DUNIAKU DUNIAMU

DUNIAKU DUNIAMU
Luka


__ADS_3

Hari demi hari terlewati, Najwa masih bantu-bantu di ndalem. Ziza yang sepertinya tidak tahu tentang hubungan Najwa dan Gus Azmi selalu menyapa Najwa seperti biasa. Ziza sebenarnya adalah wanita baik-baik, tidak mungkin dia tega merebut kekasih sahabatnya kalau tidak ada alasan yang kuat. Tapi Najwa tidak pernah tau alasan Gus Azmi menghiyanatinya di akhir hubungan mereka yang sudah hampir sampai pada tujuan. Beliau sama sekali tidak memberi penjelasan apapun pada Najwa.


Hari itu hati Najwa kembali tercabik-cabik karena tanpa sengaja Najwa mendengar dan melihat percakapan Gus Azmi dan Ziza di dapur saat mereka makan berdua.


"Suamiku...," Ziza mendekat pada Gus Azmi merangkul beliau dan berusaha mencium pipi beliau, tapi Gus Azmi menolak. Ziza kembali terluka dengan sikap beliau tersebut.


"Sudah hampir satu bulan kita menikah...," Ziza berusaha mengutarakan isi hatinya.


"Aku ingin meminta hak ku Gus," bisik Ziza ditelinga Gus Azmi.


Rasanya seperti petir menyambar ditelinga Najwa yang mendengar percakapan mereka dari jauh, begitu pula Gus Azmi. Gus Azmi terdiam saat mendengar bisikan istrinya.


Tanpa sadar beliau menurut saat Ziza menciumi tangan beliau. Gus Azmi terbayang kembali saat beliau mencium jemari tangan Najwa yang hangat.


"Apakah aku juga harus melakukan hal ini demi kamu Najwa? Memberikan hak istri dari suaminya," batin Gus Azmi membayangkan permintaan Ziza yang memang adalah kewajibannya.


Najwa yang mengetahui hal tersebut membuat hatinya kembali sakit, hingga pisau yang dibawanya ternyata tanpa sadar sudah dipegang erat di telapak tangannya. Mata pisau tersebut melukai telapak tangan Najwa, tapi karena begitu besar rasa sakit hati Najwa membuatnya tidak merasakan apapun. Najwa mengucap kalimat Allah berulang kali dalam hatinya. Meredam getaran hatinya yang tersakiti. Darah mengalir di telapak tangan Najwa, Raisya yang mengetahui hal tersebut benar-benar kaget dan tanpa sadar berteriak mengagetkan Gus Azmi dan Ziza.


"Allahu Akbar...! Najwaaaaaa...!" Teriak Raisya sambil merebut pisau tersebut dari tangan Najwa.


"Apa yang kamu lakukan?" Raisya sangat bingung karena darah sudah keluar banyak.


"Maaf mbak, tadi aku tidak sengaja...," Air mata Najwa kembali mengalir, bukan karena sakit pada lukanya tapi karena perasaan nya yang tercabik-cabik.


Gus Azmi dan Ziza yang mendengar teriakkan Raisya langsung mendekat. Gus Azmi benar-benar kaget saat melihat Najwa terluka. Tanpa menghiraukan Ziza, beliau langsung menolong Najwa.


"Ambilkan air hangat mbak!" Perintah Gus Azmi sedikit membentak.


"Iya Gus," Raisya kaget dengan reaksi Gus Azmi yang menurutnya berlebihan.


"Kenapa kamu wa? Kenapa bisa sampai seperti itu terkena pisau?" Tanya Ziza yang ikut kuatir.


Tapi Najwa hanya diam dalam linangan air matanya.


"Mbak Raisya cepat!" Teriak Gus Azmi karena tidak tahan melihat Najwa terluka.


Raisya dengan sigap membawa air hangat, obat merah dan juga perban.


"Biarkan saya yang mengobati Gus," ucap Raisya tapi sepertinya Gus Azmi tidak mendengarkannya.

__ADS_1


"Duduk disitu!" Perintah Gus Azmi pada Najwa.


Najwa hanya terdiam dalam tangisnya.


"Aku bilang duduk," paksa Gus Azmi. Najwa akhirnya menuruti perintah beliau.


