
Belum sampai Najwa menjawab sudah ada panggilan dari kantor untuk Ziza.
"Siapa yang manggil ya? Bukankah besok aku dijemput?" tanya batin Ziza.
"Ada panggilan sambang za, ayo cepat ke sana...," pinta Najwa.
"Iya dech..., tunggu ya..., kita belum selesai...," Ancam Ziza yang kemudian bergegas ke kantor.
"Alhamdulillah..., terima kasih ya Allah sudah menyelamatkan ku...." Syukur Najwa.
"Tadi apa Gus Azmi marah ya? Kok gitu ekspresi nya lihat aku? ... Tau ah! Besok kan liburan, mau marah atau tidak, mana mungkin beliau bisa ngomel padaku...hehehe 😁" batin Najwa merasa menang.
Najwa pun mulai menutup matanya karena sudah ngantuk.
***
"Assalamualaikum...,"
"Waalaikumsalam...! Duduk neng," pinta ustadz Qosim.
"Ada apa ustadz memanggil saya?" Tanya Ziza langsung.
Awalnya ustadz Qosim tidak begitu memperhatikan Ziza, tapi saat dia memandang Ziza . Dia langsung terpesona oleh kecantikan Ziza dengan make up tipis nya.
Begitu cantik dan menggoda, Ziza tidak sadar kalau dia tadi belum menghapus riasannya. Jadi dia tidak tau kenapa tiba-tiba ustadz Qosim terdiam sejenak.
__ADS_1
"Ustadz...? Ada perlu apa memanggil saya?" Tanya Ziza sekali lagi.
"i--Iya, maaf...," Ustadz Qosim langsung menunduk kan pandangannya.
"Kenapa sih ustadz Qosim? Aneh...?" batin Ziza.
"Ini neng! hp njenengan, kemarin Gus Azmi meminta saya memberikannya pada neng Ziza. Beliau berpesan, setelah ini beliau akan berhenti menemui neng Ziza." Terang Gus Azmi.
"Kenapa bisa begitu?" Ziza bertanya-tanya.
"Saya tidak tahu neng, beliau juga berpesan meminta maaf pada neng Ziza kalau ada salah." Tambahnya.
"Dasar Azmi! Selalu saja egois, memutuskan sesuatu sendiri!" gerutu hatinya.
"Ya udah! Makasih ustadz, saya ambil hp nya."
Ziza berulang-ulang memanggil kontak dengan nama Azmi, tapi tetap tidak bisa tersambung.
Saat Ziza sibuk dengan hp nya, ada panggilan kantor untuk Najwa juga. Ziza tidak menyadari nya karena terlalu sibuk dengan hpnya.
"Sekali lagi, panggilan untuk Najwa Qumaira harap menuju kantor."
Sudah 3 kali panggilan untuk Najwa tapi Najwa belum datang juga.
Untung nya tetangga kamar membangun kan Najwa dan Najwa pun langsung ke kamar mandi mengusap wajahnya agar tidak ngantuk, sekaligus menghapus make up nya tadi.
__ADS_1
"Assalamualaikum..., maaf ustadz saya tertidur tadi...." Najwa tertunduk lesu karena ngantuk.
"Waalaikumsalam..., Dinda!" Suara bisikan Gus Azmi.
"Astaghfirullah!" Suara Gus Azmi mengagetkan Najwa, seketika ngantuk nya hilang.
"Njenengan?" Najwa kaget setengah mati.
"Hehehe 😁 iya, kenapa tow?" Gus Azmi bingung melihat ekspresi Najwa.
"Ini di kantor pondok Gus, berani-beraninya njenengan menemui saya disini...," gerutu hatinya yang membuat Najwa tidak menanggapi pertanyaan Gus Azmi.
"Ya sudah aku tidak akan lama, ini tolong dibawa ya..., malam ini saja..., kumohon...." Gus Azmi menyodorkan hp kepada Najwa. Najwa masih linglung tanpa ekspresi.
"Besok titipkan saja pada ustadz Qosim...," Terangnya. Najwa tetap saja bengong.
"Haloooo...! Ini bukan mimpi Dinda..., sadar...," Gus Azmi mencoba merespon Najwa.
"i--Iya...," Najwa tertunduk.
"Sudah..., kamu bisa kembali Dinda, tunggu telpon ku ya...," bisik Gus Azmi menggoda.
"Iya Gus...," Najwa mengambil hp tersebut dan langsung keluar kantor tanpa salam karena gugup.
"Mati akuuuuuu..., beliau mau bilang apa sih padaku? Kok memberi hp segala..., padahal sudah aman aku gara-gara tidak izin masalah sholawat an tadi..., kenapa malah diberi hp siiihhh...?" Ceramah hati Najwa.
__ADS_1
Belum sampai kamar, hp tersebut berbunyi. Tertulis nama "Sayangku".