
"Apa sih ini?" Najwa penasaran dan membuka tas kecil yang diberikan Gus Azmi padanya.
Sebuah kado kecil berada di dalam nya, Najwa segera membukanya.
"Parfum?"batin Najwa penuh tanda tanya.
Di dalam nya terdapat surat kecil bertuliskan,
_tolong dipakai_
"Kenapa beliau memberiku parfum? Memang aku bau ya?" Najwa mencoba mencium aroma tubuhnya.
"Enggak kok.... Aku gak bau..., tapi apa maksud nya ini...?" Najwa sibuk bicara sendiri.
"Najwa..., ngapain disini? Gak jama'ah kamu?" Tanya salah satu abdi ndalem.
"Sudah iqomah kah?" Tanya Najwa.
"Ya udahlah..., cepetan sana! Dapat takzir lagi nanti kamu...," ingat nya.
"Iya-iya..., terima kasih ya...." Ucap Najwa segera berlari.
***
Malam itu malam Jum'at, setelah Jam'iyyah sughro para santri tidak ada kegiatan lagi. Banyak yang mereka kerjakan, ada yang mencuci baju, masak-masak, ada yang asyik mengobrol, ada juga yang sudah tertidur pulas. Saat itu Najwa masih melamun di mushola pondok..
"Maksud gus Azmi apa sebenarnya? Kenapa beliau memberiku parfum? Apa aku santri pertama yang pernah diberi kado oleh Gus e...? Ataukah memang hanya sekedar tanda terima kasih Gus Azmi karena sudah memijat umi?"
Najwa tidak bisa berhenti bertanya dalam hatinya. Najwa ingin cerita pada Eli, Ziza atau Mala. Tapi Najwa takut kalau itu bisa jadi gosip besar di pondok putri.
"Ya Allah.... Jagalah hati hamba...."
Najwa tidak mau berharap lebih dari apa yang dialaminya, karena dia tau bagaimana kedudukannya. Dia hanya seorang santri sedangkan beliau adalah putra kyai Qomarudin, seorang kyai besar yang memang jika ada sesuatu antara dirinya dan Gus Azmi, tidak akan mungkin keluarga setuju dengan hubungan mereka.
"Jauh dalam hati sebenarnya senang..., tapi sesak rasanya kalau tau kenyataan ini...."Gumam Najwa.
Keesokan harinya seperti biasa sebelum shubuh, Najwa sudah berada di ndalem memasak sayur untuk para santri. Sejak kejadian kemarin sore Najwa jadi sering terdiam dan melamun.
"Kamu sakit wa? Kok lesu banget?" Tanya Ziha.
"Aaaa...! Enggak kok.... Cuma teringat rumah aja, gak terasa sudah hampir 2 bulan...," terang Najwa bohong.
"Belum sambang kah?" Sambung nya.
_sambang adalah ketika orang tua santri menjenguk dipondok_
__ADS_1
"Belum, kemarin cuma telepon saja...."
"Sabar ya.... Mungkin bapak ibu mu masih repot,"bucap Ijul menenangkan.
"Iya...." Jawab Najwa pelan.
Sebenarnya dalam hatinya Najwa masih kepikiran terus tentang guz Azmi, dia tidak bisa menepis rasa aneh yang timbul karena nya.
"Sebenarnya kenapa dengan aku? Berhenti mikirin tentang dia dong.... Sadar Najwa...! Sadar...! Tidak ada makna lebih dari parfum itu.... Jangan sampai semua itu mempermainkan perasaanmu...." Gejolak dalam benak Najwa.
Tiba-tiba Gus Azmi masuk dapur mengambil sesuatu, Najwa pura-pura tidak tahu tapi tidak bisa. Tanpa sengaja tatapan mata mereka bertemu, Gus Azmi tersenyum sangat manis kepada Najwa. Seketika hati Najwa berdesir antara bahagia atau apa, Najwa tidak bisa mengartikan getaran itu.
"Ya Allah.... Ampuni hamba kalau hamba jatuh cinta dengan beliau...." Pinta Najwa dalam hati.
Hari itu adalah hari terberat baginya. Karena Najwa tidak bisa mengendalikan perasaannya untuk tidak memikirkan Gus Azmi. Najwa terus saja meyakinkan hatinya bahwa dirinya tidak akan pantas berdampingan dengan beliau. Tapi semua sia-sia. Bayangan Gus Azmi selalu membuat nya terpesona.
