Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 13 - Sorata Vs Lucifer


__ADS_3

"Baik tuan Sorata, berhati hatilah. Pasti pengguna sihir ini bukan orang sembarangan yang mudah dikalahkan"


Akupun berlari menuju gunung itu untuk menghentikan serangan meteor yang menghancurkan desa, dan membuat banyak orang orang terluka bahkan meninggal. Sesampainya disana, ternyata dia bukan manusia.


Dia terlihat seperti maikat tapi bersayap hitam, dari kejauhan saja aku bisa merasakan kekuatan yang dangat besar. Melibihi kekuatan monster monster dan orang orang yang pernah aku temui sebelumnya, sesudah dekat aku berhenti.


"Hey kau hentikan sihirmu itu"


"Hentikan kau bilang? Orang lemah sepertimu menyuruhku, sepertinya kau bosan hidup"


"Bosan hidup katamu, jangan bercanda. Kau itu membunuh para orang orang desa yang ada disana. Berhentilah mempermainkan orang orang yang tidak bersalah"


"Kalau aku tidak mau berhenti. Apa yang akan kau lakukan?"


"Aku akan mengalahkanmu dengan kekuatanku ini"


"Untuk seorang yang lemah sepertimu beraninya menantangku, baiklah sekarang aku dan tunjukan kemampuanmu"


"Baik kalau begitu, akan kubuat kau menyesal telah menghancurkan desa itu"


Aku mulai berlari mendekati iblis itu, aku langsung menggunakan kekuatan penuh dan langsung menyerang menggunakan fire cut. Ahirnya ia terkena serangan pangsung.


"Bagaimana serangan penuhku? Sekarang kau hanya bisa menyesal telah berhadapan denganku"


"Aku tidak menyangka kau sangat kuat, kuyakin kau seorang pahlawan yang terpanggil"


"Tentu saja, sekarang aku akan menghajarmur"


Dengan cepat aku menebasnya dengan serangan beruntung, ia tidak berdaya menerima seranganku. Tapi setelah terkena seranganku, aku tidak menyangka dia masih bisa berdiri dengan tegak.


"Bagaimana bisa, kau masih bisa berdiri setelah terkena serangam bruntunku?"


"Sejujurnya seranganmu itu hampir tidak terasa, tadi aku hanya berpura pura saja. Aku tidak menyangka pahlawan yang dipanggil selemah ini"


"Sebenarnya siapa kau? iblis biasa tidak akan bisa menahan serangan beruntunku"


"Perkenalkan, aku adalah Lucifer komandan raja iblis ke 4. Jangan menganggapku seperti iblis yang lainnya"


"Jadi kau komandan raja iblis ke 4, apa tujuanmu menghancurkan desa itu?"


"Sudah jelas, aku bertujuan memancingmu agar kau datang kesini. Sekarang giliranku menyerangmu"


Dengan cepat Lucufer terbang keatas langit, kemudian ia mengepakkan sayapnya sehingga menyebabkan bulu bulu sayapnya terjatuh seperti panah. Dengan cepat aku terus menahannya, aku menebas dengan pedang hitamku.


"Aku tidak menyangka, kau berhasil menahan seranganku. Sepertinya pedang yang kau gunakan bukan pedang sembarangan, jika pedang biasa sudah pasti akan patah"


"Ini adalah pedang yang ada saat aku terpanggil, bahkan aku sendiri tidak tahu"


"Kau benar benar pahlawan yang bodoh, pedang hitam itu adalah pedang.... "


Tiba tiba terdengar suara yang keras diatas langit, sehingga Lucifer berhenti berbicara.

__ADS_1


"Lucifer cepat kau kembali ke istana"


"Sepertinya Maou memanggilku? Sepertinya kau akan aku biarkan selamat, tapi jika kau bisa selamat dari seranganku ini"


dengan cepat Lucifer memgepakkan sayapnya dengan sangat kuat, sehingga itu mebuat angin tornado yang sangat dasyat.


"Angin yang sangat kuat, aku tidak bisa menahannya" ucap aku sambil terbawa angin


"Pahlawan ini sangat menyedihkan sekali, aku yakin dia tidak akan selamat dari angin yang aku buat ini" ucap Lucifer sambil pergi


Ahirnya hujan meteor di desa itu berhenti, semua warga merasa lega. Tapi korban dan kerugian sangat besar, dan semua warga kehilangan temat tinggal.


