Elzara (Gadis Pemburu Mafia)

Elzara (Gadis Pemburu Mafia)
bab 25


__ADS_3

"Zara tolong hentikan dendam mu pada mereka. Kakak tidak ingin kamu kenapa-kenapa," ucap Wili.


Zara yang sedang sibuk dengan buku dan pensil di depannya pun menghentikan gerakan tangannya lalu berbalik menghadap Wili!


"Apa maksud kakak? Aku tidak mengerti." Zara pura-pura tidak tahu dan tidak mengerti dengan perkataan sang kakak.


Wili berjalan mendekati Zara yang masih duduk di kursinya!


"Jangan berbohong lagi pada kakak, Zara." Wili menatap Zara dengan tatapannya yang tajam.


"Kakak aku ti–"


"Kakak tahu semuanya Zara!" Wili berucap dengan nada yang sedikit dinaikkan sehingga membuat Zara terperanjat mendengar suara Wili yang terdengar sangat keras.


"Kakak aku memang menyimpan dendam pada mereka, aku memang ingin menghabisi semua orang yang sudah menyebabkan Lara meninggal. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Bagaimana pun caranya aku akan menghabisi mereka meski aku nyawaku taruhannya aku tidak perduli." Zara berucap dengan suara yang bergetar dan dengan air mata yang mulai mengalir dari pelupuk nya.


"Stop Zara! Dengar Zara, sekarang kakak cuma punya kamu. Kakak gak mau kehilangan kamu, jangan membahayakan dirimu sendiri."


"Maafkanlah aku kak, aku sudah terlanjur berjanji pada diriku sendiri dan juga Lara bahwa aku akan membalaskan dendam atas kematian Lara."


"Tapi Zara, kamu tidak tahu siapa orang melakukan itu pada Lara. Jangan sampai kamu mencelakai orang yang salah."


"Sebenarnya aku sudah ada gambaran tentang mereka. Siapa nama mereka, dimana saja mereka melakukan pekerjaan kotornya dan juga nama orang yang paling aku cari yaitu nama bos mereka, selain itu juga aku tahu siapa saja orang yang akan aku mintai tolong untuk melancarkan rencana ku."


"Dari mana kamu tahu itu semua?"

__ADS_1


Zara bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju laci yang ada di samping tempat tidurnya!


Diambilnya box kecil yang dia gembok rapat itu dan dia mulai membuka box itu setelah dirinya berada di depan Wili!


Wili terus memperhatikan pergerakan Zara, dia merasa penasaran dengan apa yang disimpan oleh Zara didalam box kecil itu.


"Lihatlah kak. Ini buku harian milik Lara yang Lara berikan padaku saat aku menemukan dirinya tergeletak di pinggir jalan."


Wili meraih buku itu lalu mulai membacanya dari lembar pertama.


*******


Di kediamannya, Sandress sedang menyusun rencana untuk memberi kejutan dihari ulang tahun Zara.


Meski Sandress adalah seorang bos mafia yang terkenal kejam tapi dia tidak pernah menampakkan sosok aslinya di kehidupan nyata nya, di kehidupan nyata nya, Sandress dikenal sebagai orang yang baik, ramah dan sangat disegani oleh orang lain.


"Tuan memanggil saya?" tanya seorang pelayan wanita di rumah Sandress.


"Ya. Duduklah! Ada yang ingin aku tanyakan padamu."


Pelayan itu langsung duduk tanpa menanyakan apa yang akan ditanyakan padanya oleh majikannya.


"Biasanya wanita suka dengan apa?" tanya Sandress.


Sebuah pertanyaan yang terdengar konyol itu terlontar dari mulut laki-laki yang biasanya jarang sekali berbicara itu.

__ADS_1


"Maksud Tuan?" Pelayan itu nampak tidak mengerti dengan apa yang dimaksud dengan perkataan Sandress.


"Maksud saya, jika ingin memberikan kejutan kepada wanita. Kejutan apa yang biasanya disukai oleh mereka."


Sandress memang tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita, karena itulah dia tidak tahu biasanya orang akan memberikan kejutan apa pada wanita spesial dalam hidupnya.


"Tergantung orangnya, Tuan. Wanita yang ingin diberikan hadiah itu seperti apa orangnya? Bisanya wanita suka dikasih bunga."


"Bunga? Kalau Dokter biasanya suka apa?"


"Maaf Tuan, saya tidak tahu yang saya tahu gadis yang mencintai seseorang akan sangat menghargai pemberian orang tersebut dan akan menjaga barang itu dengan sangat baik."


"Pergilah, aku sudah selesai bertanya padamu."


Pelayan itu pun langsung pergi meninggalkan Sandress di tempat itu!


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca dari author yang satu ini.


judul: Edinburgh


Karya: Komalasari


Teman-teman yuk mampir ke cerita ini!

__ADS_1



__ADS_2