
Saat ini, Hino kembali datang berkunjung ke Asrama untuk menjenguk adiknya. Tetapi saat dia tiba disana, Ia hanya melihat Sahabat-Sahabat adiknya yang ia ketahui bernama Igarashi (rambut ungu), Sakuraba, (Rambut Pink), dan Akiko (gadis berambut orange). Dia menengok ke kanan dan ke kiri dan tidak menemukan tanda-tanda bahwa adiknya ada di sana.
"Dimana Sasuke?." Tanya Hino membuat ketiga anak tersebut berhenti berdebat. Sakuraba kemudian menjawab pertanyaan Hino dengan menunjukkan tempat Sasuke berada.
"Dia disi..." Sakuraba kaget. Ia tidak melihat Sasuke di meja makan. Padahal sedari tadi, Ia masih melihat Sasuke masih menghabiskan makanan yang ia buat untuknya.
"Tidak ada siapa-siapa." Keluh Hino tak menemukan adiknya.
Mau tidak mau, mereka mencoba mencari Sasuke ke segala sisi Asrama mereka. Namun hasilnya nihil. "Tidak ada tanda-tanda bahwa anak berambut pirang yang mereka kenal itu ada disini.
"Kemana anak itu sebenarnya...." Frustasi karena mereka tidak menemukan Sasuke, Ia kemudian menggunakan kemampuannya untuk mencari Sasuke.
Lama mencari di area lantai ini, dia mencoba memperluas pencarian di gedung ini.
Bingo.
Ia melihat Sasuke sepertinya berjalan tanpa sadar ke lantai yang paling atas dari gedung ini. Tatapannya kosong seolah-olah ia berjalan dalam kendali seseorang.
"Bagaimana Igarashi?." Tanya Sakuraba menanyakan keberadaan Sasuke.
"Dia pergi ke atap. Sepertinya dia dikendalikan oleh sesuatu." Jawab Igarashi berkeringat dingin.
"Apa maksudmu?." Tanya Hino tidak memahami apa yang terjadi.
Dilihatnya, Igarashi yang panik mulai berlari, diikuti oleh Sakuraba dan Akiko.
"Hei bisa ada yang jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi?." Hino berusaha untuk mencari jawaban atas rasa ingin tahunya ini.
"Nanti saja." Bukannya mendapatkan jawaban, Akiko malah menyuruhnya untuk bersabar dan fokus pada Sasuke.
...****************...
Sasuke yang dalam pengaruh sihir seseorang terus berjalan ke ujung atap. Ia kemudian menaiki pembatas dan bersiap-siap untuk terjun bebas.
Beruntunglah sebelum hal tersebut terjadi, Igarashi mampu menarik Sasuke kembali hingga Sasuke berhasil diselamatkan.
"Hei Sadarlah." Ucap Igarashi sambil menepuk pipi Sasuke hingga sadar.
"Oi." Teriakannya kali ini membuat Sasuke sadar akan sekitar.
"I-Igarashi. Sakuraba. Gadis Grim, Kakak." Kata Sasuke saat dia melihat bahwa Igarashi dan yang lainnya berada didekatnya.
"Kau ini kenapa?. Apa yang kau lakukan disini?." Tanya Akiko yang juga ikut khawatir pada Sasuke.
"Entahlah. Aku tidak tahu." Sama seperti hal-hal yang sebelumnya, Sasuke tidak mampu menjawab apapun. Namun Sepertinya teman-temannya tidak begitu peduli akan hal itu. karena bagi mereka, keselamatan Sasuke lebih penting dari pada yang lain.
"Syukurlah hampir saja kau menjatuhkan dirimu sendiri." Ujar Sakuraba yang senang bahwa mereka berhasil menolong Sasuke
"Eh. Aku?." Sasuke terkejut bahwa dia baru saja ingin bunuh diri dengan cara terjun bebas.
"Sudah lupakan hal itu." Igarashi berusaha untuk melupakan hal tersebut dengan tidak membicarakannya. Ia kemudian membantu Sasuke untuk berdiri agar mereka bisa pergi dari tempat itu.
"Ayo pergi." Ajaknya yang langsung disetujui oleh semua orang.
...****************...
Di sebuah rumah sakit di Kota Rella, Azuna sedang berusaha meminta pertolongan seseorang agar dia bisa lepas dari topeng tersebut. Tetapi apa daya, Sekuat apapun mereka mencoba, hasilnya tetap sama. Dia tidak mampu melepas topeng itu.
"Maafkan saya. Saya benar-benar tidak bisa menghancurkan topeng itu walaupun secara paksa." Ucap Dokter Uzuki tidak mampu memenuhi permintaan Azuna.
"Begitu, ya. Maaf sudah merepotkan anda." Balas Azuna pasrah.
