Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 26 - Kemunculan Serigala Putih


__ADS_3

Saat mereka masuk kedalam penginapan, di dalam penginapan itu ternyata sudah dipenuhi oleh kabut. Tiba-tiba ada sosok putih yang mendekati meraka, dan mencoba menyerang Yulise dan Jun.


"Apa itu?" ucap Yulise dengan sangat terkejut, melihat sosok putih itu


"Tenanglah kak Yulise! Cepat bersembunyilah di belakangku" ucap Jun sambil bersiap bertarung


Yulise dengan cepat bersembunyi ke belakang jun, sosok itu terus mengintai mereka. Kemudian dengan cepat, Jun memukul pintu lantai dengan tangan kanannya.


Tiba-tiba Jun mengeluarkan sihir es, sehingga penginapan diselimuti es. Semua yang ada didalam penginapan membeku, Kecuali manusia.


"Bagaimana Jun, apa berhasil?" ucap Yulise dengan sangat yakin


"Tidak, aku tidak berhasil membekukannya"


"Tidak mungkin! bagaimana bisa seranganmu tidak mempan"


"Sepertinya sihir tidak akan mempan padanya, dia memiliki kekuatan yang aneh"


"Teruas apa yang harus kita lakukan?" ucap Gulise dengan sangat ketakutan


"Tenang saja aku akan menahannya, kak Yulise" ucap Jun, kemudian tiba-tiba ia menginjak lantai lalu muncul dinding-dinding es


"Hebat, sekarang saya yakin dia tidak akan bisa mendekati kita"


"Aku tidak yakin, kak Yulise"


Tiba-tiba sosok itu menampakkan diri, ternyata dia adalah seekor serigala putih. Ia kemudian melolong, sehingga dinding es hncur dan kabut menghilang.


"Sudah kuduga, dia bukan serigala sembarangan. Tapi dia serigala pengendali kabut" ucap Jun sambil melihat serigala itu


"Terus apa yang harus kita lakukukan!" ucap Yulise sambil melihat Jun


"Sudah jelas kan, kak Yulise" sambil melihat Yulise


"Jelas apa? Jangan-janga-" tiba-tiba Jun dengan cepat berlari meninggalkan Yulise


"Sudah kuduga, tunggu Jun!" sambil mengejar Jun


Tiba-tiba serigala itu melolong lagi, kemudian dalam penginapan dipenuhi kabut yang tebal sehingga tidak bisa melihat dengan jelas.


"Kalian pikir, kalian bisa melarikan diri dariku. Kalian para pendatang baru di desa ini tidak akan kubiarkan lolos" ucap serigala itu sambil berlari mengejae Yulise dengan cepat


Sementara itu, aku di kamar mencoba membuka pintu yang membeku. Karana dingin aku terus berusaha membuka pintu, namun pintu itu tidak terbuka.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain, kecuali aku mendobraknya dengan paksa" kemudian aku menendang pintu itu, sampai ahirnya aku bisa keluar


"Ahirnya terbuka juga, Jun sialan. Apa yang dia pikirkan membekukan penginapan di tengah-tengah malam begini" kemudian aku berlari mencari jun


"Tolong-tolong" ada suara dibalik pintu

__ADS_1


"Siapa itu! Apa anda hantu?" tanya langsung. sebelum membuka pintu itu


"Tentu saja bukan, yang lebih penting tolong buka pintu ini" ucap orang yang ada di dalam ruangan itu


"Dimana pintunya? Disini terlalu banyak kabut, itu menghalangi pandanganku" ucapku sambil mencoba melihat


"Ikuti saja asal suaraku ini, dan dobraklah pintu ini. Cepatlah aku kedinginan" ucap dia dengan suara keras


"Baik tunggu sebentar" ucapku sambil mencari pintu itu, dan ahirnya ketemu


"Apa yang ini?" ucapku merasa ragu


"Benar cepatlah, aku tidak kuat" uca dia dengan suara pelan


"Baik mundurlah" aku kemudian mendobrak pintu itu, ahirnya pintu itu terbuka dan dia pun keluar


Ahirnya dia keluar, saat keluar ternyata dia seorang perempuan cantik berambut hitam yang panjang dan memakai gaun. Seperti seorang putri, aku terus memandangnya.


