Dreamy Magical

Dreamy Magical
Truth and Choice


__ADS_3

Setelah Kelompok Alpha dan Hikawa berhasil mengalahkan pasukan Kota Vesper, Kini Kelompok Alpha mengacungkan senjata mereka kearah Farran. Meminta dia untuk menyerah.


"Menyerahlah, Farran." Ujar Akiko menodongkan senjatanya kearah Farran.


"Farran. Jika kau mau mengikuti kami King Regent akan memaafkan dirimu." Sambung Igarashi agar Farran mau bekerja sama.


"Aku tidak percaya akan omong kosong yang kalian tujuhkan padaku." Balas Farran tidak peduli.


"Farran. Ikut kami. Ini demi dirimu dan juga seluruh Kota Vesper." Kata Hikawa berusaha meyakinkan Farran untuk ikut dengan mereka. hal ini dikarenakan Dirinya mendapat kabar dari Shawn bahwa tidak lama lagi, Kota Vesper akan dihancurkan oleh Tasan.


"Diam kalian semua." Teriak Farran membuat semua orang terdiam.


"Farran. Kami tidak akan berhenti hanya dengan gertakanmu. Apakah kau tahu bahwa Kerajaan Deimos akan menghancurkan Kota Vesper. Kalian tidak dibutuhkan lagi oleh mereka." Ucap Sakuraba bersikukuh agar Farran mengikuti keinginan mereka.


"Simpan semua bualan yang kau tujukan padaku itu." Kata Farran tidak mempercayai ucapan Sakuraba dan hanya menganggap hal tersebut sebagai bualan semata.


...****************...


Sasuke mendengar langkah kaki yang tidak asing baginya. Dia menoleh dan melihat Tasan datang menghampirinya.


"Apa yang ingin kau lakukan disini?." Tanya Sasuke saat ia melihat Tasan datang menghampirinya.


"Menyapa dirimu." Balas Tasan singkat.


"Aku tidak butuh sapaanmu." Tolak Sasuke tidak peduli akan kedatangan atau bahkan sapaan Tasan.


"Tidak hanya itu." Ujar Tasan mengatakan bahwa ia tidak hanya berkunjung saja.


"Apa maksudmu?." Tanya Sasuke penasaran.


"Lihatlah ini." Ucap Tasan menunjukkan bola kristal miliknya. Di dalam bola kristal tersebut, Ia melihat Kota Vesper.


"Kota Vesper?. Apa yang rencanamu kali ini?." Sasuke kini kembali bertanya apa yang ingin Tasan lakukan pada Kota Vesper.


"Membantumu membalaskan dendam." Jawab Tasan Singkat.


"Kau. Jangan-jangan...." Seolah-olah memahami maksud Tasan, Sasuke hanya membelalakkan matanya tidak percaya.


Tasan akan menghancurkan Kota Vesper.


...****************...


"Aku tidak percaya dengan semua omong kosong yang kau tujukan padaku." Ucap Farran Masih tidak percaya.


"Karena itu..." Farran kini mulai mengalihkan pandangannya kearah Akiko.


"Matilah kau gadis sialan." Teriak Farran sambil menuju kearah Akiko.


"AKIKOOO." Teriak seluruh Kelompok Alpha dan Hikawa bersamaan. Namun beruntung Azuna berhasil menghalangi Farran sebelum ia sukses melukai Akiko.


"Miss Azuna." Ucap Sakuraba saat dia melihat Azuna datang dan melindungi Akiko. Tidak hanya itu, Nina dan juga teman-temannya datang melindungi mereka.


"Perlukah aku menjelaskan semuanya." Kata Azuna berusaha menjauhkan Pedang milik Farran dari Akiko.


"Siapa kau sebenarnya?." Tanya Farran setelah pedangnya dijauhkan dari Akiko.


"Aku adalah Azuna. Aku adalah guru dari anak-anak ini dan juga Cucumu, Nishino Farran." Jawab Azuna memperkenalkan diri.


"Lalu apa maksudmu dengan menjelaskan semuanya?." Tanya Farran menanyakan maksud dari pernyataan Azuna.


"Celine." Panggil Azuna memerintahkan Celine untuk menunjukkan apa akan terjadi.

__ADS_1


"Baiklah." Celine kemudian mengeluarkan bola kristal miliknya dan menunjukkan pada Farran nasib Kota Vesper.


"Seperti yang kau lihat sendiri. tidak lama lagi, Kota Vesper akan berakhir menjadi kota mati. Tasan tidak pernah menganggap kalian ada setelah pengkhianatan yang dilakukan oleh Veronna. Semua yang diucapkan oleh Tasan beserta The Ravens adalah kebohongan." Ucap Celine menjelaskan apa yang dilihat oleh bola kristalnya ini.


"Tidak mungkin." Bantah Farran tidak percaya.