"Tetapi. Saya yakin yang mampu menghancurkan topeng tersebut adalah afeksi dan kasih sayang dari seseorang yang menurut saya adalah adik anda." Hibur Dokter Uzuki
"Mengapa anda bisa seyakin itu?." Tanya Azuna yang masih belum yakin atas ucapan Dokter Uzuki
"Kasih sayang antar saudara dapat menghancurkan segala halangan yang ada." Ucap Dokter Uzuki yang yakin bahwa kasih sayang Azuna dan adiknya mampu mengeluarkan Azuna dari kesulitan ini.
"Kalau begitu saya permisi. Terima kasih untuk hari ini." Pamit Azuna meninggalkan Ruang Kerja Uzuki.
"Sama-sama."
__ADS_1
...****************...
'Kasih sayang antar saudara, ya?.' Batin Azuna memikirkan perkataan Dokter Uzuki tadi. Beberapa hari ini, topeng yang ia kenakan mulai mengalami keretakan. Dan entah kenapa, topeng tersebut retak setiap kali Akiko mendapatkan kesulitan. Dia berpikir sejenak. Apakah mungkin Akiko adalah.....
Dia menepis pikiran tersebut. Dia tidak yakin bahwa ia dan Akiko memiliki hubungan darah. Apalagi nama adiknya adalah Maple.
Dia kemudian melihat Igarashi dan Hino yang sedang berada di ruang psikater. Dia penasaran apa yang sebenarnya terjadi
"Eh. Igarashi. Hino. Kenapa kalian ada di sini?." Tanyanya Pada mereka berdua.
"Kami membawa Sasuke ke sini untuk ditangani secara medis." Jawab Hino yang cemas akan kondisi Adiknya.
"Separah itulah?." Azuna balik bertanya pada mereka berdua. Apakah kondisi muridnya ini menjadi semakin parah sampai-sampai harus dilarikan kerumah sakit?.
Igarashi hanya menggeleng tidak setuju dengan ucapan Hino. "Tidak. hanya sekedar sesi terapi bersama. psikater saja." Jawab Igarashi meluruskan ucapan Hino tersebut
"Begitu rupanya."
Azuna kini melihat pintu ruang psikater dimana salah satu muridnya ini sedang menjalani terapi. Anak itu sepertinya merasakan beban yang cukup berat akhir-akhir ini hingga Dia sampai masuk rumah sakit.
'Entah kenapa aku merasa gagal menjadi seorang mentor.' Batin Azuna yang meratapi nasibnya.
Baik Azuna, Hino, maupun Igarashi kini mulai berada dalam mode waspada dikarenakan terdapat energi yang cukup besar berusaha untuk menghancurkan ruangan tersebut.
"DUAARR."
benar seperti dugaan mereka, Ruangan tersebut hancur dan dihadapan mereka sekarang muncul sesosok berambut hitam panjang yang menatap mereka dengan kebencian.
...****************...
Satu jam sebelumnya.
Sasuke kini memasuki ruang psikater dimana ia akan mencoba melakukan terapi agar ia bisa bebas dari segala masalah yang terjadi padanya.
"Selamat siang." Sapa Dokter Allan pada Sasuke
"Selamat siang." Balas Sasuke dengan nada sopan.
"Tanpa membuang-buang waktu, silahkan berbaring di tempat tidur yang sudah disediakan." Perintah sang dokter mempersilahkan Sasuke untuk berbaring di tempat tidur.
"Baiklah tolong sebutkan apa yang menjadi masalahnya akhir-akhir ini." Ujar Dokter Allan meminta Sasuke menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya.
Sasuke menceritakan semua apa yang ia alami sejak kedatangan kakaknya hingga pagi ini.
"Begitu rupanya." Kata Dokter Allan yang memahami masalah Sasuke.
"Apakah anda tahu cara mengatasi ini?." Tanya berharap sang dokter mau memberi dia solusi untuk masalahnya ini.
"Pertama-tama, coba pejamkan mata anda dan bayangkan sesuatu yang membuat anda relaks."
Tanpa buang-buang waktu, kini Sasuke mencoba untuk memejamkan matanya berusaha untuk relaks.
...****************...
Di alam mimpi, Sasuke tidak melihat apapun selain kegelapan. Dia berusaha untuk mencari seberkas cahaya namun tidak ketemu.
"Dimana ini?." Tanyanya kebingungan
"Kita bertemu lagi, prince." Terdengar suara yang sangat tidak ingin dia dengar. Ia kemudian menoleh dan melihat sosok Leah yang tersenyum.
"Kau. Kenapa kau ada disini?." Tanya Sasuke yang kesal karena terjebak dengan Leah.
"Inilah yang disebut sebagai takdir, Prince." Kata Leah yang bahagia karena dapat bertemu kembali dengan Sasuke.
"Takdir apa maksudmu?. Tinggalkan aku sendiri!." Usir Sasuke.
