
Dengan gerakan cepat ia mencoba menerkamku, aku bahkan tidak bisa bergerak merasakan kekuatan yang sangat besar melebihi kekuatan serigala itu.
Saat ia hampir saja menerkamku, ahirnya matahari terbit. Ia seperti mendengar sesuatu, dan anehnya ia berhenti seketika.
"Tuanku memanggilku, sial waktuku habis. tuan pahlawan sepertinya kali ini keberuntunganmu"
"Apa maksudmu?"
"Aku akan pergi, tapi ingat dipertemuan kita yang selanjutnya. Kau akan berakhir ditanganku" ucap anjing itu kemudian pergi
"Anjing itu sangat kuat, dia hanya peliharaan komandan raja iblis ke 4. Tapi kekutannya sudah sangat besar"
"Tuan pahlawan tolong bebaskan kami dari kurungan ini"
"Tunggu aku sedang berpikir, kenapa dia sangat kuat"
"Sebelum itu Anda harus membebaskan kami tuan pahlawan"
"Benar, cepat bebaskan kami?"
"Berisik sekali kalian ini"
"Apa seperti itu, sipatmu sebagai pahlawan?"
"Hey, tuan pahlawan cepat bantu kami"
"Hah, merepotkan sekali kalian ini. Baiklah aku mengerti"
Aku pun melepaskan 20 orang yang ditahan itu, yah memang memyusahkan menjadi seorang pahlawan. Tiba tiba, dari kejauhan Yulise berlari mendekatiku.
"Tuan Sorata, Anda baik baik saja?"
"Ya aku baik baik saja"
"Anda tadi nyaris sekali dimakan monster anjing itu"
"Benar, anjing itu sangat sangat kuat dari yang kuperkirakan"
"Terimakasih tuan pahlawan, Anda sudah membebaskan kami"
"Ya tidak apa apa, tapi kalian bernar benar lemah tertangkap semudah itu?"
"Ya karena kami hanya orang orang biasa, yang tidak mempunyai sihir dan kekuatan apa pun"
"Tuan Sorata, Anda tidak boleh berkata seperti itu"
"Memangnya kenapa?"
"Karena Anda juga nyaris dimakan tadi, bahkan Anda tidak bergerak sedikit pun"
"Benar juga hahaha"
"Bukan waktunya untuk tertawa"
"Maaf, maaf Yulise"
"Tuan pahlawan, kami ingin membalas kebaikan Anda. Tapi apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?"
"Kalau begitu suruh semua warga berkumpul"
"Memangnya Anda mau mau apa tuan?"
"Setelah mereka berkumpul, suruh mereka menyerahkankan semua uangnya"
"Apa kau perampok" ucap seorang pria yang diselamatkannya
"Aku bercanda, kenapa kalian terlihat kesal sekali? Dari pada itu aku ingin makan, jadi siapkan saja makanannya"
__ADS_1
"Baiklah tuan pahlawan, kalau begitu mari ikuti kami"
Aku dan Yulise pun mengikuti mereka, ternyata orang orang itu menyuruh kami makan. Ahirnya aku dan Yulise makan sampai kenyang, setelah itu kami berpamitan pada mereka.
"Paman dan orang orang lainnya, terimakasih banyak"
"Ya, hati hati di perjalanan kalian"
"Kalau begitu kami berangkat dulu"
Ahirnya kami melanjutkan perjalanan, kami kembali menelusuri jalan yang pinggirnya dipenuhi pohon pohon. Setelah sangat lama kami berjalan, ahirnya kami beristirahat dulu.
"Yulise, apa masih jauh perjalanan kita?"
"Tentu saja, kita baru mencaai 15% jalan menuju gunung terlarang"
"Merepotkan sekali. Apa kau tidak punya skill tranportasi, Yulise"
"Tidak. Kalau saya punya juga, tidak akan saya gunakan"
"Kau jahat Yulise, kalau punya lebih baik gunakan saja"
"Tapi kalau saya gunakan, dan sampai disana mungkin kita hanya akan jadi santapan naga hitam"
"Benar juga yang kau katakan, tapi aku lelah. Aku ingin pulang"
"Kalau begitu cepatlah selesaikan tugas Anda, tuan Sorata"
"Kenapa di dunia ini harus ada tugas pahlawan, aku menyerah saja"
"Jika anda menyerah, dunia ini akan hancur dan korban pasti mencapai miliaran orang"
"Hah, merepotkan sekali"
"Tuan Sorata, sekarang berapa lv kekuatan Anda?"
