Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 19 - Malam Indah dan Persaingan Para Gadis


__ADS_3

Hmmm kalau begitu, aku akan memberinya ciuman"


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu menciumnya"


"Benar saya juga"


"Kalau begitu aku bayar dengan 1000 keping emas"


"Tidak apa apa, aku menolongmu karena aku mau" ucapku


"1000 keping emas"


"Jun apa kau baik baik saja? Air liurmu menetes" ucapYulise


"Saya baik baik saja, kalau begitu mana uangnya?"


"Hmm uangnya di kerajaan Miyohara, kalian mampirlah ke kerajannku"


"Jadi kau seorang seorang putri?"


"Ia, dan kak Yulise juga putri dari kerajaan Armest"


"Kalian berdua seorang putri, mengejutkan sekali. Aku tidak menyangka bisa bertemua 2 putri kerajaan secara langsung"


"Apaa, jadi kau putri kerajaan Miohara?"


"Benar kak, perkenalkan nama saya Mitoku Sujuka. Panggil saja Sujuka"


"Saya Yulise Ambrein Armest, panggil saja Yulise"


"Saya Mayoko June, panggil Jun saja"


"Baik salam kenal semua" ucap Sujuka


"Tunggu, biar aku juga memperkenalkan diri"


"Oh iya, ini namanya Sorata Umaki. Panggil saja kak Sorata atau tuan Sorata si playboy" ucap Yulise


"Menjijikan" ucap Sujuka


"Sudah kubilang aku bukan playboy, dan juga dari mana kamu tau kata playboy?"


"Saya tau dari ibuku tuan Sorata"


"Ngomong ngomong es yang kamu buat bisa bertahan berapa lama, Jun?"


"Saya rasa hanya bertahan paling lama 3 hari"


"Apa dia akan baik baik saja, yang ada disamping kita"


"Saya rasa dia baik baik saja, sudahlah jangan dipikirkan kak Sorata"


"Disini gelap sekali, semuanya kumpulkan kayu bakar. Kita akan membuat api, agar nanti tidak kedinginan"


"Saya tidak ikutan, seorang putri tidak boleh mencari kayu"


"Tidak apa apa, kita saat ini sedang darurat" ucap Yulise sambil tersenyum


"Kalau begitu kita berdua yang mencari kayu bakar"


"Baik kak Yulise"


Mereka berdua pergi berpencar untuk mencari kayu bakar, sedangkan Sujuka duduk di dekatku.


"Kak Sorata?"


"Apa Sujuka?


"Kakak ini pasti seorang pahlawan yang dipanggil di kerajaan Armest, dan diberi misi oleh raja. Misi apa yang sedang kakak jalankan?"


"Untuk sekarang, misiku adalah membunuh Naga Hitam"


"Itu misi yang sangat berbahaya"


"Benar, tapi sekarang sudah tidak apa apa"


"Apa Anda bisa mengalahkannya?"


"Untuk sekarang tidak, tapi nanti pasti bisa"


"Bagaimana jika Anda tidak bisa mengalahkannya?"


"Aku akan berjuang sampai aku menang, tapi jika tetap tidak bisa mengalahkannya aku akan mundur dan berlatih"

__ADS_1


"Lalu setelah itu?"


"Setelah itu aku akan bertarung lagi dengannya lagi, dak ketika menang aku akan langsung melawan Maou"


"Anda benar benar hebat, apa Anda sudah memiliki pacar?"


"Tidak, Untuk saat ini"


"Jika Anda mau saya mau menjadi pacar Anda"


"Jangan bercanda seorang putri berpacaran denganku, bercandamu tidak lucu Sujuka"


"Saya serius. Siapa juga yang tidak mau menikahi seorang paglawan yang menyelamatkan dunia ini dari ancaman Maou"


"Kurasa untuk sekarang, aku tidak perlu terburu buru"


"Kak Sorata?"


"Apa lagi?"


"Apa kakak pernah berciuman?"


"Tentu saja belum, kan sudah aku bilang aku tidak memliliki pacar"


"Kalau begitu, apa kakak mau melakukakannya denganku?"


"Tentu saja, aku menolak"


Dia tiba tiba mendekatiku, kemudian bersiap menciumku.


"Tunggu, aku bilang jangan. Berhenti"


"Kakak diam saja, ini juga pertama buat saya"


Saat bibirnya hampir sampai, tiba tiba datang Yulise dan Jun.


"Tunggu. Apa yang sedang kalian lakukan?"


