
"Untuk sekarang kita harus tidur, selamat malam semuanya"
"Ya, selamat malam"
Ahirnya semuanya tidur, dibawah sinar bulan dan ditemani bintang bintang yang indah.
Keesokannya harinya, aku bangun duluan dan berdiri melakukan pemanasan.
"Ahirnya tubuhku kembali pulih"
"Selamat pagi kak Sorata"
"Selamat pagi juga Sujuka"
"Selamat pagi tuan Sorata"
"Ayo kita ke desa terdekat untuk membeli makanan"
"Hey Jun cepat bangun, jika tidak bangun nanti kami tinggal"
"Aku masih ngantuk, kalian duluan saja"
"Ayo kita tinggal saja Jun"
Kami bertiga berjalan menuju desa terdekat, setelah beberapa jauh. Jun terbangun dan mengejar kita.
"Kak Sorata kenapa kau meninggalkanku?"
"Kan kau sendiri yang menyuruh kita berjalan duluan"
"Bagaimana keadaan tubuhmu sekarang?"
"Sekarang aku sudah baikan"
"Syukurlah"
"Ngomong ngomong tuan Sorata, kenapa Sujuka masih bersama kita?" ucap Yulise
"Aku juga tidak tau, mungkin tujuannya sama dengan kita ke desa terdekat"
"Hey Sujuka, kenapa kau masih ikut bersama kita? Tujuanmu kemana sebenarnya?"
"Tujuanku sama dengan kak Sorata, untuk saat ini menacari makanan ke desa"
"Sudahlahlah, biarkan saja dia ikut. Tujuannya juga sama dengan kita"
"Kak Yulise ini mencurigakan, kenapa kak Sorata terlihat tidak keberatan?"
"Saya juga tidak tau, jangan jangan benar dia menyukai Sujuka?"
"Kalian jangan membicarakanku, dari depan aku bisa mendengar suara kalian"
"Apa benar kak Sorata menyukaiku, seperti yang dikatakan kak Yulise dan kak Jun?" ucap Sujuka bertanya langsung
"Tentu saja tidak, dengar aku ini disini untuk mangalahkan Maou"
"Kak Sorata mengecewakan"
"Benar benar kakak yang tidak peka"
"Tuan Sorata yang sok keren"
"Sudahlah, lebih baik kalian diam dulu. Kepalaku mulai pusing"
"Baik kami akan diam"
Suasana pun menjadi hening, dan mulai terdengar banyak suara burung yang merdu.
Setelah kita berjalan beberapa lama, ahirnya kita sampai di suatu desa.
"Disini ramai, baiklah sekarang aku harus beli makanan apa?"
"Kak Sorata saya mau daging bakar lagi 30 tusuk"
"Saya mau makanan yang mewah, kak"
"Tuan Sorata saya mau buah buahan"
"Baiklah, akan aku beri kalian 1 keping emas. Dan belilah apa yang kalian inginkan"
__ADS_1
"Terima kasih tuan"
"Terima kasih kakak"
"Terimakasih darling" ucap Sujuka
Seketika para penduduk disana melihat kearahku, dan mereka mengira kalau aku punya 3 istri.
"Lihat pemuda itu punya istri tiga?"
"Istrinya cantik cantik seperti seorang putri"
"Aku jadi iri"
"Apa karena dia hanya tampan?"
Itulah yang diucapkan para penduduk, tapi mereka bertiga membeli makanan kesukaannya masing masing dan tidak menghuraukan apa yang dibicarakan penduduk disana.
"Paman saya beli daging bakarnya 5 tusuk, ditambah sama nasinya?"
"Tunggu sebentar tuan, akan saya siapkan"
"Baik paman"
"Pesanannya siap, silahkan dinikmati"
"Ya, terimakasih" aku langsung makan
"Berapa semuanya paman 2 keping 6 keping perunggu ini paman"
"Terimakasih"
Setelah makan aku menunggu mereka di tempat semula, ahirnya Jun datang.
"Jun apa yang terjad, kenapa perutmu sampai buncit"
"Tadi aku makan daging bakar 5 porsi, tapi aku hanya bisa memakan 4 porsi"
"Apa tang kau pikirkan makan sebanyak itu?"
"Ini persediaanku, sebelum kita melanjutkan perjalanan"
"Baik baik, terserah kau saja Jun"
"Yulise apa yang kau bawa?"
"Saya membawa bahan bahan makanan, untuk di perjalanan kita nanti"
"Kau benar benar hebat, tapi jika membawa sebanyak itu perjalanan kita akan terhambat"
"Aku datang"
"Sujuka, bagaimana makananmu?"