"Wah kemajuan yang besar"
"Tentu saja, aku mendaatkannya saat berhasil mengalahkan serigala besar itu"
"Apa Anda bisa melihat lv kekuatan monster anjing yang menyerang waktu itu?"
"Tidak, tapi dia bisa melihat lv kekuatanku"
"Ini sangat berbaya, saya yakin Anda tidak akan selamat jika bertemu lagi dengan anjing itu lagi"
"Ya, mungkin"
Di suatu gua yang sangat gelap, tiba tiba monster anjing yang menyerang desa itu masuk kedalam goa sambil berlari.
"Tuan. Apa memanggil saya?"
"Iya. Bagaimana hasilnya?"
"Saya gagal tuan, dan no 2 telah mati"
"Gagal kau bilang, dan no 2 lemah itu mati. Bagaimana Bisa? Padahal kalian menyerang mereka malam hati, Bagaimana bisa no 2 mati"
"Dia lengah tuan, dia duel 1 vs 1 dengan pahlawan. Dan ahirnya lehernya tertebas pedang hitam, tuan"
"Kalian memang lemah" ucap Lucifer sambil menendang anjing berkepala 3 hingga terbentur ke dinding gua
"Guik, guik"
"Kau sudah diberi julukan Anjing Penjaga Neraka, dan Maou juga mengakui kekuatanmu. Entah apa yang dipikirkan Maou saat itu, menganggap kau anjing yang terkuat"
"Kalau begitu cepat ubah wujudmu itu, ke bentuk aslimu"
__ADS_1
"Baik tuan"
Seketika anjing itu berubah menjadi seorang pria, ia menundukan kepalanya.
"Dengar mulai saat ini, kau tidak boleh makan apa pun kacuali jika kau sudah membunuh pahlawan itu"
"Baik tuan"
"Sekarang cari dia dan habisi dia, jika kau gagal lagi aku sendiri yang akan menghabisimu"
"Baik tuan, kali ini saya pastikan tidak akan gagal lagi" ucap anjing itu sambil pergi menggunakan wujud manusia
Setelah aku dan Yulise beristirahat, kami melanjutkan perjalanan kembali. Setelah sangat lama kami berjalan, ahirnya kami sampai di hutan terlarang.
"Yulise"
"Apa tuan Sorata?"
"Sebenarnya hutan apa ini?"
"Ini adalah hutan terlarang tuan sorata, katanya setelah memasuki hutan ini. Kita tidak akan pernah kembali, dan juga hutan ini dikenal hutan para monster"
"Menyeramkan, tapi aku jadi bersemangat"
"Baguslah, kalau begitu saya pulang kembali ke kerajaan" Yulise bergegas pulang kembali
"Jangan pulang Yulise, kenapa kau mau pulang? Aku yakin kamu tidak takutkan?"
"Tentu saja aku takut, saya bukan orang aneh seperti Anda tuan Sorata"
"Aneh, aku?"
"Ia kau aneh, kau sudah tau kalau sudah masuk hutan itu tidak akan bisa kembali lagi"
"Ayolah Yulise, itu hanya cerita. Jadi kau tidak perlu setakut itu pada hutan ini"
"Tapi, ak-"
"Awas Yulise" sambil mendorong Yulise
"Apa yang Anda lakukan, tuan Sorata?"
"Lihat dibelakangmu?"
Saat Yulise melihat kebelakang, ternyata dibelakangnya sudah ada ratusan ular tanpa diketahuinya.
"Ular?"
"Benar, tadi salah satu ular itu mencoba mematukmu"
"Apa yang harus kita lakukan tuan Sorata, kita tidak bisa kembali ke desa tadi"
"Tentu saja kita harus masuk hutan ini, dan menghindari ular kobra ini"
"Masuk, tapi saya tidak mau masuk kedalam hutan ini tuan Sorata"
"Kau keras kepala sekali, kalau begitu apa kau mau menjadi santapan ratusan ular ular itu?"
"Tentu saja saya tidak mau, baiklah kalau begitu. Ayo kita lari kedalam hutan ini"
"Itulah kalimat yang aku tunggu tunggu, ayo"
<<\>\>
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
__ADS_1
Terimakasih Sudah membaca 😉