
Beberapa bulan berlalu, hubungan Sandress dan Zara semakin dekat. Mereka pun mulai membawa hubungan mereka menuju pelaminan.
Siang itu di sebuah restoran ternama di kota itu. Sandress dan Zara hendak makan siang bersama.
"Zara, kakakmu sudah sangat merestui hubungan kita. Aku ingin menjadikan hubungan kita ini lebih dekat dan tak bisa dipisahkan oleh sesuatu apa pun. Aku ingin menikahi dirimu, apa kau bersedia menjadi istriku?" ucap Sandress.
"Richard hubungan kita baru berjalan beberapa bulan saja bahkan kita belum mendapat restu dari Paman dan Bibiku dan juga restu orang tuamu."
"Zara, aku sudah tidak memiliki orang tua. Mereka sudah tiada sejak lama." Raut wajah Sandress tiba-tiba berubah sendu, dia teringat dengan kedua orang tuanya yang meninggalkan dirinya dengan cara yang mengenaskan.
"Maafkan aku. Kau menjadi sedih karena aku, maaf ya Richard. Sungguh aku tidak bermaksud membuatmu sedih." Zara meraih tangan Sandress lalu menggenggamnya dengan lembut.
"Tidak, kau tidak salah. Untuk apa meminta maaf." Sandress tersenyum tipis lalu mengelus tangan Zara dengan tangannya yang satu lagi.
Tak lama pesanan mereka tiba dan mereka pun lanjut menyantap makanan itu.
*******
"Apa kita sudah bisa menjalankan rencana kita?" tanya Exel pada Endru.
__ADS_1
"Rencana apa?"
"Menangkap gadis bercadar itu."
"Kau sudah gila hah! Aku tidak ingin mati ditangannya. Lagi pula sekarang dia tidak muncul lagi, untuk apa kita mencarinya?"
"Dia tidak muncul karena tidak ada pergerakan darimu dan orang-orang mu. Jika kalian menculik beberapa gadis dan mengirim mereka lewat jalur yang sama seperti waktu itu, mungkin dia akan muncul."
"Jangan konyol Exel, kita tidak perlu mencari gadis bercadar itu karena sekarang kita sudah aman dengan adanya jalur pengiriman baru."
"Tapi gadis itu akan terus mencari tahu tentang kita. Dia satu-satunya bahaya bagi kita karena dia lah yang pertama mengetahui dan yang pertama juga berhasil membebaskan gadis-gadis yang sudah kau curi itu. Aku yakin ada yang dia cari dari kita atau dari tempat usaha yang kita jalankan."
"Jika benar seperti itu, tanpa harus kita cari maka dia akan datang sendiri pada kita."
"Gadis bercadar itu sudah melihat wajahmu dan aku yakin dia hanya mengenali dirimu saja. Gadis itu akan menyerang mu jika melihat dirimu di mana pun juga. Kita akan memancing kedatangannya dengan menggunakan dirimu," ucap Wilona.
"Kalian tidak tahu betapa ganasnya gadis itu. Bagaimana jika dia menghabisi diriku sebelum kalian datang membantuku?"
"Lama kita berteman, aku baru tahu kalau ternyata dirimu itu seorang laki-laki penakut."
__ADS_1
"Aku mencurigai gadis yang kini menjadi kekasihnya bos," ucap Wilona.
"Iya benar, aku juga berpikir seperti itu," sambung Exel.
"Apa alasan kalian mencurigai dia?" tanya Endru.
"Dia mirip Lara, gadis yang waktu itu hilang saat kau akan mengantarnya ke tempat dokter Okta."
"Apa! Tapi kenapa dia tidak mendatangi kalian? Dia hanya berusaha menghabiskan diriku?"
"Karena itu lah kita harus segera menangkap gadis bercadar itu karena jika benar kekasihnya bos adalah Lara maka tidak lama lagi kita akan habis."
"Ayolah Endru, lagipula kita akan mengawasi dirimu dengan ketat, kita akan mengerahkan semua orang-orang kita untuk melindungi dirimu," ucap Wilona.
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
Judul: Izinkan Aku Selingkuh
__ADS_1
Karya: EsKobok