
Di kastil kerajaan Deimos, salah seorang pengawal memberitahukan informasi mengenai tewasnya Delry pada Tasan.
"Kami mendapatkan laporan bahwa Delry telah tewas ditangan Salah seorang anak Margery." Ujar Salah Seorang pasukan Kerajaan Deimos.
'Satu orang gugur kembali.' Batin Tasan merasa kehilangan akan Ksatria terbaiknya. "bagaimana dengan yang lainnya?." Tanya Tasan apakah semua Penjaga Wonderland Universe buatannya sudah dikalahkan.
"kami masih belum medapat kabar, Prince." Jawab Anak buah Tasan ragu. mengingat Saat ini hanya baru dua orang saja yang gugur.
Tiba-Tiba, Tasan merasakan bahwa Salah satu anak buahnya bertarung melawan Anggota Kelas Margery. 'Aku merasa Maze saat ini sedang bertarung dengan seseorang.' Batin Tasan yakin bahwa Maze tengah berhadapan dengan seseorang.
"Suruh Maze untuk mengeluarkan pertahanan terbaiknya. habisi Salah satu anggota Kelas Margery." Perintah Tasan pada anak buahnya untuk melakukan Direct mind link pada Maze.
"baik." Ujar prajurit Tasan mematuhi Perintah.
"Kematian Majesty dan Delry memang adalah hal yang menyakitkan. Tetapi jangan buat diri kalian lemah hanya karena kehilangan kekuatan. Suruh penjaga Wonderland Universe yang lain untuk siap siaga dan jangan anggap remeh Margery Class." Ujar Tasan agar seluruh anak buahnya untuk waspada dan tidak meremehkan kemampuan Margery Class.
"Pengorbananmu akan selalu kuingat, Delry." Ujar Tasan menitipkan air matanya. Meskipun dia sedih, dia harus tegar karena Ini demi kejayaan Kerajaan Deimos. Dan dia bangga akan Jasa Delry.
...****************...
Sementara itu, Mimori masih terjebak di sebuah hutan antah berantah. Entah kenapa dia bingung apakah ini karena kecerobohannya tersesat atau karena ada yang sengaja menculik dirinya.
"Apakah aku tersesat lagi?." Tanya Mimori pada dirinya sendiri.
Ia terus memandang kearah sekitar. berharap ada yang bisa ia temui. Tetapi hasilnya nihil
Kemana semua orang?." Tanya Mimori sekali lagi merasa hanya dia sendiri yang ada di hutan antah berantah ini.
"Entah kenapa apakah aku harus menyalahkan diriku sendiri atau memang ada orang lain yang melakukannya." Kata Mimori kebingungan siapa yang bersalah dalam hal ini. Dirinya atau orang lain?.
Mimori terus berjalan sampai pada Akhirnya dia merasa ada yang sedari tadi mengawasi dirinya.
"Rupanya memang benar. Aku sedang diikuti." Setelah berkata hal tersebut, Mimori segera berlari tanpa arah untuk memancing penguntitnya tersebut keluar.
"kupikir aku seharusnya tidak boleh tersesat. tetapi Sepertinya aku harus memanfaatkan buta arahku untuk menghindar." Ujar Mimori memanfaatkan buta arahnya untuk menghindar sekaligus memancing Sang musuh keluar.
merasakan bahwa rantainya terus menunjuk kearah belakang, membuat Mimori tahu bahwa sekarang musuhnya ada di belakang.
'Di belakang?.' Gumam Mimori pelan. Ia kemudian menghadap kebelakang dan menyerang penguntitnya dengan rantai miliknya.
__ADS_1
"KELUAR KAU!." Teriak Mimori memaksa Lawannya untuk keluar dengan rantainya.
"Rantai sialan. Karena benda itu, Aku jadi ketahuan." Gerutu orang tersebut karena merasa ketahuan oleh rantai milik Mimori.
"siapa kau sebenarnya?." Tanya Mimori dengan Tegas.
"Namaku adalah Maze. aku adalah penjaga Forest Universe." Ujar Maze memperkenalkan dirinya sendiri.
"Forest Universe?. Apa maksudmu?. Apakah ini perbuatan Tasan?." Tebak Mimori yang menduga bahwa Tasan adalah dalang yang membuat dia terkurung di tempat ini.
"Bingo. Berkat kemampuan Tasan Prince, Kau bisa berada disini." Ujar Maze membenarkan ucapan Mimori
"Untuk apa tasan ingin aku berada disini?." Tanya Mimori Kesal.
"Entah. mungkin karena kalian adalah penghambat. Jadi Prince memaksa kalian untuk dikurung disini." Ujar Maze asal-asalan. dia tidak memperdulikan Mimori yang sedang emosi.
