Dreamy Magical

Dreamy Magical
In this snow storm


__ADS_3

Noel terbangun dan mendapati dirinya berada di tempat lain. Setelah dark energy menyelimuti dirinya, dia hanya pasrah berharap semua selesai.


"Dimana aku?." Tanya Noel pada dirinya sendiri. Ia kemudian berdiri dan melihat sekeliling menyadari bahwa tidak ada siapapun selain dirinya di sebuah rumah yang dikelilingi badai salju.


"Sebaiknya aku cari tahu dulu tempat apa ini." Ujar Noel kemudian mulai beranjak pergi dari tempatnya tadi.


...****************...


Noel terus berjalan tanpa arah melewati badai salju di dunia yang menjadi destinasi ia dilempar.


"Tempat apa ini sebenarnya?." Tanyanya entah pada siapa.


"Sakuraba-san!." Panggil Noel berusaha untuk mencari keberadaan Sakuraba yang mungkin ada disini. Tetapi tidak ada jawaban dari orang yang bersangkutan.


"Annie-san!." Panggil Noel berusaha untuk mendapatkan jawaban. Sama seperti tadi, panggilan Noel masih mendapat nihil jawaban.


"Kemana semua orang?." Noel benar-benar kebingungan karena ia tiba-tiba berada di tempat antah berantah dimana sendirian dikelilingi badai salju yang entah kapan akan berhenti.


"Entah kenapa ini benar-benar membuatku khawatir." Ujar Noel cemas. Tetapi, Ia memutuskan untuk tetap berjalan dari tempatnya agar dia bisa menemukan seseorang meskipun orang tersebut adalah orang asing sambil terus waspada.


Merasa ada yang mengawasi dirinya, Noel kemudian menghentikan langkahnya dan melihat kearah sekeliling. Namun tidak ada siapapun disepanjang area yang dia lihat.


"Mungkin hanya perasaanku." Ujar Noel sambil kembali berjalan. Tetapi apa yang sebenarnya dirasakan Noel benar-benar nyata. seseorang sedang mengawasi dirinya dari belakang. Orang tersebut terus mengawasi gerak-gerik Noel yang berusaha mencari seseorang yang mungkin bisa ia tanyai.


Merasa dirinya diikuti sekali lagi, Noel kini berdiam diri dan mencoba memanggil siapa yang mengawasi dirinya dari belakang.


"Siapa disana?." Tanya Noel memanggil siapa saja yang telah menguntit dirinya.


Merasa tidak ada jawaban, Noel kini memanggil sang penguntit dengan lebih keras.


"Ayo cepat keluar. siapa disana?." Panggil Noel memaksa agar sang penguntit keluar.


"Ah ketahuan rupanya." Ucap orang itu merasa dirinya ketahuan oleh Noel. Ia kemudian keluar dari tempatnya bersembunyi tadi.


"Siapa kau?." Tanya Noel tanpa berlama-lama.


"Namaku adalah Delry. Selamat datang di Snow Universe." Ucap Delry memperkenalkan diri.


"Snow universe?. Apa maksudmu ini?." Tanya Noel tidak memahami maksud dari ucapan Delry.


"Wah. kau tidak tahu, ya. sebuah dunia yang diciptakan oleh Tasan Prince untuk mengurung kalian selamanya." Ujar Delry memberitahu bahwa sekarang mereka ada di dunia salju yang diciptakan oleh Tasan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi." Noel yang tidak memahami apa maksud dari ucapan Delry terdiam sejenak sebelum mulai mengambil senjata miliknya.


"Tapi akan aku pastikan kalau aku bisa keluar dari tempat ini." Balas Noel tidak gentar akan ucapan Derly.


"Terima ini" Ujar Noel sambil mengeluarkan Twin swordnya.


"rehcah al eréissuop" Tebasan debu diarahkan oleh Noel kearah Delry. Tetapi Delry mampu menghentikan debu-debu tersebut dengan hanya dengan sentuhan jari telunjuk.


"Kau merupakan lelaki yang cukup keras kepala." Kata Delry tidak merasa kesulitan saat menahan tebasan debu milik Noel.


"Apa?." Ucap Noel tidak percaya bahwa ada yang menahan serangannya dengan hanya dengan satu jari telunjuk saja.


"Tapi sayang, kekerasan kepalaanmu ini tidak membuahkan hasil apapun." Lanjut Delry membalikkan serangan Noel layaknya boomerang.


