Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 28 - Wujud Yang Sebenarnya


__ADS_3

Ahirnya seranganku mengenainya, sehingga ia terbakar habis bersama es itu. Asap pun menyebar kemana-mana, tapi setelah itu kabut kembali mengelilingi. Tiba-tiba terlihat lagi dalam kabut itu, ada sepasang mata.


"Ini tidak mungkin, kak Sorata."


Ternyata seranganku tidak mempan, kabut-kabut itu kembali menyatu dan kembali menjadi serigala putih raksasa.


"Jangan senang dulu, aku tidak akan bisa dikalahkan oleh kalian" ucap serigala raksasa itu dengan marah.


"Gawat, apa yang harus aku lakukan untuk mengalahkannya" ucapku sambil melihat serigala raksasa putih itu.


"Ayo kita selamatkan diri kita, tuan Soraya" ucap Yulise dengan panik.


"Yang jelas, kita sudah tidak bisa mengalahkannya dengan cara bisa" ucap Jun sambil melihats kearahku.


"Jika kita lari, kita tetap akan terkejar. Ini sudah lewat tengah malam, berarti kita harus bertahan sampai pagi" ucapku dengan kwatir.


Serigala raksasa itu menarik napas yang dalam, hingga kami bertiga hampir tersedot kedalam mulutnya. Ia kemudian meniupkan angin itu kearah kami, dengan ceoat aku mendorong Yulise dan Jun hingga terjatuh ke tanah.


Semua rumah, dan pohon belakang kami hancur. Bahkan warga desa berterbangan, seperti daun yang tertiup angin.


"Sial, kenapa kami juga terlibat perburuan serigala putih" ucap seorang pria sambil terbang terbawa angin.


"Kakak, jangan terbang terlalu jauh. Tunggu aku kak!" ucap adiknya.


"Adik bodoh, kau juga sedang terbawa angin. Sebaiknya kau harus mendarat dengan selamat" jawab Kakaknya.


"Wah, wah rumah kita hancur lagi. Serigala kabut memang menyeramkan" ucap kakek-kakak sambil terbawa angin.


"Wah ketiga orang itu terbang, sepertinya menyenangkan ya?" ucapku yang sedang berbaring ditanah.


"Jangan berpikir yang macam-macam, kak Sorata. Jika kita terbang terbawa angin, mungkin kita akan mati" jawab Jun.


"Benar, disaat-saat seperti ini Anda tidak boleh memikirkan hal yang aneh aneh" jawab Yulise dengan kesal.


Setelah hembusan angin yang dikeluarkan oleh serigala putih raksasa berhenti, kami bertiga kembali berdiri. Melihat kami tidak akan menang, aku berjalan mendekati serigala putih itu.


"Seperinya kau sudah bosan hidup ya, berjalan mendekatiku dengan santainya. Meskipun kau tau, kau dan penyihir es itu tidak akan bisa mengalahkanku" ucap serigala sambil mengeluarkan aura gelap pembunuhnya.


"Aku mau mengucapkan, bagaimana kalau pertarungan ini kita anggap seri saja" jawabku sambil tersenyum.


"Seri kau bilang, jangan bercanda. Aku jauh lebih unggul, dan jauh lebih kuat dari pada kalian bertiga" jawab serigala putih dengan marah.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku mengaku kalah" jawabku dengan tersenyum.


"Tidakkk, kak Sorata jangan menyerah. Jangan bilang kakak mau menyerahkan nyawa kakak ada serigala jelek itu" jawab Jun sambil menangis.


"Apa! Kau bilang aku jelek" jawab serigala putih raksasa dengan marah.


"Jangan merah tuan Sorata, kita masih bisa melarikan diri. Jadi kumohon jangan serahkan nyawa Anda pada serigala putih itu" jawab Yulise sambil menikan air mata.


"Apa yang kalian ributkan, sudah jelaskan aku tidak akan menyerah. Aku hanya mengajukan penawaran, pada serigala ini" ucapaku sambil melihat Yulise dan Jun.


"Sudah cukup, untuk apa aku menerima tawaranmu. Yang sudah jelas aku akan mengalahkan kalian bertiga" jawab serigala itu.


"Kau yakin, tidak ingin menerima penawaranku?" jawabku sambil memperlihatkan cin-cin emas yang aku dapatkan dari naga emas.


