Elzara (Gadis Pemburu Mafia)

Elzara (Gadis Pemburu Mafia)
bab 30


__ADS_3

Saat sedang ada waktu senggang dan ada kesempatan untuk mengambil gambar Exel dan Wilona, Medina langsung menggunakan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya.


Tanpa Exel dan Wilona ketahui, Media sudah berhasil mengambil foto mereka dan langsung mengirimkan foto mereka pada Zara.


Tak lupa dia memberikan nama pada masing-masing foto itu.


"Kau sedang apa?" tanya Vera.


Medina segera menyembunyikan ponsel itu karena takut Vera memberitahu pada teman-temannya yang lain.


"Tidak ada. Aku hanya membersihkan kuku saja," sahut Medina.


"Oh, aku lihat tadi kau sedang main ponsel. Mungkin aku salah melihat."


Medina tersenyum dengan terpaksa, sebenarnya dirinya merasa terkejut dan gugup saat berhadapan dengan temannya.


"Aku lelah, aku istirahat dulu ya." Medina yang tak ingin berlama-lama bicara dengan temannya itu pun langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur kamu berpura-pura menutup matanya.


*******


Kring!


Ponsel Zara berdering tanda ada pesan whatsapp masuk.


Zara yang sedang mengecek berkas di atas meja kerjanya pun langsung melihat pesan itu.


"Medina," gumam Zara.


Zara segera membuka pesan dari Medina itu. "Semoga ada berita baik dari dia."


Bibir Zara mengembang saat melihat dua foto yang dikirim oleh Medina padanya.


"Ternyata ini yang namanya Exel dan Wilona," gumam Zara.


Lama Zara menatap foto itu tiba-tiba dia teringat dengan saudaranya Richard yang menjemput laki-laki itu saat dirawat di rumah sakit itu.


"Ini kan ...." Zara mengingat-ingat apakah yang dia lihat itu benar orang yang ada dalam foto itu.


"Hey jangan melamun seperti itu," ucap Davina yang melihat rekan kerjanya itu terus melamun.


"Aku hanya sedikit pusing," sahut Zara.


"Hey pangeran cintamu sedang menunggumu di depan sana."


"Richard? Dia di sini, di rumah sakit ini?"


"Ya. Dia menunggumu dari tadi."


"Kenapa dia tidak masuk?"


"Mungkin tidak ingin mengganggu kerjamu. Sekarang sudah jam makan siang jadi pergilah dan temui dia."


Zara tersenyum lalu segera bangkit dari duduknya!

__ADS_1


"Aku pergi dulu ya."


Zara pun mulai berjalan keluar dari rumah sakit itu!


*******


"Aaaaa! Lepaskan aku!" teriak Samantha yang dipaksa ikut dengan orang-orang suruhannya Exel.


"Diam! Kau ikut saja dengan kami!"


"Kalian siapa? Kenapa menginginkan anakku?" teriak ibunya Samantha.


"Pergi kau!" Laki-laki itu mendorong ibunya Samantha hingga wanita yang mulai tua itu pun terjatuh ke tanah.


"Samantha!" teriak wanita itu.


"Ibu! Tolong aku!" Samantha meronta ingin terlepas dari dua laki-laki yang menariknya itu.


*******


Di taman yang sudah dihias sedemikian rupa, Sandress mengajak Zara turun dari mobilnya tak lupa Sandress sudah menutup mata Zara dengan menggunakan kain sejak dari awal mereka berangkat.


"Kita mau ke mana?" tanya Zara.


"Kau lihat saja nanti. Yang penting aku tidak akan membuat dirimu terluka."


"Kau jangan macam-macam padaku ya."


Zara terus berbicara meski dirinya kesulitan berjalan.


"Siap ya. Aku akan membuka penutup matamu."


"Iya. Ada apa di depanku? Aku begitu penasaran." Zara tak sabar ingin melihat sesuatu yang akan dilihatnya setelah Sandress membuka penutup matanya.