"Ahirnya tuan Sorata berhasil, syukurlah"


"Lihat ada putaran angin yang besar dipegunungan" ucap ketua desa


"Benar, semua pohon yang ada di gunung itu semuanya sampai habis"


"Astaga apa lagi ini, tiba tiba banyak kejadian tidak terduga di desa kita"


"Tuan Sorata, semoga kau baik baik saja" ucap Yulise


Sementara itu aku terbawa pusaran angin yang besar, dalam pusaran itu aku terhantam pohon pohon dan kehilangan kesadaran.


Sambil terbaring aku membuka mata, aku tidak tau dimana aku berada. Sepertinya aku terbawa angin sangat jauh hingga sampai ke hutan yang tidak aku kenal, dan tanpa aku ketahui lukaku sudah ada yang mengobati.


"Ahirnya tuan sudah sadar" ucap seorang anak perempuan yang sedang duduk


"Ya tuan, sebaiknya tuan jangan bergerak dulu. Soalnya luka tuan sangat parah"


"Terimakasih, aku berhutang nyawa padamu"


"Tidak apa apa, jika tuan mau menikahi say-. Bukan itu maksud saya, selama tuan bisa membayar pengobatannya"


"Ternyata dia anak yang perhitungan" ucapku dalam hati


"Tapi jika aku tetap terbaring disini, aku akan hangus terbakar sinar matahari"


"Tenang saja tuan, saya akan segera membatu Anda berdiri"


"Terimakasih"


Ahirnya gadis itu membantuku berdiri, setelah berdiri ia membatuku ke tempat yang teduh.


"Spertinya kau sangat berbakat di dunia medis, apa ke dua orang tuamu seorang perawat"


"Bukan, orang tua saya hanya seorang petani, saya mendapatkan pengetahuan tentang obat obatan yaitu dari buku"


"Kau sangat hebat, tapi sebelum kau merawatku. Dimana kau menukanku?"


"Saya menemukan Anda terbawa angin, dan Anda menyakut disebuah pohon"

__ADS_1


"Bagaimana cara kamu menurunkanku dari atas pohon?"


"Karena saya tidak bisa memanjat, jadi saya menebang pohon itu dengan pedang Anda yang terjatuh"


"Serius"


"Ya, saya serius"


"Pantas saja punggungku sakit sekali, ngomong ngomong siapa namamu?"


"Oh iya, perkenalkan nama saya June. Panggil Jun saja"


"Baik, kalau begitu giliranku. Namaku Sorata umaki,panggil saja Sorata"


"Kak Sorata"


"Apa yang harus aku lakukan, dengan luka seperti ini aku tidak pergi ke kota atau desa untuk mencari penginapan?"


"Tenang saja kak, aku akan membantumu ke desa"


"Terimakasih, kau memang gadis baik. Beruntung sekali aku bertemu denganmu"


"Tapi nanti kakak akan membayar saya 3x lipat"


"Ternyata kau gadis mata duitan, kukira kau mau mengantarku dengan gratis"


"Tentu saja tidak gratis kak, sekarang ini desa desa sudah banyak yang dihancurkan pasukan raja iblis. Dan tinggal menunggu waktunya semua akan berakhir"


"Tenang saja, aku tidak akan membiarkan pasukan raja iblis menghancurkan desa lagi. Akan aku kalahkan para iblis itu"


"Apa kakak bisa mengalahkan komandan raja iblis? Kalau begitu syukurlah"


"Kalau sekarang kurasa belum bisa mengalahkannya, tapi suatu hari akan aku kalahkan mereka semua"


"Saya sangat sedih kakak, ternyata kepala kakak terbentur sangat keras. Hik hik"


"Kepalaku sudah baikan, dari pada itu tolong antarkan aku ke desa"


"Baik kak"


June ahirnya membawaku ke desa, ia membantuku berjalan. Aku tidak menyangka ia sangat baik, meskipun hanya uangku yang ia incar.


Dan sebenarnya sekuat apa komandan raja iblis ke 4 itu, bahkan ia tidak mengeluarkan setengah kekuatannya tapi sudah bisa membuatku hampir terbunuh. Setelah berjalan sangat lama, ahirnya kami sampai di tempat tujan.


<<\>\>


 


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih Sudah membaca 😉

__ADS_1


__ADS_2