
Setelah diselimuti oleh energi hitam, Eve kini terbangun di sebuah kota tua di malam hari.
"Dimana ini?." Tanya Eve entah kepada siapa.
"Aku tidak menyangka bahwa Dark energy tersebut membawaku ke tempat ini." Ujar Eve sambil melihat ke sekeliling.
Eve kemudian bangun dan beranjak dari tempat ia terjatuh tadi. sejauh mata memandang, ia tidak melihat seseorang sama sekali.
"Tempat ini cukup aneh." Gumamnya sambil melihat sekeliling.
Eve kemudian mulai berteriak memanggil-manggil seseorang berharap ada yang mau membalas panggilannya. Tetapi, hasilnya tetap saja nihil. tidak ada yang membalas panggilannya.
"Halo apa ada orang?." Teriak Eve berusaha untuk memanggil seseorang. Tetapi sayang, tidak ada yang menjawab panggilan Eve.
"Halo." Panggil Eve sekali lagi. Tetapi tidak ada jawaban yang hanya membuat Eve semakin cemas.
"Tempat ini hanyalah kota mati." Ujar Eve setelah merasa tidak ada yang menjawab panggilannya.
Eve akhirnya hanya bisa berjalan sambil melihat sekeliling berusaha untuk mencari petunjuk mengenai tempat dia berada. Dia terus fokus hingga dia tidak menyadari seseorang mengawasi dia dari belakang.
Tidak lama setelah berjalan disekitar kota, Eve berhenti sebentar karena merasakan ada dark Energy yang sedari tadi menghantui dirinya.
"Siapa disana?." Tanya Eve sambil mengalihkan pandangannya ke belakang.
Ternyata seorang wanita berambut hitam dengan jubah perang muncul dan menghampirinya.
"Ketahuan rupanya." Kata Wanita tersebut merasa dirinya ketahuan oleh Eve.
"Siapa kau?." Tanya Eve sedikit tidak sabar.
"Namaku adalah Majesty. Penjaga Night Universe." Balas Majesty memperkenalkan dirinya.
"Night Universe?. Apa maksudmu sebenarnya?. Dan Kenapa aku bisa ada disini?." Tanya Eve tidak paham apa maksud dari perkataan Majesty.
"Itu semua karena kemampuan Tasan Prince." Kata Majesty membanggakan kemampuan Tasan yang menculik seluruh anggota Kelas Margery.
"Tasan?. Apa maksudmu sebenarnya?." Tanya Eve sekali lagi tidak paham apa yang dimaksudkan oleh Majesty. Apakah Tasan yang telah membuat dia terperangkap di dunia aneh ini?.
"Hahahahahahhaha." Bukannya menjawab, Majesty malah tertawa menghina Eve. Sungguh tawa Majesty membuat Eve merasa semakin kesal.
__ADS_1
"Berhenti tertawa danJawab pertanyaanku!." Perintah Eve yang merasa pertanyaannya dihiraukan oleh Majesty.
"Selamat datang di Wonderland Universe." Ujar Majesty setelah berhenti tertawa.
...****************...
"Shawn." Panggil Sienna sambil masuk keruangan dengan tergesa-gesa. Ibu dari Oozora kembar tersebut berusaha untuk memberikan informasi yang mengejutkan dari lapangan.
"Ada apa Sienna?." Tanya Shawn yang tengah menyusun rencana bersama Frizt, Carl, Sazh, Kagura, dan Kagebana kini mengalihkan fokusnya ke Sienna.
"Terdapat berbagai laporan bahwa Anggota Kelas Margery tiba-tiba menghilang tanpa jejak!."Ujar Sienna to the point.
"APA?!." Teriak semua orang yang berada didalam ruangan tidak percaya.
"Bagaimana kronologinya?." Tanya Carl yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi.
"Tidak ada yang tahu pasti. Tetapi, ada beberapa saksi mata yang mengatakan bahwa ada energi aneh menyelimuti mereka kemudian energi tersebut membungkus sekaligus membawa pergi anggota Kelas Margery." Ucap Sienna menjelaskan informasi yang ia dapat dari Hikawa, Bara, Haruhi, Suaminya Vale, Mika, dan Juan.
"Dark enegry?." Tanya Frizt memastikan. Sienna hanya mengangguk sebagai jawaban.
Shawn terdiam ketika dia mendengarkan penjelasan dari Sienna. entah kenapa dia merasa tidak asing dengan apa yang terjadi pada anggota Kelas Margery. Dia terdiam hingga ia mengingat bahwa ini ada kaitannya dengan seseorang. "Tasan" Gumam Shawn tiba-tiba.
