
Saat itu hari malam sudah berlalu dan sudah mulai berganti dengan matahari. Wilona dan para gadis itu baru sampai di rumah mereka.
"Masuklah dan beristirahatlah," ucap wilona pada mereka.
Para gadis itu pun langsung masuk ke dalam rumah tanpa berkomentar apa pun, setelah semalaman bekerja, mereka merasa lelah dan sangat mengantuk.
"Dimana mobil milik kita?" tanya Exel pada Wilona.
Exel tak mendapati mobilnya yang semalam digunakan oleh bodyguard nya.
"Eh iya, mana ya?"
"Aku cek di garasi dalam dulu."
"Aku juga akan mengecek keadaan gadis itu."
Mereka berdua pun langsung berjalan menuju tempat tujuan masing-masing.
Setibanya di dalam kamar tempat Samantha disekap, Wilona tak menemukan gadis itu, dia seger bergegas mencari Samantha disetiap ruangan yang ada di dalam rumah itu!
"Samantha!"
"Samantha!"
Wilona terus berteriak dan berjalan sambil memeriksa beberapa kamar di sana!
"Ada apa kau teriak-teriak seperti itu?" tanya Exel.
"Gadis itu tidak ada."
"Bodyguard kita juga tidak ada mobil juga tidak ada."
"Jangan-jangan mereka melarikan diri?"
"Kurangajar."
Exel segera berjalan keluar dari rumah itu dan meminta semua bodyguard yang ada di sana untuk mencari bodyguard yang telah melarikan mobilnya dan juga seorang gadis yang mereka sekap di rumah itu pada malam tadi.
"Cari penghianat itu sampai dapat! Aku mau dia ditemukan dalam keadaan hidup ataupun mati," ucap Exel dengan emosinya yang kian meronta.
Beberapa bodyguard itu pun langsung bergegas untuk mencari rekan mereka dan juga Samantha!
"Kalau sampai mereka membuka rahasia kita. Bisa habis kita," ucap Wilona.
Saat itu Wilona sudah panik dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Mereka akan ditemukan, kau tenang saja."
"Bagaimana kalau Bos tahu?"
"Kita akan menanggung resikonya bersama."
*******
Selesai sarapan, Wili langsung berangkat bekerja, setelah selesai kuliah di negara tersebut, Wili memutuskan untuk bekerja di sana karena dia ingin menjaga dan memantau Zara.
Hingga sampai saat ini baik Wili maupun Zara masih betah tinggal di negara itu.
Ada alasan yang kuat yang membuat Zara tetap bertahan di sana sedangkan Wili, dia terpaksa harus bertahan di sana karena dia memiliki seorang adik perempuan yang sangat dia sayangi yang harus dia jaga di negeri yang terbilang sangat berbahaya itu.
__ADS_1
"Kakak langsung berangkat bekerja ya," ucap Wili.
"Hati-hati," sahut Zara.
"Oh ya kak, aku juga akan pergi bekerja. Jangan lupa kakak bawa kunci cadangan rumah kita ya."
"Iya, tenang saja. Kakak tidak pernah lupa dengan si kecil yang sangat berharga ini." Wili memperlihatkan kunci rumahnya pada Zara.
Dia pun langsung pergi dari rumahnya karena hari sudah mulai siang!
"Siapa namamu?" tanya Zara pada Samantha.
"Samantha," sahutnya singkat.
"Kenapa kau ada di sana jika kau tidak ingin dipekerjakan oleh mereka?"
"Wanita itu mengajak aku bekerja bersamanya, dia tidak mengatakan bahwa aku akan dipekerjakan sebagai pelayan, pemuas nafsu bejat seorang laki-laki penghianat. Dia mengatakan padaku kalau aku akan dijadikan sebagai babysitter dengan gaji yang besar."
"Sudah berapa lama kau di sana?"
"Baru satu malam. Aku baru tiba di rumah mengerikan itu kemarin sore."
"Jadi kau belum tahu apa-apa tentang mereka?"
Samantha menggelengkan kepalanya pelan, dia memang tidak mengetahui apa dan siapa mereka.
