
"Besok aku harus ambil liburan dulu, menjadi seorang pahlawan memang tidak seenak di cerita mangga dan anime. Mendingan tidur dulu"
Ahirnya malam pun tiba, aku melihat langit yang dipenuhi dengan bintang bintang yang berkilauan. Aku pun tertidur dengan nyenyak, karena sudah lama aku tidak beristirahat dengan teratur.
Keesokan harinya aku bangun dan terus mandi, setelah itu aku turun kebawah. Ternyata Yulise sudah ada dibawah, di sedang duduk menunggu.
"Selamat pagi Yulise"
"Selamat pagi juga tuan Sorata"
"Bagaimana, apa sekarang kita akan melanjutkan perjalanan kita?"
"Tentu saja, tapi kali ini kita akan memancing dulu dan memilih jalan yang melewati danau"
"Anda ini ternyata hanya memikirkan hari untuk bersantai"
"Dengar Yulise, sekali kali kita harus bersantai. Selagi masih sempat"
"Apa maksud Anda selagi masih sempat"
"Tentu saja saat kita masih hidup, kalau kita sudah mati kita tidak akan bisa bersantai lagi"
"Baik tuan Sorata"
"Kalau begitu, kita pesan makanan dulu sebelum berangkat kembali"
"Bibi, kami pesan makanan 2 porsi. Makanan spesial ya bibi?"
"Baik tunggu sebentar tuan"
Setelah menunggu beberapa lama, ahirnya makanan spesial sampai di meja kami.
"Selamat makan tuan Sorata"
"Selamat makan juga Yulise"
Kami berdua makan dengan lahap, setelah selesai makan. Kami langsung membayar makanan itu.
"Bibi semuanya berapa?"
"Semuanya 10 koin perak"
"Baik, ini bibi"
"Ayo Yulise kita lanjutkan perjalanan kita" sambil pergi
"Tunggu tuan Sorata"
Setelah itu kami berangkat meninggalkan penginapan dan melanjutkan perjalanan, setelah kami berjalan di kota Miyohara. Disana terdapat air mancur di tengah kota, banyak orang orang yang sedang berjalan jalan.
"Wah disini ramai sekali"
"Benar sekali tuan Sorata, disini banyak orang orang yang berjalan jalan bersama pasangannya"
Setelah kami melewati kota Miyohara, kami kembali memasuki jalan hutan. Disana kami melihat sebuah danau yang tenang, dengan cepat kami berjalan menuju danau itu.
"Yulise percepat jalanmu"
"Tunggu tuan Sorata, jangan terburu buru"
"Kali ini aku akan menikmati perjalanan ini"
"Baguslah tuan Sorata"
"Ahirnya, sampai juga. Danau ini memang yang terbaik"
__ADS_1
"Benar sekali tuan Sorata, disini sangat sejuk dan indah"
"Iya, ini adalah tempat yang aku butuhkan untuk bersantai" sambil berjalan
"Tapi kita harus bergegas melanjutkan perjalanan tuan Sorata, jika kita kebanyakan bersantai dunia ini tidak akan bisa kita selamatkan"
"Aku mengerti Yulise, baiklah ayo kita lanjutkan perjalanan"
"Baik tuan Sorata"
Ahirnya kita Melanjutkan perjalanan dan pergi meninggalkan danau itu, kami terus berjalan hingga beberapa lama.
"Yulise apa benar ini jalan menuju hunung terlarang?"
"Tentu saja tuan Sorata, jalan ini sudah tertulis di peta"
"Baguslah, berapa lama lagi kita sampai disana?"
"Menurut perkiraan saya, kita akan sampai disana kurang dari 7 hari lagi"
"7 hari lagi, lama sekali"
Tiba tiba, saat kita berjalan terdengar suara di semak semak. Lalu muncul seorang pria dari semak semak.
"Ahirnya ketemu juga"
"Yulise, siapa dia?"
"Saya tidak tau tuan Sorata"
"Kalian berdua sekarang akan aku habisi"
"Memangnya siapa kau"
Tanpa banyak bicara dia langsung menyerang, ia mengeluarkan cakar dari tangannya.
"Hati hati tuan Sorata, dia mulai menyerang"
Dengan cepat ia mencoba mencakarku dengan cakarnya, ia menyerang dari kiri dan kanan. Aku terus menghindari serangannya, semua pohon yang ada didekatku tiba tiba tumbang terkena cakarannya.
