Elzara (Gadis Pemburu Mafia)

Elzara (Gadis Pemburu Mafia)
bab 22


__ADS_3

"Kau kalah oleh seorang gadis?" Sandress berjalan memutari Endru yang baru selesai melakukan operasi pengangkatan peluru yang bersarang pada kakinya.


"Bos, gadis itu berbeda dari gadis pada umumnya," ucap Endru.


"Jika kau melihatnya lagi, apa kau bisa mengenalinya?"


"Gadis itu menggunakan cadar Bos, aku tidak bisa melihat wajah aslinya."


"Apa! Aku tidak habis pikir dengan cara kerja kau dan orang-orangmu itu. Jumlah kalian banyak tapi kalah dengan satu orang saja dan yang lebih membuat aku tidak percaya, lawan kalian hanyalah seorang wanita."


"Bos apa mungkin dokter itu yang melakukan semua ini," ucap Exel.


"Jangan bawa-bawa Zara. Dia tidak mungkin melakukan itu karena dia tidak mungkin memiliki waktu untuk itu semua dan lagi Zara tidak bisa ilmu bela diri."


"Tapi Bos ini pertama kalinya ada yang mengusik ketenangan bisnis kita dan kejadian ini terjadi bersamaan dengan kehadiran dokter itu."


"Aku sudah menyelidiki Zara dan aku yakin bukan dia orangnya," ucap Sandress.


"Jika kalian masih curiga, silahkan selidiki kembali dokter itu tapi ingat jangan sakiti dia karena dia adalah gadisku," sambung Sandress.


"Apa! Dari sekian banyak gadis di negara kita, kau menyukai gadis itu? Gadis itu berasal dari negara lain bahkan kita belum tahu tentang gadis itu."


"Aku menyukai Zara dan dia akan menjadi istriku."


"Bos apa dokter itu menyukaimu juga?" tanya Endru.


"Aku akan membuatnya menyukai diriku. Jangan sakiti Zara lakukan saja pekerjaan kalian dengan baik, aku tidak ingin ada kegagalan untuk yang ke dua kalinya."


"Baik bos."


Exel dan Endru meninggalkan Sandress di tempat itu.

__ADS_1


*******


Zara sedang membuat peledak untuk melancarkan aksi selanjutnya. Sebagai seorang dokter yang memiliki rasa dendam yang sangat besar, dia berpikir keras bagaimana caranya membalaskan dendamnya pada orang-orang yang sudah membuat Lara meninggal dunia.


Dia harus menyiapkan semua yang dibutuhkannya karena dia bekerja sendiri tanpa ada siapa pun yang membantu, Zara tak ingin ada orang yang tahu tentang tujuannya yang sebenarnya di negara itu karena menurutnya tidak ada satu pun manusia yang bisa dipercaya terkecuali dirinya sendiri.


*******


"Wili, adikmu itu sedang melakukan sesuatu yang berbahaya," ucap Abra pada Wili.


Sejak Wili memintanya untuk mencari tahu tentang Zara, Abra langsung menyelidiki semua tentang gadis itu. Abra mengetahui Zara yang ingin menghabisi orang-orang yang terlibat dalam bisnis ilegal di kota tempat mereka tinggal namun dirinya tidak tahu apa yang menyebabkan Zara ingin menghabisi mereka semua.


"Maksud kau?" Wili menatap Abra dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Dia mengincar Sandress. Kau pasti tahu siapa Sandress itu."


"Sandress? Siapa dia? Aku pernah mendengar namanya tapi aku tidak tahu siapa dia."


"Sandress adalah ketua geng terbesar di negara ini, dia memegang seluruh kota di negara ini, dia adalah bos mafia yang terkenal kejam dan tak mengenal kata ampun bagi siapa saja yang mengusik hidupnya."


"Wili, aku boleh bertanya sesuatu?"


"Apa?"


"Apa dulu Zara pernah berurusan dengan mereka atau ada sesuatu yang membuat Zara ingin sekali menghabisi Sandress dan orang-orangnya?"


"Aku punya dua adik perempuan satu Zara dan satu lagi Lara sayangnya Lara meninggal dunia setelah hampir satu tahun menghilang."


"Apa hubungannya dengan yang dilakukan oleh Zara sekarang?"


"Lara meninggal karena mendapatkan penyiksaan dari orang-orang yang menculiknya, tidak hanya fisik mereka juga menyakiti Lara dari mental dan mereka menjual Lara pada laki-laki hidung belang, mereka menjadikan wanita penghibur."

__ADS_1


"Apa? Jadi ini yang membuat Zara begitu ingin menghabisi mereka."


"Abra tolong aku, bagaimana cara menghentikan Zara."


"Tidak ada cara untuk menghentikannya. Hatinya sudah ditutupi oleh kebencian, akan sulit membuatnya menghilangkan dendam yang lama dia kubur didalam hatinya."


"Aku harus pulang Abra, aku harus bicara dengan Zara."


"Bicaralah, Wili tapi ingat bicara dengan pelan-pelan aku takut kau mengganggu hatinya dan akhirnya dia akan ...."


"Tidak-tidak. Zara ku tidak sekejam itu."


Wili berjalan dengan langkah panjangnya dan mulai meninggalkan tempat itu!


*******


"Richard, kau di sini? Apa ada yang sakit atau terluka?" tanya Zara.


"Tidak, Zara aku ke sini hanya untuk mengajakmu makan siang. Apa kau bersedia makan bersama denganku?"


Zara tersenyum lebar lalu mengangguk.


"Kalau begitu aku akan menunggumu di sini."


"Richard, ini baru jam berapa? Masih dua puluh lima menit lagi menuju waktu makan siang."


"Untuk kamu, aku siap menunggu meski bertahun-tahun."


"Rupanya orang luar negeri juga suka gombal." Zara tertawa kecil lalu meninggalkan Sandress di lorong itu.


Sandress menatap kepergian Zara dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.

__ADS_1


"Aku akan menyatakan cintaku hari ini," ucap Sandress didalam hatinya.


Bersambung


__ADS_2