"Terserah kalau kau mau percaya atau tidak. ini adalah kenyataan yang kau terima." Kata Celine yang kesal bahwa ucapannya dianggap sebagai bualan.


"Aku tidak percaya pada kalian. Tasan Prince tidak akan mengkhianati kami." Ujar Farran masih membela Tasan.


"Itu menurutmu. Tetapi Tasan tidak berpikir demikian." Kata Igarashi bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan oleh Wali kota Vesper ini.


"Aku tidak percaya. Ini hanyalah ilusi yang kalian buat untuk menjebakku, bukan?." Ucap Farran Masih membantah bukti yang sudah ada didepan matanya.


"Farran-San. Aku mohon dengarkan kami sekali saja." Ucap Hanada Agar Farran mau mendengarkan mereka.


"Diam kau." Bentak Farran. Tetapi Hanada tidak merasa tersentak dengan bentakan Farran.


"Farran. ikutlah dengan kami. Kami tahu suatu saat kalian akan mendapatkan hukuman atas kesalahan yang kalian perbuat. Tetapi setidaknya, Kami akan membiarkan kalian semua untuk hidup sebagai penebusan dosa." Ajak Hikawa berusaha untuk menyelamatkan Farran.


"Tidakkah kau ingin melihat dunia yang diinginkan oleh putrimu, Tidakkah kau ingin melihat Cucumu." Ucap Akiko berusaha membuat hati Farran luluh dengan ucapannya.


"Aku tidak punya seorang cucu." Bantah Farran tidak sudi menganggap Sasuke adalah cucunya.


"Anakku telah mempermalukan diriku dengan memiliki anak diluar pernikahan." Kata Farran berbohong seolah-olah dialah korbannya.


"Oh iya. Tapi bukankah itu karena putrimu menjadi seperti itu akibat perbuatanmu memasukkan ramuan yang membuat Temanku, Ryosuke dan Putrimu, Asahina memiliki anak." Kata Hikawa mengetahui trik yang dilancarkan oleh Farran.


"Awalnya kau ingin memanfaatkan King Consort sebagai targetmu. Tetapi, Queen dan King Consort telah meninggal satu tahun sebelum rencanamu dijalankan. Maka kau mengubahnya dari King Consort menjadi Jendral Besar Kerajaan Angel, Higashi Ryosuke." Jelas Hikawa mengutarakan kebenaran yang dirahasiakan oleh Asahina.


"Bagaimana kau...." Tanya Farran penasaran bagaimana Hikawa mengetahui semua itu.


"Lalu, apakah dengan itu kau bisa membuatku menyerah begitu saja." Tantang Farran pada Hikawa seolah-olah ucapan Hikawa mampu membuat dia merasa takut dan menyerahkan diri pada Hikawa dan yang lainnya.


"Anak itu, Anak itu telah menghancurkan semua rencanaku. Karena dia, Kami menderita." Ujar Farran menyalahkan putrinya.


"Asahina yang tidak pernah mau menurutiku untuk mengikuti rencana kami malah mencoba Memberi tahu kebenaran sejak awal. Maka dari itu, Aku menghabisinya. Dan membawa putranya pergi. memberikannya pada Wanita sialan yang menjadi sahabat Asahina agar wanita itu, bisa menjadi tumbal." Kata Farran tidak menunjukkan rasa sesal sama sekali karena telah membunuh putrinya.


"Jadi selama ini. Kau sudah merencanakan semua sejauh ini?." Tanya Hikawa tidak mempercayai apa yang ia dengar.


"Iya benar. Dan Wanita bernama Hinagiku itu, mengetahui kebenaran tentang putra tirinya, dan sejak awal. Dia yang begitu ingin merawat putra sialan Asahina. dengan mengatas namakan pertemanannya dengan Asahina." Ujar Farran membenarkan perkataannya.


"Dan berniat menjelaskan Pada Anak sialan itu ketika dia besar kebenaran bahwa dia dimanfaatkan olehku." Lanjutnya dengan menunjukkan wajah sinis pada semua orang.


"Tetapi, berkat Dark Energy milik Tasan Prince, Wanita bernama Hinagiku tersebut berhasil dibungkam sebelum semua terbongkar." Ucap Farran mengingat betapa bahagianya dirinya mengetahui wanita sialan yang menjadi sahabat putrinya telah tewas.


"Si brengsek yang juga merupakan suami Hinagiku berusaha untuk membongkar alasan dibalik kematian Istrinya, Tetapi Tasan Prince juga berhasil menghabisi Ryosuke sebelum kebenaran terkuak." Lanjutnya membuat Hikawa terkejut. Jadi penyebab kematian sahabatnya ini adalah Tasan.


Ia tak menyangka bahwa percakapan terakhir mereka merupakan pertanda bahwa Ryosuke akan berakhir di tangan Tasan.


...****************...


Flashback.


"Aku mohon jaga putraku." Ucap Ryosuke tiba-tiba. Hal ini justru membuat Hikawa kaget. Ryosuke yang terlihat kejam pada Sasuke, ternyata sangat menyayangi putranya dari wanita lain itu.


