DUNIAKU DUNIAMU

DUNIAKU DUNIAMU
Rindu


__ADS_3

Lama sudah mereka mengobrol kesana kemari menceritakan hobi dan kesukaan masing-masing. Tidak terasa sudah hampir shubuh, sebenarnya Najwa masih ingin mengobrol tapi matanya sudah sangat mengantuk. Akhirnya ngelantur jawabannya karena tidak bisa fokus.


"Tadi kamu cantik..., tapi aku tidak suka kamu gak izin dulu...."Tegur Gus Azmi.


"i--Iya apa? Cantik? Siapa yang cantik?" Ucap Najwa bingung.


"Njenengan bicara apa tow? Coba diulangi?" Tambahnya karena Gus Azmi tidak merespon.


"Najwa..., kamu sudah ngantuk ya?" Tanya Gus Azmi akhirnya.


"e--Iya Gus, hehehe ๐Ÿ˜" ucap Najwa malu, padahal dia yang mengajak ngobrol tapi dia juga yang ngantuk duluan.


"Ya udah, cepat tidur..., hati-hati turun tangganya..., jangan nglindor (ngigau)" canda Gus Azmi.


"Iya Gus..., siap...," Suara Najwa semakin serak.


"Besok kalau aku kangen, pasti aku akan berkunjung ke rumah mu...!" Terang Gus Azmi tapi Najwa tidak merespon.


"Dinda..., aku sayang kamu!" Ucap Gus Azmi lirih tapi langsung membuat Najwa kehilangan ngantuk nya.


"Assalamualaikum...," Gus Azmi akhirnya menutup telepon nya.


"Waalaikumsalam..., aku juga sayang njenengan Gus," jawab Najwa, tapi Gus Azmi sudah menutup telepon nya jadi beliau tidak tahu jawaban Najwa tersebut.


Dengan perlahan Najwa menuruni tangga, tiba-tiba dia teringat kata-kata terakhir Gus Azmi.


_aku akan berkunjung_


"Tidaaaakkkkk...!" Jeritnya dalam hati. Najwa langsung berusaha menelpon Gus Azmi, tapi tidak bisa karena hp tersebut tidak ada pulsanya.


"Gus Azmi...!" Ucap Najwa geram.


Sementara itu di ndalem Gus Azmi tertawa puas karena sudah berhasil mengerjai Najwa. Beliau memang sengaja langsung menutup telepon nya karena tidak ingin mendengar penolakan Najwa. Begitupun hp yang pulsa nya kosong. Semua sudah diatur oleh beliau.


Setelah sholat shubuh, Najwa langsung tertidur pulas di samping Ziza. Hari itu sudah masuk liburan pondok jadi Najwa tidak wajib ke ndalem untuk membantu memasak, begitu pula sholat berjama'ah. Semua sudah bebas, makanya Najwa langsung tidur setelah sholat. Karena begitu ngantuk, Najwa lupa membangunkan Ziza untuk sholat.


Tidak lama Ziza bangun dan segera mengambil air wudhu. Ziza mencoba membangunkan Najwa untuk sholat berjamaah dengannya tapi Najwa tidak bergerak sedikit pun karena ngantuk berat.


"Ini anak tidur jam berapa sih...? Kok gak bisa dibangunin...?" Gerutu Ziza.


"Najwa..., sudah sholat belum? Sholat subuh...! Ayo bangun...!" Ziza mencoba membangunkan Najwa.


"Sudaaaahhhhh...," jawab Najwa tanpa bisa membuka matanya dan tertidur kembali.


"Dasar! Pasti semalam begadang nie anak...," Ziza memang selalu emosi saat melihat orang yang tidur setelah shubuh.


Setelah sholat Ziza mencoba menghubungi keluarganya, dan mereka sudah dalam perjalanan menjemput Ziza. Biasanya sebelum izin pulang pondok, keluarga Ziza selalu sowan ke ndalem. Hari itu pukul 07.00 WIB keluarga Ziza sudah sampai di pondok, seperti biasa mereka mengajak Ziza sowan. Selama di ndalem Ziza terus memanggil Gus Azmi lewat telepon tapi tidak direspon. Ziza benar-benar jengkel dibuatnya. Semalam beliau bilang akan menemui keluarga nya, tapi nyatanya beliau sama sekali tidak terlihat.


"Azmi kemana sih...?kok gak muncul-muncul...?" Ziza mencoba menghubungi lagi dan lagi, tapi Gus Azmi tidak mengangkat nya.


Saat itu Gus Azmi memang masih tertidur pulas di kamarnya, karena sudah semalaman beliau mengobrol dengan Najwa. Saat ibu yai membangunkannya pun beliau tidak merespon sama sekali. Malah beliau mengigau senyum-senyum dalam tidurnya.


"Kok tumben jam segini masih tidur? Biasanya kan sudah berangkat ke kampus?" Ibu yai mencoba membangunkan Gus Azmi.


