Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 14 - Gadis Mata Duitan dan Rencana Besar Maou


__ADS_3

Dan sebenarnya sekuat apa komandan raja iblis ke 4 itu, bahkan ia tidak mengeluarkan setengah kekuatannya tapi sudah bisa membuatku hampir terbunuh. Setelah berjalan sangat lama, ahirnya kami sampai di tempat tujan.


"Ayah aku pulang"


"Selamat datang Jun" ayah Jun keluar dari rumah


"Ayah! tunggu Jun aku bilang antar aku kepenginapan"


"Penginapan? Bocah apa yang kau mau lakukan? Menyuruh seorang wanita mengantarmu kepeminapan, sepertinya aku harus mengajarimu sopan santun" ujar ayah Jun dengan sangat marah dan bersiap menghajar


"Maafkan saya ayah"


"Ayah kau bilang? Memangnya kau pacar anakku hah?"


"Maafkan saya paman"


"Sudahlah ayah, kak Sorata ini sedang terluka parah jadi saya membawa dia kemari"


"Apa untungnya menyelamatkan bocah seperti dia?"


"Tentu saja saya tidak menyelamatkannya dengan gratis ayah"


"Oh jadi begitu ya? Tuan muda maafkan saya sudah kasar padamu?"


"Tida apa apa, tenang saja paman"


Setelah mendengar tentang uang perlakuannya jadi berubah, keluarga ini memang gila uang. Syukur saja uangku masih ada, tersimpan di kantong bajuku.


"Ayo masuk tuan"


"Anggap saja ini rumah sendiri kak Sorata"


"Baik, terimakasih sudah mengijinkan saya untuk menginap disini"


"Tidak apa apa tuan, selama Anda membayar mau setahun pun tinggal disini diperbolehkan" ucap ayah Jun dengan tersenyum tulus


"Ya, terimakasih tuan"


"Jun kalau begitu, cepat kau antarkan tuan muda ini ke kamarnya?"


"Tuan muda?"


"Baik ayah, ayo kak Sorata ikuti saya" ucap Jun sambil berjalan


"Tunngu jun, aku kan tidak bisa berjalan"


Tiba tiba ayah Jun dengan cepat menggendongku seperti, pangeran menggendong tuan putri.


"Paman lepaskan aku, jangan gendong aku dengan cara seperti ini. Ini sangat memalukan"


"Tenang saja tuan muda, saya akan mengantarmu ketempat tidurmu"


"Tidak, Jun tolong aku dari ayahmu ini"


"Ayah jangan begitu, biar aku saja yang membantu kak Sorata. Lepas kak Sorata ayah?"


"Baiklah, kalau begitu aku akan menyiapkan bahan bahan untuk membuat makanan untuk malam"

__ADS_1


"Terimakasih Jun, aku sangat sangat sangat berhutang budi padamu. Aku tidak menyangka ayahmu sangat menakutkan dari Lucifer"


"Lucifer? Siapa dia kak?"


"Gawat aku keceplosan, jika mereka tau aku seorang pahlawan aku bisa dijual ke kerajaan lain" ucap aku dalam hati


"Dia temanku Jun, jadi lupakan saja"


"Ayo kak Sorata, saya bantu ke kemar Anda"


"Ya, terimakasih"


Jun membantuku berjalan ke kamar, sesudah sampai di kamar aku duduk.


"Kalau begitu saya permisi dulu kak Sorata"


"Terimakasih Jun"


Ahirnya aku bisa beristirahat memulihkan luka parahku, aku tidak menyangka aku kalah telak oleh Lecifer.


"Sekarang apa yang sedang Yulise lakukan, pasti dia sangat mencemaskanku"


Sementara itu, Yulise sedang bersedih bersama penduduk desa yang diserang Lucifer.


"Tuan Soarata, Anda kemana? Tolong jangan mati sebelum raja iblis itu mati"


"Sudahlah nona, berhentilah menangis mari kita berdoa agar semua dosanya diampuni"


"Tapi, saya yakin teman saya itu masih hidup"


"Dengan angin sekencang itu saya yakin, jika dia terbawa angin dia tidak akan selamat"


"Saya tidak berhak menghentikan apa yang Anda inginkan, tapi saran saya. Anda sebaiknya beristirahat untuk malam ini disini Karena sebentar lagi malam"


"Benar nona, apa yang dikatakan ketua desa itu. Soalnya jika malam tiba banyak hewan hewan buas yang siap memangsa Anda"


"Baiklah saya akan bermalam di desa ini sampai pagi, terimakasih Anda sudah menghawatirkan saya ketua desa"


"Tidak apa apa, saya hanya ingin tidak ada yang meninggal lagi"


"Ketua bagaimana nasib penduduk yang selamat?"


