Elzara (Gadis Pemburu Mafia)

Elzara (Gadis Pemburu Mafia)
Bab 16


__ADS_3

Exel dan Wilona berlari memasuki rumah itu! Mereka ingin cepat mengetahui kondisi bos mereka.


"Suster di ruangan mana pasien bernama Richard di rawat?" tanya Exel pada petugas di rumah sakit itu.


"Maaf Tuan, pasien atas nama Richard ada beberapa orang di sini dengan berbeda-beda penyakit. Pasien yang Anda maksud pasien yang menderita penyakit apa?" tanya petugas itu.


"Dia mengalami kecelakaan. Iya dia kecelakaan."


"Richard yang mengalami penembakan pada bagian perutnya?" tanya Zara yang kebetulan mendengar percakapan mereka.


Exel dan Wilona menoleh ke arah suara! Betapa terkejutnya mereka saat tahu orang yang berbicara pada mereka memiliki wajah yang sama dengan Lara.


Exel dan Wilona menatap Zara dengan waktu yang lama, dalam pikiran mereka mereka takut Lara akan melaporkan mereka pada polisi.


"Permisi Tuan, Nona!" ucap Zara dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.


Exel dan Wilona terhenyak dari lamunan mereka dan mulai merespon perkataan Zara.


"Iya Dokter, pasien itu yang sedang kami cari," sahut Exel.


"Kalau gitu kalian ikuti saya kebetulan saya yang membawanya kemari."


Exel dan Wilona terus mengikuti langkah Zara sambil sesekali mereka bertatapan. Mereka merasa aneh dengan dokter itu karena seperti tidak mengenal mereka sama sekali!


Tok!


Tok!


Zara mengetuk pintu ruangan Richard lalu membukanya!


"Mereka saudaramu?" tanya Zara pada Richard.


Zara hanya ingin memastikan bahwa dia orang yang bersamanya itu adalah benar-benar keluarga Richard. Dia tidak ingin gegabah karena takut membahayakan nyawa pasiennya.


Zara membawa Richard ke rumah sakit itu karena laki-laki itu menderita luka tembak, dia pikir nyawa laki-laki itu terancam jadi dia harus lebih berhati-hati dalam mempercayai orang-orang yang ingin bertemu dengan Richard.


"Mereka memang orang yang ku telpon," sahut Richard.


"Maaf, aku bukan ingin tahu tentang kalian. Aku hanya memastikan saja kalau mereka bukan orang yang menjahati dirimu."


"Tidak, mereka berdua adalah saudaraku."


"Kalau gitu aku permisi."


Zara langsung pergi dari tempat itu karena tak ingin mengganggu pembicaraan mereka.


Exel dan Wilona menatap kepergian Zara, dalam hati mereka, mereka masih bertanya-tanya kenapa dokter itu tidak mengenali mereka.

__ADS_1


"Kenapa kalian menatapnya seperti itu?" tanya Richard.


"Bos, dokter itu mirip sekali dengan gadis yang hilang lima tahun lalu," ucap Exel.


"Apa! Apa kalian tidak salah lihat?"


"Tidak, bos wajahnya memang sangat mirip," sambung Wilona.


"Tapi kenapa dia tidak mengenali kalian?"


"Itu dia yang sedang ada dalam pikiran saya. Kenapa dia tidak mengenal kami," ucap Exel.


"Bisa saja gadis itu pura-pura tidak kenal atau memang tidak mengenal kalian. Setahuku di dunia ini kita memiliki kesabaran meski tidak terlahir dari ibu yang sama."


"Mungkin saja. Semoga saja dokter itu memang tidak mengenal kami," ucap Wilona.


"Selidiki siapa dokter itu. Aku tidak ingin dia menjadi bahaya untuk kita semua."


"Baik Bos. Akan kami lakukan."


*******


"Tolong! Tolong!" teriak Samantha dan keluarganya.


Orang-orang suruhan Wilona sudah tiba di perkampungan tempat Samantha tinggi. Mereka memaksa Samantha untuk ikut bersama mereka dan melakukan pekerjaannya seperti para gadis yang mereka sekap di rumah itu.


"Aku tidak ingin kembali ke tempat itu lagi. Lepaskan aku!" Samantha berteriak sambil meronta.


