Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 9 - Serangan Para Goblin Di Tengah Malam


__ADS_3

"Tentu saja saya tidak mau, baiklah kalau begitu. Ayo kita lari kedalam hutan ini"


"Itulah kalimat yang aku tunggu runggu, ayo"


Setelah itu, mereka berlari kedalam hutan untuk menghindari ratusan ular yang menghadang jalan kembali mereka.


"Tuan Sorata, disini banyak kabut"


"Iya, berhati hatilah"


"Baik tuan Sorata"


Tiba tiba terdengar suara di semak semak, dan suara itu semakin mendekatiku dan Yulise.


"Yulise, cepatlah bersembunyi di belakangku?"


"Baik tuan Sorata"


Tiba tiba muncul 6 goblin, mereka menghadang perjalanan kami dan bersiap menyerang.


"Goblin? Ini gawat tuan sorata. Ini wilayah kekuasaan mereka, ditambah mereka bisa melihat kita dengan jelas meskipun ada kabut"


"Jadi begitu, kau tenang saja Yulise"


Seketika mereka menyerang kami bersamaan menggunakan tombak, dengan cepat aku menggunakan pedang hitamku. Serangan dengan serangan terus berbenturan, aku berhasil mengimbangi kecepatan mereka.


"Tuan Sorata kau hebat"


"Tetaplah dibelakangku dan jangan berbicara"


"Memangnya kenap-?" Tiba tiba ada goblin di belakang Yulise


Dengan cepat goblin itu berencana menusuk Yulise, tapi dengan cepat aku menangkap tobak itu. Kemudian menebas goblin itu, hingga tersisa tinggal 5.


"Tuan Sorata apa kau baik baik saja?"


"Ya, hanya saja tangan kiriku sedikit berdarah"


"Sedikit, luka Anda cukup besar, Maafkan saya gara gara saya Anda jadi terluka"


"Sudahlah jangan dipikirkan"


Tiba tiba ke 4 goblin itu menyerang lagi, secara bersamaan. Dengan cepat aku mengeluar fire cut, ahirnya 3 goblin terbakar habis. dan hanya 1 yang selamat dan berhasil melarikan diri, aku pun terjatuh.


"Tuan Sorata, apa anda baik baik saja"


"Aku baik baik saja, tapi tangan kiriku-"


"Saya mengerti, saya akan mengambil tanaman obat yang ada disini. Jadi tunggu sebentar tuan Sorata"


"Ya, terimakasih. Tapi tetaplah berhati hati"


"Baik tuan Sorata"


Yulise pergi dan mengambil beberapa tanaman obat, setelah itu ia membuat obat dengan menumpuk dedaunan itu.


"Tuan Sorata perlihatkan tanganmu, aku akan segara mengobati lukamu?"


"Baik, terimakasih Yulise"


Dia mengikat tanganku dengan kain yang ia bawa, ahirnya tanganku terasa mulai baikan dan pendarahannya berhenti.


"Tuan Sorata, maafkan saya gara gara saya Anda jadi terluka"


"Sudahlah jangan dibahas lagi, yang lebih kau baik baik saja. Sekarang hari mulai terasa gelap, jadi sebaiknya kita cara tempat yang aman untuk beristirahat"


"Ya, tuan Sorata. Tapi dimana kita bisa beristirahat?"


"Makanya kita sekarang harus berpikir"


"Bagaimana kalau kita beristirahat di gua, tuan Sorata"


"Ide yang bagus, tapi dalam gua itu sangat berbahaya, bisa saja saat kita masuk gua disanya sudah ada bahaya"


"Terus bagaimana, tuan Sorata?"

__ADS_1


"Kita akan beristirahat diatas pohon"


"Hah, diatas pohon. Bukankah itu berbaya, kita bisa saja diculik monyet, tuan Sorata"


"Memang, tapi itu menurutku yang terbaik. Kita juga bisa sekalian memetik buah daei pohon itu"


"Tapi, tuan Sorata"


"Yah kalau begitu, terserah kau saja Yulise. Tapi aku akan tetap diatas pohon"


"Baiklah, kalau begitu saya akan beristirahat dinawah pohon Anda"


"Lihar Yulise, pohon ini besar sekali. Kau juga beristirahatlah dibawah pohon ini"


"Baiklah tuan Sorata"


Malam ahirnya tiba, aku beristirahat diatas pohon dan Yulise dibawah pohon. Malam ini entah kenapa udara terasa berat, seakan akan banyak monster yang lewat tiap jamnya.


"Yulise, kau bisa melihatku?"