Gus Azmi dengan lembut membersihkan darah yang mengalir di telapak tangan Najwa. Terlihat beliau begitu kuatir dengan keadaan Najwa. Ziza yang melihat pemandangan tersebut merasa aneh. Karena tidak seharusnya Gus Azmi sendiri yang mengobati Najwa.


"Kenapa dengan suamiku? Kenapa beliau begitu kuatir dengan keadaan Najwa?" Tanya batin Ziza yang mulai curiga.


Ini bukan hanya sekali Ziza memergoki Gus Azmi memperhatikan Najwa saat berada di ndalem. Ziza sering melihat suaminya diam-diam selalu memantau keadaan Najwa. Ziza semakin curiga dengan beliau, apalagi dengan adanya kejadian tersebut. Curiga Ziza semakin besar pada Gus Azmi.


Perlahan Gus Azmi membalut kan perban di tangan Najwa. Rasa sayang Gus Azmi memang sangat besar pada Najwa, sehingga dia tidak sadar saat Raisya dan Ziza memandang aneh pada sikap beliau.


"Kenapa njenengan menolong saya Gus? Bukankah kemarin dengan mudah njenengan memutuskan untuk menikahi Ziza tanpa mempertimbangkan perasaan saya yang dikhianati? Ini hanya luka luar, tidak lama akan sembuh. Tapi luka dalam hatiku begitu dalam Gus, rasanya sangat sulit mengobatinya." Ucapnya dalam hati.


Najwa tidak henti-hentinya meneteskan air mata. Dia begitu terluka atas apa yang tadi dilihatnya. Najwa benar-benar belum ikhlas kalau kekasihnya bercumbu dengan wanita lain. Walaupun Najwa sadar mereka adalah suami istri. Seorang istri memang meminta nafkah lahir batin pada suaminya.


"Jangan lagi bertindak bodoh Dinda," ucap Gus Azmi lirih di depan Najwa.


Seketika Najwa kembali terluka, karena mendengar Gus Azmi masih memanggilnya dengan sebutan Dinda pada dirinya.


"Sakiiiiittt...," Kata-kata yang mampu keluar di bibir Najwa.


Sakit bukan karena tangannya yang terluka tapi sakit karena merasa dikhiyanati oleh beliau.


Setelah selesai mengobati Najwa. Gus Azmi pergi begitu saja tanpa memperdulikan Ziza yang dari tadi menunggunya.


"Suamiku tunggu...!" Ziza sedikit berlari mengejar Gus Azmi.


"Sudahlah Najwa, tidak apa-apa..., nanti juga sembuh. Jangan menangis lagi ya...?"


Raisya mencoba menasehati Najwa yang dari tadi terus menangis karena tangannya yang terluka.


"Mbak Raisya...," Najwa tiba-tiba memeluk erat Raisya yang membuatnya merasa aneh dengan sikap Najwa.


"Sudaaaahhhhh..., jangan nangis lagi. Malu dong sudah besar nangis." Canda Raisya tapi sepertinya Najwa tidak merespon nya.


***

__ADS_1


Ziza tahu saat dia tidak ada di kamar, barulah Gus Azmi masuk dan mengambil barang-barang nya. Ziza mengawasi beliau penasaran dengan apa yang Gus Azmi kerjakan. Sejak kejadian kemarin saat Gus Azmi menolong Najwa, dia semakin curiga dengan suaminya. Makanya Ziza mencoba mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi pada Gus Azmi, kenapa beliau begitu perhatian kepada Najwa.


Saat itu Gus Azmi sedang membuka laptopnya, yang Ziza tahu sudah lama beliau tidak menggunakan laptop tersebut. Ziza mengawasi beliau dari balik pintu meneliti apa yang sedang Gus Azmi lihat di laptop tersebut.


Gus Azmi memang kangen dengan Najwa, semua vidio memori tentang Najwa beliau simpan di laptop pribadinya. Semua yang tersimpan di hp nya sudah beliau hapus karena tidak ingin Ziza curiga. Perlahan Gus Azmi membuka video saat Najwa piket di ndalem, beliau kangen dengan senyuman Najwa. Senyuman yang menurutnya lucu dan menggemaskan. Terlihat Gus Azmi tersenyum melihat video tersebut. Ziza pun semakin curiga dan penasaran dengan video yang dilihat Gus Azmi.