"Siap ya. Satu, dua, tiga." Sandress membuka kain itu dan membiarkan Zara melihat apa yang sudah dia siapkan dihari ulang tahun sang kekasih.


Zara begitu terpesona dengan keindahan taman itu ditambah hiasan-hiasan yang indah semakin membuat Zara terpana dibuatnya.


"Waw, indah sekali," gumam Zara.


"Kau suka?"


"Tentu saja. Kau menyiapkannya untukku?"


"Ya. Happy birthday Zara." Sandress memperlihatkan kalung yang dia beli pada Zara.


Zara tersenyum lebar, begitu bahagianya dia hari itu karena mendapatkan kejutan manis dari kekasih tercintanya.


Tak terasa Zara meneteskan air matanya, dia tak kuasa menahan rasa bahagianya sehingga dirinya sampai meneteskan air mata.


"Thankyou."


Sandress memakaikan kalung itu lalu menghapus air mata Zara dengan ibu jarinya.

__ADS_1


"Happy birthday too you! Happy birthday too you!"


Wili dan Davina juga hadir di taman itu untuk merayakan hari ulang tahun Zara.


"Kalian juga," ucap Zara.


"Tentu saja. Aku dibantu oleh mereka untuk menyiapkan semua ini."


Wili dan Davina tersenyum lebar lalu ikut bergabung bersama Zara dan Sandress.


"Selamat ulang tahun adikku."


"Semoga kau selalu bahagia," ucap Davina.


"Zara, aku menjadikan dirimu kekasihku atas izin kakakmu. Sekarang aku ingin melamar mu didepan kakakmu. Zara apa kau bersedia menjadi istriku? Aku tidak ingin menunggu lama lagi, aku ingin segera menikahi dirimu."


Zara menatap Sandress lalu menatap Wili dan Davina.


Wili tersenyum lalu mengangguk pelan. "Jika kamu bahagia, kenapa kakak harus melarangmu?"


Zara tersenyum lebar lalu dia menatap Sandress lagi.


"Aku bersedia untuk menjadi istrimu tapi aku punya Paman dan Bibi yang sudah aku anggap sebagai orang tuaku."


"Kau jangan khawatir Zara, aku akan melamarmu kepada Paman dan bibimu juga."


"Kau tidak perlu jauh-jauh ke Indonesia untuk melamar Zara karena dari tadi aku sedang melakukan panggilan video dengan orang tuaku. Mereka juga ikut merayakan hari bahagia ini."


Wili memperlihatkan kedua orang tuanya yang sedang melakukan panggilan video dengannya.


"Hai Paman, Bibi. Aku Richard," ucap Sandress pada kedua orang tua Wili.


"Paman, Bibi, aku rindu," ucap Zara.


"Kalian pulanglah dan menikah di sini," ucap Fitri dari sebrang telpon.


"Aku akan menikahi Zara secepat mungkin. Jika bisa, aku akan menikahinya saat ini juga."


"Pa, Mam bagaimana kalau kalian siapkan pernikahan mereka di sana agar saat kami kembali ke sana, Zara dan Richard bisa langsung menikah," ucap Wili.


"Jika Richard dan Zara setuju, kenapa tidak. Kami bisa melakukan semua itu," ucap Mario.


"Sekarang aku sedang banyak kerjaan. Bagaimana kalau bulan depan. Aku dan Zara sudah mantap untuk kelangsungan hubungan kami ke jenjang pernikahan."


"Akan kami siapkan semua kebutuhannya. Kalian baik-baik ya di sana."


Setelah selesai dengan pembicaraannya, Wili mematikan telponnya dan melanjutkan acara hari itu tanpa kedua orang tuanya.


Bersambung


Rekomendasi novel yang bagus untuk kalian baca.


Judul: Sang Ratu Malam

__ADS_1


Karya: Asire



__ADS_2