
"Lihat kak Sorata, disebelah sana. Disana sepertinya saya melihat sesuatu yang besar"
"Tidak salah lagi, itu adalah naga emas. Tapi kelihatannya dia sedang tidur"
"Benar, sekarang apa yang harus kita lakukan tuan Sorata"
Tiba-Tiba Momo berlari dengan cepat, ia langsung menyerang naga emas itu menggunakan kedua pedangnya.
"Dasar anak serigala itu bandel sekali" ucap Jun dengan kesal
"Tunggu Momo, jangan langsung menyerang Itu sangat berbahaya"
"Mundur dulu Momo, jangan menyerang sendirian" ucap Yulise merasa khawatir
Tanpa menghiraukan peringatan kami, dia langsung menusuk punggung naga emas itu menggunakan 2 pedang pendeknya.
"Aku berhasil melukainya"
"Momo cepat menjauh, naga sebesar itu tidak akan mati dengan pedang pendekmu"
"Jangan meremehkanku, lihat aku sudah melukainya"
"Kak Yulise, seharusnya kita tidak perlu membawa dia. Bangsa manusia setengah binatang itu selalu merepotkan" ucap Nene dengan kesal
"Saya setuju, tap-"
Tiba-tiba naga emas itu terbangun, ia langsung berdiri dan melihat kami dengan tatapan pembunuhnya.
"Momo cepat turun, dari punggung naga emas itu?"
Tiba-tiba naga itu mengaum, Momo terlempar terhempas angin. Dengan cepat aku menangkapnya, naga emas itu langsung melihat kearahku.
"Sudah aku bilang, jangan menyerang sendirian"
"Maafkan aku, kak Sorata"
"Untuk sekarang, lupakan dulu meminta maafnya. Bersiaplah untuk bertarung melawan naga emas ini"
"Tuan Sorata cepat lari"
"Kakak, naga emas itu mengarah padamu. cepat lari "
Naga emas itu menghela napas, kemudian ia menyemburkan api yang besar.
"Gawat, Momo maafkan aku" sambil melempar Momo kearah Jun
"Jun, tangkap Momo?"
"Baik kak Sorata" sambil menangkap Momo, tapi dia malam tertimpa Momo dan terjatuh
"Kalian berdua baik baik saja?"
"Momo cepat bangun, berat"
"Maafkan aku kak"
"Kami baik-baik kak Yulise, tapi bagaimana keadaan kak Sorata?"
Setelah melemparkan Momo, aku melompat keatas dengan cepat untuk menghindari api itu. Kemudian naga emas mendekatiku, ia mencoba mengibaskan ekornya kearahku.
Aku menahan serangannya dengan pedangku, tapi itu sia-sia karena aku tetap terlembar sampai ke dinding gua. Naga itu mulai medekatiku lagi.
"Ini gawat, tapi aku harus cepat-cepat mengalahkannya" sambil mencoba bangun
"Kak Sorata, bertahanlah aku akan membantumu" ucap Jun sambil berlari ke arahku
"Jangan menyerang tanpa aku, kak Jun" ucap Momo sambil mengejar Jun
__ADS_1
"Kau jangan membebaniku, Momo?"
"Kalian berdua hati-hati"
"Tentu saja, kak Jun"
Saat naga emas itu sudah ada dihadapanku, ia mencoba menginjakku. Tapi tiba-tiba, kaki naga itu membeku bersama tanah dan batu.
"Terimakasih Jun"
"Ahirnya masih sempat"
"Naga emasnya membuku, aku jadi tidak bisa menebasnya"
"Mau kau tebas berapa kalipun, kau tidak akan bisa menglahkannya Momo"
"Kalian berdua bisa bantu aku bangun"
"Maaf kak Sorata" sambil membangunkan
"Aku kecewa, tidak bisa membunuh na emas itu dengan tanganku sendiri"
"Terimakasih Jun, jangan kecewa begitu Momo. Naga emasnya tidak akan mati, karena terkena sihir es"
"Syukurlah kalian bertiga baik baik saja"
"Kak Jun, apa yang sedang dilakukan kak Yulise?"
"Karena dia tidak bisa bertarung, jadi di bersembunyi disana"
"Jadi begitu, tapi kenapa dia bersembunyi di dekat batu itu. Padahal di atasnya ada ular cobra"
"Benarkah Momo, jangan menakutiku Momo. Aku tidak akan tertipu olehmu"
"Kalau begitu, akan aku buktikan" Momo memgambil batu dan melemparnya keatas
"Bumm" suara batu mengenai target Momo
"Kenapa kau bisa tau, Momo?"