"Aaaaaaakkkhh." Noel terpental jauh akibat serangannya yang dibalikkan oleh Delry hingga ia menubrukkan tubuhnya ke dinding sebuah rumah.


"Lihatlah. betapa lemahnya dirimu ini." Ujar Delry merendahkan Noel yang terluka akibat serangannya.


Tetapi, Noel tidak menyerah. Ia kemudian dengan susah payah bangkit kembali.


"Masih sanggup untuk berdiri rupanya." Ucap Delry merasa tertantang akan semangat yang dimiliki oleh Noel.


"Aku sudah mengatakan padamu kalau aku akan keluar dari sini." Ucap Noel masih berusaha untuk menyerang Delry.


"Jangan seolah-olah kau bisa melakukannya." Balas Delry tidak suka perkataannya di balikan oleh Noel.


"diorf cialgla." Ujar Delry kini kembali menyerang Noel.


"Uwaaahh." Noel kembali terpental akibat serangan Delry.


Tetapi, Noel tidak menyerah. Ia kembali berdiri meskipun dengan nafas tecekat karena udara dingin yang mulai memasuki tubuhnya.


"Berkali-kali kau sudah kuperingatkan bahwa kau tidak akan bisa mengalahkan diriku." Kata Delry marah karena Noel masih bersikukuh untuk bangkit.


"Meskipun kau bisa, kau tidak akan pernah keluar dari tempat ini." Kata Noel kini mengeluarkan sihirnya untuk menyerang Delry.


"nekiruhs ed erèissuop." Dengan mengeluarkan Shuriken debu miliknya, Noel berusaha untuk melukai Delry meskipun hanya sekedar goresan.


"Karena kau memaksa maka terimalah akibatnya." Ujar Delry sebagian balasan akibat kekerasan kepalaan Danny.


 "uef revih'd" Delry kini menggunakan api musim dingin yang menghancurkan debu Shuriken milik Noel sekaligus melukai Noel hingga terpelanting jauh.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaakkkkkkkkh."


"Dasar lemah." Kata Delry menghina Noel. ia kini mendekati Noel yang terbaring.


"Kau tidak sebanding denganku jadi......" Merasa ada yang aneh pada dirinya, melihat pada lengannya yang terluka akibat serangan dari Noel. Dia melakukan kecerobohan karena tidak memperhatikan Serangan debu milik Noel.


"Apa-apaan ini?." Kata-Kata Delry kini terpotong akibat Delry menyadari bahwa dia serpihan debu milik noel berhasil melukai lengannya.


"Aku sudah mengatakannya, bukan?." Kata Noel sambil berusaha bangkit kembali dari keterpurukannya.


"Kalau aku akan mengalahkanmu dan pergi dari tempat ini." Lanjut Noel sambil bersiap-siap dengan twin swordnya.


'Brengsek. Aku lengah.' Batin Delry geram karena Bisa-bisanya ia lengah ketika ia sedang menyerang Noel.


"Kita lihat apakah kau masih bisa bermulut besar setelah aku menghabisi dirimu." Kata Delry menantang Noel yang tidak mau untuk mengalah.


"Akan aku kembalikan semua ucapanmu padaku itu." Ujar Noel kembali bersiap menyerang dengan twin sword miliknya.


"Karena aku yakin kalau aku bisa menang dan keluar dari tempat ini." Sambungnya berlari menyerang kearah Delry.


...****************...


Ditempat lain, Tasan berduka atas kematian Majesty di tangan Eve.


"Majesty. Kau sungguh hebat. meskipun kau telah meninggal, Jasamu tidak akan aku lupakan." Ucap Tasan menghargai jasa Majesty meskipun dia gagal dalam tugas.


"Prince" Panggil Audrey kemudian menunduk hormat setelah ia tepat dibelakang Tasan yang memandangi situasi dari balkon.


"Dari tujuh belas Universe, kini hanya tinggal enam Universe yang masih memerangkap Kelas Alpha."


"Lalu?." Tanya Tasan meminta Audrey untuk melanjutkan.


"Saat ini, Nona Delry sedang berhadapan dengan salah satu anggota Kelas Margery." Lanjut Audrey menyampaikan informasi yang ia dapat.


"Terus perbaiki perkembangannya, Audrey. " Perintah Tasan agar Audrey selalu memantau perkembangan Kelas Margery di dalam Universe yang ia buat.


"Baik." Ujar Audrey kemudian melaksanakan perintah Tasan.


'Kuserahkan padamu, Delry.' Batin Tasan berharap agar Delry berhasil.


TBC

__ADS_1


__ADS_2