Dreamy Magical

Dreamy Magical
wars begin


__ADS_3

Tasan kini berjalan kearah balkon Istana dan melihat bala tentaranya telah menunggu perintah yang akan diberikan olehnya.


"Aku berterima kasih pada kalian semua yang telah rela untuk ikut berpartisipasi dalam perang ini." Ujar Tasan membuka pidatonya.


"Baiklah kalian semua kali ini aku akan memberitahukan pada kalian bahwa saat ini kita akan berperang melawan Kerajaan Angel." Tanpa berbasa-basi lagi, Tasan segera mengumumkan apa yang akan terjadi beberapa hari kedepan.


"Apa kalian sudah siap untuk berperang?." Tanya Tasan menanyakan kesediaan tentaranya untuk berperang.


"KAMI SIAP." Ucap Bala tentara Tasan Serentak.


"Disini Aku akan memberitahukan posisi dimana kalian akan bertarung berdasarkan kemampuan serta karakteristik kalian." Tanpa membuang-buang waktu lagi, Tasan segera memberi tahu posisi dari tentaranya serta siapa saja yang akan memimpin mereka.


"Kelompok A. kalian akan bertarung dibawah pimpinan Vera." Ucap Tasan menunjuk Vera sebagai Kelompok A.


"Kelompok B. Kalian akan bertarung dibawah pimpinan Theodore." Tasan kini mengutus Theodore sebagai pemimpin kelompok B.


"Kelompok C. Kalian berada dalam pimpinan Corbeau." Corbeau tersenyum saat Namanya dipanggil oleh Tasan untuk menunjuk Kelompok C.


"Kelompok D. Yang memimpin kalian adalah Aria." Aria Tetap diam meskipun tahu bahwa Tasan telah menunjuknya sebagai pemimpin dari Kelompok D.


"Stuart akan memimpin pasukan E." Ujar Tasan sambil melihat kearah Stuart yang tersenyum sinis mendengar namanya ditunjuk sebagai Kelompok E.


"Kelompok F. pimpinan kalian adalah, Elliot." Elliot mendengar perintah Tasan sambil menutup matanya.


"Rudolph akan memimpin Kelompok G." Sang pria berkulit gelap dengan rambut putih memasang wajah datarnya saat Namanya dipanggil."


"Dan Nancy, akan membimbing Kelompok H." Gadis bertopeng masih terdiam tidak peduli saat Namanya dipanggil.


"Dengan Begini aku tidak ingin banyak kegagalan dipihak kita. Kalian semua paham?." Perintah Tasan tidak ingin kegagalan terjadi di Pasukan Kerajaan Deimos.


"BAIK." Seluruh bala tentara Kerajaan Deimos.


"Ayo kita mulai peperangan ini." Ujar Tasan memberi sinyal bahwa perang telah dimulai.


...****************...


"King Regent." Panggil Helena tergesa-gesa membuat semua orang yang ada di dalam ruangan penasaran.


"Ada apa Helen?." Tanya Shawn penasaran apa yang membuat Helen seperti ini.


"Berikut adalah informasi yang kami dapatkan mengenai kekuatan musuh." Ujar Helen sambil menyerahkan Kertas berisi informasi mengenai kemampuan Kerajaan Deimos beserta Aliansinya."


Seluruh orang yang melihat informasi tersebut Tercengang tidak menyangka bahwa Tasan menggunakan formasi delapan arah untuk melakukan penyerangan. Tetapi, Shawn berusaha untuk tetap tenang dalam mengambil keputusan yang akan dia ambil.


"Begitu rupanya." Ujar Shawn singkat dan tenang.


"Bagaimana menurut anda?." Tanya Helen meminta pendapat.


"Kita tetap pada strategi awal kita." Ujar Shawn dengan tenang tapi tegas.

__ADS_1


"Anda yakin?." Tanya Helen sedikit cemas.


"Aku setuju dengan Shawn." Ujar Frizt mendukung pendapat Shawn


"Frizt-san." Ujar Helen sedikit cemas.


"Kita gunakan strategi serta formasi awal dalam perang. Kita akan melakukan formasi pengganti jika dirasa terdapat celah yang berhasil ditembus oleh musuh." Kata Frizt memberikan alasan mengapa dia merasa lebih baik memfokuskan untuk menggunakan formasi yang ada terlebih dahulu.


"Frizt. Aku pikir sebaiknya kita menggunakan back-up team disetiap Kelompok." Sanggah Kagebana memberi saransang Ahli strategi.


"Apa kau yakin akan hal itu, Kagebana?."Tanya Frizt.


"Aku pikir itu lebih baik. semakin awal kita membuat back-up team, semakin kecil pertahanan kita dapat ditembus." Balas Kagebana berusaha memberi alasan agar bisa mencegah kemungkinan Kerajaan Deimos untuk menembus pertahanan Kerajaan Angel.


"Baiklah Aku mengerti." Ujar Frizt mulai setuju dengan Kagebana.


"Baiklah kalau begitu, Kagura." Setelah menyetujui Saran Kagebana, Shawn kini memanggil Kagura untuk mengganti rencana mereka.


"Baik." Balas Kagura menjawab panggilan Shawn.


