DUNIAKU DUNIAMU

DUNIAKU DUNIAMU
Sakitnya Cemburu


__ADS_3

Keesokan harinya Najwa menjalani takzirannya selama 5 hari berturut-turut. Gus Azmi tidak pernah terlihat selama Najwa ditakzir. Najwa juga heran dimana beliau, padahal biasanya beliau selalu menemani Najwa. Saat di madrasah pun Gus Azmi terlihat banyak pikiran. Najwa hanya bisa berangan-angan mengenai sikap beliau yang berbeda.


Hampir 3 bulan sikap Gus Azmi tetap begitu, yang membuat tanda tanya besar bagi Najwa. Pesan terakhir yang beliau tulis adalah beliau memang sedang full kuliahnya. Semester ini dan semester depan adalah waktu PPL (Praktik Pembelajaran Langsung) dan KKN ( Kuliah Kerja Nyata). Najwa yang memang masih belum mengerti tentang dunia perkuliahan, mencoba memahami dan bersabar menghadapi sikap beliau yang berubah.


"PPL tu apa sih El?" tanya Najwa penasaran.


"PPL tu yang aku tau adalah praktik mengajar wa, biasanya ngajar disekolah gitu.... Soalnya mas ipar ku dulu juga kuliah. Dan dia selalu sibuk buat sana sini katanya untuk ngajar tugas PPL." Terang Eli panjang lebar.


"OOO gitu ya," Najwa merenung sebentar karena merasa kangen dengan Gus Azmi yang sering menggodanya dulu.


"Kenapa wa? Siapa yang PPL?" Eli tidak kalah penasaran.


"Bukan siapa-siapa..., ingin tau saja. Siapa tau besok aku bisa kuliah hehehe." Jujur Najwa.


"Sama, aku juga ingin kuliah wa. Nanti kalau sudah PPL ada KKN wa..., kalau KKN tu biasanya nginap di daerah tertinggal gitu. Bareng-bareng kelompok cewek cowok. Iiiiihhhh..., pasti seru!" Eli senyum-senyum sendiri membayangkan hal tersebut.


"Apanya yang seru, pikiran ku melayang kemana-mana kalau membayangkan beliau menginap bersama teman-temannya untuk tugas KKN." Keluh batin Najwa.


"Tapi yang paling sulit tu adalah masa-masa membuat sekripsi wa..., nanti ada penelitian gitu katanya. Terus ada ujiannya juga, kalau gak lulus ya gak dapat ijazah." Lanjut keterangan Eli.


"Kamu kok tau betul tu dari mana?" Najwa balik tanya.


"Tadi kan aku sudah bilang, dari mas ipar ku. Bagaimana sih? Kamu jangan nglamun kalau di ajak ngobrol...." Eli mengetok pelan kepala Najwa.


"Habisnya lagi galau nie El..., makanya gak bisa fokus." Keluh Najwa.


"Memang mikirin siapa sih? Emang kamu punya pacar? Hati-hati low, kalau memang punya pacar jangan sampai ketahuan pondok. Bisa kena takzir kamu kalau sampai ketahuan ketemuan!"


"Memang siapa yang punya pacar? Jangan ngarang DECH!" Tolak Najwa.


"Ayow ngaos Abah! Jangan ngobrol saja," ucap Ziza mengagetkan mereka.


"Kaget aku!" Ucap Eli spontan.

__ADS_1


Ziza hanya nyelonong pergi tanpa menghiraukan ucapan Eli.


"Ayo El..., nanti telat!" Ajak Najwa mulai bersiap-siap.


***


Hari-hari ini adalah masa-masa sulit bagi Najwa. Karena beliau yang selalu mengisi hari-hari nya tiba-tiba berubah drastis. Gus Azmi memang sibuk, Najwa berulang kali menyakinkan hatinya bahwa semua akan kembali seperti semula saat tugas-tugas Gus Azmi selesai.


Hari itu adalah hari dimana teman-teman kuliah beliau berkunjung ke rumah. Kebetulan Najwa piket hari itu. Najwa melihat teman-teman beliau cantik-cantik dan modis, yang cowok pun terlihat keren. Berbeda jauh dengan dirinya yang ketinggalan zaman, menurutnya.


Mbak Raisya menyuruh Najwa mengantarkan minuman untuk mereka. Najwa perlahan menuju ruang tamu. Saat dia mendekat, Najwa dikejutkan oleh pemandangan yang menurutnya tidak biasa. Disamping Gus Azmi ada seorang cewek cantik, dekat sekali mereka duduk. Terlihat Gus Azmi serius menatap laptopnya yang tidak menyadari kehadiran Najwa. Tiba-tiba hati Najwa sakit melihat pemandangan tersebut, apalagi Najwa melihat cewek tersebut dengan sengaja menyenggol tangan beliau tapi Gus Azmi sama sekali tidak menolaknya. Hati Najwa seperti diiris-iris karenanya, padahal Najwa selalu menjaga jarak dengan beliau. Tapi di luar beliau sangat bebas dengan wanita lain.


"Ini mbak minumannya...,"suara Najwa terdengar bergetar karena menahan sakit hatinya. Tangannya dingin seperti es.


"Iya, terima kasih ya...," ucap ramah salah satu teman Gus Azmi.


"Mbak nya siapa namanya? Kok cantik banget,"goda salah satu teman cowok beliau.