"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang."
"Siapa kau?" tanya Samantha saat Zara ingin melangkah meninggalkan dirinya di ruang makan.
Zara berbalik dan menatap Samantha!
"Bukan itu yang ingin aku tahu. Kau siapa? Kenapa kau menghabisi laki-laki itu? Apa hubungan kau dengan mereka, kenapa kau tidak menghabisi aku juga malah kau ingin mengembalikan aku pada kedua orang tuaku?"
"Kau tidak perlu tahu, sekarang kau sudah selamat dan sebentar lagi kau akan pulang. Cukup kenali aku sebagai dokter saja."
"Tapi Nona ...."
Zara menatap Samantha dengan tatapan tajamnya.
Samantha menunduk lalu berkata, "terimakasih karena sudah menyelamatkan aku."
*******
Di tempat yang jauh dari kediaman Wili dan Zara.
Beberapa orang sedang menyisir perkotaan dan juga tempat-tempat terpencil yang terdapat di kota tersebut.
Mereka orang-orang suruhan Exel yang sedang mencari rekan mereka dan juga Samantha tentunya.
"Dimana dia? Aku tidak menyangka dia akan berkhianat seperti ini," ucap seorang laki-laki sambil terus berjalan di perbukitan.
"Kita tidak tahu apa yang terjadi pada mereka. Bisa saja terjadi sesuatu padanya."
"Cepat kita cari dia dan cari tahu tentang kebenarannya."
*******
"Apa! Bodoh!" seru Sandress.
__ADS_1
Wilona dan Exel berdiri di hadapan Sandress sambil menundukkan kepalanya. Mereka tak berani menatap wajah Sandress yang sedang marah itu.
"Bos, kami menyuruh salah satu bodyguard kita untuk menjaganya tapi ternyata mereka melarikan diri," jelas Exel.
"Jadi ada orangku yang berkhianat?"
"Benar Bos, mereka juga membawa satu mobil kita."
"Aah!" Sandress memukul meja didepannya dengan sangat keras hingga menimbulkan suara gebrakan yang menggelegar di ruangan itu.
Wilona dan Exel hanya diam, mereka berdua tidak bisa berkata apa-apa lagi saat singa di depannya sedang mengamuk.
"Kerahkan semua orang-orang kita untuk mencari mereka! Jangan sampai mereka bicara pada orang lain tentang kita."
"Kami sudah melakukan itu, Bos."
"Pergi dari hadapanku dan jangan pernah temui aku lagi sebelum kalian menemukan mereka!"
"Permisi Bos." Exel dan Wilona pun langsung pergi meninggalkan Sandress di kediamannya!
*******
"Di sini tempat tinggalmu?" tanya Zara setelah tiba di perkampungan tempat Samantha tinggal.
"Iya. Itu rumahku," ucap Samantha sembari mengarahkan jari telunjuknya pada suatu rumah.
Zara langsung menuju rumah yang jaraknya tidak jauh dari tempatnya berada itu!
"Samantha, kamu kembali lagi?" tanya seorang wanita paruh baya.
Samantha segera turun dari motor itu lalu langsung memeluk wanita itu!
Tak ada kata yang terucap dari mulut Samantha, hanya suara tangis yang terdengar saat itu.
"Aku pergi dulu," ucap Zara.
"Tunggu Nona!" seru Samantha.
Zara menghentikan pergerakannya lalu menatap Samantha.
"Terimakasih," ucap Samantha dengan nada lirih.
Zara tersenyum lalu langsung pergi dari tempat itu karena dia harus bekerja.
Dalam kehidupan sehari-hari nya, Zara adalah seorang dokter ahli bedah yang bekerja di salah satu rumah sakit besar di kota tersebut.
Samantha dan ibunya menatap kepergian Zara, setelah Zara sudah tidak terlihat lagi mereka baru masuk ke dalam rumahnya.
Bersambung
Reklamasi novel yang bagus untuk kalian baca!
Judul: Istriku Penutup Aibku
Karya: Haryani
Teman-teman mampir juga ya ke karya temanku yang satu ini!
__ADS_1