Elzara (Gadis Pemburu Mafia)

Elzara (Gadis Pemburu Mafia)
bab 20


__ADS_3

Setelah beberapa menit, Nakhoda kapal itu berhasil dilumpuhkan setelah mendapat tendangan maut dari Zara Nakhoda kapal itu lanjut dipukuli oleh tiga gadis itu.


"Sekarang tinggal kau sendiri. Jangan harap kau akan lepas begitu saja dariku," ucap Zara dengan nada bicara penuh kebencian.


"Siapa kau? Kenapa kau mencampuri urusanku?"


"Aku adalah malaikat maut mu dan juga orang-orang yang bersamamu. Kalian adalah iblis yang seharusnya tidak hidup di dunia ini."


Zara langsung menyerang Endru lagi dengan tanpa henti! Perkelahian antara Zara dan Endru pun terjadi dengan tiga orang yang menyaksikan aksi mereka.


Tak lama, Endru memilih lari daripadanya mati ditangan gadis yang tidak dia kenali itu!


Dor!


Zara menembak kaki Endru namun sayang dia tidak bisa mengejarnya karena gadis-gadis itu lebih memerlukan dirinya.


"Ah sial. Dia lolos."


Zara berjalan menghampiri tiga gadis yang sedang memukuli Nakhoda kapal itu meski laki-laki itu sudah tak berdaya lagi!


"Kalian sudah aman. Ayo kita pergi dari sini sebelum kawanan mereka datang untuk menyerang," ucap Zara pada gadis-gadis itu.


"Baiklah, terimakasih sudah menolong kami."


*******


"Aaaah! Aah!" Endru terus berjalan dengan kakinya yang terasa sakit akibat luka tembak dari Zara.


Bruk!


Endru terjatuh ke tanah dia tidak bisa berjalan lagi karena kakinya terlalu sakit. Dia menyandarkan punggungnya pada pohon yang ada dibelakangnya lalu mengambil ponselnya dari dalam saku celananya!

__ADS_1


Endru ingin menelpon Exel untuk meminta bantuan padanya.


*******


"Selamat malam dokter cantik," ucap Sandress pada Zara.


Malam itu setelah melakukan misinya, Zara langsung ke rumah sakit dan langsung memeriksa kondisi beberapa pasiennya.


"Selamat malam. Bagaimana keadaan dirimu?" ucap Zara.


"Aku sudah membaik, apa besok aku boleh pulang?"


"Akan aku periksa dulu kondisi kesehatan dirimu." Zara tersenyum pada Sandress sambil memeriksa kondisi laki-laki itu.


"Maaf, ada sesuatu di rambutmu." Sandress meraih rambut Zara lalu melihat dan meneliti leher Zara. Dia mencari tanda lahir milik Lara seperti yang diceritakan oleh Exel padanya.


"Ada apa?" Zara meraih tangan Sandress lalu mengibas-ngibaskan rambutnya.


"Kau ini, jangan coba membelaiku." Zara tertawa renyah.


"Dokter, apa setiap malam kau bertugas di sini?"


"Tidak. Aku bukan robot kalau setiap hari aku tugas malam nanti aku bisa mati karena kena angin malam."


Tok!


Tok!


"Permisi," ucap seorang laki-laki sambil membuka pintu ruangan rawat Sandress.


Sandress dan Zara menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


"Kakak, kenapa kakak ke sini?" tanya Zara saat melihat laki-laki yang mengetuk pintu itu adalah Wili.


"Boleh kakak masuk?" tanya Wili.


"Masuk saja," ucap Sandress.


Wili pun berjalan memasuki ruangan itu!


"Ada apa kak?" tanya Zara.


"Sudah jam berapa ini? Jangan terus ajak pasien mu mengobrol ayo kita pulang dan biarkan pasien ini beristirahat."


"Aku akan pulang sebentar lagi. Pekerjaan aku juga sudah selesai. Oh ya ini pasien yang pernah aku ceritakan pada kakak, namanya Richard," ucap Zara pada Wili.


"Oh jadi ini orangnya. Syukurlah dirimu selamat," ucap Wili pada Sandress


"Terimakasih, Anda sudah mendidik adik Anda sampai dia menjadi seperti ini. Saya tidak tahu apa yang terjadi pada saya jika Zara tidak menemukan saya waktu itu," ucap Sandress pada Wili.


"Jangan berlebihan, semua orang pasti melakukan hal yang sama jika melihat atau menemukan orang yang sedang membutuhkan bantuan."


"Tuan Richard, waktu kerjaku sudah habis sekarang beristirahatlah karena aku sudah dijemput oleh kakakku," ucap Zara pada Sandress.


"Baiklah dokter cantik, aku akan menuruti perintah darimu. Selamat malam."


Zara tersenyum tipis lalu mulai berjalan keluar dari ruangan itu!


Sandress menatap kepergian Zara dan Wili dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.


"Zara tidak memiliki tanda lahir seperti yang dikatakan oleh Exel, berarti dia bukan gadis yang hilang lima tahun lalu," ucap Sandress didalam hatinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2