"Jangan nakal, mereka santri ku!" Sahut Gus Azmi yang sama sekali tidak melihat kearah Najwa.


"Tidak...! Kenapa seperti ini...? TIDAK...! Najwa kamu harus percaya pada beliau, kamu harus yakin beliau akan tetap setia. Tapi, apalah daya..., aku memang tidak seperti mereka yang bisa dengan mudah mendekati beliau. Gus Azmi...! Kenapa begitu sakit mencintaimu..., sesak sekali rasanya...."


Najwa menangis meratapi nasibnya yang sudah terlanjur setia dengan Gus Azmi. Dia tidak ingin kembali mencurigai beliau seperti saat dengan Ziza. Najwa mencoba sabar dan menahan rasa sakitnya sampai Gus Azmi menjelaskan segalanya tentang siapa wanita tersebut.


"Kenapa wa? Kamu sakit?" Tanya Raisya kuatir.


"Tidak mbak, tapi aku izin ya mbak hari ini tidak piket dulu...," terang Najwa.


"Kenapa?"


Najwa terdiam menanggapi pertanyaan Raisya. Dia melihat kearah ruang tamu terlihat Gus Azmi sedang bercanda dengan wanita yang dari tadi lengket dengannya.


"Kamu cemburu ya?" Goda Raisya.

__ADS_1


"Kenapa harus cemburu, aku bukan siapa-siapa kan?" Jawab Najwa murung.


"Mereka memang selalu begitu wa, dulu umi sampai menegur Gus Azmi untuk bisa menjaga sikapnya kalau dengan teman cewek. Tapi kelihatannya cewek itu memang tidak bisa mengerti." Terang Raisya.


"Semua itu bukan urusanku." Najwa pasrah menanggapi hal tersebut, karena Gus Azmi sendiri telah larut dalam tugasnya sehingga tidak menyadari kehadirannya.


"Aku bilang begitu karena aku pernah lihat sendiri Gus Azmi membentak wanita tersebut." Terang Raisya semangat.


"Biarkan saja, beliau juga menikmati kan?" Ucap Najwa getir.


"Ya iyalah...! siapa juga yang bisa nolak didekati cewek cantik, baik, pintar pula...." ucap Raisya menggebu-gebu.


"Nanti panggil saja aku ya mbak, kalau mereka sudah selesai. Nanti aku bersihkan ruang tamunya."


"Jangan...! Kamu di sini saja temenin aku ya," paksa Raisya.


Dengan terpaksa Najwa menemani Raisya di ndalem. Najwa memilih duduk dibelakang agar tidak mendengar mereka. Air mata Najwa tiba-tiba menetes karena terbayang kembali wajah Gus Azmi yang terlihat menikmati kebersamaannya dengan cewek tersebut.


Tidak lama akhirnya mereka berkemas dan pergi meninggalkan ndalem. Samar-samar Najwa melihat Gus Azmi menggandeng cewek tersebut dan terlihat cewek tersebut memeluk erat beliau. Rasanya hancur hati Najwa melihat hal tersebut, dia bertekad meminta penjelasan beliau tentang hal tersebut.


Tapi saat di madrasah beliau izin akan melaksanakan KKN sehingga beliau digantikan oleh ustadz Yusuf sebagai pengganti sementara beliau.


Najwa hanya bisa menahan marah dan sakit di hatinya karena belum bisa meminta penjelasan beliau.


Dua Minggu lagi adalah liburan semester genap, dan sebentar lagi Najwa naik kelas 3 Tsanawiyah. Berbulan-bulan Najwa menahan sakit hatinya, rasanya sakit dan menyiksa. Saat liburan pondok pun Gus Azmi hanya memberikan pesan singkat.


_hati-hati ya di jalan, maaf aku belum bisa menemanimu Dinda_


Air mata Najwa langsung tidak bisa dibendung lagi karena kesabaran nya seakan sedang diuji. Tiga bulan lalu dia melihat Gus Azmi bersama cewek tersebut dan hari ini dia terbayang saat Gus Azmi tinggal bersama dengan cewek tersebut. Satu rumah satu atap, kamar pun tidak berjarak jauh. Najwa seakan ingin menyerah menghadapi hal tersebut.


Liburan pondok yang lebih panjang semakin menyiksa Najwa dengan angan-angannya yang melayang membayangkan beliau.


Najwa berusaha mengisi hari-hari nya dengan full kegiatan agar tidak teringat tentang Gus Azmi. Tapi setiap akan tidur, bayangan beliau kembali datang dan datang berulang kali.

__ADS_1


Berbeda dengan Ziza, Ziza menikmati liburannya dengan Gus Azmi, sebuah nama yang tertulis dikontak hp nya, yang menyamar sebagai Gus Azmi. Hubungan mereka semakin erat dan mesra. Ziza menganggap dia adalah Gus Azmi yang selama ini dikenalnya. Ziza juga tidak curiga sedikitpun dengan Gus Azmi yang saat padat-padatnya kuliah masih sempat menghubunginya. Ziza benar-benar bahagia karena Gus Azmi sangat perhatian padanya. Tidak perlu waktu lama mereka sama-sama menyatakan cinta dan menjalin ikatan. Sebuah bencana yang akan menghancurkan hubungannya dengan Najwa dimulai.


#next


__ADS_2