DUNIAKU DUNIAMU

DUNIAKU DUNIAMU
Genit


__ADS_3

Hari itu merupakan hari terindah bagi Najwa. Karena semua angan-angannya tentang hubungan mereka yang menggantung telah terjawab. Sepulang dari ndalem Najwa masih senyum-senyum sendiri karena membayangkan dirinya bersanding dengan Gus Azmi. Serasa dunia berhenti berputar karena kenyataan tersebut.


"Ya Allah.... Alhamdulillah..., akhirnya semua kegundahan hatiku telah terjawab. Insyaallah aku akan selalu menjaga hubungan ini Gus," Najwa tersipu malu membayangkan wajah kekasih hati nya.


Sebuah panggilan tiba-tiba membuyarkan khayalannya.


"Najwa!"


"Eee! Iya, " Najwa mencari sumber suara yang memanggil nya.


"Kenapa belum kembali? Tumben lama di ndalem?" Tanya Ziza.


"Ziza..., iya ini juga mau balik." Terang Najwa.


"Ke kantin dulu yuk!" ajak Ziza.


"Tapi aku belum bawa uang," tolak Najwa.


"Sudahlah.... Aku traktir," Ziza langsung menarik tangan Najwa meminta mengikuti ajakan Ziza.


"Gak usah..., nanti aku ganti dech!"


"Hari ini aku mau traktir kamu, awas jangan ditolak!" Tegas Ziza. Najwa hanya bisa pasrah menuruti ajakan temannya tersebut.


Tidak terasa hari berganti hari, hubungan Gus Azmi dan Najwa semakin dekat. Walaupun tidak bisa saling berbicara langsung, tapi hati mereka tetap terhubung. Sering saat Najwa piket, Gus Azmi memberikan secarik kertas kecil bertuliskan kata-kata lucu dan aneh yang membuat Najwa tersipu malu.


_Najwa, boleh kan aku panggil kamu Dinda?_

__ADS_1


_Dinda, kalau lagi tugas tu senyum, biar aku senang_


_Dinda, hari ini kamu cantik pakai kerudung merah_


_Dinda, parfum nya sudah habis kan? Ini aku beri lagi, jangan lupa dipakai!_


_Dinda, sehari gak lihat wajahmu seakan setahun!_


_Dinda, yang rajin ya belajar nya. Aku dukung._


_Dinda, besok ada MID semester, kalau nilai mu jelek aku gak mau muncul lagi dihadapan kamu_


_Dinda, besok lomba CCQ(Cerdas Cermat Al-Qur'an) ikut ya_


_Dinda, maaf ya aku sayang kamu_


"Aku juga sayang kamu Gus, semoga hubungan kita mendapat ridho dari Allah aamiin." Pinta Najwa dalam hati. Selama itu Najwa menutup rapat-rapat hubungan mereka, bahkan teman sekamar nya pun tidak tahu hubungan Najwa dengan Gus Azmi. Najwa takut kalau hubungan mereka terbongkar akan menurunkan derajat Gus Azmi dan menjadi gosip para santri. Najwa berusaha keras tidak pernah bercakap dengan beliau, untuk menjaga ada getaran syahwat yang membelenggu. Sehingga Gus Azmi sering menulis surat-surat kecil untuknya sebagai ganti keinginan nya mengobrol dengan pujaan hatinya.


sudah 2 bulan lebih Ziza tidak pernah ditemui Gus Azmi lagi setelah penolakan nya mempertemukan beliau dengan Najwa. Ziza merasa sepi dan gundah, karena tidak biasanya Gus Azmi bersikap demikian. Saat mereka berpapasan pun Gus Azmi seperti tidak mengenali Ziza, padahal biasanya beliau selalu tersenyum hangat padanya.


"Najwa..., besok keluar yuk! Aku pengen minum es campur kesukaan ku." Ajak Ziza.


"Sama Eli aja ya za, besok aku ada piket ndalem, maaf ya...."


"ya udah lain kali aja," Ziza melanjutkan pekerjaannya.


Berulang kali Ziza mengajak Najwa keluar pondok tapi selalu ditolak. Najwa sampai bingung harus memberi alasan apa kepada Ziza, karena Najwa sendiri dilarang keluar oleh Gus Azmi.

__ADS_1


_tidak usah keluar pondok, apa yang Dinda butuhkan akan aku belikan. Aku gak mau Dinda di pandang laki-laki lain._


"Memang siapa sih yang mau memandang aku? Lama-lama kan jenuh juga kalau terus di pondok, Gus Azmi tu memang ada aja maunya!" Najwa sedikit jengkel dengan sikap Gus Azmi yang overprotektif padanya.


Karena rasa inginnya mengobrol dengan Gus Azmi, Ziza nekat ke kantor menemui ustadz Qosim dan meminta nya memanggil Gus Azmi.


"Neng Ziza tunggu ya, Gus e masih dalam perjalanan." Terang ustadz Qosim.


"Iya," jawab Ziza ketus.


"Gus Azmi... Gus Azmi... Enak ya di kejar-kejar cewek terus, kalau aku mana ada yang mencari," gumam ustadz Qosim.


Tidak lama akhirnya Gus Azmi sampai di kantor.


"Assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam," sapa ustadz Qosim.


"Neng Ziza sudah menunggu Gus," terang ustadz Qosim.


"Iya, ada perlu apa ya?" tanya Gus Azmi.


"Ya mana aku tau? temuin saja sendiri,"terang ustadz Qosim.


"Ayo ikut, aku gak mau ada fitnah." Gus Azmi langsung menarik ustadz Qosim tanpa meminta persetujuan darinya.


"Azmi...?" Ziza sumringah melihat Gus Azmi datang menemuinya.

__ADS_1


"Ada perlu apa bi?" tanya Gus Azmi langsung.


__ADS_2