"Ini adalah ulah Tasan." Balas Shawn membuat semua orang panik. Mereka tidak menyangka bahwa Tasan sampai menggunakan sihirnya untuk menculik anggota Kelas Margery.
"Lalu bagaimana kami harus mengatasinya?." Tanya Sazh berusaha untuk menemukan solusi agar mereka bisa menyelamatkan Anggota Kelas Margery.
"Jangan panik." Ujar seorang wanita yang tiba-tiba membuat semua menoleh ke sumber suara.
"Regina?." Panggil Shawn saat melihat sang istri yang masuk ke dalam ruangan.
"Shawn apa kau lupa apa yang terjadi pada kakak ipar dan suaminya?." Tanya Regina berjalan mendekati sang suami.
"Wonderland Universe?. Iya aku ingat apa yang terjadi pada mereka." Shawn jelas-jelas mengingat apa yang terjadi pada sang kakak dan kakak iparnya yang terjebak di dunia lain. Namun pada akhirnya mereka bisa lepas dari Wonderland Universe.
"Untuk bisa keluar dari sana, kau mengaktifkan Prism Stone yang ada di dalam jiwa kalian." ucap Regina menjelaskan cara untuk bisa keluar dari Wonderland Universe.
"Dan untuk bisa mengaktikannya, Kau harus memaksimalkan Holy Energy sampai titik tertinggi." Lanjut Shawn tetap tenang.
Semua orang mulai paham dengan penjelasan yang diberikan oleh Shawn serta Regina. Tetapi, mereka merasa masih tidak bisa tenang mengingat Anggota Kelas Margery masih terjebak.
__ADS_1
"Jadi Apa yang harus kita lakukan?." Tanya Sienna sekali lagi berusaha memberanikan diri untuk mendapatkan jawaban.
"Seperti kataku tadi. Jangan panik. Mereka akan mengetahuinya sendiri." Jawab Regina memberi solusi.
"Frizt, Kagura. Beritahu Semua yang di lapangan untuk tidak panik. Dan beritahukan bahwa cara untuk keluar ada pada Kelas Margery sendiri." Perintah Shawn pada Frizt dan Kagura."
"Baik." Ucap Frizt dan Kagura segera memberikan solusi untuk Para penyihir di medan perang.
...****************...
"Tnaég ed erbmo'l." Eve menggunakan cambuknya untuk mengeluarkan serangan bayangan raksasa miliknya untuk melawan Majesty. Tetapi Majesty dengan mudah menghindar dari segala serangan Eve.
"edrombal ed edíortseA." Serangan Asteroid bayangan milik Majesty membuat Eve tidak punya pilihan selain menggunakan sihir bayangan miliknya untuk berlindung.
"erriéraB erbmo'd." Eve kini mengeluarkan perisai bayangan miliknya untuk berlindung. Namun serangan Majesty sepertinya tidak dapat untuk ditahan
"Aaaaaaakkkhh." Eve yang berusaha menahan serangan Majesty merasa kesulitan sehingga ia terkapar akibat serangan Majesty.
"Kasihan sekali dirimu." Ujar Majesty sedikit menghina.
Eve yang tidak menyerah kini segera menggunakan sihirnya bayangannya untuk menjadi sebuah panah.
"sehcèlf erbmo'd." Panah-panah bayangan Eve segera disasarkan kearah Majesty.
"Serangan seperti itu tidak akan mempan melawanku." Ujar Majesty yang masih menyombongkan kemampuannya. Ia kembali menggunakan edrombal ed edíortseA untuk menyerang Eve.
Panah bayangan dan Asteroid bayangan saling beradu hingga keduanya hancur lebur.
"Aku tidak akan kalah olehmu. Al enneim ed erbmo'l." Eve menggunakan bayangan miliknya untuk menghentikan pergerakan Majesty. Tetapi, Entah kenapa Majesty mampu terlepas dari jeratan bayangan milik Eve.
"erotém ed l'ombre." Tak disangka-sangka, serangan bayangan milik Majesty mampu menumbangkan Eve.
Tetapi, Eve yang tidak mau kalah bangkit kembali seolah-olah serangan Majesty tadi bukanlah apa-apa.
"Masih tidak mau menyerah?." Kata Majesty melihat Eve yang tidak mau menyerah setelah ia jatuhkan berkali-kali.
"Aku tidak akan kalah. Aku Akan mengalahkanmu dan keluar dari sini." Ujar Eve berusaha bangkit.
"Baiklah. Aku akan mengalahkanmu hingga kau tidak bisa bergerak lagi." Ucap Majesty yang semangat ingin menghabisi Eve lagi dan lagi.
__ADS_1
TBC