Elzara (Gadis Pemburu Mafia)

Elzara (Gadis Pemburu Mafia)
bab 27


__ADS_3

"Jadi sekarang apa yang harus kakak lakukan?" tanya Wili saat mereka sedang bersiap untuk pergi.


"Kakak tidak perlu melakukan apa-apa, kakak hanya perlu memberiku izin untuk melakukan semua ini. Bagiku izin dari kakak sudah cukup," sahut Zara.


"Nggak bisa gitu Zara, kakak tidak ingin kamu bekerja sendiri."


"Kak, ini antara aku dan para penjahat itu. Aku tidak ingin membahayakan kakak dengan membawa kakak ke tempat berbahaya itu."


"Zara, kaka gak mau kamu kenapa-kenapa."


"Aku juga gak mau kakak kenapa-kenapa. Aku sudah dibekali dengan ilmu bela diri yang aku pelajari sedangkan kakak dana sekali belum pernah mempelajari itu."


"Tapi Zara, kakak yakin kakak bisa."


Zara yang sedang menyiapkan senjatanya yang selalu ia bawa kemanapun dia pergi, menghentikan pergerakan tangannya lalu berjalan mendekati Wili.


"Percayalah, dengan restu kakak, aku akan berhasil." Zara yang masih memegang pisau kecil itu menatap Wili dengan penuh percaya diri.


Zara segera menyelipkan pisau lipat kecil itu pada ikatan rambutnya.


"Abra akan membantumu."


Zara kembali menghentikan pergerakan tangannya.


"Guru?" ucap Zara sembari menatap laki-laki tampan itu.


"Kalau kamu tidak ingin kakak ikut dalam misi ini, Abra akan membantumu. Dia tidak akan kenapa-kenapa karena tingkat kemampuan bela dirinya melebihi kemampuanmu."


"Kak, aku tidak ingin membahayakan orang lain dalam misi ini. Aku tidak mau mengorbankan orang lain."


"Tidak, Zara. Biarkan Abra membantumu."


"Baiklah kalau kakak memaksa tapi aku tidak akan bertanggungjawab jika terjadi sesuatu pada Guruku itu."


"Ayo kita pergi!" Wili meraih tangan Zara lalu menggenggamnya.


"Kemana?"


"Ke rumah Abra. Malam ini dia mulai membantumu."


"Tapi kak."

__ADS_1


"Jangan banyak protes, katanya sekarang kamu bukan Zara yang dulu lagi tapi kenapa keras kepalanya masih seperti dulu?"


*******


"Mulai lah bersiap-siap, dua jam lagi kita akan berangkat," ucap Wilona pada para gadis yang masih sibuk dengan urusan masing-masing.


"Baik, Nona." Mereka pun langsung membersihkan diri secara bergantian.


Di rumah itu ada tiga kamar mandi tapi dengan banyaknya orang yang tinggal di sana membuat mereka harus bergantian untuk membersihkan diri.


"Medina, nanti malam Tuan Takahiro akan datang. Dia sudah menelpon ku dan meminta dirimu yang menemaninya malam nanti."


"Baiklah, aku akan mempersiapkan diriku."


"Vera, kamu juga sudah ada jadwal. Nanti akan ada Tuan Darko, dia juga sudah menghubungiku tadi."


"Baiklah. Akan aku usahakan yang terbaik untuk dia."


*******


"Oke Endru, menurutmu apa yang bisa membuat gadis bercadar itu datang ke tempat pengiriman para gadis?" tanya Exel.


"Lalu bagaimana kita memancing wanita itu?"


"Cari gadis bernama Samantha dan culik dia. Gadis bercadar itu pasti datang untuk mencari Samantha."


"Siapa Samantha?"


"Dia gadis yang pernah ditolong oleh gadis bercadar itu sebanyak dia kali. Aku pikir Samantha adalah orang yang gadis itu sayangi."


"Baiklah, aku akan meminta orang-orang kita mencarinya ke tempat lain karena dia sudah pindah dari tempat semula dia tinggal."


"Kau kerjakanlah dulu pekerjaanmu, aku juga ingin mengerjakan pekerjaanku. Oh ya, suruh Wilona berhati-hati, bisa saja gadis itu sudah tahu tempat para gadis yang kita curi dipekerjakan di sana."


"Jangan khawatir, bos sudah menambah personal untuk menjaga tempat itu."


*******


Tok!


Tok!

__ADS_1


Tok!


Wili mengetuk pintu rumah Abra berkali-kali namun tak ada jawaban dari dalam rumah itu.


"Mungkin dia tidak ada di rumahnya, kak," ucap Zara.


"Mungkin saja, atau jangan-jangan Abra sudah pergi sendiri," gumam Wili.


"Pergi ke mana?" tanya Zara.


"Dia sudah tahu semua tentang dirimu jadi kamu tidak bisa bohong lagi sama dia ataupun kakak."


"Maksudnya?"


"Belakangan ini, dia selalu mengikuti kemana kamu pergi dan dia juga mengetahui apa yang kamu lakukan disetiap harinya.


"Wili, Zara," ucap Abra yang baru tiba di depan rumahnya setelah dirinya mencari udara segar di luar."


"Abra, apa kau sibuk malam ini?" tanya Wili.


"Tidak, ada apa?"


"Tolong bantu Zara."


"Kakak." Zara mencubit lengan Wili pelan.


"Tolong apa?" tanya Abra.


"Aku tahu kau sudah tahu dengan maksudku."


"Baiklah"


Bersambung


Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.


Judul: Atmoshpere


Karya: Hilmiath_


__ADS_1


__ADS_2