"Tapi aku makan daging rebus, itu saja"
"Kami bertiga akan melanjutkan perjalanan, apa yang akan kau lakukan Sujuka?"
"Saya akan pulang ke kerajaan Miohara"
"Jangan bilang kau pulang sendirian?"
"Tentu saja tidak, pengawal pribadiku sudah menunggu"
"Syukurlah, kalau begitu dimana pengawalmu?"
"Pengawal kemarilah"
"Apa yang bisa kami lakukan tuan putri?" ucap ke 20 prajurit itu secara bersamaan
"Mereka setia sekali padmu Sujuka"
"Tentu saja, karena jika mereka tidak menemukanku atau mengawalku dalam waktu 3 hari. Mereka akan dihukum mati"
"Peraturan dikerajaanmu sangat ketat sekali"
"Tuan putri, kami tadi mendengar pria ini memanggilmu dengan nama Anda. Apa Anda sudah mengijinkan dia memanggil nama nama Anda?"
"Tentu saja, jika tidak meminta ijin dari saya. Pasti orang itu sudah saya exsekusi"
__ADS_1
"Tuan dan nona, kami berangkat dulu"
"Saya pulang dulu kak Sorata, kak Jun, dan kak Yulise. Selamat tinggal" ucap Sujuka sambil berangkat dikawal pengawalnya
"Ya, hati hati di perjalanannya"
"Jaga dirimu baik baik"
"Jangan lupa hutangmu pada kami Sujuka" ucap Jun
"Ayo kita juga berangkat ke Gunung Terlarang"
"Ayo tuan Sorata"
"Berangkat"
Kami bertiga pergi menuju Gunung Terlarang, kami mulai meninggalkan desa itu dan terus berjalan. Setelah sangat jauh berjalan, kami beristirahat di dekat sungai.
"Yulise, apa perjalanan kita masih sangat jauh?"
"Sebentar tuan Sorata, saya akan mencob mengingat kembali"
"Baik, aku mengandalkanmu Yulise"
"Kak Sorata, kenapa kakak tidak membawa peta?" ucap Jun dengan penasaran
"Aku tidak butuh, karena yang peta yang dibituhkan sudah ada dalam ingatan Yulise"
"Wah hebat sekali kak Yulise, di balik penampilannya yang seperti itu dia sangat cerdas"
"Seperti itu apa maksudmu Jun?"
"Bagaimana Yulise, apa perjalanan kita masih jauh?"
"Iya, tapi sekarang sudah hampir dekat tuan Sorata"
"Kalau begitu mari kita cari desa, agar kita bisa tidur dengan nyenyak malam nanti"
"Baik tuan Sorata"
"Kak Sorata lihat, ada seekor naga berwarna emas?"
"Benar, saya yakin sarangnya di Gunung itu tuan Sorata"
"Baiklah waktunya kita berburu naga"
"Serius? Apa kak Sorata tidak takut mati?"
"Benar tuan Sorata, berburu naga itu bukan hal yang mudah. Bahkan bayak kesatria hebat tidak bisa mengalahkan seekor naga"
"Tapi selagi ada kesempatan, kita harus mengambilnya. Lagi pula jika aku tidak bisa mengalahkan naga emas ini, bagaimana bisa aku menang melawan naga hitam"
"Benar juga apa yang dikatakan tuan Sorata, kita harus bisa mengalahkan naga itu"
"Baik kak Saya akan membantu, mari berjuang bersama"
"Ya" ucap kita bersama
Kami mulai mendaki Gunung itu, ternyata di gunung itu ada sebuah Goa yang besar.
"Bagaimana kak Sorata, apa kita akan masuk?"
"Tentu saja, tapi ingat jika dalam keadaan bahaya kalian harus lari"
"Baik kita akan lari tuan Sorata" ucap Yulise
Kami pun masuk kedalam Gua itu, saat kami berjalan di dalam Gua itu dipenuhi banyak tulang manusia.
"Wah sepertinya disini sangat berbahaya, kak Sorata
"Disini gelap, cepat gunakan sohir apimu tuan Sorata"
"Baik, tunggu sebentar. Sekarang masalah gelap sudah teratasi" menggunkan skil Fire Cut
"Ahirnya kita bisa melihat didalam Gua ini"
<<\>\>
__ADS_1
Jangan lupa like, follow dan coment 😇
Terimakasih sudah membaca 😉