Final Fantasi

Final Fantasi
Ch. 21 - Serangan Gadis Serigala


__ADS_3

"Baik, tunggu sebentar. Sekarang masalah gelap sudah teratasi" menggunkan skil fire cut


"Ahirnya kita bisa melihat didalam gua ini dengan bebas"


"Hati hati Jun jangan terlalu jauh, kita tidak tau bahaya apa yang akan kita hadapi disini"


"Benar apa yang dikatakan tuan Sorata, kita harus sangat berhati hati"


Setelah kami memasuki tengah-tengah gua, disana terdapat 2 lubang kiri dan kanan. Kami memilih lubang kanan, saat kami berjalan memasuki kanan. Tiba-tiba kami mendengar suara langkah kaki.


"Yulise apa kau mendengar suara langkah kaki?"


"Saya juga mendengarnya kak Sorata"


"Saya dengar tuan Sorata, kita harus berhati hati"


"Ya, kita harus berhati hati"


Tiba-tiba dalam kegelapan nampak mata yang menyala, kemudian berlari dengan cepat menuju arah kami.


"Kalian berdua bersembunyilah di belakangku"


"Baik kak"


"Auuuu"


"Aku yakin itu serigala"


Saat terkena cahaya api pedangku, ternyata dia mirip dengan manusia tapi ia memiliki telinga dan ekor serigala.


"Siapa dia? Cantiknya aku yakin di manusia setengah binatang"


"Jangan lengah tuan Sorata? Dia mulai mendekat"


"Hati hati kakak"


Dengan cepat ia mengeluarkan 2 pedang pendeknya, dan mulai menyerang dengan cepat. Ia melemparkan salah satu pisaunya yang mengarah padaku denga cepat aku menangkisnya, kemudian ia mendekat mencoba menebasku dengan cepat aku menahan semua serangannya.


"Manusia ternyata kau hebat juga? Tapi kalau cuma bertahan kau tidak akan bisa mengalahkanku"


"Tunggu, aku tidak punya niat bertarung denganmu"


"Aku tidak percaya" ucap manusia setengah serigala itu sambil menyerang


Gerakannya sangat cepat, ia mengambil kembali pedang yang tadi dilemparkannya. Kemudian menyerangku dengan serangan beruntun, namun aku terus menahan serangannya.


"Tunggu, jelaskan dulu kenapa kau menyerang kami?"


"Aku tau tujuan kalian datang kesini, pasti kalian juga ingin membunuh naga emas?"


"Betul, memang itu tujuan kami. Kau sendiri kenapa ada disini?"


"Yang akan membunuh naga itu adalah aku, tidak akan aku biarkan kalian membunuhnya"


"Dia manusia setengah binatang yang keras kepala, bahkan ia berpikir bisa mengalahkan naga emas sendirian" ucap Jun


"Jangan meremehkanku, aku akan memberimu pelajaran"


"Baik, itupun kalau kau bisa melakukannya"


"Hati-hati dia sangat cepat Jun"

__ADS_1


"Benar, jangan meremehkan dia" ucap Yulise


Dengan cepat gadis serigala itu berlari munuju Jun, dengan cepat Jun mengangkat kaki dan kemuadian menginjakan kakinya ke tanah. Sehingga semua tanah dan dinding gua deselimuti es tebal, kaki gadis serigala membeku.


"Baiklah, apa sekarang kau sudah sadar betapa jauhnya perbedaan kekutanmu, dan kekuatanku" ucap Jun sambil mendekati gadis serigala itu


"Jangan senang dulu, aku bisa berubah menjadi seekor monster serigala selagi ada sinar rembulan"


"Saya cuma mengingatkan, bahwa disini didalam gua. Jadi tidak akan ada sinar rembulan untukmu, meskipun sudah malam"


"Benar juga aku baru sadar, kalau di dalam gua itu tidak akan ada sinar rembulan"


"Kalau begitu kau menyerah saja, dan sebutkan apa alasanmu meyerang kami?"


"Kau pikir aku akan menyerah hanya karena kakiku beku? Jangan bercanda"


"Kalau begitu, biar aku jadikan kau serigala kutub dalama balok es" ucap Jun dengan kesal


"Tunggu jangan terlalu kasar padanya Jun, kasihan dia"


"Benar Jun, mungkin dia menyerang kita karena terpaksa" ucap Yulise


"Tenang saja kak, saya hanya sedikit memaksanya"


"Jadi mana yang kau pilih? Menjadi balok es atau selamat"


"Baiklah aku akan memberitahu kalian semua"


"Sebenarnya aku datang kesini sendirian, dengan tujuan untuk membalaskan dendamku pada naga emas itu"


"Lalu kenapa kau menyerang kami?"