"Azmi..., bangun..., Abah Ziza ada di sini..., kamu gak sowan?" Ibu yai mencoba menggoyang-goyang Gus Azmi, tapi beliau malah tersenyum dan mengigau.


"Jangan nakal ya...,๐Ÿ˜" Ucapnya.

__ADS_1


"Heh! Kok malah nglindor(mengigau)...!" Ibu yai hanya geleng-geleng kepala dan meninggalkan beliau di kamarnya.


Tidak lama kemudian akhirnya keluarga Ziza pamit, dan Gus Azmi tidak menemui mereka. Ziza benar-benar kecewa dan marah pada beliau.


Setelah sowan Ziza mengambil barang-barang nya di kamar, dan Najwa juga masih tertidur. Ziza mencoba membangunkannya, tapi Najwa masih belum bangun. Akhirnya Ziza hanya menulis secarik kertas di samping Najwa dan bergegas pergi.


Pukul 11.00 WIB Najwa baru bangun, dia membaca secarik kertas di samping bantal nya.


_Aku balik dulu wa, maaf tidak pamit. Habisnya aku bangunin dari tadi masih molor aja. Ya udah assalamualaikum..._


"Waalaikumsalam...," Jawab Najwa yang masih menguap ngantuk.


Najwa berjalan menuju kamar mandi dan mulai berkemas. Kemarin Najwa sudah dikabari bahwa dia akan dijemput sekitar jam 2, karena abah nya masih ada keperluan. Jadi Najwa masih mulai berkemas hari itu. Sembari menunggu, Najwa mencari makanan karena merasa lapar. Alhamdulillah jatah hari itu masih ada, padahal Najwa sudah sangat kesiangan.


Pukul 15.00 WIB keluarga Najwa baru datang menjemput. Najwa sangat senang karena hampir seluruh santri sudah pulang. Hanya ada beberapa yang tetap tinggal di pondok.


Najwa segera berkemas dan menemui orang tuanya. Tapi sebelumnya Najwa masuk kekantor dan menitipkan hp yang diberikan Gus Azmi kepada ustadz Qosim.


"Ini ustadz..., tolong Njenengan kembalikan pada Gus Azmi." Terang Najwa.


"Iya...,ini ada titipan lagi dari beliau...." Ustadz Qosim memberikan sepucuk surat.


"Beliau berpesan sebelum sampai di rumah mbak Najwa dilarang buka surat tersebut." Terang ustadz Qosim.


"Iya ustadz..., terima kasih...," tanpa banyak tanya Najwa segera mengambil surat tersebut dan segera pamit karena dia ingin segera menemui keluarganya.


"Assalamualaikum...," ucap Najwa.


"Waalaikumsalam...,"


Dalam perjalanan pulang, keluarga Najwa mampir ke rumah nenek mereka di Nganjuk. Dan baru sampai rumah tengah hari.


"Kangen aku suasana rumah...,hmm..., enaknya...," Najwa menikmati kasur empuknya.


Setelah itu tanpa sadar Najwa terlelap karena lelah setelah perjalanan jauh.


Jam 04.00 WIB tiba-tiba Najwa terbangun, dia teringat kalau dia belum sholat isya'.Najwa langsung menuju kamar mandi mengambil wudhu, karena sebentar lagi sudah shubuh.


Setelah sholat isya Najwa berbenah sembari menunggu waktu sholat subuh. Saat membuka tasnya dia menemukan sepucuk surat yang tadi terlupakan. Surat dari Gus Azmi. Segera Najwa membuka surat tersebut. Dan ternyata isinya adalah foto beliau. Dibelakang foto tertulis alamat lengkap rumah Najwa dan pesan beliau.


_aku pasti akan berkunjung, tunggu ya Dinda_


"Gus Azmi..., kenapa njenengan selalu membuat hatiku gelisah...." Keluh hati Najwa.


"Kalau beliau benar-benar berkunjung bagaimana? Apa yang harus aku lakukan...?" Najwa pusing sendiri menghadapi kekasihnya.


"Pengen nangis aku...! Tidaaaakkkkk...," Tolaknya dalam hati.


Sejak saat itu perasaan Najwa terus saja gelisah karena dia takut beliau benar-benar akan berkunjung. Siang malam Najwa memandangi foto beliau, ada perasaan kangen tapi juga takut kalau memang beliau berkunjung ke rumah. Satu, dua, tiga hari telah terlewati. Keluarga Najwa mengajak Najwa dan adik-adiknya berlibur, seperti biasa ke pantai. Pantai Tambak Rejo Blitar yang terkenal indahnya.


Tidak ada liburan yang paling indah kecuali dengan keluarga. Saat Najwa asyik bermain air laut dengan adik-adiknya tersirat wajah seseorang yang tidak asing baginya. Wajah Gus Azmi, yang dari jauh sudah memperhatikannya.


"Itu? Gus Azmi? Beliau di sini kah?" Tanya batin nya yang membuat Najwa bergetar.


