
Malam itu sekitar pukul dua puluh, Zara sudah berada di depan rumah yang jadi incarannya. Dia bersembunyi di atas pohon besar yang terdapat tidak jauh dari rumah tersebut.
Tak lama terlihat ada dua orang bodyguard yang berjalan keluar dari rumah dan membuka pintu gerbang itu!
Dari jarak yang tidak terlalu jauh itu, Zara melihat ada seorang perempuan yang memaksa beberapa perempuan lain untuk memasuki mobil yang ada di sana.
Para wanita itu terlihat berdandan cantik dan semuanya mengenakan pakaian yang hanya menutupi bagian-bagian tertentu saja. Mereka terlihat dipaksa untuk pergi dari rumah itu namun ada juga yang berjalan dan memasuki mobil tanpa harus dipaksa.
"Cepat masuk ke dalam mobil atau kau akan aku tembak!"
Seorang laki-laki bertubuh besar itu menodongkan senjata api pada salah satu perempuan yang menolak masuk ke dalam mobil itu.
"J_jangan. Saya akan pergi," ucap perempuan itu sembari masuk ke dalam mobil dan bergabung bersama teman-temannya yang lain.
"Kalian pergilah duluan, Aku menyusul setelah urusanku dengan gadis yang baru datang itu selesai," ucap Wilona pada sopir dan beberapa bodyguardnya.
"Baik Nona. Kalau begitu kami permisi."
Mobil itu pun mulai melaju, meninggalkan Wilona di tempat itu.
Setelah Wilona masuk ke dalam rumah itu, dengan berhati-hati Zara segera turun dari pohon besar itu dan berlari menghampiri motornya!
"Aku harus tahu para wanita itu akan dibawa ke mana," gumam Zara sambil terus berlari!
*******
"Nona apa benar yang mereka katakan?" tanya Samantha yang sudah berurai air mata.
"Ya, tentu saja. Semua yang mereka katakan adalah benar jadi kau siapkan dirimu untuk bekerja bersama kami," sahut Wilona.
Wilona tak bisa membohongi gadis itu lagi karena gadis itu sudah mendengar semuanya yang akan terjadi padanya dari mereka yang sudah lama tinggal di rumah itu.
"Tidak. Saya tidak ingin menjual diri, sayang ingin pulang, saya tidak ingin bekerja dengan kalian."
Samantha mulai panik dan ketakutan. Dia tidak ingin menjadi wanita seperti yang dia dengar dari orang-orang yang baru dia temui tadi siang di rumah itu.
"Kau tidak bisa keluar dari sini karena orang tuamu sudah menerima uang dariku dan itu jumlahnya tidak sedikit jadi kau harus mengembalikan uang yang kuberikan pada orang tuamu dengan bekerja bersama kami."
"Aku tidak mau. Aku tidak sudi melakukan perbuatan hina itu."
Wilona tersenyum lalu menoyor dagu Samantha dengan jari tangannya.
"Jangan melawan ku dan jangan mencoba kabur dari sini kalau kau masih ingin hidup," ucap Wilona.
*******
Dari kejauhan Zara terus mengikuti kemana mobil itu pergi hanya mobil itulah yang menjadi petunjuk yang akan membawanya pada orang-orang yang telah menyebabkan kematian Lara.
Tak lama mobil itu berhenti di depan disebuah tempat hiburan malam.
Zara menghentikan motornya dan memperhatikan mereka yang mulai memasuki tempat itu.
"Jadi benar rumah itu adalah tempat para wanita disekap dan mereka dipekerjakan di tempat ini," ucap Zara didalam hatinya.
__ADS_1
"Cepat masuk!" ucap salah satu bodyguard pada para wanita itu.
Mereka semua pun mulai memasuki tempat itu! Sementara beberapa bodyguard yang tadi bersama mereka tetap di luar untuk menjaga keamanan di sana.
Tak lama setelah mereka memasuki tempat itu, Wilona datang dan juga langsung masuk ke tempat itu!
Wilona datang sendirian tanpa adanya Samantha bersamanya.
"Kembali ke rumah dan jaga gadis yang baru datang tadi," ucap Wilona pada salah satu bodyguard yang berdiri di sana.
Laki-laki itu pun mengangguk paham dan langsung pergi meninggalkan tempat itu!
"Hanya satu orang, semoga aku bisa menyingkirkan laki-laki itu dan bisa masuk ke rumah itu. Semoga aku dapat petunjuk lain," gumam Zara.
Zara meninggalkan tempat itu dan mengikuti laki-laki yang hendak kembali ke rumah tahanan itu!
Zara harus masuk ke rumah itu untuk mencari petunjuk yang benar untuk melancarkan aksinya.
Setibanya di rumah itu, laki-laki itu langsung masuk ke dalam rumah dan menemui Samantha yang berada di dalam rumah itu!