"Berhentilah melihatku, pandanganmu itu terlihat tidak sopan bagiku" ucap dia dengan nada keras


"Maaf, aku kira tadi yang didalam itu seorang teman saya"


"Oh begitu, sekarang pasti akan dimulai lagi" ucap dia sambil melihat keatas


"Apa maksudmu dimulai?" ucapku dengan penuh penasaran


"Serigala kabut akan memangsa setiap pendatang yang baru"


"Karena dulu katanya cincin emas miliknya dicuri seorang petualang, dan petualang itu melarikan diri ke sini. Jadi setiap kali ia menemukan bau yang baru ia akan memangsanya" ucap gadis itu melihat kearahku


"Ini gawat, berarti saat ini teman-temanku sedang di incar oleh serigala itu. Aku akan segera menyelamatkan mereka" ucapku, kenudian aku berlari ke tempat Yulise dan Jun


"Tunggu, jangan tinggalkan saja" ucap dia sambil nengejar


"Aduh" Saat aku berlari tiba-tiba aku menabrak sesuatu,


"Och, siapa sih yang main nabrak aja" ucap dia, yang tertabrak


"Justeru kalian itu saling menabrak" ucap gadis yang di belakang aku


"Siapa kau" ucapku sambil melihat


"Kak Sorata! Syukurlah kita bertemu di waktu yang tepat" ucap Jun sambil merasa sangat senang


"Memangnya apa yang terjadi Jun" ucapku dengan sangat penasaran


"Kami diserang serigala putih, dan sekarang kak Yulise sudah" ucap Jun


"Sudah apa Jun?"

__ADS_1


"Tolong aku, tolong" Yulise berlari kearah mereka


Kemudian dia menabrakku dan Jun, kami terjatuh bertumpuk-tumpuk. Kemudian kami berdiri, setelah itu kami mendengar suara langkah kaki di dalam ketebalan kabut yang mengarah pada kami.


Dengan cepat aku mengbil pedang yang ada di belakangku, saat suara itu semakin dekat aku menebasnya. Ahirnya suara itu mundur kembali dari depanku.


"Itu dia! Berhati-hatilah, dia mendekat" ucap gadis yang dibelakangku


"Siapa kau" ucap Jun


"Siapa Anda, jangan-jangan Anda dan tuan Sorata-" ucap Yulise dengan penuh curiga


"Kalian berdua jangan berburuk sangka terus padaku, yang lebih penting-" tiba-tiba serigala itu melolong kembali


"Auuu, kalian bertiga pendatang baru. Jadi kalian harus aku makan, tapi sepertinya yang dibelakang kalian juga pendatang baru" ucap serigala itu sambil dipenuhi hawa pembunuh


"Jadi kau mau menghabisi kami semua, baiklah itu pun jika kau bisa" ucapku sambil melihat kearah kabut


"Kalian tidak akan bisa mengalahkanku, aku penguasa kabut di wilayah ini"


"Kau hewan yang banyak bicara, kalau begitu cepat serang aku" ucapku


"Baiklah, karena kau tidak bisa melahatku. Aku akan mengalahkanmu dalam waktu 5 detik" ucap serigala itu


"Tunggu" ucap gadis yang dibelakangku, kemudian ia menepuk tangan. Tiba-tiba muncul angin yang menghilangkan kabut itu


"Sekarang selesai, ayo cepat serang dia" ucap gadis itu


"Jadi kau penyihir angin, hebat" ucap Jun merasa kagum


"Cepat hemaskan serigala itu, nona" ucap Yulise merasa aman


"Kemampuanku hanya bisa mengeluarkan hempasan angin doang, aku belum mengasah kamampuan lain yang aku miliki"


"Ya tidak apa-apa, aku sudah tertolong. Terimakasih atas bantuanmu" ucapku sambil melihat serigala itu dengan jelas


"Perempyan sialan, beraninya menghemaskan kabutku. Akan aku buat kau membayarnya" ucap serigala itu dengan sangat marah


"Aku tidak akan membiarkannya. Kalian bertiga cepatlah mundur" ucapku sambil melihat mereka bertiga


"Baik, ayo mundur semuanya" ucap gadis itu


Ahirnya mereka bertiga mundur ke belakangku, setelah itu tiba-tiba serigala itu dengan cepat mencoba menyerang Yulise.


<<\>\>


 


Jangan lupa like, follow dan coment 😇

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca 😉


__ADS_2