
"Aku akan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Meski kakak melarang, aku akan tetap maju."
"Kenapa kamu tidak dari dulu memberitahu kakak tentang buku ini?"
"Aku takut kakak akan melapor pada polisi. Aku tahu Lara sudah masuk sindikat perdagangan manusia terbesar di negara ini. Mereka tidak terendus oleh polisi atau mungkin polisi sendiri berada dibawah naungan mereka."
"Tidak Zara, jangan bicara buruk tentang kepolisian di sini."
"Buktinya berapa bulan Lara hilang, mereka tidak bisa menemukan Lara dan lagi baru satu minggu melakukan pencarian para polisi itu sudah menghentikan pencarian dan dengan gampangnya mereka mengatakan bahwa Lara hilang dimakan hewan buas. Sampai saat ini polisi tidak bisa menemukan usah kotor mereka."
"Itu karena tidak ada laporan dari warganya tentang mereka."
"Belum lama ini aku membebaskan tiga perempuan yang mereka culik setidaknya ada sepuluh orang tewas ditanganku tapi sayangnya pemimpin mereka berhasil melarikan diri."
"Apa? Jadi kamu sudah berbuat senekat itu?"
"Aku tahu dia adalah orang yang menyebabkan Lara meninggal."
"Zara, kakak mohon hentikan ini semua. Jangan kotori tangan kamu dengan menyentuh darah mereka."
"Aku bukan lagi Zara yang dulu. Zara yang sekarang adalah Zara yang tak mengenal rasa takut dan tidak menerima permohonan maaf atau apa pun, Zara yang sekarang juga tidak menerima perintah meski dari kakak, Paman ataupun Bibi."
"Zara kamu ...."
"Malam ini aku akan datang ke kafe itu untuk mencari tahu siapa saja orang yang harus aku jemput ajalnya."
Wili menggelengkan kepalanya. "Nggak-nggak, kamu gak boleh melakukan itu."
__ADS_1
"Janjiku pada Lara tidak akan pernah aku ingkari."
*******
"Hey kalian semua! Nanti malam Tuan Takahiro akan datang. Siapkan diri kalian sesempurna mungkin dan bagi siapa saja yang dipilih oleh dia, jangan ada yang menolak apalagi sampai berontak." Wilona berdiri di hadapan semua wanita yang berada di ruangan itu.
"Kamu." Wilona mengarahkan jari telunjuknya pada salah satu gadis yang baru beberapa minggu dipekerjakan di sana.
"Kamu berdandan yang cantik dan berpakaian seperti yang mereka kenakan. Aku tidak ingin tamu-tamu kita kecewa."
"Baik," ucap gadis itu sembari menundukkan kepalanya.
"Medina, Vera kalian adalah primadona di tempat kita, jadi kalian jangan beralasan ini dan itu untuk tidak bekerja malam ini."
"Nona, boleh aku keluar besok siang?" tanya Medina.
"Aku ingin membeli keperluan bulanan ku. Apa boleh?"
"Bodyguard akan mengantarmu pergi."
*******
Sore itu, Sandress sedang berada di toko perhiasan. Dihari ulang tahunnya Zara, dirinya akan memberikan hadiah kalung berlian pada Zara.
Sandress memiliki kalung yang mungkin cocok dipakai oleh gadis istimewa itu.
"Ada yang Anda sukai Tuan?" tanya pelayan toko itu.
__ADS_1
"Aku suka yang ini tapi apa menurutmu ini cocok untuk seorang dokter?"
"Tuan, semua perhiasan ini cocok untuk semua wanita dari dokter, perawat, guru, koki, pramugari dan semua wanita lainnya bahkan yang tidak memiliki profesi pun cocok menggunakan kalung ini."
"Baiklah, saya ambil yang ini. Betapa harganya?"
*******
"Sekarang kakak sudah tahu semua tujuanku tinggal di kota ini. Aku harap kakak tidak menghalangiku untuk melakukan tujuanku," ucap Zara.
"Gadis keras kepala. Kalau begitu kakak akan membantumu untuk menggapai keinginanmu."
Zara tersenyum lalu memeluk Wili!
"Terimakasih kak."
Wili mengangguk sambil mengusap punggung Zara yang sedang dalam pelukannya.
Bersambung
Teman-teman mampir juga yuk ke karya temanku yang satu ini.
Judul: I'M Note a floozy
Karya: Delima Rhujiwati
__ADS_1