbmoc ed etnaeg éepéE" Dengan Serangan pedang bayangan miliknya, Eve menghunuskan pedang tepat dijantung Majesty. dan membunuh Majesty secara perlahan.


"uaaaaaaaaaaakkkkkh." Majesty yang merasa kesakitan perlahan tidak mampu merasakan appun. Dengan dia menutup matanya, menandakan bahwa Pertarungan ini dimenangkan oleh Eve.


"Aku berhasil." Ujar Eve senang karena bisa mengalahkan Majesty.


Tidak lama kemudian, Eve melihat sebuah batu permata berwarna peach muncul dihadapannya.


"untuk apa ini?." Tanya Eve pada dirinya sendiri.


 Eve kemudian menyentuh batu tersebut. seketika, cahaya menyelimuti dirinya.


"silau sekali." Ucapnya sambil menutup matanya.


...****************...


Eve benar-benar kaget saat dia melihat dirinya sudah berada di dunianya sendiri.


Rekan-rekannya yang melihat dirinya menunjukkan raut wajah yang berbeda-beda. ada yang kaget, ada yang senang, ada yang menagis bahagia. tetapi, yang pasti mereka sangat senang karena Eve telah kembali.


"Eve. Kau sudah kembali?." Tanya salah seorang rekan Eve yang kaget melihat Eve yang kembali secara tiba-tiba.


"Eve-Chan akhirnya kau bisa kembali." Ujar Salah seorang rekan Eve yang bahagia akan kembalinya Eve.

__ADS_1


"Aku pulang, semuanya." Salam Eve setelah dia kembali dari Night Universe buatan Tasan.


TBC


__ADS_2