"Memangnya kenapa?." Tanya Hikawa sedikit penasaran.


"Mungkin tindakanku selama ini kasar padanya, Tetapi aku hanya tidak ingin Sosok jahat yang menjadi parasit dalam dirinya bangkit." Jawab Ryosuke menjelaskan alasan mengapa selama ini ia bersikap kasar. Ia terpaksa melukai Sasuke demi membebaskan Sasuke dari belenggu Tasan yang menjadi parasit di tubuhnya.


Ia tahu bahwa semua ini salah. Tetapi ia juga tidak tega bahwa suatu saat nanti, Sasuke akan terluka karena ia terlahir sebagai inang dari jiwa Tasan.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak pernah mengatakan hal yang sebenarnya?." Tanya Hikawa yang pada Ryosuke. Ia merasa Seharusnya Ryosuke mau berbicara terus terang pada Sasuke, Kiku, maupun Hino. agar semua ini tidak menjadi sebuah kesalahpahaman.


"Maaf." Ujar Ryosuke meninggalkan Hikawa sendirian.


Ia tidak bisa melakukan hal tersebut. Karena dia tidak mau kekerasan yang dilakukannya dinormalisasi meskipun dia memiliki alasan dibaliknya.


Sementara itu, Hikawa hanya menghela nafas melihat sahabatnya yang telah pergi.


End Flashback


Mengingat Hal itu, membuat Hikawa kesal bahwa pria yang ada di depannya ini jauh lebih brengsek dari sahabatnya.


...****************...


"Daripada hal itu, bagaimana dengan pilihan yang kami ajukan tadi?." Tanya Hikawa meminta jawaban dari Farran.


"Kalau kau ikut, Kami akan mencoba memaafkan dirimu." Kata Hikawa memberikan pilihan pertama.


"Kalau tidak... Kau tak akan selamat disini." Sambungnya memberi pilihan kedua.


"Hahahahahahhaha." Farran tiba-tiba tertawa membuat orang lain kebingungan.


"Aku tidak akan pergi dari sini. Aku tidak akan pernah pergi. karena Aku yakin ini pasti sebuah kebohongan yang kalian buat." Ucap Farran menolak untuk pergi.


"Tetapi, Kau boleh membawa pergi orang-orang ingin kabur dari sini." Kata Farran mengizinkan orang-orangnya untuk pergi.


"Celine. Pindai siapa saja yang memiliki hati bersih. Kita akan bawa mereka keluar dari sini." Perintah Hikawa pada Celine. Sepertinya Mereka tidak punya pilihan lain selain meninggalkan Farran sendiri.


"Baik." Balas Celine menuruti perintah Hikawa.


"Semoga kau tidak menyesali perbuatanmu, Farran." Ucap Hikawa yang kemudian menghilang bersama dengan Kelompok Alpha dan juga Siswa-siswi Carmen.


...****************...


"Apa kau gila?." Tanya Sasuke tidak percaya bahwa Tasan akan menghancurkan Kota Vesper. Setelah mereka memberikan informasi padanya.


"Aku tidak gila. Karena aku tahu apa yang akan aku lakukan." Balas Tasan dengan tenang.


"Hentikan semua ini." Teriakan Sasuke tidak digubris oleh Tasan. Tasan kini telah mengkonsentrasikan sihirnya menuju satu titik. yaitu Kota Vesper.


"KAKEEKKK." Teriak Sasuke berusaha untuk meraih bola kristal milik Tasan.


"DUAARR."


Tetapi terlambat, Tasan telah menghancurkan Kota Vesper berkeping-keping termasuk Farran yang berada didalamnya. Sasuke hanya merosot dan tubuhnya melemas melihat apa yang baru saja dia lihat.


"Aku cukup terkesan padamu." Puji Tasan pada Sasuke.


"Kakekmu telah membuangmu dan kau masih menganggap dia sebagai seorang kakek?." Ucap Tasan mempertanyakan alasan Sasuke masih menganggap Farran sebagai kakek.


"Ini bukan perkara dibuang atau tidak." Ujar Sasuke sedikit kesal dengan ucapan Tasan.


"Meskipun aku membencinya karena membuang dan memisahkan aku dari ibu kandungku, Dia tetaplah kakekku. Dia tetaplah orang yang memiliki darah yang sama denganku." Kata Sasuke yang masih meratapi nasib yang dialami oleh kakeknya.


"Menyedihkan." Kata Tasan sedikit menghina Sasuke.


"Kau benar-benar menyedihkan, Higashi Sasuke." Ulangnya masih menghina Sasuke.


"Tapi aku akui kau sungguh berhati besar untuk seseorang yang telah membuat dirimu menderita." Ujar Tasan kini sedikit memuji kebesaran hati Sasuke.


TBC

__ADS_1


__ADS_2