"Siapa kau sebenarnya?"
"Apa kau lupa padaku? Aku penyerang dibulan purnama, aku tapi itu sekarang tidak penting. Karena kau akan segera berakhir"
"Berahir jangan seenaknya kau bicara, aku tidak akan kalah darimu"
"Kalau begitu kalahkan aku"
Dengan cepat ia menyerangku cakarannya, ahirnya tangan kiriku terluka kembali padahal baru saja sembuh.
"Dia semakin cepat, kalau begitu aku aku lihat lv kekuatannya. Apa lv kekuatannya 10"
"Benar, tapi aku tidak menyangka kau sekarang sudah mencapai lv 9. Ini tidak bisa dibiarkan kau bisa bisa menjadi ancaman bagi Maou"
"Tuan Sorata berhati hatilah, dia berbahaya"
"Ya kau benar sekali, tapi bagaimana cara mengalahkan dia?"
"Mengalahkanku, bercandamu tidak lucu" sambil menyerangku
Aku terus menghindarinya, kemudian aku menggunakan fire cut untuk menebasnya. Lagi lagi ia berhasil menghindari semua seranganku, seolah ia bisa melihat gerakan dengan penciumannya yang tajam.
"Tuan Sorata saya tau kelemahannya"
"Apa kelemahannya, Yulise?"
__ADS_1
"Kelemahannya adalah penciumannya, terima ini tuan Sorata" uca Yulise sambil melemparkan sesuatu
"Apa ini sambil?" sambil menangkap yang dilemparkan Yulise
"Itu adalah bubuk cabai yang saya bawa dari peminapan, gunakan itu tuan Sorata"
"Ya, terimakasih Yulise"
Ia menyerang kembali, dengan cepat aku melemparkan bubuk cabai iru tepat ke arah hidungnya. Agirnya ia terkena bubuk xabai itu, sehingga serangannya menjadi tidak menentu.
Tidak menyia nyiakan kesempatan itu, dengan cepat aku menebasnya menggunakan fire cut, Ahirnya ia terkena tebasanku dan pertarungan pun berakhir.
"Tuan Sorata, Anda hebat"
"Kalau aku hebat, seharusnya aku tidak terluka sedikit pun"
"Kesini tuan Soarata, biar saya obati lukanya"
"Ya terimakasih, Yulise"
"Wah luka tuan Sorata dalam juga, kalau begitu saya ikat dulu"
"Ya, temarikasih"
Setelah Yulise mengobati lukaku, ahirnya kami melanjutkan perjalanan meninggalkan danau yang indah itu. Tapi sebelum berangkat hal aneh selalu terjadi, tiba tiba tubuh pria itu terhisap kedalam pedangku.
Aku jadi semakin penasaran apa yang terjadi sebenarnya, ahirnya aku ahirnya mencapai lv 10 dengan hp 5000, attack 4000, fire cut 5000.
"Hebat, tuan Sorata kau sekarang semakin kuat"
"Ya, tapi musuhku juga semakin kuat"
"Benar, tuan Sorata harus bertambah kuat"
"Ya, tentu saja tuan Yulise"
Ahirnya kami sampai di sebuah desa, disana desa yang sangat ramai dan indah. Kemudian tiba tiba langit menjadi gelap dan banyak meteor berjatuhan, menghancurkan rumah rumah dan membakar semua rumah.
"Yulise berhati hati, tetaplah di belakangku" sambil menebas semua meteor yang mengarah padanku dan Yulise
"Kenapa tiba tiba hutan meteor?"
"Aku juga tidak tau, yang jelas semua ini menyebabkan kehancuran yang besar dan menyebabkan banyak korban"
"Tolong, tolong"
"Selamatkan kami"
"Semuanya cepat selamatkan diri kalian" para penduduk panik
Di sebuah gunung dekat desa tersebut, ada Lecifer yang sedang menggunakan sihir batu api dan menghujani desa itu.
"Terima serangan ini pahlawan, akan kuhancurkan kau bersama desa itu. Ini balasan kau telah membunuh kedua peliharaan"
"Ini bukan meteor Yulise, ini sihir batu yang terbakar"
"Benar tuan Sorata, apa yang harus kita lakukan?"
"Aku akan menyerang pengguna sihirnya"
"Baik tuan Sorata, berhati hatilah. Pasti pengguna sihir ini bukan orang sembarangan yang mudah dikalahkan"
<<\>\>
__ADS_1
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih Sudah membaca 😉