"Itu sudah jelaskan, karena dia itu manusia setengah binatang. Pengetahuan kak Yulise ternyata tidak seluas yang aku bayangkan"
"Saya tidak tau, karena saya belum pernah membaca buku tentang manusia setengah binatang"
"Sudah kak, jangan membahas bangsaku. Yang harus kita bahas sekarang itu adalah kemana kak Sorata menghilang?"
"Benar juga, dari tadi setelah kita membantu membagunkannya. Dia tiba-tiba berjalan entah kemana"
"Jangan-jangan tuan Sorata pergi meninggalkan kita"
"Apa dia sudah sering meninggalkan kakak-kakak?"
"Selama ini tuan Sorata belum pernah meninggalkan kita, tapi entah kenapa dia tiba-tiba menghilang"
"Benar, kak Sorata tidak mungkin meninggalkanku"
"Hey, kalian sedang membicarakan apa? Boleh beritahu aku?" sedang dalam mulut naga
"Tuan Sorata, apa yang sedang Anda lakukan?"
"Kak Sorata, hati-hati nanti kau bisa ditelan naga emas itu"
"Jadi kak Sorata mau bunuh diri ya?"
"Tidak, yang jelas aku tidak berniat bunuh diri. Aku tadi melihat sesuatu berwarna biru di mulut naga ini, jadi aku mencoba mengambilnya"
"Jadi begitu, jika itu tulang emas tolong berikan padaku. Aku tidak sabar ingin membeli makanan dengan emas itu"
__ADS_1
"Tahan air liurmu, dasar manusia setengah binatang memang selalu mengikuti hawa nafsunya"
"Tuan Sorata, mungkin itu baju jirah yang tersimpan di mulut naga emas"
"Bukan, tapi in- uwek. Mulut naga benar benar bau, bahkan nyawaku hampir terbawa bau itu"
"Makanya jangan banyak bicara saat berada dimulut naga" ucap Jun
"Tuan Sorana, apa yang Anda temukan?"
"Tunggu aku mual, kepalaku dikelilingi banyak bintang-bintang"
"Kak Sorata, lemah"
"Jangan mengejekku Momo, jika kau masuk kedalam mulut naga ini. Pasti kau sudah mati"
"Itu sudah pasti, karena hidung serigala itu sangat sensitif"
"Kak Sorata cepat ambil, jangan terlalu lama nanti esku keburu mencair"
"Sudah kuambil" sambil melompat dan mendarat dengan sempurna
"Apa itu, tuan Sorata?"
"Ini sebuah cincin emas"
"Indahnya, berikan pada saya kak Sorata. Lalu kita menikah"
"Kau masih kecil Jun, lagi pula aku sedang tidak memikirkan itu"
"Tuan Sorata, berikan padaku saja"
"Cincin ini, akan aku simpan dulu"
"Kak Sorata pelit"
"Kak Sorata jahat"
"Jika aku berikan pada kalian, aku tidak tau cincin siapa ini sebenarnya"
"Kak Sorata, ternyata Anda populer juga"
"Tapi aku tidak ingin populer, ngomong-ngomong Momo-"
Tiba-Tiba es yang membekukan naga emas mulai retak, retakannya semakin cepat. Ahirnya es yang mengurungnya hancur, matanya menjadi merah menyala-nyala.
"Tidak Mungkin, sihir es yang aku buat bisa hancur dalam waktu singkat"
"Ini gawat tuan Soarata, sepertinya dia benar benar akan mengamuk"
"Benar kalian mundurlah, pertarungan ini tidak akan berakhir sebelum kita membunuhnya"
"Aku kembali bersemangat, ahir aku punya kesempatan untuk menebasnya" ucap Momo
Momo berlari dengan cepat, dan mengeluarkan 2 pedangnya. Ia langsung menebas dengan tebasan bruntun, setelah itu ia melompot menjauhi naga emas itu.
"Bagaimana rasanya naga emas? Sakit bukan?" sambil berdiri di hadapan naga emas
"Momo cepat menjauh, dia saat ini sangat berbahaya"
"Tenang saja kak Sorata, dia sudah tebas"
Saat ia melihat kebelakangnya, naga emas itu langsung memukul Momo dengan ekornya hingga membentur dinding.
<<\>\>
__ADS_1
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih sudah membaca 😉