
Zara sudah tiba di rumah sakit dia juga sudah menjalankan operasi pengangkatan peluru yang bersarang pada sisi perutnya.
Setelah melalui proses operasi, kini Sandress sudah dipindahkan ke ruang rawat inap untuk menjalani masa pemulihan.
Saat itu, Zara duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang rumah sakit, dia sedang menunggu laki-laki yang dia tolong itu tersadar untuk menanyakan siapa dirinya dan dimana keluarganya.
Tak lama laki-laki itu menggerakkan jari-jari tangannya, Zara pun langsung menatap wajah laki-laki itu untuk memastikan bahwa laki-laki itu memang sudah sadar.
"Siapa kau?" Kata pertama yang keluar dari mulut Sandress adalah pertanyaan untuk Zara.
Dengan penglihatan yang sedikit buram, Sandress bertanya siapa orang yang ada bersamanya saat itu.
Zara tersenyum tipis lalu memeriksa kondisi tubuh Sandress.
"Saya Zara. Saya yang membawamu ke sini dan yang melakukan operasi padamu," ucap Zara setelah memeriksa Sandress.
Sandress tak berucap lagi, dia merasa sangat bersyukur karena dapat selamat dari maut yang hampir menjemputnya.
"Anda siapa dan apa saya boleh tahu siapa yang dapat saya hubungi? Untuk menginfokan bahwa sekarang Anda berada di rumah sakit ini."
"Ponselku?"
"Saya tidak menemukan ponsel pada pakaian Anda dan juga di dalam mobil Anda."
Sandress mengingat-ingat dimana ponselnya berada, saat dia turun dari mobilnya sebelum peristiwa baku tembak terjadi ponselnya itu masih ada dalam saku jas nya.
"Siapa nama Anda? Saya bisa menginformasikan lewat saluran televisi atau radio."
"Nama saya Richard," sahut Sandress.
Nama lengkap Sandress adalah Richard Sandress dia lebih dikenal dengan nama Richard dalam kehidupan normalnya sedangkan dalam kehidupan gelapnya, dia lebih dikenal dengan nama Sandress.
"Boleh aku pinjam ponselmu?" tanya Richard saat Zara hendak keluar dari ruangan itu.
"Untuk apa?" tanya Zara.
"Aku ingin menelpon saudaraku agar dia menjemput aku ke sini."
__ADS_1
"Baiklah, ambil ini!" Zara memberikan ponselnya pada Richard.
"Aku akan kembali lagi setelah aku mengecek kondisi pasien lain," sambung Zara.
Zara langsung keluar dari ruangan itu dan membiarkan Richard sendirian di sana!
Setelah Zara pergi, Richard tak langsung menelpon seseorang. Dia malah menatap ke arah pintu keluar dengan mata yang tidak berkedip satu kali pun.
"Dokter itu cantik dan juga baik. Semoga saja dia masih sendiri," ucap Richard dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibirnya.
Setelah beberapa menit, Richard langsung menelpon Exel untuk memberitahukan bahwa dirinya tengah berada di rumah sakit.
Di ruangan pasien lainnya.
"Selamat siang," ucap Zara pada pasiennya yang sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Siang dokter cantik," sahut pasien yang masih anak-anak itu.
"Dokter periksa dulu ya."
Zara pun mulai melakukan tugasnya.
*******
"Kalian urus semua ini, aku akan menjenguk bos di rumah sakit," ucap Exel.
"Sedang apa bos di rumah sakit?" tanya Wilona penasaran.
"Dia diserang oleh anak buahnya Jordan dua bodyguard kita dan satu sopir tewas ditembak oleh mereka dan sekarang bos sedang menjalani pengobatan di rumah sakit."
"Aku ikut."
"Kalau kau ikut, siapa yang mengurus mayat ini dan siapa yang akan mencari gadis itu?"
"Mereka bisa mengurus mayat ini dan kita bisa mencari gadis itu nanti. Keselamatan bos lebih penting, aku ingin memastikan bahwa bos baik-baik saja."
*******
__ADS_1
"Apa sudah bisa menghubungi keluargamu?" tanya Zara pada Richard.
"Sudah, ini ponselmu!" Richard mengembalikan ponsel milik Zara.
"Terimakasih," sambungnya setelah Zara mengambil alih ponsel itu dari tangannya.
"Istirahatlah, aku akan mengecek kondisi perkembangan kesehatanmu setiap dua jam sekali."
Zara mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
"Tunggu!" Richard mencoba menghentikan langkah Zara.
Zara menghentikan langkahnya lalu berbalik arah. "Ada apa?" tanyanya.
"Dokter siapa namamu?"
Zara mengerutkan dahinya, dia merasa ada yang aneh pada pasiennya itu. Tadi dia sudah memperkenalkan dirinya namun pasiennya itu bertanya siapa namanya.
"Dokter, apa kau mendengar perkataan aku?"
"Ya tentu saja. Namaku Elzara panggil saja Zara."
Sengaja Richard menahan dokter cantik itu di sana, dia merasa ada sesuatu yang aneh didalam hatinya saat melihat Zara dan saat dokter cantik itu ada didekatnya.
Sebelumnya mereka memang tidak pernah bertemu tapi Richard merasakan sesuatu yang tidak biasa saat sedang dekat dengan Zara.
Bersambung
Rekomendasi novel yang bagus dan pastinya seru untuk kalian baca.
Yuk mampir ke karya temanku ini!
Judul: Arumi
Karya: MinNami
__ADS_1