"Bagaimana bisa kau mempunyai cin-cin emasku, apa kau yang mencurinya?" tanya serigala putih itu.


"Tidak, aku mendapatkannya dari hasil pertarunganku melawan naga emas."


"Tidak mungkin, kau bisa mengalahkan naga emas itu sendirian?"


"Kalau sendiri itu memang tidak mungkin, tapi karena bantuan dari teman-temanku aku berhasil mengalahkannya."


"Lalu kekuatan apa yang dimiliki oleh wanita yang ada disebelahmu?" tanya serigala.


"Kalau dia, hanya beban bagi perjalanan kami. Dia tidak memiliki kekuatan apa pun" jawab Jun.


"Kejam kau Yulise, itu tidak benar. Saya punya kekuatan yai-" jawab Yulise sambil membanggakan diri.


"Benar, Yulise bukan beban Jun. Tapi di ahli dalam melarikan diri" jawabku dengan serius.


"Jadi begitu dia hanya beban yang suka melarikan diri" jawab serigala.


"Ugh, kata kata mereka lebih menusuk dari pada duri yang menancap di kakiku," jawab Yulise, sambil merajuk.


"Yang lebih penting, cepat kau berikan cin-cin emas itu padaku?"


"Boleh saja, tapi dengan satu syarat. Setelah kau mendapatkan cin-cin ini, kau harus pergi dari desa ini dan kau harus melepaskan kami."


"Baiklah, aku akan melepaskan kalian dan pergi dari desa ini."


Setelah itu, aku memberikan cin-cin itu pada serigala putih raksasa itu. Ia kembali keukuran semula, lalu ia mengambil cin-cin itu dariku.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan memakai cin-cin ini."


"Pakai saja, itu juga milikmu."


Kemudian ia memakai cin-cin itu, tiba-tiba ia diselimuti cahaya putih. Angin berhembus dengan kencang, dan kabut-kabut tebal mulai menghilang. Tidak disangka, saat ia memakai cin-cin itu, ia menjadi seorang wanita yang sangat cantik.


"Ahirnya aku kembali ke bentuk asliku, rindu sekali rasanya tidak kembali ke bentuk manusiaku ini."


"Jangan-jangan kau seorang putri, di kerajaan manusia setengah binatang" ucap Jun sambil terkejut syok.


"Tidak mungkin, serigala sangar jadi seorang perempuan yang cantik!" ucapku sambil melotot.


"Cantik sekali, apa Anda seorang putri?" tanya Yulise.


"Tentu saja bukan, saya hanyalah seorang ratu disana. Dan tongan sebut saya dengan sebutan serigala sangar, panggil saja Mel" jawab serigala sambil tersenyum cerah.


"Aku tidak percaya Anda seorang ratu, ditambah anda sudah membunuh bayak pendatang yang masuk ke desa ini" tanya aku dengan penasaran.


"Saya tidak membunuh mereka, saya hanya menggigit dan menghanyutkan mereka ke sungai dengan rakit" jawab Mel dengan santai.


"Tunggu, hanya menggigit dan menghanyutkan mereka. Itu kejam sekali," jawab Jun.


"Saya setuju, kenapa Anda melakukan hal itu?" tanya Yulise sambil melihatnya.


"Sudah jelas, karena mereka mencuri cin-cin emas ini. Sehingga saya terkena kutukan, dan membuat saya jadi jahat seperti itu."


"Bagaimana cara mereka, mencuri cin-cin ratu. Padahal ratu sangat kuat, bahkan kami nyaris mati ditangan Anda?" Tanya aku dengan penasaran.


"Biar saya ceritakan, saat saya berjalan-jalan di hutan dekat desa ini. Ada seseorang yang memberi saya danging ayam, tentu waktu itu saya dalam wujud serigal. Saat saya lengah dia tiba-tiba mencuri cin-cin saya, yang saya kalungkan di leher."


"Terus apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya aku dengan serius.


"Setelah itu, dia berlari ke semak semak. Tanpa sengaja di bertemu dengan naga emas. Kemudian ia langsung dimakannya" jawab ratu dengan serius.


<<\>\>


 


Jangan lupa like, follow dan coment...


Terimakasih sudah membaca

__ADS_1


__ADS_2