"Jun kau mau mencuri ciuman dari tuan Sorata" ucap Yulise dengan marah


"Terimakasih kalian sudah cepat cepat datang, aku terselamatkan"


"Kakak Sorata, kenapa kamu diam saja?"


"Tuan Sorata, apa Anda menyukai Sujuka?"


"Tentu saja tidak"


"Kakak Sorata mebosankan, kalau begitu aku akan tidur duluan" ucap Sujuka kemudian tidur


"Kak Sorata, tolong nyalakan apinya kita akan membakar kayu ini"


"Jun tolong letakkan pedangku ke tanganku?"


"Baik, kak Sorata"


Ahirnya aku menggunakan kekuatan api dan membakar kayu itu, suasana pun menjadi terasa hangat.


"Tuan Sorata tolong pokus pada misimu?"


"Baik Yulise tenang saja, aku akan pokus pada tujuan dan misi kita"


"Baguslah"


"Kalian berdua lihatlan bulan dan bintang bintangnya sangat indah malam ini"


"Benar kak, indah sekali"


"Wah, indah sekali. Baru kali ini aku melihat bintang dan bulan seindah ini"


"Benar aku juga"


Ditempat lain, kedua bandit sedang berlari meninggalkan temannya.


"Ketua apa yang harus kita lakukan?"


"Kau diam dulu, untuk saat ini kita lari saja dulu"


"Tapi bagaimana dengan Oga? Dia menjadi es? Kita harus menyelamatkannya"


"Aku tau, tapi bagaimana cara kita menang menghadapi dia?"


"Ketua selalu saja takut"

__ADS_1


"Apa kau mau menjadi es seperti Oga?"


"Tentu saja saya tidak mau ketua, saya lebih senang jika ketua saja yang menjadi es"


"Plakk"


"Sakit ketua, kenapa kau menamparku?"


"Kau anak buahku yang benar benar parah. Apa kau mau bertarung denganku hah?"


"Saya cuma bercanda ketua, jangan dianggap serius"


"Becanda itu harus diwaktu yang tepat"


"Maafkan saya ketua, tarus apa rencana kita untuk penyelamatan Oga?"


"Aku sudah memikirkan rencana?"


"Tumben ketua berpikir, rencananya seperti apa ketua?"


"Aku menemukan rencana terbaik"


"Apa rencanya ketua?"


"Rencananya adalah kita harus-"


"Kita harus?"


"Pulang dan tidur, saat ini sudah malam. Nanti ada serigala yang akan menyerang kita"


"Benar juga, itu rencana terbaik untuk lagi dari kenyataan pahit ini"


"Ayo kita pulang"


"Tunggu ketua, jangan tinggalkan aku"


Mereka berdua ahirnya memutuskan untuk pulang, disaat itu aku bersama teman temanku masih memandangi bintang bintang.


"Hey Sujuka kau sudah tidur?"


"Aku sudah bangaun kak"


"Memang tuan Sorata mau apa?"


"Kak Sorata, sebaik kakak tidak memikirkan yang macam macam" ucap Jun


"Tentu saja tidak, aku hanya ingin bertanya. Kenapa putri sepertimu bisa ke sini sendirian?"


"Tadi saat aku lewat, aku dikawal 20 pengawal pribadiku. Tentu saja mereka sangat kuat"


"Terus apa yang terjadi?"


"Tiba tiba 3 bandit itu menghalangi jalan, dan aku menyuruh semua pengawalku melawannya. Tapi dia sangat kuat, dan semua pengawalku dikalahkan"


"Terus apa lagi terjadi setelah itu?"


"Setelah itu aku berlari untuk menyelamatkan diri, namun ahirnya aku terkepung"


"Kemudian kakak datang menolongku"


"Jadi begitu, bagaimana menurutmu tentang 3 bandit tadi?"


"Yang terkuat dia yang ada dibelakang kita, ia dijuki kesatria pembunuh iblis. Kalau yang 2 lagi, mereka sangat lemah bahkan sering bertengkar"


"Aku terharu mendengar ceritamu, aku turut bersedih" ucap Yulise


"Terus bagaimana ke 20 pengawalmu, saya jadi penasaran" ucap Jun


"Mereka terluka parah, tapi kuyakin saat ini mereka sudah kembali ke istana. Dan mengira bahwa aku sudah sampai ke istana duluan"


"Untuk sekarang kita harus tidur, selamat malam semuanya"


"Ya, selamat malam"


Ahirnya semuanya tidur, dibawah sinar bulan dan bintang bintng yang indah.


<<\>\>


 


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih sudah membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2