"Tidak, saya tidak bisa melihat apa pun"


"Bagaimana kalau kita buat api unggun"


"Bagaimana caranya?"


"Tentu saja dengan skill yang aku miliki"


"Baiklah, silahkan Anda nyalakan apinya"


"Ya, tentu saja"


Kemudian aku menyalakan api dengan skill fire cut, dalam keadaan terdesak skill ini sangat bermanfaat.


"Wah hebat. Tapi kenapa kau membakar pohon yang Anda pakai beristirahat"


"Yah, karena tidak ada kayu. Jadi apa boleh buat"


"Cepat turun tuan Sorata, Anda bisa terpanggang jika terus disana"


"Wah, indahnya pohon yang terbakar. Jadi kita sekarang bisa melihat dengan jelas bukan?"


"Benar, tapi tuan Sorata jika hutan ini terbakar maka kita juga akan terbakar"


"Jangan memikirkan yang tidak perlu, Yulise"


"Benar juga"


"Sekarang aku tidur, udaranya juga hangat"


"Tapi tuan Sorata, siapa yang berjaga?"


"Benar juga, kalau begitu kau tidur duluan Yulise. Biar aku yang berjaga duluan"


"Baik tuan Sorata"


Setelah Yulise tertidur, aku mulai berjaga jaga. Tengah malam pun tiba, Yulise belum bangun juga.


"Hey, Yulise cepatlah bangun. Sekarang giliranmu berjaga?"


"Sebentar lagi, tuan Sorata"


"Cepatlah, aku sudah sangat ngantuk"


"Baik saya bangun tuan Sorata"


"Bagus, sekarang kau berjaga"


"Ya, tuan Sorata"


Setelah beberapa lama aku tidur dan Yulise bejaga, tiba tiba ada suara di semak semak.


"Tuan, Sorata sepertinya saya mendengar sesuatu"


"Mungkin itu hanya perasaanmu saja, Yulise"

__ADS_1


"Tapi saya yakin sekali, bahwa ada sesuatu di semak semak itu?"


Tiba tiba muncul 1 goblin, Yulise sangat terkejut dan dengan cepat membangunkanku.


Ahirnya aku terpaksa bangun, dengan keadaan setengah sadar aku bersiap bertarung.


"Plakkk" Yulise menamparku


"Tuan Sorata jangan bertarung setengah sadar, itu sangat berbahaya"


"Aww sakit Yulise, apa tidak ada cara lain untuk membangunkan aku"


"Tidak, itulah cara yang peling efektif"


"Tapi kau menamparku dengan kencang, hibgga aku melihat bintang bintang mengelilingi kepalaku"


"Maafkan saya tuan Sorata"


Tiba tiba goblin itu menyarang, dengan cepat aku menebasnya.


"Goblinnya sudah tamat, aku kembali tidur lagi Yulise zzz"


"Ya, tuan Sorata"


Tiba tiba datang gerombolan goblin, mereka mengepung Yulise dan aku.


"Tuan Sorata cepat bangun, mereka datang lagi"


"Ya, tunggu sebentar aku masih ngantuk"


"Para goblin telah mengepung kita"


"Apa" dengan cepat aku bangun


"Beraninya kalian mengganggu waktu tidurku, ayo maju kalian semua para goblin"


Mereka menyerang secara bersaan, dengan kesal aku mengeluarkan firu cut. Goblin itu mencoba menebasku, tapi aku berhasil dan menebasnya.


"Ayo tunggu apa lagi, maju kalian semua"


"Tuan Sorata jadi liar" ucap Tulise


Para goblin itu terus berdatangan menyerangku, seolah mereka tidak ada habis habisnya.


"Fire Cut" segerombolan goblin terbakar


kemudian datang lagi, goblin itu sangat banyak.


"Yulise aku sudah menebas 67 goglin, tapu mereka tidak ada habisnya"


"Kalau begitu, mari kita melarijan diri tuan Sorata"


"Yulise awas dibekangmu?"


Tiba tiba ada goblin di belakang Yulise, Dengan cepat aku melemparkan pedangku hingga menusuk goblin itu.


"Terima kasih tuan Sorata"


"Awas para goblin menyerang Anda lagi, secara bersamaan"


"Tenang saja akan aku pukul mereka semua"


"Bak, bik, buk" suara pukulan


Aku menghajar mereka dengan pukulanku, tapi mereka terus berdatangan lagi. Sungguh melelahkan, melawan para goblin itu"


"Yulise tolong ambilkan pedangku?"


<<\>\>


 


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih Sudah membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2