"Dasar merepotkan." Gerutu Mimori yang merasa Sial.
Tidak lama kemudian, Maze seperti mendapatkan perintah melalui mind link karena bisa dilihat dari reaksinya yang bahagia setelah mendapatkan perintah.
"Ahahahahhahahaha." Maze tanpa aba-aba tertawa lepas membuat Mimori keheranan dengan tingkah laku Maze.
"Tidak ada apa-apa. Hanya saja...." Ujar Maze memotong ucapannya sendiri. Setelah mendapatkan perintah Tasan Melalui Mindlink, Ia semakin bersemangat karena diizinkan menggunakan senjata kesukaannya.
Ia kemudian segera mengeluarkan alat seperti senter laser untuk ditujukan pada Mimori.
"Apa itu?." Tanya Mimori sedikit tak sabar.
"Ini adalah Laser Pointer yang diberikan khusus oleh Tasan Prince padaku. Dengan ini mengarahkan sinar Laser milik Tasan Prince, Maka....." Maze kini mengarahkan Lasernya kearah besi tua di dekat mereka.
Besi tua yang tadi disenteri oleh Laser milik Maze kini dimakan oleh rayap-rayap hingga Besi tua tadi habis tanpa sisa dimakan oleh rayap layaknya sebuah kayu.
"Rayap?." Ujar Mimori yang tidak percaya bahwa Itu tadi hanyalah besi tua, tapi rayap-rayap tersebut memakannya sampai habis seolah-olah itu adalah kayu.
"seperti yang kau lihat Rayap itu akan memakan habis semua yang ditunjukkan oleh Laser ini." Kata Maze menjelaskan apa yang barusan terjadi.
"Tidak peduli mau itu kayu, besi, atau apapun. Jika Laserku sudah kuarahkan pada benda tersebut maka Para Rayap akan memakan habis.
'Sial.' Gerutu Mimori dalam hati.
__ADS_1
"Sekarang terima ini. sdiar ed setimret" Ujar Maze kini mengarahkan Lasernya kearah Mimori.
Seketika itu juga rayap-rayap berusaha untuk mendekati Mimori. Mimori yang Panik segera menghindar dengan menggunakan rantainya untuk menjangkau Dahan yang jauh.
Mimori terus menghindar sambil memikirkan cara untuk menyerang Rayap-rayap milik Maze.
"Ayo teruslah menghindar. kemanapun kau pergi, rayap itu akan mengejar dirimu." Ujar Maze bermain-main berusaha untuk menangkap Mimori.
"Dasar. enîahc eércas" Seru Mimori sambil mengeluarkan Rantai Sihir yang terbuat dari holy energy.
Alangkah terkejutnya bahwa Rayap-rayap tersebut juga memakan habis enîahc eércas miliknya.
"mustahil." Kata Mimori Tidak percaya bahwa rantai holy energynya dimakan rayap seolah-olah rantainya terbuat dari kayu.
"Bahkan Rantai dari holy energymu itu hanyalah sebuah camilan bagi rayap-rayapku." Ujar Maze yang mengisyaratkan bahwa Serangan enîahc eércas milik Mimori tidak akan berguna.
'Sial' Batin Mimori menggerutu.
"sekarang Rasakan ini. tnemednorg ed siob. " Kini giliran Maze mengeluarkan serangan andalannya untuk membuat Mimori terpojok.
Mimori tidak menyangka bahwa semakin dia menghindari Maze, semakin membuat dia mendekati Tebing.
'Tebing?.' Batin Mimori kaget. Dan sebelum dia dapat meraih dahan pohon yang pas, Pohon tersebut tumbang dan membuat Mimori jatuh dari tebing.
"Aaaaahhhhhh." Teriakan Mimori menggema bersamaan dengan dirinya yang jatuh.
Maze yang melihat Mimori terjatuh hanya menertawakan Mimori. Menghinanya akibat kesialan yang diakibatkan oleh Maze. "Kau benar-benar menyedihkan." Ujar Maze menghina keberuntungan Mimori yang tidak sejalan dengan nasibnya saat ini.
...****************...
Di tempat lain, Sasuke masih berusaha untuk menghancurkan Sel tahanan dimana ia dikurung.
"Ayo Sasuke kau pasti bisa." Batin Sasuke berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri.
"pouch ed errennot." berkat usaha kerasnya, Sasuke berhasil terbebas dari sel tersebut. ia kemudian segera berlari hingga....
"Uwaaaaaah."
ia terjatuh ke sebuah ruangan yang sangat misterius.
__ADS_1
TBC.