
"Baik, ayo kita cari makanan yang enak-enak"
Setelah itu kami berjalan-jalan di desa kabut, sambil mencari makanan. Kami ahirnya memutuskan membeli ikan bakar, bersama-sama di sebuah kedai.
"Bibi, saya pesan daging bakarnya 3 porsi, dan ikan bakar juga 3 porsi"
"Baik, silahkan tunggu" ucap pedagang itu sambil memasak daging bakar
"Jadi begitu, kak Sorata tidak membiarkan kita memilih dalam membeli makanan lagi"
"Bukan begitu Jun, aku merasakan energi negatif di sekitar sini. Jika membiarkan kalian sendiri sendiri, itu sangat berbahaya"
"Jadi tuan Sorata, Anda menghawatirkan kita" ucap Yulise sambil ternyum
"Bisa dibilang begitu, Yulise, Jun"
"Jadi kak Sorata, menghawatirkan kami. Tapi tetap, aku tidak mau memakan ikan bakar" ucap Jun merasa kesal
"Memangnya kau kenapa Jun?" ucapku dengan penasaran
"Saya juga tidak mau makan ikan bakar" ucap Yulise
"Baiklah, kalau begitu aku yang akan memakan ikan bakarnya. Kalian makan daging bakarnya saja"
"Baik kak sorata" ucap Jun dengan sangat senang
"Terimakasih, tuan Sorata"
"Ini pesanannya, tuan dan nona"
"Terimakasih bibi" sambil mengambil mengambil pesanan itu
Kami bertiga makan bersama, tapi cuma aku yang makan ikan bakar. Setelah selesai makan, kami bertiga bersiap-siap untuk kembali ke peminapan bulan.
"Semuanya jadi berapa, bibi?"
"Semuanya jadi 9 keping perak"
"Ini bibi" sambil memberi uangnya
"Ya terimakasih banyak"
"Bibi kenapa desa ini diselimuti kabut?"
"Bibi juga tidak tau, tapi kalian harus berhati-hati" ucap bibi itu dengan serius
"Memangnya kenapa bibi?"
"Di desa ini banyak pendatang baru yang sering menghilang, bahkan semua warga pernah membantu mencari orang hilang itu. Namun kami tidak bisa menemukannya, semenjak kabut ini tiba-tiba ada" ucap bibi dengan sangat serius
"Terimakasih bibi sudah memberi tahu kami, kami akan berhati-hati. Kalau begitu kami permisi dulu" aku bersama Yulise, dan Jun pergi meninggalkan tempat itu
"Ya, semoga kalian semua selamat" ucap bibi
Kami bertiga berjalan menuju penginapan bulan, diperjalanan kami seperti diawasi sesuatu dari jauh.
"Kak Sorata, setelah mendengar cerita tadi saya merasa ketakutan" ucap Jun sambil ketakutan
"Saya juga sama Jun, jangan-jangan mereka diculik hantu" ucap Yulise
__ADS_1
"Kalian berdua jangan percaya hantu, hantu itu tidak ada. Ingatlah baik-baik!" ucapku dengab serius
"Tapi di dunia ini, apapun yang kita percayai pasti ada. Dewa akan menciptakannya" ucap Jun
"Tapi, saya juga yakin tuan Sorata Hantu itu ada?" ucap Yulise mencoba meyakinkanku
"Aku tidak akan berkata apa-apa lagi, itu terserah kalian saja. Yang lebih penting kita harus-cepat menuju peminapan bulan"
"Baik tuan Sorata"
"Baik kak Sorata, tapi aku mau jalan di tengah-tengah. Karena berjalan disamping itu terasa menakutkan"
"Baik, kau berjalan ditengah saja Jun"
"Ya terimakasih tuan Sorata"
Setelah sangat lama kita berjalan, ahirnya kita samai juga di penginapan bulan. Kami membuka pintu, dan kemudian masuk menemui pemilik peminaan.
"Permisi, nona kami pesan kamar untuk satu malam. untuk tiga orang"
"Baik tuan pelanggan, tapi kenapa bertiga? Anda juga bisa memesan kamar lainnya" ucap pemilik peminapan menyarankan
"Apa yang tuan Sorata pikirkan? Kita bertiga satu kamar!"
