Dreamy Magical

Dreamy Magical
calm before storm


__ADS_3

Saat ini, Sasuke masih terduduk lemas sambil melihat kearah bawah. Tangannya memegang tanah tempat ia duduk dan pikirannya tengah pergi entah kemana. "Sudah mau tiba." Ujar Sasuke sambil memikirkan bahwa tidak akan lama lagi perang segera dimulai.


Dia tidak bisa berbuat apa-apa selain berharap agar teman-temannya segera menyelamatkan dia.


"Mungkin aku benar-benar harus sabar menunggu." Lanjutnya sambil bersabar menunggu saat itu tiba.


"Hei." Panggil Theressa muncul dalam bentuk proyeksi dari liontin Sasuke.


"Theressa-Neesan!!!." Panggil Sasuke senang. Dia tahu bahwa Theressa jarang berada disini. Tetapi setiap Theressa datang, dia tidak merasa kesepian.


"Maaf membuatmu menunggu lama." Maaf Theressa merasa bersalah meninggalkan Sasuke kesepian. Namun, Sasuke menggelengkan kepalanya berusaha untuk tidak merepotkan Theressa.


"Aku tidak keberatan." Kata Sasuke berusaha tersenyum dan menyembunyikan rasa kesepiannya.


"Hei. Sasuke." Panggil Theressa sekali lagi.


"Ada apa?." Tanya Sasuke.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah kamu bebas dari sini?." Ucap Theressa menanyakan rencana Sasuke setelah dia keluar dari penjara ini.


"Aku ingin kembali bersama teman-temanku. Aku ingin kembali belajar bersama mereka. Aku ingin bisa hidup senang bersama mereka semua." Mohon Sasuke sambil membayangkan dirinya yang kembali belajar, bermain, serta bercanda dengan semua teman-temannya.


"Apakah kau punya sebuah impian?." Tanya Theressa penasaran. ia melihat Sasuke tidak memiliki ambisi yang cukup besar karena ia hanya selalu memikirkan tentang teman-temannya, dan juga orang-orang yang berjasa padanya.


"Entahalah. Dulu aku bermimpi jika aku besar maka aku ingin menikahi seorang putri raja." Jawab Sasuke berandai-andai.


"Apakah demi kekuasaan?." Tanya Theressa ingin tahu.


"Bukan." Bantah Sasuke.


"Lalu apa?." Tanya Theressa lagi.


"Mungkin memang benar jika menikahi putri raja, suatu saat kau akan menjadi seorang raja. Tetapi, keinginanku adalah karena putri raja adalah seseorang yang sangat rapuh baik segi fisik maupun mental. karena itu mereka harus dilindungi." Ujar Sasuke sambil membayangkan dirinya menyatakan cintanya pada Sang tuan putri kemudian menikahinya.


"Kau sepertinya tidak memiliki ambisi yang terlalu tinggi." Ujar Theressa mengomentari pemikiran naif Sasuke yang tidak jauh berbeda dengan kisah negeri dongeng.


"Aku hanyalah Orang luar. Tahta Kerajaan hanya diberikan pada mereka yang sedarah." Balas Sasuke tidak menampik ucapan Theressa. Ia hanyalah Orang luar. ia tidak menginginkan kekuasaan. Dia hanyalah bocah naik yang selalu berpikir bahwa jika ia menikah dengan seorang Putri, maka hidupnya akan bahagia seperti dongeng yang selalu dibacakan oleh ibu tirinya.


"Semoga keinginanmu terkabul." Ujar Theressa mendoakan agar keinginan Sasuke terkabul.


"Terima kasih." Balas Sasuke tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya saat mendengar kata-kata Theressa tersebut.

__ADS_1


"Baiklah aku ingin memberikanmu satu tambahan kekuatan agar temanmu bisa dengan mudah menyelamatkan dirimu." Ucap Theressa mengganti topik pembicaraan.


"Baik."


...****************...


"Lama tidak bertemu, Akiko-san." Sapa Lalah yang melihat Akiko sedang berdiskusi dengan Kelompok Alpha di taman.


"Kamu Lalah bukan?. Senang bertemu kembali." Ucap Akiko tersenyum senang melihat Lalah yang mendekati dirinya.


"Sepertinya kalian kehilangan satu orang?." Tanya Lalah saat ia tidak melihat sosok berambut pirang yang selalu bersama mereka.


"Ya. Kami kehilangan dia karena pengaruh Tasan." Jawab Zakuro sedikit murung.


"Begitu rupanya." Balas Lalah merasa kasihan


"Ngomong-ngomong. Apakah kau sudah tahu pembagiannya?." Tanya Sakuraba pada Lalah sambil mengalihkan topik pembicaraan.


"Pembagian?." Tanya Lalah kurang paham.


"Akan kami jelaskan." Kata Igarashi memberi penjelasan.


"Heart Section : Hanada, Sakuraba, Kenji, Annie, Mimori, Noel, Millia, Asher, Nina, dan Mark." Kata Igarashi menyebutkan anggota Heart section.


