
Kamar E-3 memang sudah terkenal anggotanya cantik-cantik, jadi tidak heran semua kenal dengan mereka. Apalagi Mala selalu gosip sana sini setiap malam, yang membuat semua santri kenal dengan nya. Najwa memang santri baru dibandingkan ke tiga temannya, tapi dia tidak kalah tenar dengan yang lain. Karena kemarin saat lomba Cerdas Cermat Qur'an (CCQ) Najwa mendapat juara satu, jadi dia langsung terkenal karena prestasinya.
"Eh sudah nomer berapa yang tampil?" Tanya Eli pada salah seorang santri.
"Sudah nomer 5 kak...,"jawabnya.
"Terima kasih ya..., Hmmm..., Najwa, Ziza, Eli...! masih giliran nomer 5, ayo gabung dengan teman-teman." Ajak Eli.
Najwa sudah meneliti bahwa Gus Azmi tidak hadir, diapun merasa lega.
"Najwa...," panggil Ziha dan Ijul sambil melambai-lambaikan tangannya. Najwa pun membalas demikian.
"Najwa cantik ya Jul?"puji Ziha.
"Ya iyalah..., dia kan pandai pakai make up..., gak kaya kita pakai maskara saja tidak bisa!" terang Ijul. Dan mereka berdua pun tertawa bersama.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Sebentar lagi giliran kelompok Najwa yang akan tampil, Najwa sangat grogi karena ini adalah pertama kalinya dia bersalawat di depan umum.
"Bismillah...," Najwa mencoba meredam gejolak hatinya.
Tidak lama giliran mereka pun tiba, semua segera naik ke panggung dan memulai pentas mereka. Sebelum musik di tabuh, Najwa melantunkan ayat-ayat panjang (mbawak) sebagai intro. Semua santri terkesima bersorak kagum.
"Calon menantu kita bah," bisik ibu yai pada Abah yai Qomar.
Beliau bingung sendiri dengan ucapan istrinya. Terlihat ibu yai Marfu'ah sangat menikmati lantunan-lantunan yang di bawakan oleh Najwa.
Gus Azmi yang kebetulan mendengar suara indah tersebut merasa penasaran dan mengintip dari luar aula. Beliau sangat kaget, ternyata Najwa yang tampil.
"Kenapa Dinda tidak bilang kalau akan tampil?" batin Gus Azmi.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang saat Najwa dan teman-teman nya memulai bersholawat, Gus Azmi datang ke aula. Seketika semua santri bersorak, Najwa tidak menyadari kedatangan beliau. Najwa pikir mereka bersorak pada tampilan mereka.
Mereka membawakan lagu berjudul "Al hijrotu" disambung dengan lagu "ya Rasulullah".
Selesai bersholawat dan akan turun panggung, Najwa benar-benar kaget ternyata Gus Azmi sudah duduk manis di samping ibu yai sambil memandang nya tajam. Wajah Najwa pun langsung merona, tersipu malu.
"Kapan beliau sampai? Kenapa tiba-tiba ada di sana sih...,"keluhnya dalam hati.
Setelah tampilan tersebut pengumuman pemenang lomba pun di bacakan. HS-E mendapat dua juara, yaitu lomba baca berita dan festival sholawat yang baru saja selesai dilaksanakan.
Ketua HS pun diminta mewakili penerimaan hadiah. Najwa dan teman-temannya bersorak gembira karena kata Eli ini adalah pertama kalinya HS mereka memenangkan lomba setelah hampir 3 periode.
"Horeeee...! Kita menaaaaaang...!"ucap Eli sambil bersorak gembira.
Setelah pengumuman lomba tibalah penutupan pondok. Abah yai Qomar sendiri yang berpidato dan memberikan beberapa pesan pada santri selama di rumah.
"Anak-anakku sekalian..., pesan Abah saat di rumah tidak usah bermain hp, cari kegiatan yang lebih berguna. Bantu orang tua kalian, tidak usah pergi ke daerah wisata kalau tidak dengan orang tua...,"
Tidak lama acara ditutup dan semua santri sudah diizinkan pulang. Banyak orang tua yang sudah menjemput didepan kantor, panggilan sambang pun terus di informasikan.
Malam itu yang pulang duluan adalah Mala dan Eli. Eli sudah dijemput bibinya yang menetap di Surabaya dan Mala sudah di jemput oleh ajudan pengawal orang tuanya.
Sedangkan Najwa dan Ziza akan kembali besok.
"Aku balik duluan ya za..., Najwa...," Mereka saling cipika cipiki bergantian.
"Hati-hati ya...," pesan Ziza.
"Iya..., ini Najwa tidak punya nomer kah untuk dihubungi?" Tanya Mala.
__ADS_1
"Ada, tapi nomer Abah. Kalian mau?" tawar Najwa.
"Enggak ah, nanti kamu dimarahi kalau kami sering telpon...,hehehe" terang Mala.
"Aku akan merindukanmu wa...," Eli memeluk Najwa.
"Iya..., aku juga akan merindukan kalian. Cuma 10 hari kan? 10 hari lagi kita akan berkumpul kembali...," ucap Najwa lengkap dengan senyumnya.
"Oke!" Jawab Eli semangat.
Akhirnya Mala dan Eli pulang duluan. Di kamar hanya tinggal Ziza dan Najwa.
"Akhirnya kita berdua wa...," Ziza membaringkan tubuhnya.
"Iya, teman-teman kelihatannya sudah banyak yang pulang." Najwa juga ikut berbaring.
"Sebenarnya ada yang mau aku tanyakan padamu wa...," ucap Ziza serius.
"Apa? Kenapa serius gitu? Aku takut za...," canda Najwa.
"Sudah jangan bercanda..., kemarin setelah kita keluar bertemu dengan Azmi kenapa kamu menangis semalaman? Sampai matamu bengkak...," tanya Ziza penasaran.
"Kenapa itu lagi sih yang ditanyakan..., gak mau ingat-ingat lagi aku...,"ucap Najwa dalam hati.
"Najwa? Jawab..., malah melamun..." Ziza sedikit geram.
"t--Tidaak kok..., bukan apa-apa...," Najwa asal menjawab.
"Maksudnya?" Ziza bingung dengan jawaban Najwa.
__ADS_1
"Aduuuhhh ...! aku ngomong apa sih, tolong Ziza jangan tanyakan hal kemarin ya.... Aku tidak mau mengulangi luka yang sudah aku obati." Celotehnya dalam hati.
#next