DUNIAKU DUNIAMU

DUNIAKU DUNIAMU
Jatuh Cinta


__ADS_3

"Tumben Azmi tidak datang mencari ku...?" Batin Ziza.


Karena biasanya setiap tahu Ziza keluar pondok Gus Azmi kadang datang menemuinya.


"Pasti gara-gara takut ketahuan kalau dia suka dengan sahabat ku ini...." Tambah nya sambil tersenyum sendiri.


"Ayow Za..., kita belanja pesanan anak-anak...!" Ajak Najwa.


"Ayo..."Ziza segera menghabiskan es buahnya.


Ternyata dari kejauhan Gus Azmi mengawasi mereka. Saat mereka berjalan kembali Gus Azmi segera pergi.


Pukul 15.30 wib mereka sudah kembali ke pondok.


"Eli .... Mala...! Bantu kami...!" Teriak Ziza dari lantai bawah.


"Iyaaaaa...!" Eli berlari menghampiri mereka.


"Waaaahhhh...! Ayow Ayow...," Ucap Eli semangat.


"Teman-teman siapa yang titip tadi langsung ke kamar E-3 ya...!" Teriak Eli.


"Kamu beli apa aja wa?" Tanya Mala.


"Lihat aja sendiri nanti...."


Mereka bergegas menuju kamar dan langsung membuka barang-barang belanjaan. Teman-teman dari kamar lain yang titip juga datang mengambil barang mereka.


"Terima kasih wa...!" Ucap salah satu teman kamar lain.


"Iya sama-sama...." Najwa mulai merebahkan badannya ..


"Kamu tadi beli baju ini wa? Waaahhh bagusnya...!" Puji Ela


"Mana-mana...? Aku mau coba...!" Ucap Mala spontan.


"Yeeeee...! Aki duluan yang nyoba...!" Ejek Eli.


"Udah-udah gantian yang nyoba..., jangan rebutan...!" Terang Najwa.


Tiba-tiba ada mbak ndalem datang ke kamar mereka.

__ADS_1


"Najwa...! Dipanggil umi...,"


"Hmmm iya mbak..., saya akan segera ke sana...." Ucap Najwa segera.


"Kamu gak capek?" Tanya Ziza.


"Ya mau bagaimana lagi...? Nanti aja istirahat nya...." Najwa membenahi kerudung nya.


"Pasti yang nyuruh Azmi..., bukan umi...." Gumam Ziza.


"Apa...?" Najwa merespon.


"Bukan apa-apa..., cepat berangkat...! Nanti keburu di takzir kamu...." Jawab Ziza jengkel dengan sikap kekanak-kanakan Gus Azmi.


"Kok ditakzir? Ini umi za yang minta..., bukan Gus Azmi... " Najwa tersenyum.


"Ayoow cepat berangkat...!" Paksa Ziza.


"Iya-iya..., kenapa sih kamu?" Najwa keheranan.


Sesampainya di ndalem ternyata benar, ndalem terlihat sepi. Di dapur hanya ada 2 mbak ndalem yang bagian piket hari itu. Siapa lagi kalau bukan Raisya dan Mala.


"Mbak..., tadi saya dipanggil umi kah?" Tanya Najwa.


"Terima kasih mbak...." Najwa masuk dan masih melihat sekeliling sepi senyap seperti tidak ada orang.


"Assalamualaikum umi...." Salamnya.


"Waalaikumsalam..., ayow Najwa kemari...!" Suara umi terdengar di dalam kamar.


"Iya umi...."Najwa segera ke kamar tersebut.


Tapi Najwa dikagetkan dengan keberadaan Gus Azmi disana.


"Ayo sini nak..., tolong pijitin umi ya...? Rasanya kaki umi kok pegel semua...." Terang ibu yai.


"Iya umi...," Najwa mendekat, tapi Najwa tidak berani menatap orang yang ada di samping ibu yai yang sudah dari tadi memijat kaki ibu yai.


"Azmi...! Kamu boleh pergi..., udah ada Najwa yang gantiin kamu...,"


"Nanti aja mi..., aku masih mau disini nemenin umi...." Jawab beliau tanpa menghiraukan Najwa yang mulai memijat kaki umi.

__ADS_1


Gus Azmi rebahan di samping ibu nya sambil memainkan hp.


"Aduuuhhh.... Kalau begini rasanya aku diperhatikan terus sama Gus e.... Malu aku..., kenapa sih beliau gak keluar aja...?" Batin Najwa gelisah.


"Tidak ada jadwal ngajar tow Gus?" Tanya umi.


"Gak ada mi.... Malam ini kan malam Jum'at..., jadi gak ada kegiatan...." Terangnya yang sibuk memainkan hp.


Najwa melirik sedikit ke arah Gus Azmi, Gus Azmi pura-pura tidak tahu padahal Gus Azmi menyalakan vidio hp nya kearah wajah Najwa, Beliau pun tersenyum geli.


"Hehehe 😁...," tanpa sadar Gus Azmi terkekeh pelan.


"Dasar anak jaman sekarang.... Mainin hp senyum-senyum sendiri...." Terang ibu yai.


"Apa tow umi...." Gus Azmi masih tersenyum geli.


"Mau main lirik-lirik an ya...? Najwa..., Najwa.... Kamu benar-benar gadis unik...." Gumam hatinya.


Sore itu Gus Azmi merasa senang sekali karena ditemani pujaan hatinya Najwa, santri baru yang sangat dia kagumi. Umi yang dipijit Najwa sampai tertidur lelap karena keenakan bercampur capek.


"Yaaaahhh..., umi tidur...." Ucap Gus Azmi memancing omongan.


"Ya udah kamu kembali saja.... Terima kasih ya...,"


"Iya Gus...." Jawab Najwa penuh ta'dzim.


Gus Azmi pelan-pelan turun dari tempat tidur agar ibunya tidak terbangun. Dan beliau keluar dari kamar tersebut diikuti oleh Najwa.


"Aduuuhhh capeknya...." Batin Najwa.


"Ini..., ambillah...!" Gus Azmi menyodorkan sesuatu kearah Najwa.


"Apa itu? Kenapa diberikan padaku?" Gumam hati Najwa.


"Ayow cepat ambil..., ini perintah!" Paksa Gus Azmi.


"Iya Gus...," Najwa segera menerima pemberian gus Azmi dan beliau beranjak pergi.


"Kenapa beliau selalu mengandalkan kekuasaannya sih untuk memaksaku?" Ucap Najwa jengkel.


"Ini apa coba?" Ucap Najwa penuh dengan rasa penasaran.

__ADS_1


#next.


__ADS_2