"Intution Section : Aku, Igarashi, Hamura, Kenichi, Kurohana, Mamoru, Lalah, Terry, Orihime, dan Rowan." Kata Akiko menyebutkan nama-nama yang masuk dalam kategori Intution


"Atas dasar apa pembagian tersebut dilakukan?." Tanya Lalah heran bagaimana sistem pembagian tersebut.


"Nilai akademik, karakeristik, serta problem solving." Jawab Igarashi singkat.


"Tetapi, Igarashi akan double team dengan Medic section dan Kenichi juga akan double team dengan Strategy section." Kata Hanada memberitahu bahwa Igarashi dan Kenichi akan berada di dua tim yang berbeda dikarenakan kemampuan mereka.


"Karena ini menyangkut nyawa semua orang, kami mohon Kalian dari Edelweiss Sanctuary Academy dari Kerajaan Vorta mau membantu kami." Mohon Akiko sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah Dengan senang hati kami akan membantu." Balas Nina bersedia membantu Akiko.


...****************...


Setelah banyak berbincang dengan Lalah, Azuna kini memutuskan untuk duduk di bangku sendirian. Saat ini, dia sedang memikirkan tentang ucapan Sakuraba mengenai dirinya dan Azuna. Sehingga ia tidak menyadari sosok yang sekarang berada dipikirannya sedang menuju kearahnya.


"Akiko." Panggil Azuna saat dia melihat Akiko duduk sendirian di taman.

__ADS_1


"Miss Azuna." Ucap Akiko saat dia melihat Azuna duduk disampingnya.


"Sedang apa disini?." Tanya Azuna saat ia melihat Akiko duduk melamun sendirian.


"Aku sedang memikirkan sesuatu." Jawab Akiko singkat sambil berpikir kembali.


"Tentang apa?." Tanya Azuna ingin tahu.


"Pernahkah kau merasa ada gap diantara masa lalumu?." Tanya Akiko to the point.


"Entahlah. Kenapa?." Tanya Azuna balik. jika ditanya mengenai masalah ini, terdapat banyak sekali gap-gap diantaranya ingatannya. sehingga ia tidak mampu melihat bagian-bagian kecil ingatannya yang serasa disegel secara paksa oleh seseorang.


Dan cukup mengejutkan baginya, karena Akiko tiba-tiba bertanya seperti itu. Seolah-olah hilangnya ingatan Azuna dan pertanyaan Akiko ini saling berkaitan.


"Bukan apa-apa. Hanya ingin tahu." Jawab Akiko tidak ingin Azuna mengetahui masalahnya.


"Mungkin. kau tahu sendiri kalau aku tidak mengingat apapun semenjak memakai topeng ini." Ujar Azuna sambil mengingatkan Akiko mengenai bagaimana ia bisa kehilangan ingatannya.


"Begitu, ya." Balas Akiko setelah mendengar penjelasan Azuna. Tidak lama kemudian, Dia beranjak pergi meninggalkan Azuna sendirian.


"Akiko?." Panggil Azuna sambil melihat Akiko beranjak dari tempat duduknya.


"Maaf. Sudah menganggu waktumu." Pamit Akiko sambil menjauh meninggalkan Azuna.


'Apa mungkin Miss Azuna dan Aku bersaudara?.' Batin Akiko sambil memikirkan perkataan Sakuraba saat di Panti Asuhan Putri.


'Tapi bagaimana bisa?.' Batinnya kembali bertanya. Akiko yang frustasi kini mengacak-acak rambutnya sendiri karena pikirannya menemui jalan buntu.


"Ini merepotkan."


...****************...


'Aku serahkan nasib kedua putriku padamu.'


Teringat jelas di ingatan Shawn bagaimana seorang wanita berambut orange menitipkan kedua putrinya padanya. Sebelum dia meninggalkan Mereka untuk mengorbankan dirinya mengalahkan sang Iblis yang berusaha untuk menculik putri bungsunya tersebut.


Shawn kemudian berjalan kearah jendela kemudian melihat pemandangan yang ada diluarnya. Tidak lama lagi, perang akan segera dimulai dan dia tidak bisa membayangkan nasib kedua orang anak yang telah dititipkan padanya itu. Apalagi saat ini sang kakak tidak mampu mengingat apapun dan sang adik sering mengalami perubahan wujud tanpa sadar.


Tetapi, Ia harus percaya bahwa kedua anak itu telah tumbuh dan mampu menjaga diri mereka sendiri. Yang satu telah menjadi mentor jenius dan yang satunya telah menjadi Penyihir rookie yang cukup hebat pada generasinya. yang perlu ia lakukan sekarang adalah melindungi mereka berdua hingga sang kakak atau sang adik mendapatkan kembali posisi mereka.


"Aku akan melindungi mereka, Kakak." Ujar Shawn berjanji pada seseorang yang telah meninggalkannya bertahun-tahun yang lalu.

__ADS_1


TBC


__ADS_2