Sayangnya bukannya pergi, Leah malah tertawa.
"Sayang sekali. Tetapi kalaupun pergi, Tidak akan ada yang mau menerima dirimu." Kata Leah berusaha untuk meyakinkan Sasuke bahwa tidak akan ada yang memperdulikan dirinya.
"Jangan konyol." Bantahnya.
__ADS_1
"Lihatlah teman-temanmu." Leah kini menunjuk kearah belakang Sasuke. Terlihat bahwa itu adalah teman-temannya dari Kelompok Beta dan Gamma.
"Semuanya." Panggil Sasuke saat ia melihat semuanya. Tetapi mereka seperti tidak suka akan keberadaannya.
"Jangan dekati kami." Bentak Hamura yang tidak ingin Sasuke mendekati mereka
"Kenapa?." Tanya Sasuke sendu. Ia kemudian melihat kearah Danny. Tetapi sayang, Danny juga memberikan tatapan benci padanya.
"Aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu." Ucap Danny sebelum ia dan yang lainnya menjauh dari Sasuke.
"Danny, Semuanya tunggu." Tapi sayangnya, ia terlambat. Kini ia tidak mampu meraih Kelompok Beta dan Gamma.
Tak lama kemudian, ia melihat sosok Sakuraba, Hanada, dan adik sepupunya Zakuro.
"Hanada, Zakuro, Sakuraba. Tolong...." Mohon Sasuke pada mereka bertiga.
"Tolonglah dirimu sendiri." Potong Sakuraba dengan nada ketus dan tidak suka.
"Aku tidak menyukai dirimu. Pergi jauh dariku." Ucap Hanada dengan perasaan benci padanya. Tidak ada lagi suara lemah lembut Hanada yang ditujukan padanya.
"Kau bukan siapa-siapaku. Jadi menjauhlah dari kami." Kini adik sepupunya yang bahkan tidak pernah memanggil dia kakak sepupu, juga ikut-ikutan membenci dia.
Sama seperti Kelompok Beta dan Gamma. Mereka juga meninggalkan dia sendiri. Kini dia melihat Akiko, Igarashi, Azuna, Hino, dan Ibunya.
"Igarashi." Panggil Sasuke lemah
"Kau sudah kuperingatkan berkali-kali. Tetapi kau masih saja tidak mau menurut." Bukannya menghibur dirinya, Igarashi malah menyalahkan dia.
"Aku...."
Sasuke tidak mampu berkata-kata. Ia kini melihat Akiko yang juga menatap dia dengan perasaan marah dan benci
"Akiko."
"Pergi dariku."
Akiko tanpa memperdulikan perasaan Sasuke. mengusir Sasuke dan menyuruh agar Sasuke tidak mendekati mereka.
"Kenapa." Tidak biasanya Akiko semarah ini padanya. Apakah dia kembali berbuat salah?.
"Kenapa katamu?. Kau yang sudah membuat orang tuaku meninggal." Sasuke tidak mengerti apa maksud dari perkataan Akiko barusan. Sebelum ia bertanya lebih lanjut, mereka berdua sudah menghilang tanpa jejak.
"Miss Azuna."
"Miss Azuna!!."
Azuna tidak menjawab panggilan Sasuke dan malah meninggalkan dia pergi.
"Onii-Chan. Ibu." Sama seperti dengan halnya Azuna, mereka tidak menjawab. Dan mereka memutuskan untuk pergi meninggalkan Sasuke sendirian.
"Tidak jangan kalian juga. aku mohon. Jangan tinggalkan aku sendiri." Akhirnya, hanya tersisa Sasuke sendirian.
Tidak ada lagi yang mau mengulurkan tangan untuknya. tidak ada yang mau peduli padanya. Dia benar-benar...
Kesepian.
"Malang sekali dirimu." Ujar Leah sambil mendekati Sasuke yang sedang menangis.
Ia kemudian membantu Sasuke berdiri sambil membisikan sesuatu yang akhirnya membuat Sasuke mengikuti kemauannya.
"Kalau kau mau ikut denganku, Aku akan memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus padamu." Bujuk Leah pada Sasuke.
Leah kemudian menutup mata Sasuke dengan tangannya lalu membuka matanya yang kini berubah warna menjadi merah.
"Akhirnya kau kembali, Prince."
...****************...
Disaat yang sama, Sasuke kini terbangun dengan mata merah ia kemudian mengucapkan sihir penghancur yang meratakan ruangan tersebut. Setelah itu, Rambut pirang panjangnya kini mulai berubah menjadi hitam sepenuhnya dan bajunya berubah menjadi serba hitam dan terdapat sayap iblis pada punggung Sasuke.
Azuna, Igarashi, dan Hino yang melihat Sesosok tersebut hanya bisa waspada akan apa yang akan terjadi.
__ADS_1
TBC