Sosok tersebut semakin mendekat, dan terus mendekat. Najwa mencoba meredam getaran hatinya. Setelah semakin dekat Najwa mencoba memperhatikan dengan seksama, dan ternyata bukan, dia bukan Gus Azmi. Tidak mungkin beliau membututi Najwa sampai ke pantai. Mungkin karena rasa kangen Najwa, membuat Najwa sedikit berharap dan berhalusinasi.


"Aku kenapa siiihhh...? Kenapa jadi eror gini...," keluhnya sambil mengetok kepalanya pelan.

__ADS_1


"Najwa...! kesini nak, ayow makan dulu...," panggil ibu Najwa.


"Iya umi...," Najwa langsung bergegas mendekat, begitu pula adik-adiknya.


Selama liburan orang tua Najwa sering sekali mengajak Najwa dan adik-adiknya jalan-jalan mengunjungi pantai. Dari pantai Sine, Gemah, Dlodo, Pasir Putih dan terakhir pantai Tambak Rejo(Blitar). Tulungagung memang sangat terkenal dengan wisata pantainya. Ini adalah kali pertama orang tua Najwa mengajak jalan-jalan keluarganya. Mungkin karena pertama kalinya juga anak beliau ada yang mondok dan jauh dari rumah. Sehingga orang tuanya ingin membahagiakan mereka selama liburan.


Sudah seminggu liburan, rasa kangen Najwa semakin menjadi. Padahal sudah banyak aktivitas yang dikerjakan Najwa untuk meredam rasa kangennya, tapi setiap malam rasa ingin bertemu itu muncul yang membuat Najwa meneteskan air mata.


Liburan pondok yang seharusnya jadi momen bahagia ternyata malah membuat Najwa tersiksa. Najwa kangen ingin melihat wajah beliau, hanya memandang nya saja sudah cukup membuatnya bahagia.


***


Sementara itu berbeda dengan Ziza, dia sangat senang selama liburan karena dapat mengobrol banyak dengan Gus Azmi. Setiap hari Ziza terus menjalin hubungan dengan beliau. Mereka saling mengirim pesan dan tidak jarang mereka saling bercanda lewat telepon.


"Azmi, dari kemarin ada yang aneh dari suaramu?" Tanya Ziza penasaran. Karena memang suara Azmi di telepon tersebut berbeda.


"Apanya yang beda, suaraku memang dari dulu begini...," Jawabannya khawatir.


"Kamu jadi perhatian dan lemah lembut padaku, padahal biasanya kan kamu jahat banget! Selalu nyuekin aku!" Protes Ziza.


"Iya..., maaf..., aku kan sudah bilang semua itu hanya akting agar orang lain tidak curiga...," terangnya.


"Memang siapa yang akan curiga? Apakah Najwa?" Ziza penasaran.


"Kenapa harus dia? Dia tidak ada hubungannya dengan kita," tolak beliau.


"Terus kenapa kemarin kamu maksa aku untuk mengajak dia keluar pondok?" Ziza semakin penasaran.


"OOO itu..., bukan maksud apa-apa..., hanya penasaran saja, anak itu kan terkenal di kalangan guru-guru pondok. Hanya ingin tau lebih jelas saja aku...," ucapnya bohong.


"Setiap hari kan Najwa ada di ndalem? Kenapa harus penasaran kamu...?" Ziza curiga.


"Sudahlah...! jangan bahas dia," ucapnya tidak suka.


"Iya-iya maaf..., besok kalau di pondok jangan cuek lagi ya padaku..., rasanya gimana gitu kalau kamu cuekin...." Ucap Ziza memanja.


"Iya..., maaf.... Besok-besok aku akan lebih perhatian kok neng...," godanya.


"terima kasih...," Ziza tersenyum bahagia.


***


"Najwaaaaaa...! Kenapa sih kamu ngangenin banget, ini sudah seminggu aku berusaha tidak pergi ke Tulungagung..., tapi sepertinya tidak bisa...." Gus Azmi langsung menelpon Sulton berniat akan berkunjung kerumahnya.


"Assalamualaikum...,"


"Waalaikumsalam..., ada apa Gus? Kok janur kuning (tiba-tiba) njenengan menghubungi saya," goda Sulton yang tahu bahwa Najwa sedang di rumah karena liburan pondok.


"Bukan apa-apa..., hanya ingin silaturahim saja ke rumah...," ucap Gus Azmi malu karena Sulton memang sudah menduga apa yang menjadi tujuan Gus Azmi.


"Boleh..., monggo Gus..., sekalian mampir ya..., hehehe๐Ÿ˜" Sulton semakin menggoda.


"Sudahlah..., jangan membuat aku semakin malu..., besok ya aku ke rumah, insyaallah..!" Ucap Gus Azmi akhirnya karena tidak mau di bully.


"Siaaaap...," ucap Sulton legowo.


"Assalamualaikum...."

__ADS_1


"Waalaikumsalam...."


#next


__ADS_2