"Sudah jelas, karena kalian juga akan membunuh naga emas itu. Aku tidak rela naga emas dibunuh selain olehku"


"Karena dulu naga emas pernah menyerang desaku, sehingga banyak yang menjadi korban seperti kematian ayah dan ibuku"


" Jadi begitu, malam sekali nasibmu aku jadi terharu"


"Kau sudah dengar kan Jun alasannya, jadi bebaskan saja dia"


"Benar Jun, jangan menyakitinya lagi"


"Baik kak" ucap Jun sambil mencairkan esnya


"Aku mengerti apa yang kau rasakan, itu pasti sangat menyakitkan dan sangat menyedihkan. Bergabunglah bersama kami untuk membunuh naga emas itu"


"Tapi aku tidak mempercayai kalian"


"Kalau begitu aku akan bertanya. Apa kamu bisa mengalahkannya sendirian?"


"Tidak, baiklah aku terima tawaran kalian untuk kali ini"


"Selamat bergabung. Namaku Sotara, dia Yulise, dan dia Jun"


"Baik kak, salam kenal. Namaku Momo, paggil Momo aja"


"Momo apa kamu sudah memriksa gua kanan ini?"


"Sudah, tapi didalamnya tidak ada apa apa. Hanya ada tulang tulang yang berserakan"


"Mungkin ini tempat naga emas untuk makan"

__ADS_1


"Benar, saya yakin naga emas ada gua kiri. Ayo kita periksa kak Sorata" ucap Jun sambil kembali ke gua yang satunya


"Tunggu Jun, jangan berlari sendirian. Ayo Yulise, Momo kita susul Jun"


"Tunggu tuan Sorata"


"Baik" ucap Jun


Ahirnya kami kembali dari gua kanan ke tempat semula, dan kami memasuk gua kiri. Dari kejauhan kami mencium bau yang menyengat, dan kami terus berjalan memasuki gua kiri ini.


"Uhuk, uhuk" Momo batuk


"Apa apa kau baik baik saja?"


"Aku baik baik saja, kak Sorata


"Hidung serigala itu sangat sensitif terhadap bau, sebaiknya kau jangan memaksakan diri"


"Benar apa yang dikatakan kak Yulise, kau sebaiknya mundur Momo"


"Aku tidak akan mundur, karena sudah dua hari aku disini. Jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini"


"Kau hebat sekali Momo, ayo kita bwrsaing siapa yang terkuat diantara kita"


"Baik kak Sorata, tapi jika kakak kakak harus memberikan pedang kakak"


"Baik, tapi jika kau kalah kau harus jadi teman kami. Jadi jika kita ke desa manusia setengah binatang sambutlah kami dengan keramahanmu"


"Baik aku terima tawaranmu"


"Tuan Sorata, kenapa kau mempertaruhkan pedang Anda?"


"Benar kak Sorata jadi ceroboh"


"Tenang saja, menurutmu siapa aku? Ngomong-ngomong kenapa aku tidak bisa melihat lv kekuatanmu Jun?"


"Aku menutupi lv kekuatanku dengan sihir, karena aku tidak ingin orang lain mengetahuinya"


"Kau hebat bisa menggunakan sihir es yang kuat, kau juga sudah menyelamatkan waktu waktu bertarung dengan Oga"


"Sudah jangan dibahas lagi, kak Sorata"


"Tuan Sorata lihat?"


"Apa Yulise?"


"Ada lubang besar diatas, lihat bulannya terlihat jelas"


"Benar sekali, bagus sekali"


"Kak Sorata disana ada sesuatu? Sebaiknya kita periksa"


"Semuanya berhati hati aku mencium bau naga yang sangat kuat di dekat kita, bau semakin kuat"


"Lihat kak Sorata disebelah sana, disana sepertinya saya melihat sesuatu yang besar"


"Tidak salah lagi, itu adalah naga emas"


<<\>\>


 

__ADS_1


Jangan lupa like, follow dan coment 😇


Terimakasih sudah membaca 😉


__ADS_2