
"Maaf, kalian siapa? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Zara sambil menatap dua gadis yang tengah menangis setelah memeluk dirinya.
"Manis, apa kau tidak mengenal kami?" tanya Vera.
"Elara. Kau Elara kan?" sambung Medina.
"Lara kau tidak ingat dengan kami? Kau tahu, kami berdua sangat merindukan kamu. Kami pikir kau tidak selamat setelah mereka menyatakan kau hilang saat dalam perjalanan menuju tempat dokter Okta," sambung Vera.
Zara terdiam sesaat lalu beberapa detik kemudian dia mulai menyadari bahwa dua gadis itu adalah orang yang mengenali Lara.
"Manis? Lara? Siapa dia? Aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan. Namaku Zara bukan Lara," ucap Zara.
Zara sengaja berpura-pura tidak tahu dan tidak mengenal Lara karena takut mereka adalah orang jahat. Bisa saja mereka membawanya dan memperlakukan dirinya sama seperti mereka menyiksa Lara dahulu.
"Tidak mungkin. Kau begitu mirip dengan Lara, kau pasti Lara, aku yakin itu."
"Maaf tapi aku benar-benar tidak tahu siapa itu Lara dan aku juga tidak mengenal kalian. Aku harus mengecek keadaan pasien ku. Permisi." Zara meninggalkan Medina dan Vera di sana!
"Kenapa dia tidak mengenali kita? Apa mungkin memang benar dia bukan Lara?" ucap Medina.
"Aku yakin sekali bahwa dia itu Lara," ucap Vera.
Saat dua gadis itu terus berbicara dengan tatapan mata yang terus menatap Zara yang kian menjauh dari mereka.
Exel berjalan menghampiri dua gadis itu!
"Tugas kalian sudah selesai. Ayo kembali ke tempat kerja kalian," ucap Exel.
"Tapi kami belum melakukan apapun," sahut Medina.
"Tugas kalian hanya menemui dokter tadi."
"Maksudnya Lara?"
__ADS_1
"Mungkin saja dia Lara yang kita cari atau mungkin juga bukan. Ayo kita kembali."
"Tuan, boleh aku minta tolong?" ucap Vera.
"Apa?"
"Aku ingin sekali ke toilet. Tolong izinkan aku untuk pergi."
"Pergilah dan jangan lama-lama. Kalau kau mencoba kabur, peluru yang ada dalam pistol ku ini akan bersarang dibagian tubuhmu."
"Aku tidak akan pernah berani melarikan diri darimu."
"Pergilah. Aku tunggu di sini dan kau Medina, temani Vera sana! Jangan macam-macam di belakangku."
Medina dan Vera mengangguk lalu segera pergi ke toilet.
Melihat dua gadis itu berjalan ke arah toilet, Zara segera mengikuti mereka berdua!
Sementara menunggu Medina dan Vera ke toilet, Exel pergi ke ruang rawat Sandress untuk melihat kondisi sang bos!
*******
Medina menoleh ke arah Zara sementara Vera tidak tahu dengan kedatangan Zara karena dia sudah berada di dalam kamar kecil.
"Lara, apa kau benar-benar tidak ingat denganku? Aku Medina, aku orang terdekatmu saat kau masih berada di rumah tahanan itu. Aku bahagia melihatmu terbebas dari mereka. Kau pergilah ke tempat yang jauh dari sini agar mereka tidak bisa menangkap dirimu lagi."
"Lara? Kau di sini?" Vera berjalan mendekati Zara dan Medina.
"Maaf, aku bukan Lara. Sudah aku katakan padamu tadi bahwa aku bukan orang yang kalian cari," ucap Zara.
"Kau pasti kehilangan ingatanmu saat melompat dari mobil Tuan Endru. Mereka bilang kau mencoba kabur lalu menghilang," ucap Vera.
*******
__ADS_1
"Kenapa kau ke sini Exel?" tanya Sandress.
"Aku hanya ingin melihat kondisi Bos saat ini."
"Aku sudah pulih, semoga besok aku bisa kembali."
"Bos, sepertinya dokter itu memang bukan gadis yang hilang lima tahun lalu karena dia juga tidak mengenal orang yang dulu pernah sangat dekat dengannya. Kalau benar dia adalah gadis yang hilang itu dia pasti memiliki tanda lahir berwarna merah pada leher bagian kiri nya," jelas Exel.
"Kau pergilah, urusan ini biar aku yang menyelidikinya kebetulan dia adalah dokter yang menangani diriku."
"Baiklah, kalau begitu aku permisi."
*******
"Sejak dulu aku bersekolah di sini dan aku tinggal bersama dengan keluargaku. Mungkin aku hanya mirip dengan orang yang kalian cari."
"Tapi aku sangat yakin bahwa dirimu adalah Lara."
"Berhentilah mengingat nama orang yang sudah pergi dan jangan pernah anggap aku adalah dia. Jika aku benar-benar orang yang kalian cari maka kapanpun dan dimana pun kita akan bertemu lagi. Permisi."
"Lara! Lara tolong kami." Medina menghentikan langkah Zara dengan memegangi tangan dokter cantik itu.
"Tolong cari orang untuk membebaskan kami dari rumah tahanan itu. Kami sudah tidak tahan hidup di sana, tolong Lara."
"Siapapun kalian. Kalian akan selamat dan akan terbebas dari sana kalian bersabarlah dan jangan katakan pada siapapun perkataan yang ku ucapkan ini."
Bersambung
Rekomendasi novel yang sangat bagus untuk kalian baca.
Judul: AUTHOR AND THE BABY
Karya: Ingflora
__ADS_1