"Jangan-jangan kak Sorata berpikiran nakal, menakutkan" ucap Jun sambil tersenyum
"Tentu saja tidak, baiklah kita akan tidur di kamar yang berbeda-beda. Ingat kalian berdua satu kamar, dan terus berwaspada lah"
"Nona kami pesan 2 kamar, satu kamar untuk satu orang, dan datu kamar lainnya untuk 2 orang" ucap Yulise
"Baik, ini kuncinya tuan dan nyonya. Lihat saja kunci kamarnya, Anda akan mengetahui kamar Anda"
"Baik nona, kalian kalian nomer berapa?"
"Aku no 7. Berapa harga harga 2 kamar untuk satu malam"
"Semuanya 1 keping emas"
"Mahalnya!"
"Disini juga sudah lengkap dengan pemandian air panas, jadi tuan bisa membersihkan diri tanpa harus membayar lagi"
"Horee, pemandian air panas. Ayo kita mandi kak Yulise!"
"Ayo, tapi dimana pemandiannya?"
"Lewat sebelah kiri nyonya"
"Terimakasih nona, ayo Jun kita pergi" ucap Yulise sambil berlari menarik tangan Jun
"Syukurlah mereka terlihat sangat senang, kalau begitu aku mandi juga" sambil berjalan
Sesampainya di pemandian, Yulise dan Jun melepas pakaiannya. Lalu mereka berendam bersama.
"Rasanya nyaman sekali, kak Yulise"
"Benar, ini seperti obat yang mengobati rasa capek kita"
"Benar, ngomong ngomong bagaimana bisa?" ucap Jun sambil merasa iri
__ADS_1
"Bagaimana bisa apa, Jun?" ucap Yulise merasa bingung
"Bagaimana bisa punya kakak sangat besar, dari punyaku" sambil merasa sedih
"Apa yang kau maksud Jun?" Yulise makin penasaran
"Bagaimana bisa gunungmu, lebih besar dari punyaku" ucap Jun sambil nenangis
"Jangan berpura-pura menangis, Jun"
"Aku tidak berpura-pura kak, aku benar-benar merasa iri padamu"
"Kau benar-benar menangisinya!" ucap Yulise dengan sangat terkejut
"Tenang saja Jun, punyamu juga akan membesar suatu hari nanti" mencoba menghibur Jun yang sedang depresi memikirkan punyanya
"Benarkah kak!" ucap Jun dengan sangat bersemangat
"Benar, sekarang punyamu datar. Tapi nanti pasti akan sangat besar" ucap Yulise dengan serius
"Kata datar benar-benar menusuk dadaku kak, jadi jangan katakan lagi kak. Tolong kak"
"Baik-baik Jun, tenang saja aku tidak akan mengatakan datar lagi"
"Itu kak mengatakannya lagi, sudahlah kak sekarang aku tidak peduli" ucap Jun sambil memalingkan mukanya
Di saat itu, aku juga sedang mandi di pemandian pria. Karena pemandiannya bersebelahan dengan pemandian wanita, aku tidak sengaja mendengarkan yang mereka bicarakan.
"Apa yang mereka bicarakan ya!" ucapku dalam hati, merasa penasaran
Sesudah mandi, aku langsung memakai kembali bajuku. Kemudian masuk kamar, dan berbaring di kamar.
"Kak Yulise, ayo kita kembali!"
"Nanti saja, karena pemandian air hangat ini sangat nyaman"
"Tapi, jika terlalu lama tidak baik"
"Baik Jun, ayo kita kenakan pakaian kita lagi. Setelah itu kita kembali ke kamar kita dan beritirahat"
"Ayo kak"
Mereka berdua mengenakan pakaian, dan keluar dari pemandian. Ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba ada suara serigala di luar. Mereka keluar untuk memeriksanya, saat mereka sudah diluar.
"Jun, apa melihat serigala?"
"Aku tidak melihat apa-apa kak, seertinya kabut dimalam ini semakin tebal. Ayo kita kembali kedalam, kak"
"Baik, ayo!"
"Tunggu kak, aku merasakan ada yang mengawasi kita" ucap Jun sambil melihat ke segala arah
"Mungkin itu hanya, perasaanmu saja" ucap Yulise merasa tidak percaya
Saat mereka masuk kedalam penginapan, di dalam penginapan itu ternyata sudah dipenuhi oleh kabut. Tiba tiba ada sosok pitih yang mendekati meraka, dan mencoba menyerang Yulise dan Jun.
<<\>\>
__ADS_1
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih sudah membaca 😉