"Semua yang selamat telah di ungsikan rumah yang selamat. Mari kita beristihat untuk malam ini"


Di sisi lain Lucifer baru sampai di kerajaan Maou, ia masuh kedalam kerajaan yang gelap dan dipenuhi banyak iblis iblis yang kuat. Ia membuka pintu dan masuk kedalam menemui Maou.


"Saya menghadapmu yang mulia" ucap Lucifer sambil memberi hormat


"Ahirnya kau datang juga no 4"


"Maaf yang mulia, panggil Lucifer saja"


"Iya maaf Lucifer, karena jabatanmu paling rendah dari komandan yang lain"


"Yang mulia Maou, apa anda memanggil saya kesini. Hanya untuk menantang saya?"


"Maaf Lucifer, untuk sekarang sebaiknya kita akur dulu. Jika kita bertarung maka setengah kerajaan ini akan hancur, dan akan banyak iblis mati karena terkena dampak serangan kita. Meskipun begitu aku tetap yang akan menjadi pemenangnya"

__ADS_1


"Saya mengerti yang mulia"


"Kau memang kuat Lucifer, seharusnya kau menjadi komandan iblis ke 1. Tapi karena sipatmu yang suka seenaknya kau jadi yang ke 4"


"Sudah kubilang jangan kau bahas lagi, atau aku hancurkan kerajaan ini"


"Nyalimu memang besar Lucifer, tapi sebelum kau menghancurkan kerajaan ini nyawamu sudah akan hilang di tanganku"


"Maafkan saya yang mulia, kalau begitu apa yang kau mau saya lakukan untukmu"


"Aku dengar di Gunung terlarang ada seekor naga hitam"


"Jadi Anda mau saya membunuh naga itu? Memangnya ada apa dengan naga itu"


"Kau memang hebat bisa cepat mengerti maksud ucapanku. Menurut legenda naga itu akan dikalahkan oleh seorang pahlawan pengguna pedang hitam, pedang hotam itu akan menyerap seluruh apa pun yang dikalahkannya dan menjadikannya semakin kuat"


"Saya mengerti yang mulia, saya akan segera membunuh naga hitam dan mebawanya kehapanmu yang mulia"


"Bagus, kau memang bisa diandalkan Lucifer"


"Baik" ucap Lucifer kemudian pergi


Malam pun tiba, aku sedang berbaring dirumah Jun. Aku bersyukur bisa bertemu dengan Jun meskipun yang dipirannya hanya uang, uang, dan uang. Tiba tiba "tok, tok" ada yang mengetuk pintu kamarku.


"Masuklah, ternyata kamu Jun. Ada apa?"


"Kak Sorata, saya mengantarkan makanan dan minuman. Silahkan dinikmati"


"Tapi aku tidak bisa menggerakkan tanganku, jadi aku malam ini tidak bisa makan"


"Kalau begitu, mau aku suapi kak Sorata?"


"Tidak apa apa, besok aku bisa makan sendiri"


"Kreokkk" perutku berbunyi


"Jangan malu malu kak Sorata, sini biar aku suapi"


"Aku tidak malu"


"Terus kenapa mukamu tiba tiba memerah?"


"Mungkin karena disini terlalu panas"


"Kak Sorata disini itu udaranya kalau malam itu selalu dingin, tidak pernah panas kalau malam"


"Sudahlah June jangan memaksa aku"


"Kalau Anda meninggal lalu siapa yang akan membayar pengobatanku" ucap June sambil tersenyum


"Jadi uang yang ada dipikranmu, baiklah kalau begitu tolong bantu akan makan"


Ahirnya Jun menyuapiku, ini memang sangat memalukan. Bukan entah malu atau entah bahagia aku disuapi seorang gadis muda yang cantik dan baik. Tapi yang ada di pikirannya hanya uang, ahirnya ia selesai menyuapiku.


<<\>\>


 

__ADS_1


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih sudah membaca 😉


__ADS_2