"Aku minta padamu dan Fritz untuk menyeleksi siapa saja yang akan menjadi anggota back-up team." Perintah Shawn pada Kagura dan Frizt agar mereka segera menyeleksi orang-orang yang cocok untuk dimasukkan dalam Back-up team.


"Baik." Setelah mengikuti arahan Shawn, Kagura dan Frizt segera fokus untuk menyeleksi orang-orang yang pantas dipilih sebagai back-up team.


...****************...


"Ada apa, Hikawa-san?." Tanya salah seorang anggota Intution Section.


"Apa ada yang terhubung dengan Kagura?." Tanya Hikawa setelah dia berhenti.


Tidak lama kemudian beberapa orang seperti Kenichi, Terry, Kurohana, serta putranya, Igarashi mengangkat tangan mereka menunjukkan bahwa Frizt meminta mereka ikut serta dengan Hikawa untuk menjadi back-up team.


"Yang terhubung segera mengikuti aku untuk menuju ke lokasi yang telah ditentukan." Perintah Hikawa mengajak orang-orang yang dipilih untuk menjadi anggota back-up team.


"BAIK." Ujar anggota back-up team serempak.


"Bara. Aku serahkan yang disini padamu." Kata Hikawa menyerahkan posisinya sebagai kepala pasukan pada Bara.


"Aku mengerti." Kata Bara menerima posisi yang diserahkan oleh Hikawa.


"Ada apa, Bara-San?." Tanya Mamoru saat melihat Hikawa dan beberapa orang pergi menuju arah yang lain.


"Terdapat perubahan rencana. Untuk mencegah kemungkinan pertahanan kita mudah ditembus, maka dibentuk back-up team agar pertahanan kita semakin kuat."


"Tapi apa itu tidak apa-apa?." Tanya Hamura sedikit cemas kalau seandainya ini memengaruhi kekuatan tim.


"Semua akan berjalan dengan lancar. Saat ini disetiap Kelompok sedang melakukan pengurangan anggota agar dimasukkan ke dalam back-up team." Kata Bara berusaha untuk menenangkan anggota Kelompoknya.


"Ayo kita segera pergi ke tempat tujuan kita." Lanjut Bara memerintahkan agar seluruh anggotanya untuk tetap fokus.

__ADS_1


mereka kini segera pergi menuju posisi yang menjadi tujuan awal mereka.


'Aku harap semua berjalan dengan lancar.' Harap Bara dalam Hati.


...****************...


"Prince. Bolehkah aku duduk disampingmu?." Tanya Leah berusaha untuk merayakan Tasan.


"Apa yang kau lakukan disini?." Tanya Tasan bosan akan kehadiran Leah.


"Aku hanya ingin menemanimu, Prince." Ujar Leah bersikeras agar bisa di sisi Tasan. Leah bahkan bergelayut manja pada lengan Tasan.


Tasan yang kesal dengan sikap Leah, mendorong Leah hingga jatuh.


"Kembali ke posisimu." Perintah Tasan yang tidak sudi dipeluk oleh Leah.


"Mengapa, Prince?."


"Mengapa katamu?. Kita sedang berperang dan kau masih bisa bersikap manja seperti ini?. Apakah ayahmu tidak pernah mendidikmu untuk bersikap dewasa?!!." Ujar Tasan keheranan melihat sikap Leah yang masih bisa bermanja-manja seperti anak kecil.


"Dan kau." Tunjuk Tasan pada Raye yang sedari tadi melihat Leah dan dirinya.


"Bawa tuan putrimu ini pergi dari sini. Bawa dua menuju Kelompoknya sekarang." Perintah Tasan sambil berjalan dan memasuki kereta perangnya.


"Baik." Ujar Raye tidak bisa membantah perintah Tasan.


Raye tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Leah meskipun dia kasihan padanya. Karena saat ini, Tasan berusaha untuk melenyapkan Kerajaan Angel demi masa depan Kerajaan Deimos.


Dia percaya bahwa suatu saat, Nonanya Leah akan segera mendapatkan kebahagiaanya.


...****************...


Setelah Berdebat dengan Leah, kini Tasan sedang berkonsentrasi dengan kristal sihirnya.


"sruenemmE el embrem ed alssac elagirnam sieruella." Mantra Tasan tersebut membuat panik semua lawannya dikarenakan Orang-orang yang dia hilangkan pergi entah kemana.


"Apa yang ingin kau lakukan, Prince?." Tanya Audrey Asisten pribadi Tasan yang penasaran saat dia melihat tuannya tersenyum sendirian.


"Hanya memisahkan orang-orang berbahaya dari tempatnya." Jawab Tasan Singkat. Ia kemudian berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


Audrey yang memahami maksud dari perkataan Tasan, kembali bertanya untuk memastikan bahwa Pangerannya benar-benar yakin ingin melakukan hal tersebut.


"Anda yakin pada hal tersebut?." Tanya Audrey pada Tasan yang sekarang diambang pintu.


"Aku benar-benar yakin, Audrey." Jawab Tasan kemudian meninggalkan ruangan itu.


Entah apakah Audrey harus merasa senang atau kasihan karena Kerajaan Angel dilanda kepanikan karena Kelas Margery diculik dan dilemparkan ke dimensi lain oleh Tasan.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2