"Samantha! Samantha!" teriak Ayah dan Ibunya Samantha.


Orang-orang berbaju hitam dan dan bertubuh kekar itu terus memaksa Samantha untuk ikut dengan mereka!


"Tolong anakku! Tolonglah dia!" ucap Ibunya Samantha sembari berjalan menghampiri satu-persatu orang yang melihat kejadian itu.


Ayah dan Ibunya Samantha hanya bisa menangis karena mereka tidak bisa melakukan apa-apa, orang-orang disekitar rumahnya pun hanya bisa menonton kejadian itu tanpa bertindak apa pun.


Orang-orang itu sudah membawa Samantha jauh dari rumahnya tanpa menghiraukan Samantha yang dari tadi hanya menangis dan memohon agar mereka melepaskannya.


Setelah melakukan setengah perjalanan, sebuah motor yang datang dari arah berlawanan menghentikan motornya ditengah jalan dan menghalangi mobil yang membawa Samantha.


"Rupanya orang itu sudah bosan hidup," ucap salah satu orang yang berada dalam mobil itu.


Orang yang mengendarai motor tersebut turun dari motornya dan dengan berani berjalan menghampiri mobil hitam itu!


Tok!


Tok!

__ADS_1


"Maaf Tuan, motorku mogok. Apa di mobil Anda ada peralatan untuk membongkar mesin motor saya? Saya ingin meminjamnya," ucap orang itu dengan cadar yang menutupi hampir seluruh wajahnya.


"Hey Nona, kau pikir kami ini montir? Hentikan saja mobil lain karena kami tidak ada waktu untuk mengurusi dirimu."


Gadis bercadar itu melirik ke arah Samantha yang sedang menangis tersedu lalu kembali menatap laki-laki yang duduk di bangku depan itu.


"Tuan tolonglah, aku hanya seorang wanita, aku tidak bisa melakukan ini sendiri," ucap gadis bercadar itu lagi.


Sopir dan orang yang duduk disebelahnya itu saling menatap satu sama lain.


Dalam pikirnya, mereka berencana untuk menculik gadis itu juga. Mereka pun turun dari mobilnya sementara Samantha dan dua bodyguard lainnya masih duduk di dalam mobil itu.


Dua laki-laki bertubuh kekar itu mulai memeriksa motor milik gadis itu namun tanpa menunggu lama gadis itu menyerang dua laki-laki yang hendak menolongnya.


"Aaah," lirih laki-laki yang baru saja mendapatkan pukulan mentah dari gadis itu.


Satu orang lagi yang sedang berdiri di belakang laki-laki yang sudah terkapar itu mulai melakukan serangan balik pada gadis bercadar itu dan perkelahian pun tak dapat dihindarkan.


Dua orang yang masih berada di dalam mobil pun segera turun dari mobilnya untuk membantu rekan mereka yang mulai kewalahan menangani gadis itu!


"Diam di sini. Jika kau mencoba kabur, kami tidak akan membiarkan dirimu hidup," ucap laki-laki itu pada Samantha.


Samantha hanya bisa menangis karena mau melawan pun dirinya tidak akan bisa.


Dua orang itu pun mulai menyerang gadis itu secara bersama-sama!


Mereka pun bertarung dengan satu lawan tiga. Gadis pemberani itu terus melawan meski sudah beberapa kali dia terkena pukulan dan hantaman keras dari mereka!


Setelah hampir sepuluh menit gadis itu sudah bisa melumpuhkan empat orang-orang suruhannya Exel itu. Gadis itu langsung membuka pintu mobil lalu mengajak Samantha ikut dengannya.


"Ayo ikut denganku!" gadis itu menarik tangan Samantha agar Samantha keluar dari mobil itu dan ikut pergi bersamanya.


Gadis itu pun mulai meninggalkan tempat itu dengan empat orang yang tengah terkapar di, atas aspal itu.


"Siapa kau?" tanya Samantha.


"Kau akan tahu nanti, setelah kita tiba di tempat yang aman."


Gadis itu pun terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi!


Bersambung


Teman-teman sambil nunggu novel ini up lagi, mampir yuk ke karya temanku!


Judul: pengasuh idaman


Karya: Tie Tik

__ADS_1



__ADS_2