Tidak lama karena ibu yai memanggil Gus Azmi, Gus Azmi menyimpan kembali laptopnya. Saat Gus Azmi pergi, Ziza langsung bergegas mengambil laptop tersebut. Saat Ziza buka ternyata ada kata sandinya. Tapi terlihat di screenshot laptop tersebut foto Najwa. Najwa Qumaira teman sekamarnya. Ziza benar-benar kaget, kenapa foto Najwa bisa disimpan beliau. Ada hubungan apa diantara mereka.


Berulang kali Ziza mencoba membuka laptop tersebut tetapi gagal. Karena terlalu sibuk dengan laptop Gus Azmi, tanpa sadar ada beberapa kertas jatuh di lantai yang membuat Ziza harus membereskan nya.


"Kenapa bisa jatuh sih...," Ziza mengambil satu persatu lembaran kertas yang terjatuh.


Diantara kertas tersebut ada sebuah map berwarna biru. Karena penasaran Ziza membuka isi map tersebut.


"Allah...," Ziza benar-benar kaget dengan apa yang ditemukan nya.


Ada beberapa lembar surat cinta dari Najwa untuk Gus Azmi. Ziza membacanya satu persatu. Hati Ziza benar-benar hancur, dia merasa dikhiyanati oleh beliau. Ternyata selama ini Gus Azmi selingkuh dengan sahabatnya sendiri, Najwa. Sahabat yang selalu dia sapa di ndalem, ternyata adalah selingkuhan suaminya.


Tidak terasa air mata Ziza menetes. Terjawab sudah kenapa selama ini Gus Azmi belum pernah menyentuh Ziza sedikit pun. Semua karena Najwa, selingkuhan yang masih dicintainya. Berulang kali Ziza memergoki Gus Azmi mengawasi Najwa, semua itu karena beliau masih menyimpan rasa pada Najwa. Ziza benar-benar marah dan dendam pada Najwa. Karena Najwa sudah tega merusak hubungan Ziza dan Gus Azmi.


Ziza tersungkur lemah tidak berdaya dengan apa yang ditemukannya. Najwa yang selama ini terlihat sedih, ternyata bukan karena orang tuanya tapi karena Gus Azmi. Ziza selalu menenangkan Najwa agar dia tidak bersedih. Tapi saat tahu sebab kesedihan Najwa, Ziza merasa menyesal memperhatikan Najwa.


Cukup lama Ziza menangis meratapi pengkhiyanatan suaminya. Ziza benar-benar menyesal kenapa dia sampai tidak tahu kalau selama ini suaminya telah mendua. Najwa yang terlihat seperti wanita baik-baik ternyata berhati busuk karena telah berani merebut hati suaminya. Ziza bukan wanita yang lemah, dia tidak akan tinggal diam pada Najwa. Ziza bertekad untuk meminta hak nya pada Gus Azmi, agar beliau bisa berhenti memikirkan Najwa.


Ziza langsung menyimpan surat-surat tersebut dan mengembalikan nya seperti semula. Ziza bertekad akan mendapatkan hati suaminya kembali. Tidak akan ada wanita lain di hati Gus Azmi kecuali dirinya. Karena beliau adalah suami Ziza dan beliau wajib memberikan nafkah lahir batin padanya.


***


Malam itu Ziza berhias sangat cantik dan sexi. Berharap Gus Azmi akan terpikat olehnya. Ziza meminta bantuan Raisya agar Gus Azmi segera masuk ke kamar. Raisya terpaksa berbohong atas permintaan Ziza.


"Neng Ziza sakit Gus, njenengan diminta segera ke kamar." Ucap Raisya bohong.


"Sakit? Sakit apa Ziza? Tadi terlihat sehat-sehat saja," tanya batin Gus Azmi.


"Iya, aku akan segera kesana." Gus Azmi segera mengemasi foto dagangannya.


Karena memang beliau memiliki usaha jua beli motor dan mobil bekas.


"Biarkan saya saja Gus yang membereskan," tawar Raisya, Gus Azmi pun menyetujuinya dan segera menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2