"Kenapa wa...? Lesu banget?" Tanya Eli penasaran.
"Enggak kok.... Udah ah aku mau istirahat dulu...!" Najwa mengambil bantal empuk nya bersiap untuk rebahan.
"Aku minta parfum ya...," Eli membuka loker Najwa.
"Iya." Jawab Najwa asal-asalan.
"Kemarin kamu beli parfum?" Tambah Eli.
Ziza yang baru datang ikut bicara.
"Kapan kamu beli parfum? Kemarin kan kita gak ke toko parfum?" Ziza penasaran.
"Apa...?" Najwa baru sadar dan terbangun. "Iya...! Kemarin aku beli parfum..., masak lupa Ziza...?" Ucap Najwa bohong.
"Masak sih...?" Ziza masih penasaran.
"Parfum mahal nie...." Eli menilai dan mencobanya.
"Harum wa.... Aku minta ya...?" Izin Eli.
"Jangan yang ini..., yang ini saja ya...," Najwa memberikan parfum yang lain.
"Pengen coba yang itu...." Rengek Eli.
"Jangan...! Ini masih baru..., yang ini saja ya...? Ayolah...!" Tawar Najwa.
"Ya udah deh..., yang penting harum.... Hehehe 😁" Eli tersenyum hangat.
__ADS_1
"Aku ke kantin dulu ya...," Eli pun bergegas keluar kamar menuju kantin pondok.
Tapi Ziza masih penasaran dan mencoba mengingat bau parfum yang dibeli Najwa tersebut.
"Seperti nya bau nya tidak asing...?" Tanya Ziza.
"Masak sih...? Namanya parfum kan banyak..., pasti kamu pernah mencium bau nya saat dijalan..." Ucap Najwa sambil meminta parfum yang ada ditangan Ziza.
"Dari mana kamu dapat parfum ini? Kemarin kan kita gak ke toko parfum.... Aku ingat itu...." Dekte Ziza.
"Pasti ada sesuatu..., iya kan?" Paksa Ziza agar Najwa berterus terang.
"Tapi ini rahasia ya...." Ucap Najwa akhirnya.
"Kenapa?" Ziza penasaran.
"Karena yang memberikan nya adalah Gus Azmi...." Najwa berterus terang.
Ziza masih tidak percaya bahwa dugaan gus Azmi tertarik pada Najwa adalah benar.
Ziza teringat sesuatu yang membenarkan bahwa parfum itu adalah parfum yang biasa digunakan Gus Azmi.
"Bagaimana bisa...? Jadi prasangka ku selama ini benar.... Azmi adalah tipe cowok yang tidak peduli dengan cewek, kalau sampai dia memberi parfum pada Najwa berarti memang ada sesuatu. Azmi memang tertarik dengan Najwa...," Batin Ziza berkecamuk memikirkan apa yang diketahuinya.
"Mungkin sebagai hadiah karena kemarin aku memijit umi...," terangnya.
"Kamu yakin?" Ziza masih penasaran.
"Seperti nya dugaan kamu salah wa...." Batinnya.
"Kalau bukan itu apalagi coba? Aku kan tidak punya hak untuk berharap lebih.... Lagi pula mana mungkin beliau tertarik padaku? Santri yang selalu membuat nya jengkel...." Najwa mengambil nafas dalam-dalam.
"Memang sudah seharusnya aku berfikir seperti itu kan?" Tanya Najwa.
"Aku tidak tahu.... Semuanya tergantung kamu wa.... Semoga saja demikian.... " Jawab Ziza menenangkan kegelisahan hati Najwa.
"Aku yakin beliau memang tertarik padamu Najwa..., Najwa Qumaira.... Gadis cantik yang sempurna...." Gumam hati Ziza.
"Jaga rahasia ini ya za.... Aku tidak mau jadi gosip.... Apalagi ini tentang Gus Azmi...," pinta Najwa.
"Iya.... Aku jaga Rahasia kamu...."
"Janji...," Najwa menyakinkan Ziza untuk berjanji, tapi Ziza menjawab nya hanya dengan tersenyum.
#next
__ADS_1