Dengan mengendap-endap, Zara memasuki rumah itu untuk melihat ada siapa saja di dalam sana!
"Tuan tolong lepaskan saya dari sini, saya mohon," ucap Samantha sembari memohon pada laki-laki bertubuh besar itu.
Zara mengintip dari balik pintu dan dia melihat seorang perempuan yang sedang menangis dihadapan laki-laki itu.
"Mulai sekarang kau akan menjadi ladang uang bagi Bos besar. Jangan berpikir untuk kabur dari sini."
"Bos besar? Siapa dia? Aku akan memohon padanya agar dia melepaskan aku dari sini."
Saat Zara sedang berusaha mendekati mereka agar bisa mendengar perkataan yang terucap dari mereka tanpa sengaja Zara menginjak botol bekas air mineral hingga menyebabkan suara yang membuat laki-laki itu mengetahui tentang keberadaan dirinya.
"Siapa kau!" seru laki-laki itu sambil berlari menghampiri Zara.
Zara yang juga terkejut, menatap laki-laki itu dalam diam. Otaknya berhenti berpikir sehingga dirinya tak melakukan pergerakan apapun.
Zara hanya berdiri di sana.
Tanpa basa-basi laki-laki itu mencengkram lengan Zara dengan kuat hingga gadis itu kesakitan.
"Rupanya kau datang untuk menyerahkan diri. Tubuhmu cukup indah."
"Dadar brengsek. Apa maksudmu?" tukas Zara.
Laki-laki itu tersenyum lalu menarik Zara kedalam sebuah kamar!
"Sebelum tubuhmu ku jual, kau akan kunikmati terlebih dahulu."
Zara mulai beraksi, dia memutar tangannya yang tengah dipegang oleh laki-laki itu hingga keadaan berbalik arah! Kini Zara yang mencengkram tangan laki-laki itu.
"Kalian orang-orang yang berhati iblis, harus mati ditanganku," ucap Zara.
Samantha yang mendengar suara keributan langsung menghampiri kamar yang terdapat di sebelah kamarnya dan dia melihat Zara sedang menyerang laki-laki itu dengan brutal.
__ADS_1
Samantha mundur beberapa langkah! Ketakutan semakin mendera dalam dirinya.
Tak butuh waktu lama, laki-laki itu sudah tewas ditangan Zara. Gadis cantik yang berprofesi sebagai dokter itu berubah menjadi ganas saat bertemu dengan orang-orang yang menyakiti saudara kembarnya.
Untuk pertama kalinya gadis itu menggunakan ilmu bela diri yang selama lima tahun dia pelajari itu dan untuk pertama kalinya juga dia membunuh seorang manusia.
"S_siapa kau?" tanya Samantha dengan raut wajah ketakutan.
"Kau siapa? Apa kau tawanan di sini?" Zara bertanya balik pada Samantha.
"Aku ingin pergi dari tempat ini. Tolong biarkan aku pergi dari sini, aku tidak ingin bekerja sebagai wanita malam, aku tidak ingin menjual diriku."
"Tidak ada waktu lagi, ikutlah denganku." Zara meraih pergelangan tangan Samantha dan membawanya ke arah laki-laki yang sudah dia habisi itu!
"Cepat bantu aku membawa laki-laki ini ke mobilnya," ucap Zara.
Samantha pun tidak berucap lagi, dia langsung membantu Zara menarik tubuh besar laki-laki itu ke luar rumah itu!
"Kau bisa bawa mobil?" tanya Zara setelah mereka memasukan laki-laki itu ke dalam mobil.
Samantha menggeleng, dia memang tidak bisa mengemudikan mobil.
"Motor?" tanya Zara lagi.
"Ya," sahut Samantha.
Zara memberikan kunci motornya pada Samantha! "Ambil ini dan bawa motorku. Aku akan membawa mobil ini."
"Aku harus kemana membawa motor ini?"
"Ikuti kemana aku pergi."
Zara langsung masuk ke dalam mobil itu lalu langsung mengemudikan mobilnya!
Samantha tak berani melawan Zara, dia mengikuti semua perkataan gadis yang sama sekali tidak dikenalinya itu. Dia terus mengikuti kemana Zara membawa mobil itu!
*******
Dikediaman Wili dan Zara.
Malam semakin larut tapi Zara belum juga kembali, Wili sudah menunggu Zara sejak dari tadi, dia merasa khawatir karena adiknya itu tidak juga pulang.
"Kemana kamu Zara, kenapa nomor ponselmu tidak aktif?" gumam Wili.
Sudah beberapa kali Wili menelpon Zara tapi nomor ponsel gadis itu tidak bisa dihubungi.
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus dari teman aku.
Judul: Khan, Kamulah Jodohku
Karya: Muda Anna
__ADS_1